Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Jarum Lima Racun


__ADS_3

"Awas....!" seru Siok Lan yang mengangkat tubuh Xiao Yu secara berputar, untuk menghindari tiga buah benda yang dilontarkan dari atas terbanting di sekitar mereka, dengan mengeluarkan suara ledakan tiga kali.


"Boumm....boumm...boumm...!"


Dan asap putih mengebul tebal, memenuhi tempat itu.


"Gas racun...! Tahan napas....!" Siok Lan berseru sambil mendekap kepala kekasihnya yang ia lindungi dengan tubuhnya.


Xiao Yu dan Siok Lan menahan napas dengan kain di bagian tangan mereka, untuk membantu menutupi hidung mereka.


Walaupun Xiao Yu dan Siok Lan adalah pendekar sakti, tapi mereka hanyalah manusia manusia biasa saja. Bagaimana mungkin mereka dapat menahan napas sampai berjam-jam, benda yang meledak dan mengandung gas yang dilemparkan dari atas itu adalah buatan Mongol yang telah diisi racun bius yang kuat.


Gas itu merupakan buatan Gwat Kong. Kakek ketua perguruan Kim hong ini selain lihai ilmu silatnya juga terkenal sebagai ahli racun. Dan kini benda-benda itu terus dilempar ke ruangan tahanan bawah tanah sehingga asap tebal tak pernah mengurang.


Akhirnya setelah melindungi Xiao Yu yang sudah pingsan lebih dulu, Siok Lan tidak kuat menahan lagi, ia terengah dan asap memasuki paru paru berikut bau harum yang aneh dan pingsanlah si Bayangan dewa dengan tubuh masih melindungi tubuh kekasihnya, pendekar tanpa gelar itu.


Siok Lan sadar lebih dahulu dari pada pingsannya. Pemuda ini membuka matanya dan menggerakkan kaki tangannya akan tetapi kaki tangannya terikat.


Laki-laki ini sadar betul dan mendapatkan dirinya sudah tidak berada di ruang tahanan bawah tanah lagi, melainkan di dalam pondok dan terbaring di atas sebuah dipan bambu.


Di sudut ia melihat Xiao Yu yang terbaring pula masih pingsan dan dalam keadaan terikat kaki tangannya pula. Laki-laki yang mencintai Xiao Yu menebarkan pandangannya dan melihat diruangan itu, penuh dengan murid perguruan Kim hong, nampak juga Gwat Kong ketua perguruan Kim hong yang duduk di atas kursi.


Siok Lan mengerahkan tenaga, berusaha meronta dan memberontak agar terlepas dari belenggu kaki tangan. Namun usahanya sia-sia karena ternyata selain dibelenggu juga tubuhnya dalam keadaan tertotok sehingga kaki tangannya menjadi setengah lumpuh, tak dapat ia mengerahkan tenaga dalamnya.

__ADS_1


Maka dengan kemarahan meluap ia menoleh ke arah Gwat Kong yang tertawa melihat ia berusaha meronta tadi, seraya memaki orang tua itu.


"Dasar tua bangka keparat ! Siapa sangka kau sekarang menjadi seorang jahat yang terkutuk, curang dan pengecut. Kalau kakek tahu, ah betapa dia akan kecewa dan marah!" seru Siok lah dengan nada tinggi.


"Ha...ha...ha...! cucu Siok Lan mulutnya sungguh tajam, seperti kakeknya! Kau mengingatkan aku akan ketajaman mulut kakekmu dahulu yang membuat aku terlempar keluar dari perguruan Kun lun, maka hari ini kau yang membayarnya! Tidak hanya kau, tapi Pendekar tanpa gelar kekasihmu itu, ha...ha...ha...!" seru Gwat kong dengan tertawa terbahak-bahak.


Tiba-tiba kedua pipi Siok Lan menjadi merah sekali teringat akan keadaannya dengan Xiao Yu yang tadi saling menumpahkan kasih sayang dan agaknya kakek keparat ini mengetahuinya, maka kini ia diam saja tidak mau bicara lagi.


"Hei, anak muda! Kini hanya ada dua jalan bagi kalian. Pertama, mengaku kalah dan tunduk kepada pemerintah Goan sehingga selain memperoleh kebebasan, juga tentu akan diberi kedudukan yang sesuai dengan kepandaian kalian. Terutama Pendekar tanpa gelar itu. Dan yang kedua adalah jalan maut jika kalian menolak karena andaikata kalian dapat membebaskan diri sekalipun, kalian tidak mampu menyelamatkan nyawa dari jarum jarumku ini! Ha....ha...ha....!" seru Gwat kong yang kemudian mengeluarkan dua batang jarum yang berwarna hijau sambil tersenyum.


Siok Lan yang membuang muka tidak mau memandang nya dan menoleh ke arah gadis pujaannya yang masih terbaring di tempat tidur dari bambu.


Ketika melihat kakek itu melangkahkan kaki menghampiri tunangannya, kedua matanya terbelalak dan mukanya menjadi pucat sekali ketika melihat tangan Gwat Kong menusukkan jarum ke arah punggung Xiao Yu yang masih pingsan.


Kemudian sambil tersenyum lebar Gwa Kong menghampiri, dengan tangan kiri mendorong tubuhnya miring dan tiba-tiba Siok Lan merasa punggungnya sakit dan panas ketika kakek itu menusukkan jarum kedua ke punggung gadis ini.


Jarum itu ditusukkan sampai dalam sehingga ujungnya rata dengan kulit punggung. Pada saat Siok Lan menggigit bibir menahan rasa nyeri ini terdengar Xiao Yu mengerang perlahan dan kini pemuda itupun sudah siuman dari pingsannya.


Tiba-tiba suara Xiao Yu terhenti dan gadis itu sudah tahu akan keadaan dirinya dan kini memandang ke arah Gwat Kong dengan mata tajam.


"Ketua Gwat Kong, sebagai ketua perguruan Kim hong tentu ketua tidak melakukan sesuatu hal dengan sembrono dan selalu ada maksud dan dasarnya yang kuat. Ketua menawan Kakak Siok Lan kemudian menjebak aku menggunakan gas beracun, kemudian kalau aku tidak salah menusukkan jarum racun ke punggungku. Apakah artinya semua ini?" ucap Xiao Yu dengan penuh ketenangan.


Ada sinar kagum terbayang di wajah Gwat Kong pada Xiao Yu.

__ADS_1


"Gadis ini benar benar hebat, begitu siuman dari pingsan telah mengetahui segalanya dan sikap serta kata katanya demikian tenang seperti seorang tokoh yang sudah berpengalaman puluhan tahun saja. Benar benar merupakan tenaga yang hebat kalau mau disuruh mengabdi kepada pemerintah Goan." gumam dalam hati Gwat Kong yang menatap Xiao Yu yang dengan tajam pula.


"Ah, pendekar Xiao benar-benar mengagumkan. Setelah mengenal jarum lima racun yang lihai tentu maklum bahwa selain dari aku, tidak ada obat penawarnya terhadap racun itu. Sedangkan untuk menyedotnya, tak mungkin dilakukan dengan mulut karena hal ini akan menewaskan si penyedotnya. Jelas bahwa nyawa kalian berdua berada di tangan aku dan kalian tidak perlu dibelenggu lagi. Ha...ha....ha... !" ucap Gwat Kong yang melangkah maju, menggerakkan tangan beberapa kali ke arah belenggu kaki dan tangan Xiao Yu yang segera terbebas.


Demikian pula kakek ini membebaskan Siok Lan dari belenggu dan totokan. Siok Lan menjadi beringas. Begitu kaki tanganmya bebas ia meloncat turun dan menerjang ke arah Gwat Kong.


"Kakan Lan, jangan....!" seru Xiao Yu yang mencoba mengingatkan Siok Lan.


Siok Lan terguling roboh tanpa disentuh Gwat Kong dan cepat-cepat Xiao Yu menghampiri dan memapah Siok Lan bangun.


Wajah Siok Lan pucat, tadi ketika ia menerjang maju dia mengerahkan tenaga dalamnya dari pusar naik ka atas, akan tetapi tiba-tiba ketika hawa lewat punggung, dan punggungnya itu seperti dibakar membuat seluruh tubuhnya lemas dan ia terguling.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2