Bening

Bening
Bab 120 - Penangkapan Della


__ADS_3

"Ada apa ini, Mbok Na?" tanya Della yang terkejut melihat sang mama tengah terbaring di atas sofa ruang tamu dalam kondisi mata terpejam. Lalu ia pun berjalan cepat menuju tempat sang mama berada.


"Begini, Non. Anu... anu_" ucapan Mbok Na seketika terpotong.


"Bicara yang becus Mbok! Jangan anu-anu. Kayak orang gagap saja!" bentak Della tak sabaran.


"Nyonya besar pingsan setelah dapat telepon dari Pak Antok, sekretaris Tuan besar. Kata Pak Antok, Tuan_ ehm... Tuan_," ucapan Mbok Na kembali terpotong.


"Papah kenapa, Mbok?" bentak Della.


"Tuan besar meninggal, Non. Tuan besar ditemukan meninggal di kamar hotel. Katanya Tuan besar overdosis obat kuat. Tuan sedang bersama wanita malam di hotel. Dan Nyonya pingsan sudah hampir setengah jam tapi belum juga sadar. Mbok sudah telepon ambulance untuk bawa Nyonya ke rumah sakit tapi belum datang juga. Mbok khawatir Non, soalnya Nyonya kan punya riwayat jantung. Mbok cek barusan nafas Nyonya sudah setengah-setengah. Maafin Mbok Non," ucap Mbok Na menjelaskan.


Deg...


"Papah. Enggak mungkin Papa berselingkuh di belakang Mama. Mereka saling cinta. Apalagi sampai Papa ada main sama para pela cuur. Enggak mungkin!" batin Della menyangkal fakta yang ada.


Mbok Na yang bingung melihat Della terdiam, lantas menepuknya.


"Non... Non Della," panggil Mbok Na.


"Enggak. Enggak mungkin Papa begitu. Enggak!!" teriak Della.

__ADS_1


"Non, yang sabar Non. Ikhlasin Papa Non," ucap Mbok Na menasehati.


Della pun memeluk sang Mama yang masih terpejam di atas sofa sambil menangis.


"Mamah, huhu..." cicit Della seraya menangis tersedu-sedu memeluk Camila, ibunya.


Tak lama ambulance pun datang ke rumahnya dan Camila segera dibawa ke rumah sakit. Di mana secara kebetulan, Camila berada di rumah sakit yang sama dengan Papa Bening.


Della menunggu dengan cemas. Ia terus mondar-mandir di depan ruang penanganan medis sang ibu. Namun belum sempat selesai penanganan sang ibu, tiba-tiba ada petugas dari pihak kepolisian yakni dua petugas wanita dan tiga petugas laki-laki datang menghampirinya.


"Dengan Nona Della Wijaya?" tanya polwan 1.


"Iya betul. Ada apa ya?" tanya Della yang sedikit gugup melihat dirinya didatangi petugas berseragam cokelat.


Deg...


Tangan Della gemetaran menerima surat dari pihak berwajib. Ia membaca dengan seksama memang tertera namanya menjadi tersangka dalam dua kasus tersebut.


Tiba-tiba tanpa aba-aba, tangannya diborgol oleh polisi wanita yang bertugas dan saat akan digelandang meninggalkan rumah sakit, dirinya berteriak histeris tidak terima.


"Tidak !! Lepaskan saya . Kalian salah orang. Saya tidak bersalah. Bukan saya yang menyebarkan berita itu dan bukan salah saya kalau anak itu meninggal. Orang tuanya yang teledor membiarkan anak kecil bermain di jalanan. Lepaskan!! Saya anak pengusaha keluarga Wijaya. Kalian akan aku tuntut atas pencemaran nama baik dengan salah menangkap orang. Lepas!!" teriak Della membuat dirinya otomatis menjadi tontonan banyak pengunjung rumah sakit sekaligus wartawan di sana yang baru saja usai mendengar pers rilis dari pihak Mabes Polri atas wafatnya Wakapolri Komjen Pol Prasetyo Pambudi, yakni Papa Bening.

__ADS_1


"Diam, Nona! Silahkan kooperatif jika tidak ingin hukuman Nona bertambah lagi. Silahkan masuk!" ucap polwan dengan tegas pada Della guna menyuruh memasuki mobil tahanan.


Sontak Della pun terdiam dan membisu. Ia tak melawan lagi. Dirinya sungguh malu. Terlebih saat para wartawan menyerbu dirinya dengan memberondong berbagai pertanyaan. Hingga jepretan foto di berbagai sudut yang terus dilakukan oleh mereka. Akhirnya ia hanya bisa diam dan menundukkan wajahnya agar tidak terkena bidikan kamera para wartawan.


Bahkan ada beberapa umpatan dari orang yang tidak ia kenal dengan mencaci maki dirinya. Sebab telah membuat berita hoax sehingga Wakapolri meninggal dunia. Dirinya hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mabes Polri.


Para pemburu berita yang telah mengetahui keberadaan Della, tersangka penyebaran berita hoax tentang Arjuna dan Bening, akhirnya mereka berhasil merekam dan membidik Della yang tengah ditangkap oleh pihak kepolisian dari rumah sakit hingga ke Mabes Polri. Sontak foto dan namanya terpampang nyata hingga menjadi trending topik di televisi dan sosial media. Sedangkan di media cetak baru akan rilis beritanya besok.


Trending Topik.


Wakapolri telah meninggal dunia siang ini tepat jam 10.30 WIB tadi di rumah sakit xxx , Jakarta Selatan. Sesuai pers rilis dari pihak Mabes Polri yang telah disiarkan siang tadi, Komjen Pol Prasetyo Pambudi terkena serangan jantung yang diduga setelah mendengar berita negatif tentang putri kandungnya bersama sang menantu yang ternyata itu hanya sebuah rekayasa belaka. Alias HOAX semata.


Tersangka utama Della Wijaya dalam kasus berita Hoax tersebut telah berhasil ditangkap pihak kepolisian sekaligus juga temannya yang turut membantunya yakni Nayla, admin akun gosip Lambe Muruuu dan seorang supervisor televisi swasta yang juga membantu menyiarkan langsung. Della Wijaya juga terkena kasus lain secara bersamaan yakni kelalaian dalam berkendara sehingga menyebabkan putra seorang anggota polisi meregang nyawa di Jakarta.


Suasana duka mendalam masih menyelimuti kediaman Komjen Pol Prasetyo Pambudi yang sudah banyak berjejer karangan bunga dari berbagai pihak terutama dari Presiden RI. Rencananya, pemakaman akan dilakukan secara militer besok pagi pukul sepuluh di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan. Yang akan dipimpin langsung oleh Presiden RI.


Konon kabarnya putri kandung Wakapolri, Bening Putri Prasetyo, tengah hamil muda. Bagaimana kondisi terkini putri kandung dan menantu ? Hingga saat ini belum ada yang mengetahui keberadaan keduanya yang diduga masih syok atas wafatnya Komjen Pol Prasetyo Pambudi. Berita terakhir yang kami dapatkan bahwa putri kandung mendiang Wakapolri sempat dilarikan ke rumah sakit setelah sebelumnya jatuh pingsan di Bandara Soekarno Hatta selepas mendarat dari Jogjakarta.


Sungguh gelayut mendung datang pada keluarga Pak Wakapolri kita disaat kebahagiaan menyongsong cucu yang telah lama dinanti. Dan juga kabarnya bulan depan sang menantu, AKBP Arjuna Sabda Mahendra akan naik pangkat menjadi Kombes Pol sekaligus menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan. Semoga Mas Arjuna mampu mengemban tugas dengan baik dan bisa mengikuti jejak almarhum menjadi seorang perwira tinggi polisi yang baik, penuh integritas serta dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara.


Selamat jalan Komandan. Jasamu akan selalu dikenang sepanjang masa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan.

__ADS_1


Sekian berita update ini kami sampaikan. Terima kasih.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2