
"A...apa?"
Laki-laki yang telah insyaf itu sangatlah terkejut saat mendapati kenyataan bahwa luka di punggung Yu Lee lebih berat dari pada luka di punggung Siok Lan.
Rupanya ketua perguruan Kim hong, tahu kalau gadis ini amat lihai, Mak dia menusukkan jarum yang lebih banyak racunnya di punggung Xiao Yu.
Dewi Suling mengerahkan tenaganya untuk menyedot racun pada tubuh Xiao Yu.
"Ahh..."
Xiao Yu mengerang lalu membuka mata dan bangkit duduk secara perlahan-lahan, ketika begitu melihat setan kipas merah duduk di dekatnya dengan wajah kehitaman, mulutnya membengkak.
"Kakak Siauw Hu!" panggil Xiao Yu lirih karena tahu apa yang telah dilalukan telah dilakukan pemuda dihadapannya itu.
Xiao Yu melirik ke arah Siok Lan, laki-laki yang dia cintai itu
sudah sembuh dan wajahnya tak tampak membayangkan keracunan, napas nya teratur dan saat ini dalam keadaan tidur pulas.
"Himpun tenagamu, dan lekas bersedih!" seru setan kipas merah dengan suara parau, menggoyang kepala lemah dengan suaranya pelo karena lidahnya yang membengkak.
Setan kipas merah yang duduk bersila meramkau mata dan bangkit duduk, Yu Lee bergidik. Mata itupun bersinar kehitaman, penuh hawa racun.
Xaio Yu paham karena keadaannya pun sudah selamat dan pada cengkeraman bahaya karena pertolongan setan kipas merah yang seolah-olah telah mengoper semua hawa beracun dari tubuh dia dan Siok Lan ke tubuhnya. Sehingga bergantian kini racun itu berada di tubuh laki-laki yang sangat mencintai Xiao Yu itu.
Bukan main terharu hati Xiao Yu, akan tetapi ia tidak mau menyia-nyiakan pengorbankan setan kipas merah.
Kemudian Xiao Yu duduk bersila untuk bersamadhi dan memulihkan tenaganya.
Sulit sekali rasanya yang dirasakan Xiao Yu untuk mengheningkan cipta. Air mata mengalir dari kedua pipinya, membasahi kedua pipinya.
Perbuatan dan pengorbanan setan kipas merah selalu teringat dan terbayang, ia membuka matanya kembali lalu memeluk laki-laki itu, teringat akan cinta yang diberikan oleh setan kipas merah yang demikian besar, gadis itu mencium kening setan kipas merah.
Setan kipas merah membuka mata dan meneteslah beberapa air matanya, mulut yang bengkak itu mencoba tersenyum, lalu menggelengkan kepala lagi, minta dengan pandangan matanya agar Xiao Yu bersamadhi.
Xiao Yu menganggukkan kepalanya dan kemudian melepaskan pelukannya dan berusaha untuk bersemedi kembali, dan akhirnya dia berhasil juga.
__ADS_1
Siok Lan mengeluh perlahan, membuka mata dan pertama-tama yang dilihatnya adalah setan kipas merah yang bermuka kehitaman dan bermulut bengkak, duduk bersila tak jauh darinya.
Si bayangan dewa itu terkejut sekali, dan segera menoleh ke arah kiri di mana ia melihat Xiao Yu juga duduk bersamadhi.
Wajah kekasihnya itu terang dan tenang, jelas telah bersih dari pada hawa racun ia menengok keadaannya sendiri, melihat bajunya yang robek, dengan cepat dibenarkan, lalu meraba punggung dan tahulah ia telah sembuh.
Kini dia terbebas dari pada racun dan mencoba pernapasannya, menahan napas mengerahkan tenaga dalamnya. Ia yakin telah sembuh telah sembuh.
Rasa senang menyelubungi hatinya akan tetapi begitu ia memandang kembali kepada setan kipas merah wajahnya menjadi pucat.
Mengertilah Siok Lao, tentu setan kipas merah telah menolong dia dan Yu Lee, menolong dengan jalan menyedot racun dari luka luka mereka dengan mengorbankan dirinya, ia bergidik.
Karena tahu bahwa dua orang itu bersamadhi, Siok Lan pun lalu bersila dan meramkan mata mengatur pernapasan memulihkan tenaga.
Belum lama mereka bersamadhi, terdengar banyak suara orang dan tahu-tahu ketua Gwat Kong bersama dua puluh orang muridnya
telah mengurung tempat itu!.
Ketua perguruan Kim Hong, begitu melihat keadaan tiga orang duduk bersila, maklum bahwa racunnya telah dipunahkan oleh wanita yang kini keracunan hebat.
"Dia setan kipas merah guru...!" seru seorang di antara murid perguruan Kim Hong.
Seru Gwat Kong dengan rasa kesal dan sangat marah.
Akan tetapi tiba-tiba setan kipas merah itu meloncat ke atas, terdengar suara melengking hebat dan belasan batang jarum berhamburan menyerang ke arah mereka yang mengurung, empat orang murid perguruan Kim hong menjerit dan roboh tak dapat bangkit kembali.
Gwat Kong Tosu setelah menyampok jarum-jarum dengan ujung lengan bajunya, mencabut pedang dan menerjang Setan kipas merah.
Murid-murid perguruan Kim Hong itu membantu dan dikeroyoklah setan kipas merah.
Setan kipas merah yang mukanya berubah seperti setan itu berkelahi dengan kenekatan luar biasa, kenekatan orang yang tahu bahwa ia akan mati.
Dalam beberapa gebrakan saja, tiga orang murid perguruan Kim hong lainnya terguling oleh hantaman dan totokan kipasnya.
Akan tetapi setan kipas merah dibagian pundak nya tergores ujung pedang Gwat Kong.
__ADS_1
Xiao Yu dan Siok Lan juga sudah meloncat bangun, walaupun mereka itu masih lemah sekali karena masih belum dapat mempergunakan kekuatan dalam.
Kini mereka dikurung dan di keroyok sehingga Yu Lee dan Siok Lan tidak dapat membantu setan kipas merah karena posisi mereka yang sedang kerepotan.
Setan kipas merah mengamuk makin hebat, walaupun kepalanya pening sekali, kedua kakinya gemetaran dan berkali-kali ia terkena pedang ketua Gwat Kong dan murid-muridnya.
Seluruh pakaiannya robek robek berikut kulitnya dan tubuhnya sudah penuh luka akan tetapi ia masih terus mengamuk dan bunyi melengking itu makin lama makin jarang.
Akhirnya setan kipas merah terhuyung-huyung, tubuhnya basah semua oleh darah, kipas merah itu semakin merah dan masih terpegang di tangan dan pakaiannya yang putih kini menjadl merah.
Pada saat itu, terdengar teriakan yang sangat keras.
"Gwat Kong, kau benar-benar keterlaluan!"
Dan berkelebatlah bayangan orang yang mempergunakan pedang menangkis pedang ketua Gwat Kong.
Ternyata bayangan ini adalah kakek Siok Lan yaitu Siok Lee, yang datang menyusul bersama empat orang muda perkasa, yaitu Yang Tek, Gui Siong, Han wen dan Tan Li.
Empat orang muda ini mengamuk dengan pedang masing-masing, membuat para murid perguruan Kim hong yang tadi mengeroyok Xiao Yu dan Siok Lan menjadi kacau balau dan banyak yang roboh.
Setan kipas merah sejenak berdiri memandang pertandingan dahsyat antara ketua Gwat Kong melawan Siok Lee yang mendesaknya, kemudian ia tersenyum dan roboh terguling.
Pertempuran itu tidak berlangsung lama karena ketua perguruan Kim Hong, Gwat Kong bekas murid perguruan Kun lun, tentu saja tidak dapat mengatasi ilmu pedang Siok lee seorang tokoh Kun lun yang lebih tinggi ilmu tingkatnya.
Belum sampai empat puluh jurus pedang Siok Lee telah menusuk pedangnya ke dalam dada Gwat kong, dan ketika pedang di cabut ketua perguruan Kim hong itu berteriak keras roboh kebatas tanah.
Para murid-muridnya pun kocar-kacir dan akhirnya tak seorangpun diantara mereka dapat lolos, semua tewas dalam tangan Siok Lee dan empat orang muda-mudi yang gagah perkasa itu.
...~NR~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...