Bening

Bening
Bab 99 - Perang Dave dan Stella


__ADS_3

Saat Della sibuk menyaksikan adegan Mia yang beratraksi di depan sambil memikirkan sesuatu yang pelik, teman-teman dekatnya yang duduk di sebelahnya sedang sibuk saling menutup mata.


Luna menutup mata Stevi, sedangkan Rendra menutup mata Luna.


"Jangan dilihat nanti bikin kamu dewasa sebelum waktunya," bisik Rendra pada telinga Luna.


Luna tak bisa membalas ucapan Rendra. Sebab kedua tangannya sibuk menutup mata Stevi. Jika bersuara pun khawatir terjadi kesalahpahaman dengan Della yang ia yakini masih punya hati untuk Rendra. Walaupun Rendra tak pernah menganggap Della lebih dari teman.


Akhirnya pesta ulang tahun Natalia pun usai. Rendra mengantarkan Stevi dan Luna pulang. Sedangkan Della yang membawa mobil sendiri masih berada di bar tersebut.


Ia memantau Mia yang ternyata pergi bersama seorang lelaki yang ia perkirakan sekitar usia empat puluh tahun nan. Della yang penasaran pun memanggil seorang wanita yang bekerja di bar tersebut, yang ia duga sebagai pelayan dari seragam yang dipakainya.


"Mbak, permisi mau numpang tanya."


"Oh iya, Mbak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan wanita tersebut.


"Mbak lihat cewek cantik see-xoy bahh3nol itu yang pakai baju merah dan rambutnya cat pirang, apa Mbak kenal?" tanya Della seraya menunjuk pada Mia dari kejauhan.


"Oh, Mbak Mia maksudnya."


"Mia itu kerja di sini sebagai pelayan juga apa bagaimana?" tanya Della.


"Wah, Mbak Mia bukan kayak saya yang cuma pelayan biasa. Dia itu primadona di bar ini. Bunga malam dengan bayaran termahal di sini," bisik pelayan tersebut pada Della.


"Maksudnya bunga malam, dia buka kaki untuk lelaki hidung bellang begitu?" tanya Della berusaha mengorek lebih dalam.


"Iya betul, Mbak. Cuma dia tipe pemilih pelanggan untuk hal buka kaki. Semenjak punya kekasih, dia sudah jarang buka kaki. Palingan cuma main di mulut atau menemani pelanggan minum-minum. Kalau pekerjaan rutinnya sekarang sebagai penari khusus begitulah Mbak," cicit pelayan.


"Kekasih? Apa Mbak kenal kekasih Mia?" tanya Della semakin penasaran.


"Kalau namanya saya kurang tahu, Mbak. Karena saya juga baru sebulan kerja di sini. Cuma yang saya tahu dia anggota seragam cokelat. Kekasihnya itu kadang pernah ke sini beberapa kali. Kalau Mbak mau tahu siapa, ya Mbak tinggalkan nomor telepon pada saya. Nanti jika saya lihat kekasihnya ke sini, saya hubungi Mbak. Bagaimana?" tanya sang pelayan memberi ide.


"Oke, deal. Ini nomor ponsel saya. Nanti kamu segera hubungi saya jika ada kabar. Ini uang jajan buat kamu. Makasih infonya hari ini," ucap Della seraya menyerahkan kertas berisi nomor ponselnya dan juga selembar uang kertas seratus ribuan pada pelayan wanita tersebut.

__ADS_1


Setelah itu bergegas dirinya pergi dari bar tersebut dan pulang ke rumahnya. Dirinya tak jadi menemui Doni. Sebab kemarin Doni memberi kabar padanya bahwa dalam beberapa hari ini sedang ada tugas ke luar kota. Dan diperkirakan kembali ke Jakarta beberapa hari lagi.


Sepanjang perjalanan pulang, Della terus kepikiran tentang Mia dan Doni. Della masih berpikiran Mia yang bekerja sebagai bunga malam. Serta penasaran kekasih Mia yang dikatakan anggota juga.


"Siapa ya kekasih Mia? Apa rekan Mas Doni juga atau beda bagian? Apa selama ini Mia membohongi Mas Doni soal pekerjaannya ini?" batin Della bertanya-tanya.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Di tempat lain, tepatnya di sebuah apartemen mewah di Jakarta. Terjadi pertengkaran hebat antara Dave dengan Stella.


Sepasang suami istri ini bertengkar hebat karena Stella memberondong Dave yang baru saja pulang dari Bali beberapa jam lalu dengan tuduhan perselingkuhan.


"Gila kamu, Ste! Kamu menuduhku selingkuh? Apa buktinya?" pekik Dave tak terima.


"Tante Monic melihatmu di Bali dengan wanita muda. Siapa dia, hah!" teriak Stella menatap tajam Dave.


"Turunkan nada suaramu, Ste. Apa begini sikap seorang istri yang baik saat suaminya pulang ke rumah."


Dave berusaha menahan emosinya. Sebab dirinya mencintai Stella. Walaupun akhir-akhir ini sikap istrinya begitu menyakiti hatinya. Terutama soal urusan ranjang. Namun begitu tetap baginya yang terpenting dirinya dan Stella tak bercerai.


"Kamu minta aku jadi istri yang baik? Haha... terus selama ini apa kamu sudah jadi suami yang baik? Senjata saja loyo," sindir Stella.


Dave yang tak terima ucapan istrinya, lantas keluar kamar lalu meminum sesuatu sebutir obat bentuk pil. Kemudian tak lama ia langsung masuk ke kamar pribadi mereka dan menguncinya.


Brakk...


Dave menutup pintu kamar mereka dengan kencang lalu menguncinya dengan password yang sudah ia ubah. Dan hanya dia sendiri yang tahu. Supaya Stella tak bisa keluar kamar mereka.


"Kamu ingin dipuuasskan? Baik, aku ladeni kamu sampai pagi," ucap Dave dengan sorot mata yang berbeda dengan sebelumnya.


Deg...


Stella mendadak ketakutan. Namun ia tak bisa menghindar. Saat Dave langsung menyerangnya tanpa aba-aba.

__ADS_1


Keduanya berguumull hebat mencari kenikmatan di atas ranjang. Tubuh Stella dikuungkkung oleh Dave dibawah daksanya. Dave terus menghujam liar rumah terdalam Stella hingga mentiimunnya yang berukuran jumbo tersebut sampai pada ujungnya.


Dikarenakan Dave seorang blasteran Inggris dan Indonesia. Tentu memiliki ukuran berbeda dengan orang lokal.


Deess-ahan dan err@ngan keduanya menghiasi kamar yang sejak dulu dingin kini menjadi panasss cenderung luar biasa hebat. Terutama yang dirasakan oleh Stella. Dirinya yang jarang mendapat pelleepasan yang hakiki, kini mendapatkannya hingga berkali-kali.


Dave sengaja meminum obat mujarab seperti obat kuat yang baru saja ia dapatkan dari temannya di Bali. Sehingga dia mampu membuat Stella mengeluarkan suara indahnya saat mereka menyatu.


Saat di puncak nirwana, Stella melakukan kesalahan yang membuat malapetaka menghampiri hidupnya dan dirinya tak bisa lari. Dikarenakan sudah membangunkan macan tidur.


"Oh, Arjuna..." dee ssah Stella tanpa sadar.


Deg...


Dave yang masih dalam kondisi sadar walaupun dirinya minum obat, mendadak mengeram dengan kesal. Bukan namanya yang disebut oleh sang istri melainkan mantan kekasihnya.


Dave sangat tahu Arjuna adalah mantan kekasih Stella. Namun ia tak menyangka bahwa hati istrinya itu ternyata masih ada nama Arjuna.


"Brengsek kau, Ste! Lihat saja aku buat hidupmu dan keluargamu seperti mati segan hidup tak mau," batin Dave seraya terus melakukan penyatuan tersebut tanpa henti.


Yang awalnya penyatuan berlangsung lembut, tiba-tiba berubah menjadi kasar. Bahkan kini bukan suara dee sah merdu yang terdengar keluar dari bibir Stella, namun teriakan kesakitan.


Karena Dave mengikat kedua tangan dan kedua kakinya lebar-lebar pada masing-masing keempat tiang penyangga ranjang mereka dengan tali. Rambut Stella dijambaknya dari arah belakang lalu Dave melakukan penyatuan secara bruu ttal.


Dave yang menjadi joki dengan cara yang berbeda. Tentu bagi Stella posisi seperti ini tak nyaman baginya. Terlebih Dave melakukannya secara kasar. Bahkan beberapa helai rambutnya tercabut secara paksa.


"Dave, hentikan!" pinta Stella dengan sedikit berteriak di sisa tenaga yang ada.


"Bagaimana Ste, apa kamu puasss?" bisik Dave seraya tersenyum devil sambil terus melakukan penyatuan kasarnya di bawah sana.


"Enggak. Ah... Dave. Hentikan, aku mohon."


Air mata Stella pun menetes seiring rasa sakit dan perih di sela-sela kakinya.

__ADS_1


"Kita enggak akan berhenti sampai pagi. Jadi nikmati saja pesta kita malam ini. Bukankah ini yang kamu minta, istri tak tahu diuntung!" ucap Dave seraya menekan tiimunnya lebih dalam dan liiarr.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2