
Semua orang yang hadir di tempat itu kini memandang ke arah Siok Lan dengan mulut ternganga dan mata terbelalak penuh keheranan dan kekaguman.
Mereka tahu bahwa para anggota perkumpulan pengemis sabuk sutra merah adalah orang yang berilmu tinggi, apalagi dua orang pengemis tadi sudah tua yang pakaiannya ada satu tambalan yang berarti bahwa dua orang kakek itu adalah tokoh tingkat satu yang tentu sangat lihai.
Namun dalam segebrakan saja telah ditendang mencelat olah pemuda ini dan di depan mereka dua orang tokoh itu mengakui kelihaian si pemuda.
Ketika mereka mendengar ucapan Siok Lan, kekaguman mereka makin memuncak dan nama julukan si bayangan Dewa menjadi buah bibir sejak saat itu.
Setelah kejadian di rumah makan itu, Siok Lan dan juga Xiao Yu melangkahkan kaki menuju dermaga untuk mencari perahu buat disewa melakukan pelayaran sampai ke teluk Pohai, akan tetapi tidak ada satupun tukang perahu yang mau menyewakan perahu nya buat pelayaran melalui jarak yang jauh.
"Kami hanya melakukan pelayaran di sepanjang Huang ho dan sebelum tiba diterusan, kami sudah kembali lagi ke sini. Dalam waktu seperti sekarang ini, siapa berani menyeberangi terusan?"
Begitulah rata-rata jawaban tukang perahu sehingga menjengkelkan hati Siok Lan.
"Sialan!" omel Siok Lan
"Tukang perahu pengecut dan penakut! Kalau tidak ada yang berani mengantar akan kubeli saja perahunya dan kita dayung sendiri!" seru Siok Lan dengan kesal.
Xiao Yu hanya tersenyum, melihat pemuda yang dicintainya itu yang sedang kesal.
"Jangan khawatir tuan muda. Saya rasa dengan bayaran yang memadai ada juga nanti tukang perahu yang berani membawa kita ke sana." ucap Xiao yu dengan mengulas senyumnya.
Ada seorang nelayan yang mengenal Siok Lan saat di rumah makan, dan dia menawarkan jasanya.
"Tuan bayangan Dewa, mari ikutlah dengan saya. Mudah-mudahan anda berdua cocok dengan perahu saya, dan saya akan mengantarkan anda ke tempat yang anda ingin datangi." ucap nelayan itu dengan ramah.
"Oh, boleh! ayo tunjukan dimana perahu kamu!" balas Siok Lan yang juga dengan ramah.
Dan para nelayan yang lain, terkejut saat mendengar akan datangnya si Bayangan Dewa. Karena mereka sebelumnya sudah mendengar kegagahan si bayangan Dewa tapi belum bertemu orangnya.
Dan kini mereka berduyun datang dan menawarkan perahunya untuk dipakai gadis perkasa itu berlayar ke Pohai.
__ADS_1
"Yu Tian kau pilihlah sebuah perahu yang cukup baik katakan kepada pemiliknya bahwa kami akan menyewanya sampai ke Pohai dan berani membayar mahal. Selain itu katakan bahwa dia tidak usah khawatir atau takut. Kalau ada perompak di tengah jalan, tentu akan kubasmi mereka. Kalau ada perajurit berani mengganggu di terusan itu, biar aku yang akan mengobrak-abrik mereka. Jadi aku menjamin keselamatan si tukang perahu dan perahunya!" ucap Siok Lan pada pelayannya.
Mendengar ucapan yang gagah ini, makin kagumlah para pedagang dan nelayan yang berada di situ.
Sementara itu Xiao Yu menghela napas panjang dan hatinya gelisah.
Ia tahu bahwa kepandaiannya Ang Ci dan Ang Sun tadi cukup tinggi, jangankan melawan mereka berdua, melawan satu sama satu saja belum tentu Siok Lan menang.
Dan Xiao Yu juga kagum kepada dua orang pengemis tadi yang ternyata mengerti bahwa dia ingin merahasiakan dirinya, maka kedua orang pengemis itupun tidak mendesaknya dan mereka tahu diri mengaku kalah dan pergi.
Namun iapun tahu bahwa mereka itu merasa penasaran dan tentu akan melaporkan hal ini kepada ketua mereka. Perjalanan selanjutnya tidaklah selancar dan semudah yang di duga Siok Lan apa lagi ditambah dengan sikap pemuda itu yang sombong.
Dengan dipuji-pujinya nama Si Bayangan Dewa sampai setinggi langit, tentu akan memancing banyak orang persilatan yang ingin mengujinya.
Xiao Yu memilih sebuah perahu milik seorang tukang perahu yang pertama kali menawarkan perahunya. Dimana tukang perahu itu berusia kurang lebih empat puluh tahun, bertubuh tinggi tegap dan kuat.
Siok Lan lalu meloncat ke atas perahu, diantar oleh orang-orang yang berada di situ dengan pandang mata penuh kagum. Xiao Yu juga sudah naik ke perahu.
"Ahhh, takut apa. Pokoknya, kita tidak bermaksud jahat terhadap orang lain! Kalau toh ada orang lain hendak berbuat jahat, akan kulawan dia dan akan kubasmi agar dunia makin bersih!" jawab Siok Lan dengan lantang.
Jawaban ini disambut sorakan para pengantar yang menganggap pemuda ini amat gagah perkasa, sebaliknya pelayannya amat penakut.
Berangkatlah perahu itu ke tengah sungai diikuti teriakan-teriakan dari tepi sungai,
"Selamat jalan, Bayangan Dewa!"
"Hidup Bayangan Dewa...!"
Siok Lan berdiri di kepala perahu, tangan kiri bertolak pinggang meraba gagang pedang, tangan kanan melambai ke arah para pengagumnya di tepi sungai.
Sungguh tampan dan gagah, sementara hanya dapat menggeleng kepala dan menghela napas.
__ADS_1
"Dasar pemuda gila! Tapi ternyata aku lebih gila lagi, karena aku tergila gila kepada seorang pemuda gila! ha...ha...!":kata dalam hati Xiao Yu yang tersenyum-senyum sendiri.
Perahu meluncur terus, menurutkan aliran air sungai ditambah dorongan dayung tukang perahu menuju ke Pohai.
...****...
Sementara itu pemuda yang berjuluk si setan kipas merah, dengan ciri khasnya memakai pakaian merah itu lari terhuyung-huyung menaiki sebuah bukit.
Tubuhnya lemas dan pakaiannya serta rambut yang kusut, terurai dengan sebagian menutupi wajahnya yang pucat.
Ia terluka, tetapi tidak memperdulikan luka-lukanya itu serta tubuh yang letih tidak diperdulikannya pula, dan pakaiannya yang kusut.
Pemuda itu terus saja jalan terhuyung-huyung, terkadang lari ke depan seperti orang buta. Memang dia seperti orang buta oleh air matanya sendiri, buta oleh kehancuran hati, oleh penyesalan, oleh rasa malu serta patah hati.
Malam itu biarpun terang bulan, tetapi jalan mendaki bukit amatlah sukarnya, sinar bulan kurang cukup menerangi jalan yang berbatuan dengan di tepinya jurang yang menganga seperti mulut maut yang siap menerima kematian.
Tetapi wanita itu berjalan terus, naik ke bukit tanpa tujuan.
Seperti telah diceritakan sebelumnya, Setan Kipas Merah atau Siauw Hu ini adalah seorang pemuda yang merupakan adik sekaligus murid terkasih Siauw bo.
Selain mewarisi ilmu silat gurunya yang tinggi, juga mewarisi sifatnya yang buruk yaitu kesukaan mengumbar dan melampiaskan nafsu birahi. Bahkan dalam kebiasaan melampiaskan nafsu birahi ini, Siauw Hu lebih ganas dari gurunya.
...~NR~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...