Balas Dendam Sang Pendekar

Balas Dendam Sang Pendekar
Perjanjian Lama


__ADS_3

"Kamu itu benar-benar seorang hamba yang amat setia, patut menjadi bekas pelayan keluarga Xiao yang gagah perkasa!" seru Siok Lan memandang Xiao Yu dengan mengulas senyumnya.


"Ahh, sekarang saya menjadi pelayan tuan muda, jadi tidak perlu menyebut nyebut keluarga Xiao yang sudah terbasmi habis, tuan muda." ucap Xiao Yu yang tidak enak hati jika diingatkan akan keluarganya yang sudah habis itu.


"Tidak terbasmi habis Yu Tian! apa kamu lupa kalau masih ada seorang yang lolos, seorang yang sekarang sedang kita cari yaitu Xiao Yu alias pendekar Tanpa Gelar itu!" seru Siok Lan seraya menatap pelayannya dengan tajam.


Xiao Yu mengerutkan alisnya karena hal ini merupakan persoalan yang tidak amat menyenangkan selama ia berdekatan dengan Siok Lan.


"Sebenarnya apa maksud tuan muda mencari nona Xiao Yu?" tanya gadis yang menyamar sebagai pelayan itu dengan penasaran.


"Aku mencari dia untuk kuberi hajaran! Untuk kutantang bertanding sampai salah seorang diantara kami menggeletak tak bernyawa!


Dia terlalu menghina keluargaku!" seru Siok Lan dengan geram.


Yu Lee menggeleng kepala.


"Maaf nona bukan sekali kali saya seorang pelayan berani lancang mulut mencampuri urusan pribadi tuan muda. Akan tetapi tuan muda amatlah baik kepada saya, juga keluarga Xiao telah menanam budi besar kepada saya. Oleh karena itu bolehkah saya mengetahui apa sebabnya tuan muda mencari nona Xiao Yu untuk ditantang bertanding? Permusuhan apakah yang timbul antara keluarga Siok dan keluarga Xiao yang menyebabkan timbul ke bencian hebat di hati tuan muda yang saya tahu amat berbudi mulia?" tanya Xiao Yu seraya mereka berjalan kembali ke arah kuda mereka yang telah mereka tinggalkan.


Sampai lama Siok Lan tidak menjawab, Xiao Yu melirik ke arah pemuda itu yang sedang termenung dengan pandangan selidik,


Xiao Yu heran dan hatinya menjadi tegang. Apakah gerangan yang menyebabkan Siok Lan menganggap Pendekar tanpa gelar itu seorang yang sombong yang memandang rendah keluarga Siok seperti apa yang dikatakan Siok Lan.


"Yu Tian, biarpun kamu itu seorang pelayan biasa akan tetapi kau telah menyelamatkan nyawaku dan karena itu tidak ada salahnya kau mengetahui rahasia keluarga kami. Aku juga tidak ingin kalau kamu menganggap aku asal menuduh terhadap Pendekar tanpa gelar dan kuharap saja kalau kamu dapat menggunakan pikiran adil dan tidak berpihak kepadanya dalam urusan kami ini!" ucap Siok Lan pada saat mereka telah sampai di samping kuda masing-masing.


"Ah, tuan muda tidak tahu apa yang kau bicarakan, kamu itu telah membuat aku menjadi penasaran sekali." ucap dalam hati Xiao Yu yang terus memperhatikan Siok Lan bercerita.

__ADS_1


"Antara kakekku Siok Lee dan kakek Xiao Chen, telah terjalin persahabatan yang sangat erat. Bahkan mereka berdua itu adalah seperjuangan sehidup semati menantang penjajah Mongol. Sampai-sampai mereka mengadakan sumpah dan janji bahwa keluarga mereka kelak akan menjadi satu keluarga dengan menjodohkan mereka. Akan tetapi ternyata kakek Xiao Chen


mempunyai dua orang anak yang semuanya laki-laki, sedangkan kakekku juga mempunyai seorang anak dan itu juga laki-laki. Oleh kerena itu, sumpah dan janji itu diteruskan oleh anak-anak mereka yang berjanji bahwa kelak akan menjodohkan seorang cucu Xiao dengan seorang cucu Siok. Dan ternyata ayah hanya mempunyai anak tunggal yaitu aku sendiri, tentu saja akulah yang semenjak lahir telah ditentukan oleh ayah dan kakek sebagai calon jodoh seorang cucu keluarga Xiao!" cerita Siok Lan dengan menghela napasnya.


"A..apa!" seru Xiao Yu yang memandang dengan mata terbelalak, karena sesungguhnya seujung rambut sekalipun ia tidak pernah menyangka akan mendengar keterangan seperti ini dalam cerita pemuda ini.


Jantungnya berdebar keras sekali, terharu, khawatir dan bingung menjadi satu. Akan tetapi dengan kekuatan batinnya ia dapat menguasai perasaannya.


"Kalau begitu bagus sekali, tuan muda. Tapi kenapa tuan muda malah memusuhi nona Xiao Yu?" tanya pelayan itu dengan rasa penasarannya.


"Karena Xiao Yu itu seorang yang sombong!" seru Siok Lan dengan geram.


"Eh, sudah pernahkah nona bertemu dengan nona Xiao Yu?" tanya Xiao Yu yang terus memperhatikan raut wajah pemuda yang dikaguminya itu.


"Berjumpapun belum pernah bagaimana tuan muda bisa mengatakan bahwa nona Xiao Yu itu seorang yang sombong?" tanya Xiao Yu.


"Tentu saja dia sombong!" seru Siok Lan dengan sepasang matanya yang menyinarkan kebencian.


"Dan aku akan mengadakan perhitungan menantangnya sampai seorang diantara kami rebah tak bernyawa lagi. Karena dia memandang rendah keluargaku!" seru Siok Lan dengan geram.


Sementara itu Xiao Yu berusaha untuk mengingat-ingat dan merasa bahwa dia tidak pernah memandang rendah keluarga Siok. Karena memang belum pernah mengenal sebelumnya. Bahkan dahulu kakeknya atau ayahnya tidak pernah bicara tentang ikatan jodoh yang dijanjikan itu.


"Tuan muda sepanjang ingatanku nona Xiao Yu , bukanlah orang yang suka memandang rendah orang lain dan sama sekali tidak sombong?" tanya Xiao Yu yang semakin penasaran.


"Tentu saja kamu akan membelanya, karena kamu itu bekas pelayannya. Hayo kau katakan terus terang, kamu berpihak pada siapa? Kalau berpihak pada Xiao Yu maka sebaiknya kita berpisah sampai di sini saja. Kalau membela aku, maka ikutlah denganku!' seru Siok Lan yang memberi pilihan.

__ADS_1


"Tentu saja aku membela dan berpihak pada tuan muda. Tetapi karena aku merasa heran karena sekeluarga Xiao itu dulu...!" ucap Xiao Yu yang tak meneruskan ucapannya.


"Kamu tak mengerti Yu Tian! Janji antara kakek dan kakek Xiao Yu telah mengikatkan aku dengan Xiao sebagai suami isteri. Dan aku belum pernah melihat macam apa adanya orang bernama Xiao Yu yang dijodohkan dengan aku itu, akan tetapi aku hanya percaya bahwa pilihan orang tuaku tidak akan keliru. Akan tetapi, malapetaka menimpa keluarga Xiao sehingga hanya dia itu yang dapat lolos. Keluarga kami tadinya mengira bahwa dia itupun binasa pula karena tidak pernah ada kabar ceritanya. Akan tetapi, tahu-tahu muncul pendekar tanpa gelar yang bukan lain adalah Xiao Yu itu. Tentu saja kakekk dan ayahku menjadi penasaran dan menjadi penasaran dan merasa malu sekali.


Selama itu orang yang bernama Xiao Yu sama sekali tidak memperdulikan keluarga kami, tak pernah datang, tak pernah memberi kabar, seolah-olah ia menganggap sepi saja perjanjian keramat itu. Dan aku menjadi makin dewasa, dan banyak para gadis yang mencoba mensekatiki. Dan setiap aku bawa ke hadapan kakek, selalu ditolak dengan tegas oleh kakek dan ayah, karena ikatan itu. Siapa kira, kalau pihak keluargaku setia kepada janji keramat, tapi sepertinya Xiao Yu itu acuh tak acuh. Setelah ia terkenal menjadi pendekar besar dia telah memandang remeh keluarga kami." cerita Siok Lan dengan menggebu.


"Aku tidak tergila-gila kepadanya!


Aku tidak kepingin menjadi suaminya! Maka aku barus mencarinya, untuk membuka matanya dan kalau ia tidak berubah sikap akan kutantang dia sampai mati untuk menebus penghinaan ini !" seru Siok Lan yang bicara penuh semangat, penuh kemarahan, mukanya menjadi kemerahan, cuping hidungnya kembang kempis, dadanya berkembang tanda bahwa dia marah sekali dan tidak main main.


"Aah...! kiranya seperti itu!' gumam Xiao Yu yang terkejut dan wajahnya menjadi pucat, tubuh nya seketika menjadi lemas.


Tak disangka, pemuda yang ada dihadapannya yang selama ini dia kagumi, adalah calon suaminya


...~NR~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2