
Setan kipas merah segera naik ke dermaga dan mengikat perahunya pada tiang yang biasa digunakan untuk mengikat perahu, agar perahu tak terbawa ombak.
Kemudian setan kipas merah melesat dan tujuannya ke perkampungan, kembali ke rumah toko pakaian diman Ling Ling tinggal.
Dengan gerakan laksana seekor kucing, pemuda yang selalu memakai pakaian berwarna merah itu berloncatan di atas genteng rumah-rumah yang berjajar rapat.
Kedua kakinya bergerak cepat tanpa mengeluarkan suara dan sebentar saja ia sudah di atas genteng rumah toko pakaian.
Dia terus merayap dan terkadang mengintai suasana di dalam rumah pemilik toko pakaian itu.
Tiba-tiba setan kipas merah mengeluarkan seruan tertahan ketika genteng rumah yang diinjaknya itu bergerak dan kakinya terpeleset.
"Aaargghh....!"
Seketika terdengar suara angin menyambar ke arahnya. Setan Kipas Merah cepat miringkan tubuh dan berloncatan mengelak karena dari bawah menyambar senjata senjata rahasia.
"Siiuut..... siuuut...... siuuut...!
Tiga buah pisau terbang menyambar secepat kilat ke arahnya dan ketika Setan kipas Merah mengelaknya, tiga buah pisau itu jatuh ke atas genteng, suaranya nyaring.
"Takk.....takk.....takk....!"
"Setan Kipas merah! mau apa kau mengacau di sini!"
Terdengar bentakan nyaring dan halus.
Setan Kipas Merah cepat rnenengok dan melihat bayangan hitam berkelebat di bawah. Dengan ujung ujung kakinya ia mencongkel genteng dan tampaklah bayangan hitam tadi kini berada di ruangan belakang rumah pemilik toko pakaian itu.
Wajahnya berkernyit memandang seorang pemuda remaja yang tampan yang berkepandaian dan melihat lemparan tiga buah pisau kecil tadi, dan itu membuktikan bahwa pemuda remaja itu kepandaiannya boleh juga.
Kemudian tubuh Setan Kipas Merah melayang turun melalui lubang yang dibuat di atas dengan cara membongkar beberapa buah genteng, sambil mngipaskqn kipasnya dan tubuhnya melayang ringan ke bawah ke arah pemuda yang berdiri dengan sepasang pedang di tangannya.
Sepasang kaki Setan kipas merah seperti kaki burung saja ketika hinggap di atas lantai sehingga pemuda itu agak terkejut.
__ADS_1
"Saudaraku, maafkan kalau aku membikin kaget padamu. Kedatanganku ini sesungguhnya karena tertarik kepadamu dan ingin belajar kenal denganmu. Siapakah namamu dan kenapa begitu bertemu kau menyerangku dengan tiga buah pisau kecil?" ucap sekaligus tanya setan kipas Merah.
Kalau saja pemuda ini memiliki ilmu silat yang tinggi, sedikitnya seperti tingkat kepandaian dua orang murid Kwe Cheng yang telah pernah berseteru sebelumnya dengannya.
"Ohh, begitukah? Jadi kedatangan kamu hanya untuk berkenalan, baiklah perkenalkan namaku adalah Yan Lu dan soal seranganku tadi yang sayang tidak mengenai sasarannya adalah karena begitu mendengar suara langkah kaki diatas genteng, aku sudah dapat menduga siapa yang akan muncul. Baru sekarang aku bertemu denganmu. Begitu banyak kejahatan yang kamu lakukan, maka aku akan membunuhmu!" seru pemuda itu.
Dan dengan cepat sekali gerakan pemuda itu, sepasang pedangnya berkelebat menjadi dua gulung sinar perak yang menggunting dari kanan kiri.
"Singg........ singg.....!"
Setan kipas merah dengan cepat mengelak dan guntingan sepasang pedang itu lewat di dekat tubuh nya.
"Eh, nanti dulu saudaraku!" seru setan kipas merah yang masih berusaha menghindari serangan lawannya.
"Mau bicara apa lagi?" tanya pemuda itu dengan sepasang alisnya yang hitam bergerak-gerak. Kemudian sepasang pedangnya disilangkan di depan dada.
"Saudaraku, kenapa kau begini kejam dan sampai hati menuduh aku jahat. Kejahatan apakah gerangan yang telah kuperbuat saudaraku tega menuduhku demikian?" tanya setan kipas merah yang berpura-pura..
"Hemm! Masih berpura-pura suci! Entah sudah berapa banyak gadis yang menjadi korban mu! kau perkosa dan setelah itu kau bunuh! Apalagi kamu berani menculik putri dari tuan rumah ini! apa kau masih beranikah menyangkalnya?" seru pemuda yang bernama Yan Lu itu dengan geramnya.
"Oh, saudaraku Yan Lu! sebagai seorang pria, wajarlah kalau aku menyukai banyak wanita! Dan setelah mereka memuaskan hasrat ku, maka lebih baik aku bunuh saja! biar tak ada yang memilikinya lagi. Karena akulah yang terakhir baginya! Ha ..ha...ha...!" jawab setan kipas merah dengan tawa yang seakan tak merasa berdosa sama sekali.
"Dasar laki-laki tak tahu malu! apa kau tak khawatir jika suatu saat akan menimpa keluargamu! Sekarang bersiaplah untuk mampus!" seru Yan Lu yang kemudian menerjang dengan sepasang pedangnya berkelebat cepat bagaikan kilat menyambar.
"Oh, Baik kalau itu memang yang kamu inginkan, aku juga ingin menguji seberapa dalamnya kepandaianmu!" seru Setan Kipas merah yang mengipaskan kipas merahnya berkelebat berubah menjadi segulung sinar merah yang panjang.
"Trang...... trang... Trang.....!"
Bunyi senjata mereka yang saling beradu dengan nyaringnya.
Yan Lu meloncat ke belakang sambil menarik kedua pedangnya. Benturan dengan Kipas Merah ketika lawan menangkis sepasang pedang tadi membuat kedua tangannya terasa panas dan tergetar hebat.
"Ha ..ha...ha...! coba kau sambut ini...!" seru Setan Kipas Merah sambil tertawa dan kipasnya kini membentuk gulungan sinar merah yang melingkar lingkar panjang mengurung tubuh Yan Lu.
__ADS_1
.
Pemuda itu kaget sekali, karena itulah dia mengeluarkan seluruh kepandaiannya. Sepasang pedangnya membentuk benteng sinar pedang yang amat kuat sehingga berkali kali terdengar bentrokan bentrokan nyaring antara sepasang pedang dengan kipas merah.
"Trang....Trang....Trang...!"
"Oh.. Bagus sekali jurus pedangmu!" seru Setan Kipas Merah yang begitu gembira mendapatkan lawan yang hampir seimbang dengannya.
Yan Lu tak menjawab, dia terus menyerang ke segala arah dengan sepasang pedangnya.
"Trang ...Trang....Trang....!"
Kembali senjata-senjata mereka saling beradu. Karena merasa sedikit terdesak, dari tangan kiri Setan Kipas Merah mengebutkan sehelai saputangan merah ke arah muka Yan Li.
Dengan cepat Yan Lu mengelak dengan jalan miringkan kepalanya. Akan tetapi kiranya serangan ini bukan serangan senjata, melainkan serangan hawa beracun sebab begitu sapu tangan dikebutkan, terciumlah bau harum luar biasa yang membuat napasnya sesak serta kedua matanya berkunang-kunang.
Kesempatan itu digunakan oleh Setan Kipas Merah untuk melakukan totokan secepat kilat yang mengenai kedua buah lengan Yan Lu. Tanpa bisa dicegah lagi kedua pedang itu jatuh berkerontangan di atas lantai.
"Prang...!"
Di saat Yan Lu telah membuang muka, maka obat bubuk harum yang mengandang obat bius itu hanya sedikit saja memasuki hidungnya dan karena itu hanya membuat ia pusing dan mabok tidak sadarkan diri untuk waktu yang terlalu lama.
"Huh, akhirnya beres juga aku meladenimu Yan Lu! Saatnya aku akan mencari keberadaan Ling Ling!" gumam dalam hati Setan Kipas Merah yang kemudian meninggalkan Yan Lu begitu saja.
Pemuda dengan pakaian merah itu terus mencari keberadaan Ling Ling yang menjadi sasarannya.
...~NR~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung0...