Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Kemunculan Setan Kipas Merah


__ADS_3

Walaupun galak, dia ternyata adalah seorang pejuang wanita, musuh pemerintah penjajah Mongol yang kini mengamuk bersama kawan-kawannya untuk menolong Siok Lan.


Dan tak jauh dari situ Xiao Yu melihat pula tokoh tokoh yang hadir, akan tetapi Xiao Yu merasa heran tidak melihat adanya dua orang murid Kim hong yang bersikap baik terhadap Siok Lan dan dia, yaitu Pui Tiong dan Can Bwee.


Dari atas pohon itu pula Xiao Yu kini melihat Siok Lan dikeroyok oleh belasan orang penjaga dan dia merasa kaget sekali. Kiranya tuan mudanya ini setelah tadi berhasil ia dorong meloncat turun dari kuda, tidak dapat melarikan diri keluar dari hutan


Karena melihat banyak pejuang menyerbu Siok Lan kini turut mengamuk pula. Hal ini tidak herankan, karena Xiao Yu sangat mengenal watak Siok Lan.


Sepak terjang pemuda itu sangat hebat dan ganas, mengamuk dengan pedang rampasan karena pedangnya telah dirampas musuh.


Akan tetapi karena diantara belasan orang pengeroyoknya terdapat perwira-perwira yang memimpin pasukan dan bertubuh tinggi besar, membuat Siok Lan agak terdesak.


Perwira pemimpin pasukan yang bertubuh tinggi besar bermuka hitam itu bersenjata rantai yang diputar-putar cepat sekali sampai mengeluarkan suara mengaung.


Siok Lan selalu menggunakan jurus meringankan tubuhnya untuk menghindarkan diri setiap kali senjata lawan menyambar ke arah tubuhnya.


Melihat keadaan Siok Lan yang terdesak, Xiao Yu segera melompat dari pohon ke pohon untuk mendekati Majikannya itu.


Akan tetapi ia melihat bahwa keadaan Siok Lan tidaklah berbahaya, ketika mendengar teriakan kaget Cui Hwa dan melihat nyonya ini terhuyung ke belakang karena pundaknya kena serempet gagang toya seorang pengeroyok, prajurit tinggi kurus yang lihai.


Xiao Yu mengayun tangan dan sebuah ranting kecil menyambar ke arah lawan Cui Hwa, dan perwira tinggi kurus itu berteriak kesakitan dan menjerit sambil mundur beberapa langkah.


Ternyata ranting kecil itu melukai leher lawan Cui Hwa dan menyelamatkan Cui Hwa yang dikeroyok banyak lawan dan hampir celaka.


Cui Hwa tadi tidak tahu bahwa dia di baru saja ditolong oleh pelayan yang pernah membikin malu padanya, kini dengan marah sekali pedangnya bergerak ke depan dan sebelum si perwira tinggi kurus dapat menghindar, pedangnya yang berubah sinar hijau menjadi gulungan sinar melingkar lingkar ke arah perut dan prajurit itu menjerit dan roboh dengan pinggang hampir putus.


Xiao Yu kembali melanjutkan usahanya mendekati Siok Lan namun dari atas pohon itu ia menjadi sibuk sendiri menyaksikan bahwa jumlah penyerbu yang hanya paling banyak tiga puluh orang itu terdesak hebat oleh pasukan Mongol yang jumlahnya tiga kali lebih banyak.

__ADS_1


Xiao Yu masih ingin menyembunyikan keadaan dirinya, apalagi Siok Lan berada di situ. Saat ini Xiao Yu mulai menyambar ke bawah dengan gerakan cepat, merobohkan beberapa orang prajurit Mongol tanpa dilihat siapapun karena saking cepatnya gerakan nya, yang tampak hanya bayangan hitam.


Kalau ada lawan datang membawa obor terlalu dekat, ia menyelinap atau meloncat ke atas pohon kamudian bergerak lagi di tempat yang gelap.


Darah membanjir, teriakan kemarahan berseling dengan jerit-jerit kesakitan dan pekik-pekik maut, mayat-mayat bergelimpangan.


Tiba-tiba terdengar suara terompet dan derap kaki kuda. Mendengar suara yang datangnya dari utara ini, Xiao Yu cepat meoncat ke atas cabang pohon tertinggi dan memandang ke suara terompet itu.


Kagetlah ketika ia menyaksikan dari arah utara datang pasukan membawa obor. Agaknya itu bala bantuan dari An bun,


Dari atas pohon itu di malam gelap dia hanya melihat obor yang banyak sekali datang dari utara sukarlah menaksir jumlah pasukan yang datang. Akan tetapi menurut dugaan Xiao Yu tentu jauh lebih besar dari pada pasukan yang mengawal Siok Lan tadi dan agaknya tidak akan kurang dari pada dua tiga ratus orang.


Keadaan yang sangat berbahaya sekali.


Ia cepat menuruni beberapa cabang pohon dan tampaklah olehnya bayangan berpakaian putih berkelebatan di bawah dan kemanapun juga bayangan ini berkelebat, terdengar suara lemparan kipas bak bomerang yang mengerikan disusul roboh nya seorang tentara Mongol.


"Tak salah lagi itu setan kipas merah!" pikir Xiao Yu yang menjadi tercengang.


Selain itu juga kenapa setan kipas merah memusuhi tentara Mongol. Setan kipas merah adalah seorang aliran sesat.


Karena Yu Lee melihat betapa besar bahaya mengancam dengan munculnya pasukan besar dari jauh itu, iapun lalu melayang turun dan kembali ia menggunakan kesaktiannya untuk merobohkan para perajurit musuh, memilih tempat gelap dan menjauhi tempat setan kipas merah beraksi.


Hebat bukan main sepak terjang dua orang ini yaitu setan kipas merah dan juga Xiao Yu. Keduanya bergerak di tempat terpisah, keduanya mengeluarkan serangan-serangan yang mengerikan dan keduanya merobohkan musuh seperti orang membabat rumput saja.


Para pejuang atau pemberontak itu terheran heran dan juga kagum bercampur gembira.


"Setan kipas merah!" terdengar bisikan-bisikan.

__ADS_1


Disisi yang lain, walaupun para pejuang tak dapat melihat jelas, namun berkelebatnya bayangan bertubuh yang gagah dan merobohkan banyak lawan itu membuat mereka dapat menebaknya.


"Pendekar tanpa gelar!" bisik orang lain menyaksikan berkelebatnya bayangan Xiao Yu.


Mereka tidak dapat melihat dengan jelas karena gadis itu selalu bergerak di dalam gelap dan gerakannya cepat sekali tak dapat dilihat pandangan mata. Tapi kabar akan cara dan sepak terjang Pendekar tanpa gelar itu sudah didengar banyak orang,


Celakalah pasukan pengawal yang diserang oleh para pejuang, karena


dalam waktu sebentar saja sebagian besar dari mereka roboh tak dapat bangkit kembali apalagi karena para pejuang yang mendapat bantuan dua orang pendekar besar itu.


Yang dimana seolah-olah mendapat tambahan semangat baru, dan mereka mengamuk makin hebat.


Tiba tiba terdengar sorak sorak riuh rendah dan hutan ketika pasukan tambahan pembantu itu tiba, meloncat turun dari kuda dan dengan obor di tangan kiri, senjata di tangan kanan mereka menyerbu. Jumlah pasukan yang baru tiba ini ada dua ratus orang.


Perang menjadi semakini hebat dan para pejuang yang sudah lelah itu terdesak hebat. Untung disitu terdapat dua orang sakti yang membantu mereka sehingga meraka masih mampu melakukan perlawanan.


Namun karena fihak musuh amat banyak, mereka menjadi sibuk sekali. Setan kipas merah sudah mengobral jarum-jarumnya dan pedangnya.


Xiao Yu yang agak repot karena pemuda ini tetap hendak bergerak sambil bersembunyi dan mempertahankan penyamarannya sebagai seorang laki-laki.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2