
"Hm...! akupun seorang manusia biasa saudari Yang. Kalau kalian dapat mencintai orang aku, akupun sudah mempunyai pilihan hati sendiri tak mungkin aku menikah dengan orang lain, apalagi dengan kedua orang yang menjadi pilihan hati saudari-saudariku ini!" jelas Xiao Yu.
"Tapi keputusan kami sudah pasti, saudari Xiao harus menikah dengan salah satu dari mereka untuk mendarma baktikan diri kalian pada persahabatan kakek Xiao dan juga guru Ji. Dan kalau tidak mau, terpaksa malam ini juga kita selesaikan di ujung senjata.!" seru Yang Tek yang bersikeras.
"Betul seperti yang dikatakan kakak Yang. Tekad kami sudah bulat, malam inilah keputusan terakhir. Tinggal saudari Xiao pilih, memilih mereka sebagai suami saudari Xiao harus membunuh kami berdua lebih dulu sebelum dapat menolak mereka begitu saja!" ancam Gui Siong.
"Hemm....kalian ini benar-benar gadis yang keras kepala tapi bodoh. Hentikan permainan gila ini !" seru Xiao Yu dengan geram.
"Apakah Saudari Xiao takut menghadapi kami berdua? Kalau takut dan merasa tidak adil biarlah kami maju seorang demi seorang sungguhpun dengan maju berdua kami masih bukan tandinganmu." Kata Yang Tek yang sudah bersiap untuk menyerang.
"Baiklah kalian yang minta, bukan aku. Nah, mari kita main-main sebentar!" seru Xiao Yu dengan geram.
Berdebar jantung Siok Lan. Dia tidak tahu apa urusannya maka sampai terjadi peristiwa yang membingungkan itu.
"Niat dan tujuan gadis itu dalam usaha memenuhi perjodohan yang ditentukan oleh guru mereka sungguh besar. Sedangkan aku juga ada ikatan perjodohan dari kakek dan kakek Xiao Yu, hm..rupanya tujuan kami sama pada seorang gadis yang bernama Xiao Yu." gumam dalam hati Siok Lan yang masih mengawasi perseteruan Yang Tek, Gui Siong dan Xiao Yu.
"Hei, tapi kenapa dia tak mau memilih salah satu dari mereka? padahal mereka begitu tampan, apakah kurang tampan buat dia? ohw, dasar gadis yang sombong!" gerutu dalam hati Siok Lan yang terus memandangi punggung Xiao Yu yang membelakanginya.
Naik sedu sedam dari dadanya akan tetapi Siok Lan menahan nya dan terus mengintai, Ia melihat ke atas di mana tadi Setan kipas merah yang juga sedang bersembunyi.
Tapi alangkah herannya ketika ia tidak lagi melihat adanya laki-laki itu yang entah sejak kapan Setan kipas merah itu pergi, tapi kemudian dia tidak memperdulikan lagi lenyapnya si setan kipas merah. Karena dia fokus mencurahkan perhatiannya arah perseteruan ketiga gadis itu dengan jantung berdebar.
Dua orang murid Bocah tua nakal itu telah mengeluarkan senjata mereka, yaitu pedang yang mengeluarkan sinar berkilau tertimpa cahaya bulan. Di sisi lain Pendekar tanpa gelar itu sudah memungut sebatang ranting pohon disekitar tempat itu.
"Keluarkan senjatamu, saudari Xiao!" seru Gui Siong yang menatap Xiao Yu dengan tajam.
"Atau kau memang gadis sombong dan memandang rendah kami sehingga hendak menghadapi pedang kami dengan ranting itu!" seru Yang Tek yang begitu geramnya.
__ADS_1
"Hemm, harap kau jangan memandang rendah ranting di tanganku, saudari Yang dan Gui! Atau barangkali kalian belum mendengar jurus tongkat pemukul iblis!" seru Xiao yu yang sudah memposisikan dirinya untuk siap bertempur.
Mendengar nama jurus tongkat pemukul iblis itu, marahlah Yang Tek, yang mengira bahwa pendekar tanpa gelar sedang menyamakan dirinya dan saudaranya dengan iblis.
"Kurang ajar? Kau lihat pedangku!" seru Yang Tek dengan gerakan dahsyat menerjang dengan pedangnya, diikuti oleh Gui Siong.
Siok Lan menonton dengan jantung berdebar. Ia melihat betapa gerakan pedang Yang Tek benar-benar dahsyat dan mengandung tenaga amat besar setiap melakukan penyerangan.
Adapun ilmu pedang Gui Siong juga indah dan berbahaya sekali, gerak geriknya halus akan tetap mengandung banyak gerak tipu yang menyesatkan lawan.
Pertandingan sudah dimulai dan Siok Lan penasaran pada saat melihat Xiao Yu yang berpakaian serba putih dengan rambut diikat kuncir kuda itu bergerak-gerak sedikit, tapi ranting di tangannya membentuk lingkaran lingkaran aneh yang membuat kedua sinar pedang lawan selalu menyeleweng arah nya.
Dan hebatnya Pendekar tanpa gelar itu seolah-olah tidak berpindah tempat, atau lebih tepat lagi, tidak pernah memutar kedudukannya sehingga begitu lama Sok Lan belum juga dapat melihat wajah gadis itu karena di dalam pergerakannya menghadapi dua orang lawan tangguh, Pendekar tanpa gelar itu selalu membelakanginya.
Makin lama makin seru kedua orang muda itu menerjang. Setelah lewat lima puluh jurus dan pedang mereka lama sekali belum dapat menyentuh ujung baju Pendekar tanpa gelar itu, dan kedua gadis itu mulai menjadi penasaran sekali.
Mereka sama sekali tidak berdaya dan setiap penyerangan mereka selalu menyeleweng arahnya.
Kedua murid Bocah tua nakal itu terlalu lemaj, bukan hanya itu saja malah kadang batang ranting itu tiba tiba menyelinap dan mengancam dengan totokan ke arah tubuh mereka bagian belakang. Padahal lawan mereka masih berada di depan mereka.
"Saudari Xiao, lekas jatuhkan aku kalau kau mampu!" seru Yang Tek dengan marah karena merasa dipermainkan.
"Saudari Xiao, aku juga akan mengadu nyawa dengan mu!" teriak Gui Siong.
Dua orang gadis itu kini lebih hebat menggerakkan pedang dan sama sekali tidak memperdulikan keselamatan tubuh sendiri.
Menghadapi dua orang muda yang kepandainnya juga tinggi dan amat nekad ini, Pendekar tanpa gelar kewalahan juga dan kini terpaksa ia kadang kadang menggunakan lengan kiri nya disampokkan ke depan.
__ADS_1
Namun hebat bukan main tenaga sampokan ini, karena setap kali sampokan membuat lawan terhuyung ke belakang dan gagal serangannya.
Memang itu bukanlah sembarangan pukulan melainkan ilmu pukulan Cahaya Sakti.
Siok Lan sangat terkejut, ternyata tunangannya itu benar-benar hebat dan kalau dia melawan Pendekar tanpa gelar, sudah pasti ia akan kalah dalam waktu singkat.
"Sudahlah, kita sudahi urusan ini sekian saja. Kalau perlu sekarang juga aku akan meninggalkan tempat ini!" seru Xiao Yu yang menatap kedua murid Bocah tua nakal itu satu persatu.
"'Tidak! Kamu harus dapat membunuh kami lebih dulu !" seru Gui Siong.
"Kalau engkau pergi melarikan diri, kami akan bunuh diri!" sahut Yang Tek.
"A..apa-apaan kalian!" seru Xiao Yu yang terkejut sekali. Kiranya dua orang ini benar-benar sudah bertekad untuk membunuhnya.
Pada saat itu, berkelebat bayangan putih dan tahu tahu setan kipas merah yang menghampiri mereka.
"Hentikan! janganlah bertempur dengan saudara sendiri!"seru setan kipas merah dengan menatap satu persatu ketiga gadis itu dengan tajam.
...~NR~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...