Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Melawan kepala pelayan


__ADS_3

Tapi ternyata totokan-totokan itu hanya membuat lumpuh sementara saja. Para perompak buaya merah kini sadar akan situasi dan dengan cepat melompat bangkit dengan muka merah karena malu dan marahnya.


"Gadis tengik, rupanya kau sudah bosan hidup ya!" bentak salah satu perompak buaya merah yang sudah maju lagi siap bertempur.


"Saudaraku harap mundur, biarkan aku menghadapi gadis tengik ini!" Suara ini keluar dari mulut Cun Sam.


Salah satu perompak buaya merah itu melihat ke arah Siauw Bo, seolah meminta persetujuan dari pimpinannya itu. Dan ternyata Siauw Bo menganggukkan kepalanya, tanda menyetujuinya.


"Oh, baiklah kalau begitu." ucap salah satu dari empat orang perompak buaya merah itu mundur dan berdiri di pinggir dengan muka keruh.


Karena kali ini mereka benar benar kehilangan muka di depan majikan mereka, ini membuktikan bahwa mereka kurang bisa diandalkan.


Cun Sam memiliki ilmu silat yang melebihi para perompak buaya merah dalam tingkatan jurusnya. Biarpun pertandingan tadi cuma segebrakan saja, namun dia mengerti bahwa tongkat itu memiliki ilmu tongkat yang amat luar biasa serta sukar dilawan.


"Gadis tengik! kepandaian mu boleh juga. Akan tetapi rupanya masih belum pantas untuk dilayani oleh yang mulia Ratu, sebelum engkau bisa mengalahkan aku, Si pelayan kepala dalam istana ini." ucap Cun Sam sambil melangkah maju.


Waktu mendekati Xiao Yu, Cun Sam melalui empat buah golok yang tergeletak di atas lantai. Dengan sengaja ia menginjak golok-golok itu.


"Tak.... tak... tak... !"


Suara dari empat buah golok yang terinjak, dan ternyata empat buah golok itu telah patah karena injakan kedua kaki si pelayan kepala Cun Sam.


Cun Sam sengaja mendemonstrasikan tenaga dalamnya yang hebat itu. Dengan maksud agar lawannya menjadi gentar bertanding melawannya dengan tangan kosong setelah menyaksikan demonstrasinya, maka hal itu tentu akan membuat gadis itu gentar dan dengan demikian menjadi kemenangan bagi pihaknya.


Tapi sebaliknya kalau gadis itu menerima tantangannya, ia yakin bahwa biarpun dalam pertarungan belum tentu ia dapat mengalahkan si gadis itu.Tetapi Cun Sam mengandalkan ilmu gulatnya yang hehat untuk mengalahkan lawannya.


Biarpun belum berpengalaman, namun sebagai murid seorang sakti yang berpandangan luas seperti Sa Shuang yang tidak hanya mendidik Xiao Yu dengan ilmu silat, melainkan juga dengan nasehat dan kebatinan.


Xiao Yu sudah paham kalau Cun Sam dengan sengaja memancingnya untuk mengadakan pertandingan. Sambil tersenyum Xiao Yu mengangkat rotannya dengan melemparnya depan.

__ADS_1


"Siauw Bo! ketahuilah bahwa aku bukanlah iblis macam kau yang dalam urusan dendam terhadap kakekku lalu membasmi semua keluargaku. Tidak, aku tidak bermaksud memusuhi lain orang, baik anak buahmu, murid-muridmu maupun keluargamu. Aku hanya datang untuk melawanmu seorang. Tapi si Kipas emas penebar maut itu ternyata seorang pengecut! Untuk menghadapi ku saja kamu butuh bantuan cecungukmu!" seru Xiao Yu yang tentu saja membuat Siauw Bo sangatlah geram.


Dan Cun Sam gentar juga. Kalau tidak memiliki ilmu kepandaian amat tinggi tak mungkin pemuda itu dapat bersikap begitu tenang menghadapinya setelah ia mendemonstrasikan tenaga dalamnya.


"Gadis tengik, kau sebagai tamu dan lebih muda jadi kau buka seranganmu!" seru Cun Sam.


"Oh, baiklah! jika itu mau kamu, maka sambutlah seranganku ini!" seru Xiao Yu yang kemudian melangkah maju lalu memukul dada Cun Sam dengan tinju kanannya.


Jurus yang ia pergunakan biasa saja, pukulannya tidak terlalu keras namun mengandung hawa pukulan yang antep. Ia hanya mengisi lengannya dengan energi untuk menjaga tangkisan lawan.


Seperti yang dia duga kalau kakek itu menangkis dan juga telah memusatkan tenaganya agar dalam benturan dua tenaga raksasa ini tak akan merugikannya. Tetapi alangkah kagetnya ketika tiba tiba lengan kakek itu setelah bertemu dengan lengannya.


Sewaktu Xiao Yu mau menarik pulang


tangannya, tiba tiba tubuh kakek itu membalik dan membungkuk lalu dengan tenaga dalam, membuat Xiao Yu mencelat keatas seperti melayang dan terbanting pada langit-langit dengan cepat kemudian Xiao Yu menubruk lawan yang ada di depannya dengan menggunakan tangan dan kaki seperti seekor cecak, kemudian mendorong lawannya sambil berjungkir balik ke bawah.


Jurus meringankan tubuh yang Xiao Yu perlihatkan ini amat indah dan hebat sehingga Cun Sam sedikit gusar dan gentar.


Belum pernah Xiao Yu mendengar jurus seperti itu. Karena penasarannya Xiao


Yu tertarik pada jurus tersebut, yang mana dalam gebrakan pertama tadi, hampir saja ia celaka.


Kalau tidak memiliki tenaga dalam yang tinggi tentu tubuhnya tadi sudah terluka.


Jurus yang aneh semacam jurus gulat yang belum pernah dilihatnya, karena itulah dia ingin mencoba lagi.


"Kakek Cun Sam, kepaadaianmu hebat!" seru Xiao Yu yang memuji dan kembali ia menyerang dengan pukulan tangan kiri.


Kembali kakek jenggot putih itu menangkis dan dalam sekejap mata tanpa dapat di cegah lagi oleh Xiao Yu yang lengannya tertangkap dan tak mungkin terlepas karena sambil menangkap kakek itu membalikkan tubuh dan kembali kaki Xiao Yu terangkat dan kini tubuhnya tidak terlempar ke atas seperti yang disangkanya melainkan terbanting ke atas lantai.

__ADS_1


Secepat kilat Xiao Yu mengerahkan energinya yang terkumpul di pinggang dan ia membuat gerakan memutar pinggang. Keadaan tubuhnya yang terbanting keras itu tiada ubahnya seperti tubuh seekor kucing yang terbanting jatuh dan menggerakkan pinggangnya sedemikian rupa.


Cun Sam sangat terkejut dan gentar sekali hatinya. Ia memang berhasil dengan jurus gulatnya sehingga dua kali ia berhasil melontarkan dan membanting lawan.


Tapi ternyata lawannya mampu mengimbanginya, karena itulah Cun Sam segera mengambil keputusan untuk melakukan serangan terakhir dan mematikan.


Cun Sam tahu kalau gadis yang menjadi lawannya itu memiliki gerakan yang amat mahir sehingga setiap kali terancam maut, dapat menyelamatkan diri.


Kalau saja bantingannya itu dilakukan dengan kedua tangannya masih memegangi lawan, agaknya gadis itu takkan mungkin


membebaskan diri daripada maut tadi.


Di waktu membanting tadi, kalau ia tidak melepaskan tangan Xiao Yu, biarpun dengan cara demikian bantingannya kurang keras, tentu gadis itu sukar membalikkan tubuh.


Xiao Yu yang merasa kagum kini telah mengetahui gerakan inti lawan. Kiranya kakek jenggot putih itu menggunakan gerakan gerakan mendadak dengan meminjam tenaga lawan juga ganjalan tubuhnya, yaitu secara membalikkan tubuh sehingga posisi lawan menjadi lemah.


Kemudian dengan ganjalan kaki yang memasang kuda-;kuda kuat dan gentakan tangan yang penuh tenaga dalam yang melemparkan atau membanting tubuh lawan sebelum lawan tahu apa yang akan terjadi.


Cun Sam segera maju lagi untuk menyerang, sengaja ia melakukan gerakan memukul seperti sebelumnya.


"Mau kulihat apakah kau masih mampu membantingku!" seru Cun Sam yang secepat kilat menangkap tangan kanan Xiao Yu yang memukulnya itu, kini menangkap dengan kedua tangannya, memutar tubuh dan mengerahkan semua tenaga dalamnya mengangkat tubuh gadis itu dari belakang tubuhnya.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2