Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Melawan Musuh bebuyutan ll


__ADS_3

Ruangan dimana yang dimasuki Siauw bo ini merupakan ruangan yang bentuknya bundar, luasnya cukup untuk bertanding silat dengan garis tengah tidak kurang dari lima meter itu


Xaio Yu yang terus mengejar Siauw Bo dan kemudian dia memasuki ruangan itu. Dan baru saja gadis itu masuk ke ruangan itu, pintu yang tadinya dia lewati itu, menutup sendiri.


Siau Bo tertawa dan berdiri di sebelah kiri Xiao Yu, dan gadis cucu dari Xiao Chen itu memandang ke sekelilingnya.


Ruangan yang sangat cocok untuk berlatih silat atau untuk samedhi, amat bersih dan tak tampak sebuah pun perabot yang dapat menjadi penghalang. Anehnya ruangan yang bundar ini tidak mempunyai jendela bahkan hanya mempunyai sebuah pintu, yaitu pintu yang sebelumnya dia lewati tadi dan yang kini sudah tertutup rapat.


Xiao Yu merasa curiga dan menerka bahwa dia memasuki sebuah ruangan yang penuh perangkap. Akan tetapi karena ia melihat lawannya juga berada di situ di depannya, maka ia tidak menjadi khawatir dan mengikuti setiap pergerakan si Kipas emas penebar maut itu dengan penuh seksama.


"He...he....he... Xiao Yu, sekarang kita saling berhadapan. Dan tidak ada seorangpun yang akan menjadi penghalang. Hanya dinding putih menjadi saksi akan kematianmu!" seru Siauw Bo yang sambil terkekeh, dan kemudian dia melempar kipas emasnya menerjang menyerang Xiao Yu.


"Weeet......weeet...!"


"Trang ..Trang ...Trang ..!"


Xiao Yu melawan dengan menangkis setiap serangan kipas emas itu dengan pedang yang ada di tangannya.


"Trang ..Trang ...Trang ..!"


"Trang ..Trang ...Trang ..!"


Bunyi benturan kipas emas dan juga pedang milik Xiao Yu begitu nyaring bunyinya, dan semakin lama semakin seru.


"Trang ..Trang ...Trang ..!"


"Trang ..Trang ...Trang ..!"


"Trang ..Trang ...Trang ..!"


"Trang ..Trang ...Trang ..!"


Dan beberapa menit kemudian, Siauw Bo kembali kewalahan dalam meladeni gerakan jurus pedang Xiao yu.


Kembali Siauw Bo menggunakan media cawan, dan dia membuat cawan itu meluncur menyerang Xiao Yu.


"Hop hiaaat...!"


Siauw Bo mengeluarkan seruan nyaring, tangan kanan nya didorongkan ke depan dan cawan arak itu seketika berhenti bergerak di tengah udara seakan akan terhimpit oleh dua tenaga raksasa yang tak terlihat.

__ADS_1


"Hai Siauw Bo! Hatimu begitu kotor dan jahat! Aku tak sudi menerima penghormatanmu, terimalah kembali!" seru Xiao Yu yang menambah tenaga dalamnya mendorong kembali cawan yang berisi arak itu ke arah empunya.


Siauw Bo sangat terkejut, pada kenyataan bahwa gadis yang memakai pakaian serba merah muda itu masih bisa mempergunakan seluruh tenaganya.


Si Kipas emas Penebar Maut itu merasakan tenaga dorongannya membalik, cawan itu terdorong mundur sampai beberapa jengkal. Dia pun marah dan mengerahkan semua tenaganya untuk mendorong kembali cawan itu. Tetapi hal itu sia-sia belaka, dan cawan itu tak bergeming. Bahkan makin lama makin mengarah padanya.


Kekuatan Siauw Bo memang masih hebat, tapi ia tak dapat bertahan lama. Saat 8ni napasnya mulai memburu, wajahnya pucat dan dahinya penuh keringat. Dan jika dilanjutkan ia akan celaka maka untuk mengakhirinya, Siauw bo mengerahkan tenaga. Kemudian menyusul tangan kirinya bergerak mendorong atau memukul dari samping ke arah cawan arak yang terhimpit di udara.


"Braakk...!"


Dan cawan itu pecah, seketika arak nya berhamburan seperti air hujan yang membasahi lantai.


Karena benda yang menjadi pegangan kini telah tiada, otomatis pertandingan adu tenaga dalam itu berhenti. Dan masing masing menurunkan lengan yang tadi memanjang dilonjorkan lurus ke depan.


Hanya ada peluh keringat di dahi Xiao Yu


sedangkan wajah Siauw bo menjadi pucat, napasnya nampak lemah.


"Dasar bocah sombong! Kalau begitu kita harus bertanding sampai mati. Kamu bukan musuh biasa, maka petandingan inipun harus diadakan di tempat yang sesuai. Marilah, cabut pedangmu dan turuti caraku dengan bermain silat agar darahmu nanti tidak mengotori ruangan tamu ini!" seru Siauw Bo gerakan gesit wanita tua yang cantik itu meloncat, memasuki sebuah pintu yang berada di sudut sebelah kiri.


Xiao Yu mengikuti meloncat ke depan, sengaja ia meloncat dan selalu ia menginjak lantai sebagaimana yang dilakukan oleh Xiao Bo, karena ia tidak mau terperosok ke dalam perangkap yang mungkin sudah disiapkan oleh Siauw Bo.


Namun Xiao Yu saat ini sudah maju menerjang dengan pedangnya. Dan Siauw bo cepat menangkisnya.


"Trang..! Trang...! trang...!"


Dan keduanya melompat mundur karena merasa betapa lengan mereka tergetar.


Kemudian Xiao Yu menerjang lagi dan kini ia mainkan jurus pedang yang dia ciptakan sendiri berdasarkan jurus Tongkat yang dia pelajari dari nenek Sa Shuang.


Pedangnya bergerak cepat dan berubah menjadi sinar terang bergulung gulung dan melirngkar lingkar mengelilingi tubuh lawan.


Hal itu membuat Xiao Bo cepat ia memutar kipasnya dan meloncat ke kanan. Kaki kanannya menendang sebuah tombol kecil di dinding, kemudian membalikkan tubuhnya sambil memutar kipas menangkis dan balas menyerang.


Pertandingan sudah dimulai dengan hebat nya. Gerakan Siauw Bo memang cepat dan ganas sekali, karena jurusnya diambil dari berbagai macam jurus yang digabungkan menjadi satu.


Namun sekail ini Siauw Bo terkejut, karena


bertahun-tahun ia mempelajari jurus tersebut. mencari dan mencipta jurus untuk menandingi jurus pedang naga Xiao Chen yang lihai itu.

__ADS_1


Namun belum sempat dia menjajal jurusnya, Xiao Chen udah meninggal dunia. Dan kini ia menghadapi cucunya dengan memandang rendah Xiao Yu.


Karena baginya gadis yang ada didepannya ini bersenjata pedang tapi takkan mungkin lebih hebat dari pada Xiao Chen. Siapa sangka kalau ternyata jurus pedang yang digunakan Xiao Yu sangatlah luar biasa sekali.


Aneh sekali dan sama sekali bukan jurus pedang biasa, melainkan jurus pedang yang mirip sekali dengan jurus tongkat.


Xiao Yu menggunakan jurus tongkatnya menggunakan senjata pedang itu, dengan kelincahannya yang luar biasa sambil menggulingkan tubuh menyabetkan pedangnya ke belakang, Siauw Bo.


Si Kipas emas penebar Maut itu bisa membebaskan diri dari pedang yang seperti dapat melengkung lalu menyerangnya dari belakang biarpun musuhnya itu berada di depan.


Gadis yang bernama Xiao Yu itu semakin mempercepat gerakannya dan mendesak terus lawannya.


Akan tetapi ia tidak tahu sama sekali bahwa tendangan Siauw bo pada dinding tadi menekan tombol dan kini dari beberapa lubang yang tersembunyi di dalam ruangan itu masuklah asap yang bening warnanya, hampir tak terlihat.


Perlahan-lahan asap ini makin lama semakin memenuhi kamar. Dan Xiao Yu mencium bau yang harum luar biasa lalu seketika itu lehernya seperti tercekik.


"Kurang ajar!" umpat Xiao Yu dan ia cepat menahan napasnya dan kemudian menyerang dengan tusukan maut sambil terus melompat ke belakang.


Ketika ia sudah menjadi jauh dari lawan, ia melihat Siauw bo tertawa dan di mulut wanita itu sudah tersumpal sehelai saputangan.


Pada saat itu kembali Siauw Bo sudah menerjang Xiao Yu. Kemudian Xiao Yu menggerakkan pedangnya dengan menangkis, akan tetapi begitu ia bernapas, lehernya serasa tercekik serta dadanya panas, kepalanya pening sekail.


"Plakk...!"


Paha kirinya terpukul oleh kipas emas dan rasa nyeri sampai menembus ke ulu hati.


"Aaarrgh...!" suara erangan Xiao Yu yang kesakitan.


Dan bau harum yang menyesakkan napas masuk melalui mulut Xiao Yu dan mulai meracuni gadis itu.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2