
"Yu Tian eh Xiao Yu!" gumam Siok Lan yang mencoba melihat keadaan diluar tahanan lewat jendela kecil itu.
"Xiao Yu...!"
Panggil Siok Lan setelah yakin benar siapa yang memanggilnya tadi.
"Tenanglah kak, Yu'er akan menolong kakak Lan!" seru Xiao yu yang menatap Siok Lan lewat lubang jendela kecil yang ada di pintu tahanannya.
"Hati-hati mungkin ini jebakan!" seru Siok Lan yang mencoba mengingatkan.
"Iya, aku akan hati-hati kak!" balas Xiao Yu.
Kemudian gadis itu menebarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. Ia harus berhati hati dan menghindarkan jebakan musuh, seperti yang diingatkan oleh Siok Lan.
"Ah, itu mungkin kuncinya!" gumam Xiao Yu saat melihat banyak kunci yang tergantung di dinding sudut ruangan.
Bergegas gadis itu mempercepat langkahnya untuk mengambil kunci itu.
Tak butuh waktu lama akhirnya dia sudah sampai dan mengambil kunci tersebut, dan dengan setengah berlari kembali menuju ke depan pintu ruang tahanan Siok Lan.
"Nona, bebaskan kami!"
"Bebaskan kami nona!"
"Bebaskan kami juga nona!"
Seru para tahanan lainnya yang mengetahui Xiao Yu telah mengambil kunci yang ada di dinding ruangan itu.
"Baik, tapi setelah aku bebaskan kekasihku dulu ya!" balas Xiao Yu seraya memasukkan satu persatu kunci, untuk mendapatkan kunci yang cocok untuk membuka gembok yang mengunci pintu tahanan dimana Siok Lan di tahan.
"Ah, aku kira tadi kakek!" ucap Siok Lan saat Xiao ayu sibuk memasukkan satu persatu kunci yang mungkin saja ada yang cocok untuk membuka pintu itu.
"Apakah kakak masih marah padaku?" tanya Xiao Yu yang akhirnya bisa membuka gembok itu dan segera membuka pintu. Dan Siok Lan pun keluar dari ruang tahanan itu.
"Drapp...drapp....drappp...!"
Terdengar suara banyakan langkah dari atas ruangan.
"Ada orang di luar Yu'er! cepatlah!" bisik Siok Lan yang merasa khawatir.
"Sepertinya banyak pasukan diluar sana!" balas Xiao Yu yang juga berbisik.
"Hei, cepat bebaskan kami! jangan berduaan disitu!" seru salah satu tahanan yang tentu saja membuat yang lainnya gaduh, dan hal itu mengundang para penjaga yang berada diluar ruang tahanan itu masuk ke ruangan tahanan bawah tanah.
"Cekrek...!"
Pintu dari lantai atas terbuka, dan cahaya dari luar pun masuk bersamaan beberapa orang yang membawa senjata berupa pedang.
"Tahanan mau kabu!" seru salah satu dari orang-oorang yang bersenjata itu.
__ADS_1
"Kita kepung mereka!" sahut yang lainnya.
Kurang lebih empat orang itu masuk dan langsung turun dan mengepung Xiao Yu dan juga Siok Lan.
"Oh, kalian mau kabur ya rupanya!" seru orang yang bertubuh paling tegap diantara empat orang itu.
"Nampaknya kita harus main-main dulu sama mereka!" seru Siok Lan yang sudah dalam posisi siap melawan dengan tangan kosong.
"Baiklah kita bagi secara adil, dua untuk kakak dan dua untukku!" seru Xiao Yu yang kini posisi mereka saling punggung dan siap menghadapi keempat orang itu.
"Hopp hiaaat....!"
"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"
"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"
Dan perkelahian pun tak dapat dihindari lagi, mereka saling beradu jurus dengan tangan kosong dengan Xiao yu melawan dua diantara empat orang itu,dan dua lagi menjadi lawan Siok Lan.
"Hopp hiaaat....!"
"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"
"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"
Baku hantam itu terjadi, dan Xiao Yu mampu dengan cepat melumpuhkan kedua lawannya, demikian pula dengan Siok Lan.
Merasa terdesak, keemoat lawan mereka itu mengeluarkan senjata pedang dan Xiao Yu serta Siok Lan sibuk mengelak setiap kali pedang mengarah pada mereka.
Kemudian Xiao Yu memukul pergelangan tangan lawannya yang membawa pedang itu, dan pedang mereka jatuh ke lantai satu persatu.
"Dugh...!"
"Klutek...!"
Dengan cepat Xiao Yu memukul ulu hati lawan-lawannya itu satu persatu, dan masing-masing tiga pukulan.
"Bugh...bugh....bugh...!"
"Aaaghh....!''
"Aaarrgh..,!"
Satu persatu lawan Xiao yu mengerang kesakitan dan demikian pula dengan Siok Lan yang juga memukul pergelangan tangan satu persatu lawannya sehingga berjatuhan lah pedang-pedang yang hampir saja menghunus ke arah perut Siok Lan itu.
"Dugh...!"
"Klutek...!"
Siok Lan dengan cepat memukul ulu hati lawan-lawannya itu satu persatu, dan masing-masing juga tiga pukulan.
__ADS_1
"Bugh...bugh....bugh...!"
"Aaaghh....!''
"Aaarrgh..,!"
Keduanya pun mengerang kesakitan karena pukulan Siok Lan.
Dan keempat laki-laki itu terkapar tak berdaya diatas lantai.
"Oh, akhir ya beres juga!" seru Xiao Yu yang merasa lega.
"Iya, ayo kita segera keluar dari tempat ini!" seru Siok Lan yang meraih tangan kanan Xiao Yu.
"Kakak Lan, aku minta maaf. Kakek Siok Lee pasti tahu akan semua hal ini. Biarlah aku dikutuk kakek kalau tadinya aku mengetahui akan adanya ikatan perjodohan itu dan aku mengabaikan mu." ucap Xiao Yu pelan namun Siok Lan bisa mendengarkannya dan kemudian menatap wajah gadis itu.
"Adapun tentang penyamaran aku sebagai laki-laki atau Yu Tian, hm...!" lanjut jelas Xiao Yu yang kemudian menghentikan ucapannya dan menatap laki-laki tampan yang sangat ingin tahu setiap ucapan kata dari bibir Xiao Yu.
"Kenapa Yu'er? katakanlah!" pinta Siok lainya sangat penasaran.
"Itu karena semua sudah mengenal aku, jadi aku kurang bebas dalam bergerak dan mengintai musuh." jawab Xiao Yu yang kini dia saling berhadapan denga Siok Lan, laki-laki kesayangannya itu.
"Terus kenapa masih saja menyamar sebagai Yu Tian saat bersamaku?" tanya Siok Lan yang penasaran.
"Itu....karena jika aku langsung mengakui siapa diriku yang sebenarnya, apakah kakak Lan mau menerima aku? sedangkan aku waktu itu mulai menyukaimu kakak Lan!" jawab Xiao Yu yang kedua matanya kini berkaca-kaca.
"Yu Tian eh, Yu'er, maafkan aku. Ketahuilah aku pun mencintaimu. Waktu kamu jadi Yu Tian, aku sangat berharap kamu itu seorang gadis. Dan kalau pun kamu benar seorang laki-laki, aku anggap dirimu sebagai adik. Agar kamu selalu dekat denganku. Tapi syukurlah kalau kamu ini seorang gadis, malah gadis yang akan menjadi istriku." ucap Siok Lan seraya menyeka air mata Xiao Yu dan kemudian memeluk gadis pujaannya itu.
Siok Lan yang mengeluarkan suara setengah menangis setengah tertawa. Ia memeluk dan mendekap kepala Xiao Yu, diangkatnya muka itu dan diciumnya mata yang terpejam, mulut yang masih menahan isak.
"Sudah janganlah menangis kau adalah Xiao Yu dan aku adalah Siok Lan. Engkau tunanganku calon isteriku. Walau bagaimana pun, kita lupakan perseteruan kita, bagaimana kita lanjutkan perjodohan kedua kakek kita?" ucap sekaligus tanya Siok Lan, yang membuat Xiao Yu membuka matanya dan ia bersandar kepada dada yang bidang itu Siok Lan.
"Iya, kita sekarang sepasang kekasi yang akan menikah!" ucap lirih Xiao Yu sembari mengulas senyumnya dan kemudian memeluk Siok Lan.
"Awas....!" seru Siok Lan yang mengangkat tubuh Xiao Yu secara berputar, untuk menghindari tiga buah benda yang dilontarkan dari atas terbanting di sekitar mereka, dengan mengeluarkan suara ledakan tiga kali.
"Boumm....boumm...boumm...!"
Dan asap putih mengebul tebal, memenuhi tempat itu.
...~NR~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...