Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Menghadapi Raja Pengemis lll


__ADS_3

"Tuan muda lebih baik menyerah!" kata Xiao yu yang tiba-tiba. Karena dia tahu bahayanya.


Karena permainan Siok Lan kali ini makin hebat dan bahaya pun mengancam. Xiao Yu pernah mendengar jurus pedang yang bernama jurus pedang Membalik Serangan Lawan, yaitu yang jurus yang terdiri dari tangkisan-tangkisan yang membuat senjata lawan itu membalik dan menyerang orangnya sendiri.


Akan tetapi, bujukan Xiao Yu ini tak digubris oleh Siok Lan, yang tadinya merasa bangga sekali karena berkali-kali ia telah membuktikan bahwa jurusnya tidak pernah terkalahkan.


"Ha...ha...ha...!"


Kembali kakek itu tertawa mengejek ketika Siok Lan menyerangnya semakin hebat.


Karena kini Siok Lan menjadi makin ganas kakek itupun panas juga. Pada saat Siok Lan menusukkan pedang ke dadanya, secepat kilat tangan kanannya menotok pundak pemuda itu dan tongkatnya menangkis membuat pedang pemuda itu membalik dan menusuk dada itu sendiri.


Siok Lan sudah membelalakkan mata karena merasa bahwa tubuhnya kaku tak dapat di gerakkan sehingga sekali ini pedangnya sendiri tentu akun menembusi dadanya.


"Jangan bunuh majikanku...!" seru Xiao Yu yang kemudian meloncat ke arah Siok Lan selagi pedangnya tertangkis dan kini pedang di tangannya itu membalik dan menusuk ke arah dada Xiao Yu.


Xiao Yu yang marah karena kakek itu tega hendak membunuh Siok Lan. Kemudian gadis yang menyamar menjadi laki-laki itu berdiri di depan Siok Lan dan membelakangi pemuda itu.


Dengan sengaja menerima ujung pedang dengan dadanya akan tetapi pada detik itu ia mendorong ujung pedang yang melesat itu menusuk miring dan melukai pundaknya. Tapi kakek yang terkena pukulan Sakti Xiao Yu itu terhuyung mundur tiga langkah dan dari mulutnya menyembur darah segar.


"Sungguh kejam kau orang tua hendak membunuh majikanku..!" seru Xiao Yu yang kemudian terhuyung ke kiri lalu roboh terduduk.


Siok Lan yang tadinya berdiri di belakang Xiao Yu, tidak melihat itu semua. Dia sangat terkejut, begitu pelayannya itu roboh dan melihat pundak dekat dada pelayannya itu mengucurkan darah.


Kemarahannya timbul dan ia menuding ke arah kakek itu


"Kau...! Berani kau melukai pelayanku!" bentak Siok Lan yang hendak menerjang maju, akan tetapi tertegun dan terbelalak ketika kakek itu tiba tiba menjura.


"Mana aku berani kurang ajar! Terima kasih atas pelajaran yang diberikan." ucap Ang Han dan setelah berkata demikian dia memberi isyarat dengan tongkatnya dan pergilah dia diikuti semua pengemis yang sedari tadi menonton dengan wajah pucat.


Siok Lan bingung akan sikap Ang Han itu, yang semua akibat pukulan sakti yang dilakukan Xiao Yu dengan serangan pukulan sakti jarak jauh yang hanya sekali saja mampu membuat luka.


"Yu Tian, apakah kamu terluka?" tanya Siok Lan yang penasaran.

__ADS_1


"Tidak....tidak apa-apa tuan muda." jawab Xiao Yu dengan wajahnya yang pucat sekali dan terhuyung huyung.


Xiao Yu luka parah akibat tusukan pedang perak pada dadanya tadi. Biarpun mengeluarkan darah cukup banyak, hanya Xiao Yu masih terguncang hatinya kalau teringat betapa tadi nyaris Siok Lan tewas saat serangannya membalik ke arah Siok Lan sendiri.


Mengingat akan hal inilah yang membuat ia menjadi ngeri dan lemas sahingga kini ia terhuyung dengan kepala pening. Melihat ini Siok Lan cepat memegang lengan pelayannya dan membimbingnya ke dekat pohon


"Hati-hati agaknya lukamu berat, kau duduklah bersandar pohon Yu Tian!" seru Siok Lan setelah itu.


Xiao Yu merasa terharu dan kemudian bersandar pada pohon, matanya setengah terpejam tidak berani ia secara langsung menatap wajah Siok Lan yang berada begitu dekat dengannya.


Pemuda itu mengulurkan tangannya ke dada Xiao Yu dan hendak membuka pakaian pelayannya itu, karena dia melihat pelayannya yang sedang terluka dibagian dada itu tanpa ragu-ragu.


"A..apa yang akan tuan lakukan?" tanya Xiao Yu yang sangat terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh majikannya itu.


"Kamukan terluka, jadi mengobati lah! masak mau berbuat apa?" tanya Siok Lan yang penasaran.


"Ti...tidak, tuan muda! BI..biar saya obati sendiri." ucap Xiao Yu yang gugup, dan takut kalau Siok Lan akan tahu jati dirinya, yang sebenarnya dia adalah seorang wanita.


"Ah, tidak! saya tak mau tangan tuan muda nanti kotor kena darah saya!" seru Xiao Yu yang berusaha mencari alasan yang wajar.


Siok Lan tak menggubris omongan Xiao Yu kemudian mengeluarkan obat bubuk untuk luka yang selalu dibawanya di dalam bungkusan bekalnya.


Belum sempat Siok Lan kembali ke posisi menghadap ke pelayan ya yang terluka itu, Xiao Yu sudah melesat seraya membawa bubuk luka yang dikeluarkan oleh Siok Lan tadi.


Siok Lan sangat terkejut dengan reaksi pelayannya tadi, dan berusaha memanggil pelayannya itu.


"Yu Tian....Yu Tian...!"


Xiao Yu atau Yu Tian tak menghiraukan panggilan majikannya itu. Dia terus melesat dan sampailah di sebuah goa kecil disekitar tempat itu.


Setelah membersihkan badan dan luka-lukanya, dia menaruh obat bubuk pada luka di dada dan membalut luka itu dengan sobekan ikat pinggangnya.


"Yu Tian.....Yu Tian...! dimana kamu...!"

__ADS_1


Kembali terdengar suara panggilan dari Siok Lan yang khawatir di sekitar mulut goa.


"Ah, tuan muda! pasti dia mengkhawatirkan aku!" gumam Xiao Yu yang bergegas keluar dari goa.


"Saya ada disini tuan muda!" seru Xiao Yu yang melihat keberadaan Siok Lan yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Oh, rupanya disitu!" seru Siok Lan yang sekali hentakan, melesat ke arah Xiao Yu.


"Kenapa kamu tiba-tiba pergi? apakah kamu kesakitan? sampai-sampai tak mau aku yang mengobati luka kamu?" tanya Siok Lan yang terlihat sangat cemas.


"Tadi sakit sekali, tuan muda. Panas dan pedih sekali, tapi sekarang sudah mendingan. Terima kasih atas perhatian tuan. Ah, betapa baik budi tuan muda terhadap seorang pelayan seperti saya. Sekali lagi terima kasih tuan muda, kebaikanmu tidak akan pernah dapat saya lupakan." ucap Xiao Yu yang mengulas senyumnya.


Sejenak Siok Lan seperti terpesona memandang wajah pelayannya, dan membayangkan kalau pelayannya itu seorang gadis yang cantik. Ucapan pelayannya itu terdengar amat menyenangkan hatinya, seperti mengangkatnya tinggi ke angkasa, dan mukanya tiba-tiba menjadi kemerahan. Akan tetapi kemudian dia sadar kalau pelayannya itu seorang laki-laki.


"Husss! Yu Tian, tidak perlu kau memuji-mujiku secara berlebihan. Apa yang kulakukan ini sudah sewajarnya dan tidak ada artinya sama sekali kalau dibandingkan dengan jasamu. Kamulah yang telah memperlihatkan budi amat baik terhadap aku. Kamu terluka karena aku, kamu yang lemah berani menentang seorang seperti ketua perkumpulan pengemis sabuk sutra merah itu hanya untuk menolongku.


Kalau tidak ada kamu yang tadi menghalang, apakah sekarang aku tidak sudah menjadi mayat!" ucap Siok Lan seraya memperhatikan bekas sayatan yang sudah tak nampak, karena Xiao Yu telah mengganti pakaiannya.


"Ah, itu karena pengabdian seorang pelayan pada majikannya tuan muda." ucap Xiao Yu yang merendah .


"Kamu itu benar-benar seorang hamba yang amat setia, patut menjadi bekas pelayan keluarga Xiao yang gagah perkasa!" seru Siok Lan memandang Xiao Yu dengan mengulas senyumnya.


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2