Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Berjuang melawan kabut asap beracun


__ADS_3

Dan bau harum yang menyesakkan napas masuk melalui mulut Xiao Yu dan mulai meracuni gadis itu.


Sekarang dia tahu kenapa Siauw Bo menggunakan saputangan yang disumpalkan ke mulutnya, tak lain berfungsi sebagai penyaring asap racun itu.


Kemudian Xiao Yu melompat ke pintu dan pedangnya menerjang daun pintu.


"Ting...... !"


Gadis itu kaget sekali, ternyata pintu itu terbuat dari baja yang sangat tebal. Kemudian dia mengerahkan tenaganya dan mencoba menubruk pintu dengan bahunya


"Beng...!"


Bunyi pintu itu yang bergetar, bahkan seluruh ruangan itu ikut tergetar, dan dia tidak berhasil mendobrak pintu yang ternyata amat kuat.


"Hop hiaaat...!*


Xiao Yu menghindar untuk melindungi tubuhnya yang sedang di serang oleh Siauw bo. Xiao Yu nekat mempertahankan diri sambil berusaha meloloskan diri dari dalam kamar yang berbahaya itu.


Tapi saat ini kakinya terasa sakit, kepala nya makin pening, pandangan matanya berkunang sedangkan dadanya serasa mau meledak karena terlalu lama ia menahan napas.


Beberapa kali ia menggunakan tenaganya, untuk melesat ke atas dan menggunakan pedangnya membabat langit langit akan tetapi pedangnya bertemu dengan baja yang keras dan tebal. Tidak ada jalan keluar lagi baginya.


Jalan satu satunya untuk menyelamatkan diri hanya merobohkan lawan. Dan hal ini tidak mungkin karena kakinya sudah terluka dan ia hampir tak dapat bertahan untuk tidak menyedot napas padahal udara di dalam ruangan sudah penuh asap beracun.


"Ayah-Ibu, ampun anak tak dapat menuntut balas!" ucap Xiao Yu dengan suara yang lemah.


Xiao Yu berseru keras ketika pundaknya tertotok sebuah kipas, dan Ia sudah tak dapat lagi melihat lawannya.


"Aaaarghh...!"


"Brugh....!"


Semua tertutup asap dan pandangannya sudah gelap serta kepalanya yang teramat pusing, kemudian gadis yang memakai pakaian serba merah muda itu jatuh tak sadarkan diri.


Beberapa menit kemudian gadis itu sadar kembali dari pingsannya dan membuka mata, pertama tama yang terasa oleh nya adalah rasa nyeri yang amat hebat di dadanya. Kemudian d meramkan matanya kembali mengumpulkan napas dan tenaga, serta membersihkan ingatannya.


Teringatlah dia kembali tentang apa yang sebelumnya terjadi, dia baru saja tak sadarkan diri di dalam ruangan bundar itu dan diselimuti asap beracun serta totokan-totokan dari kipas emas penebar maut dari tangan Siauw Bo.


Xiao Yu menahan seluruh tubuhnya dari sakit dan kedua lengannya tak dapat digerakkannya.


Ketika berusaha menyalurkan tenaga ke arah kedua tangan dan menggerakkan tangannya ternyata kedua pergelangan tangannya itu terkena totokan dan berada di belakang tubuh, tertindih tubuhnya.

__ADS_1


.


Dengan susah payah Xiao Yu berguling dengan menekuk kedua lututnya dan bangkit duduk. Untung saja kedua kakinya tidak terkena totokan, kemudian ia memandang ke sekelilingnya. Sunyi tiada manusia.


Satu-satunya pintu itu masih tertutup rapat.


Ruangan sudah bersih dari pada asap beracun, tapi bau harum aneh masih dapat tercium. Xiao Yu menggunakan kesempatan ini untuk mengumpulkan napas, mengerahkan tenaga untuk mematahkan totokan Siauw Bo.


Xiao yu terus berusaha untuk terbebas dari totokan Siauw Bo dengan menarik napas panjang. Gadis itu sadar bahwa saat ini dirinya telah terjatuh ke tangan musuh besarnya.


Muncul pertanyaan demi pertanyaan dalam dirinya, mengapa ia tak dibunuh atau dijadikan tahanan.


Gadis itu kemudian duduk bersila dan bersamedhi mengumpulkan napas dan tenaga, memulihkan hawa murni di tubuhnya.


"Ha..ha...ha....! kiranya hanya segini saja kepandaianmu!" seru salah satu anggota perompak buaya merah itu sambil tertawa mengejek dan kakinya terayun keras menendang ke arah Xiao Yu.


Gadis itu berusaha mengelak akan tetapi sebuah pukulan tangan tepat mengenai leher kanannya, membuat tubuhnya jatuh bergulingan.


Kemudian dia berusaha untuk bangkit kembali dengan pandangan mata berkunang-kunang.


Perompak buaya merah itu merasa penasaran karena tendangan nya dapat dielakkan lawan yang sudah luka-luka totokan, datang memukul ke arah dadanya yang dimana pukulan itu yang sangat keras.


Dengan cepat gadis itu memiringkan tubuh dan membiarkan pukulan itu hampir saja dadanya akan tetapi berbareng kakinya menendang ke depan tepat mengenai tulang sambungan lutut salah satu perompak buaya merah itu.


Seru salah satu tubuh perompak buaya merah itu tergelimpang dan hampir saja sambungan lututnya terlepas.


Untung saja Xiao Yu demikian lemahnya kalau tidak, tentu akan remuk tulang lututnya.


Para perompak buaya merah geram dan kemudian menyerbu Xiao Yu dengan mudahnya, karena Xiao Yu terluka dan amat lemah.


Tubuh Xiao Yu sampai terlempar ke sana kemari bergulingan ke atas lantai. Perutnya terkena tendang dan gadis ini berusaha bangkit, akan tetapi pukulan keras pada tengkuknya membuatnya terjerembab kembali.


"Aaaarghh ..!"


Xiao Yu mengerang kesakitan.


Akhirnya dia tak dapat berkutik karena pukulan dan tendangan yang datang bertubi-tubi. Wajahnya yang penuh darah segar yang keluar dari mulut dan hidung.


"Sudah-sudah adik ketiga, jangan sampai terbunuh dia!" seru seorang di antara buaya merah yang terengah dan terpincang-pincang.


"Yang mulia Ratu berpesan agar kita jangan membunuhnya. Kalau dia mati nanti kita yang akan celaka!" seru salah satu perompak buaya merah itu.

__ADS_1


Hal ini menjadi kesempatan Xiao Yu untuk mencoba membebaskan diri dari totokan Siauw Bo, namun tak berhasil juga karena tubuhnya yang teramat lemah. Dan akhirnya dia pun tak sadarkan diri.


Kemudian para perompak itu membawa tubuh Xiao Yu ke sebuah kamar yang telah ditunjukkan oleh Siauw Bo.


...****...


Sementara itu si setan kipas Merah, yang sebelumnya terpisah dari rombongan Perompak Buaya merah dan juga Xiao Yu, laki-laki itu sengaja tak menemui ratu sekaligus guru dan juga kakak kandungnya itu.


Siauw Hu atau Setan kipas merah yang sebelumnya hendak bersenang-senang dengan Ling Ling putri pemilik toko pakaian,


Belum sampai di paviliun, ternyata gadis yang bernama Ling Ling itu sudah sadar. Dan dia menotok bagian syarat Siauw Hu pada saat masing di panggilan Siauw Hu.


"Degg...!"


"Agh ..!"


Setan kipas merah tak menyangka kalau gadis yang dia panggil itu mempunyai kemampuan. Tubuhnya kini tak bisa bergerak sama sekali.


Tanpa pikir panjang Ling Ling turun dari panggulan Setan Kipas Merah, dia berlari menuju ke perahu kecil dan terus mendayung sekuat tenaga untuk kembali ke rumahnya.


Totokan Ling Ling hanya mampu menghentikan pergerakan setan kipas merah selama tiga puluh menit saja


"Kurang ajar! dia mau main-main ya sama setan kipas merah!" gerutu Setan kipas merah yang mengejar Ling Ling, dengan menggunakan perahu kecil juga


Setan kipas merah terus mendayung, tapi keberadaan Ling Ling sudah tak nampak dari pandangan matanya.


"Bahaya sekali jika sampai dia memberitahukan keberadaan istana tengah hutan pada aliran putih! aku harus mengejarnya sampai dapat!" gumam dalam hati setan kipas merah yang terus mendayung.


Tak berapa lama dia telah sampai di dermaga, dia melihat adanya perahu yang digunakan oleh Ling Ling yang bersandar di tepi dermaga.


Setan kipas merah segera naik ke dermaga dan mengikat perahunya pada tiang yang biasa digunakan untuk mengikat perahu, agar perahu tak terbawa ombak.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2