Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Pengintaian si setan kipas merah


__ADS_3

"Setelah ini kamu masih ikut denganku kan Yu Tian?" tanya Siok Lan yang penasaran


"Nona Xiao meminta saya untuk


menghadang di depan pintu gerbang An bun sesudah serbuan malam nanti." jawab Yu Tian yang tentu saja membuat Siok Lan khawatir.


"Apa dia malah menyuruh kamu mendekati sarang musuh?" tanya Siok Lan yang sangat cemas.


"Tuan muda rupanya masih belum mengenal sepak terjang kongcu yang sukar dimengerti. Akan tetapi percayalah tuan muda, kalau nona Xiao menyerbu ke An bun, tentu dia mempunyai alasan yang amat penting. Maka sebaiknya tuan muda menanti. Saya yang yakin kalau urusan orang-orang Mongol ini selesai, pasti nona Xiao akan mencari dan menemui tuan muda. Yang pasti untuk diajak membereskan semua urusan yang ada diantara tuan muda dan nona Xiao." jelas Yu Tian seraya mengulas senyumnya.


Siok Lan termenung dan diam saja.


"Tuan muda, Daging ayam hutannya sudah matang!" seru Yu Tian seraya memberikannya kepada Siok Lan.


"Oiya! hm...harum sekali baunya!" seru Siok Lan yang menerima ayam hutan panggang dari tangan Yu Tian.


"Bawalah ayam hutan panggang ini sebagai bekal, tuan muda. Dan saya kira tidak baik menanti lebih lama lagi, siapa tahu kalau kalau musuh akan memasuki hutan ini. Harap nona segera berangkat dari sini menuju ke barat, kira kira lima puluh kilometer jauhnya lalu membelok ke utara. Nanti tampak pegunungan dan mendaki pegunungan itu. Mereka berada di puncak gunung ke tiga, dalam sebuah hutan dan dari atas puncak itu tampak kota An bun."Jelas Yu Tian.


"Baiklah aku akan ikuti saran kamu!" ucap Siok Lan yang bangkit dari duduknya.


"Nah sampai jumpa kembali, tuan muda!" ucap Yu Tian dan Siok Lan menganggukkan kepalanya, kemudian memasukkan panggang ayam ke buntalan pakaiannya.


"Kapan kita dapat bertemu, Yu Tian?" tanya Siok Lan yang penasaran.


"Tidak akan lama. Saya akan mendesak Nona Xiao agar cepat-cepat menyusul ke sana Tian muda." jawab Yu Tian.


"Baiklah, perlu kamu ketahui kalau pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir kamu sebagai pelayanku. Setelah itu karena kamu laki-laki, maka kamu aku anggap sebagai adikku." ucap Siok Lan yang membuat Yu Tian terkejut.


"Adik? oh, suatu kehormatan buat saya tuan muda." ucap Yu Tian dengan menundukkan kepalanya.


"Seandainya kamu perempuan, aku akan menjadikan kamu sebagai pendamping hidupku!" gumam Siok Lan dan Yu Tian mendengarkannya.


"Glekk...!" Yu Tian menelan salivanya.


Setelah menghela napas panjang Siok Lan meloncat dan pergi meninggalnan Yu Tian yang memandangnya dengan sinar mata berkaca-kaca.


...****...

__ADS_1


Setan kipas merah dahulu adalah seorang penjahat, akan tetapi belum pernah ia menyaksikan kekejian seperti ini.


Saat dia membunuh orang karena marah, atau karena tidak ingin rahasianya disiarkan orang, atau karena orang itu musuhnya.


Namun semua pembunuhan yang dilakukan tentu ada sebabnya terdorong oleh darah panas.


Sebaliknya apa yang ia lihat dan dilakukan sekarang ini adalah penyembelihan.


Siksaan dan penyembelihan yang dilakukan dengan darah dingin! Ia bergidik ngeri.


"Bedebah! Jahanam!" seru setan kipas merah yang menyumpah nyumpah sambil mengepal tinju dan menggenggam kipasnya erat-erat.


Setan kipas merah ingin pada saat itu juga mengamuk dan membunuh para penjaga itu. Tapi setan kipas merah sedang menahan kemarahannya. Karena dia bukanlah seorang wanita yang bodoh dan nekad.


Karena dia tahu bahwa kalau ia turun tangan ia tidak akan berhasil menolong orang orang yang sengsara itu, bahkan tak mungkin ia melawan ratusan orang penjaga yang bersenjata lengkap itu.


Kemudian Setan kipas merah berubah menjadi hantu pengacau daerah penggalian terusan. Setiap malam tentu ada penjaga yang tewas di tangannya.


Sepak terjangnya menggemparkan, datan dan pergi seperti siluman saja dan setiap ada penjaga yang memisah diri dari kawannya itu tentu akan menjadi korban di tangan maut setan kipas merah.


Beberapa hari kemudian setan kipas merah mendengar akan kekejian para penjaga yang menangkapi wanita-wanita muda untuk diseret ke dalam markas mereka dan dijadikan mangsa para prajurit.


Hal ini mengingatkannya pada apa yang telah dia dan gurunya lakukan beberapa tahun yang lalu.


Markas itu terlalu kuat dan juga dindingnya yang terlalu tebal dan tinggi, penjagaan amat ketat, sehingga tidaklah mungkin bagi setan kipas merah untuk menyelinap atau menyerbu masuk.


Sudah beberapa hari ia tidak lagi mengancam para penjaga di sekitar tempat penggalian melainkan berkeliaran di luar markas di An bun karena di tempat inilah ia melihat belasan orang gadis muda diseret masuk pagi kemaren.


Namun belum juga ia berhasil memasuki markas sehingga hatinya menjadi kesal. Akhirnya pada malam ketiga setan kipas merah memilih dinding di mana terdapat sebatang pohon di dekatnya.


Dengan jurus meringankan tubuhnya yang istimewa, tubuh setan kipas merah melayang ke atas pohon seperti seekor burung saja.


Kegelapan malam melindungi bayangannya dan pada saat para peronda lewat, ia menggenjot tubuhnya dari cabang teratas mencelat ke atas dinding markas.


Dari sini tubuhnya melayang ke atas genteng kemudian mendekam, lalu menyelinap dan mengendap-endap memasang mata dan telinga ke arah bawah.


Kota An bun adalah pusat yang dijadikan markas besar para pasukan yang bertugas menjadi pelaksana dari penjaga para pekerja paksa pembuat saluran besar itu.

__ADS_1


Pasukan yang berada di kota ini tidak kurang dari seribu lima ratus orang. Di benteng ini, yang menjadi panglimanya adalah seorang panglima Mongol yang bertubuh tinggi besar bertenaga kuat, dan terkenal keras memegang peraturan terhadap para pekerja.


Nama panglima ini adalah Han Siang atau Raja iblis. Yang tugasnya sebagai pelaksana dalam menyelesaikan pembuatan saluran.


Karena itu dia menggunakan tangan besi dan dia sendiri sudah


menyatakan bahwa kalau perlu agar saluran itu berhasil diselesaikan, ia akan menggunakan mayat-mayat rakyat pekerja paksa sebagai dasar saluran.


Han Siang pandai menyenangkan hati para prajurit pembantunya, memang inilah keistimewaannya sehingga ia cepat sekali dapat mencapai kedudukan tinggi.


Setan kipas merah yang telah berhasil memasuki markas, mengintai dari atas genteng bangunan terbesar yang berada di tengah markas An bun.


Dari atas genting setan kipas merah melihat sinar terang dan suara tertawa tawa dan ketika ia mengintai ke bawah ia melihat bahwa dalam ruangan bawah itu para prajurit sedang mengadakan pertemuan dalam sebuah pesta pora, bercakap sambil tertawa dan dilayani oleh banyak wanita-


wanita muda.


Hati setan kipas merah perih sekali rasanya ketika melihat keadaan wanita-wanita itu. Jelas bahwa wanita itu adalah orang-orang yang sedang menderita bathin, raut wajah mereka yang cantik dan muda itu pucat dan nampak kelelahan, kedukaan dan keputusasaan yang menyedihkan.


Di tempat pengintaiannya, setan kipas merah melihat panglima An bun yang tinggi besar itu dengan mudah saja mengenal Panglima Ban Ciang, karena selaiin pakaiannya paling megah dan gagah juga ia merupakan satu-satunya orang yang paling dihormati di dalam ruangan diantara para prajurit yang jumlahnya kurang lebih tiga puluh orang itu.


Han Siang duduk di atas kursi besar menghadapi meja, diapit oleh dua orang tercantik yangr melayani dengan arak dan makanan, menyumpitkan daging menyuapinya sambil memaksa mulut yang kecil itu tersenyum. Panglima itu sedang mencumbui wanita yang ada disampingnya.


Sementara itu Setan kipas merah tidak memperdulikan kekurang-ajaran itu, karena setan kipas merah sedang memperhatikan percakapan mereka.


Sambil tertawa Han Siang menceritakan kepada bawahannya tentang seorang tawanan yang menarik bagi Setan kipas merah.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2