Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Kemunculan Setan Kipas Merah ll


__ADS_3

Xiao Yu yang agak repot karena pemuda ini tetap hendak bergerak sambil bersembunyi dan mempertahankan penyamarannya sebagai seorang laki-laki.


Gadis itu selalu menjauhi para pejuang lain akan tetapi juga harus selalu memperhatikan keadaan Siok Lan yang mengamuk agar sewaktu-waktu dapat melindungi pemuda yang dicintainya itu.


"Kalau gelagatnya begini, bisa berbahaya," gumam Xiao Yu yang mulai mendekati Siok Lan dan ingin melarikan pemuda itu.


Akan tetapi pada saat itu


terdengar sorakan lain yang juga sangat dahsyat dan dari sebelah kiri muncul sepasukan orang gagah perkasa yang datang menyerbu, membantu para pejuang dan menghantam para tentara Mongol.


Pasukan yang gagah perkasa ini dipimpin oleh empat orang muda, dan dapat dibayangkan betapa girang hati Xiao Yu ketika melihat dan mengenal mereka itu. Dua orang gadis cantik dan perkasa itu adalah Yang Tek dan Gui Siong, murid murid Bocah tua nakal.


Dan dua orang pemuda tqmpan dan perkasa itu adalah Han wen dan Tan Li, yang merupakan murid dari biksu Ji.


Adapun hampir seratus orang pasukan perkasa yang dipimpin empat orang muda itu benar-benar hebat dan bertempur dengan semangat yang amat tinggi.


Adapun hampir seratus orang pasukan perkasa yang dipimpin empat orang muda itu benar-benar hebat dan bertempur dengan semangat yang amat tinggi.


Keadaan perang kecil di dalam hutan itu berubah-ubah. Tadinya pihak Mongol terdesak hebat dan lebih dari setengah jumlah pasukan tewas di tangan tiga puluhan orang pejuang pimpinan A Bhok orang termuda Huang ho yang diam-diam dibantu oleh Pendekar Tanpa Gelar dan juga setan kipas merah.


Kemudian pihak pejuang terancam bahaya kehancuran ketika tiba dua ratus orang pasukan Mongol yang datang dari An bun.


Akan tetapi dalam waktu singkat, muncullah seratus orang pasukan istimewa ini, pasukan yang sebagian besar terdiri dari bekas pekerja pekerja terusan yang melarikan diri, yang mengandung dendam dan kebencian meluap-luap terhadap


orang-orang Mongol sehingga kini pasukan Mongol seperti sekumpulan pohon bambu diserang angin taufan, mereka dibabat dan dalam waktu singkat saja jatuhlah puluhan orang korban diantara mereka.


Yang Tek dan yang lainnya tidak mengenal pasukan kecil yang ia bantu, akan tetapi karena pasukan kecil yang gagah perkasa itu berperang melawan tentara Mongol ia menganggap mereka itu teman teman seperjuangan dan begitu mendengar dari penyelidik bahwa di hutan itu terjadi perang, ia lalu memimpin pasukannya untuk menyerbu dan membantu pasukan kecil itu.


Ketika mendengar dan gaya bertarung serta amukan dua orang yang bergerak seperti setan sehingga tidak tampak jelas orangnya, Yang Tek, Gui Song Tan Li dan Han Wen menjadi terkejut, dan juga girang.

__ADS_1


Mereka dapat mengenal gerakan serangan Pendekar tanpa gelar itu.


Akan tatapi mereka juga bingung dan menduga-duga siapa adanya laki-laki perkasa yang mengamuk itu. Melihat gerakannya yang lihai dan mendengar suara serangan dari kipas yang dipegang nya, Mereka menduga kalau itu setan kipas merah yang pada saat itu bertanding memusuhi pasukan Mongol, tentu saja mereka menganggapnya tidak sebagai musuh.


Munculnya pasukan yang dipimpin empat orang muda perkasa ini mempercepat jalannya perang. Sebagian besar pasukan musuh roboh, binasa dan sisanya lalu melarikan diri berlindung pada kegelapan hutan itu.


"Xiao Yu! Sungguh beruntung dapat bertemu dengan taihiap di sini!" seru Yang Tek.


"Pendekar tanpa gelar....! Pendekar tanpa gelar ...! Pendekar tanpa gelar...!"


Hampir semua pasukan pejuang berseru memanggil Pendekar tanpa gelar.


Siok Lan yang sudah tidak bertempur lagi dan dia terkejut sekali saat mendengar suara para pejuang yang memanggil nama pendekar tanpa gelar, dan dia melihat berkelebatnya dua bayangan seperti iblis cepatnya.


Pemuda itu sudah menebaknya akan tetapi belum merasa yakin siapa gerangan dua orang aneh itu. Karena tadi ia dikeroyok banyak sekali musuh, tentu saja ia tidak mendapat kesempatan untuk meneliti.


Kini mendengar nama Xiao Yu dan Pendekar tanpa gelar yang disebut-sebutkan para pasukan pejuang, raut wajahnya menjadi berubah dan jantungnya berdebar debar sangatlah kencang.


Tunangannya yang selama ini mengabaikannya dan yang ia cari untuk diajak bertandirig untuk menebus penghinaan. Cepat ia meloncat menghampiri untuk mencari dan menjumpai orang yang dicari-carinya itu.


Akan tetapi ia hanya melihat berkelebatnya bayangan cepat sekali menghilang di daerah hutan yang gelap, dan mendengar suara orang laki laki yang berpengaruh.


"Kedua saudari Yang Tek dan Gui Siong, Kedua saudara Han dan Tan! Selamat bertemu dan berjuang!


Maaf saya ada urusan lain, sampai jumpa!" seru suara bayangan hitam itu, dan bayangan itu lenyap dari tempat itu.


Siok Lan termenung merasa seperti kenal suara itu dan dia merasa penasaran lalu meloncat mengerahkan jurus meringankan tubuhnya mengejar di tengah hutan ke mana bayangan itu tadi berkelebat.


Bayangan yang mengamuk dan menggunakan kipas sambil mengeluarkan suara serangan kipas tadi memang Siauw Ma atau Setan kipas merah.

__ADS_1


Kini di bawah sinar banak obor, Setan kipas merah menghadapi Yang Tek, Gui Siong, Han Wen dan Tan Li yang berdiri berjajar menghadapinya dengan pandangan mata yang tajam.


Setan kipas merah itu tersenyum dan dengan cepat ia mengangkat kedua tangan ke depan dada.


"Sungguh merupakan karma Thian bahwa malam ini saya dapat berjumpa dengan saudari dan saudara sebagai teman-teman seperjuangan!" ucap sapa setan kipas merah.


Empat orang muda itu memang sudah mendengar akan sepak terjang setan kipas merah selama ini yang menjadi buah bibir kaum persilatan, karena perubahannya luar biasa.


Mereka merasa tidak senang kepada wanita yang dahulunya menjadi musuhnya ini, akan tetapi karena harus diakui bahwa saat itu mereka bukanlah musuh melainkan teman seperjuangan melawan penjajah, mereka terpaksa membalas penghormatan, bahkan Tan Li yang terpandai membawa sikap diantara mereka.


"Kami sudah mendengar akan sepak


terjang saudari Siauw Ma selama ini.


"Sukurlah !" balas Setan kipas merah yang raut wajahnya berubah merah karena merasa jengah akan tetapi di dalam hatinya ia memuji Tan Li yang tidak banyak bicara.


"Diantara kita ada hubungan seperjuangan teman-teman sendiri, akan tetapi kini bukan waktunya untuk bercakap-cakap. Keadaan hutan ini amat berhaya karena sungguhpun musuh sudah terpukul mundur akan tetapi di An bun terdapat tidak kurang dari seribu orang perajurit Mongol. Bagaimana mungkin kita dapat melawan pasukan mereka yang begitu banyak." ucap Setan kipas merah yang kali ini tidak hanya ditujukan kepada empat orang muda itu, melainkan juga kepada A Bhok, Cui Hwa dan teman-teman mereka.


Kemudian Setan kipas merah memberikan penjelasan tentang keadaan dan situasi di dalam hutan dan juga markas pasukan Mongol di An Bun.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2