
Satu minggu kemudian.
"Mas, kok ngelamun sih. Kenapa?" tanya Bening seraya melakukan packing baju mereka ke dalam koper.
"Enggak apa-apa yank," ucap Arjuna lirih seraya memikirkan sesuatu.
Bening hanya meliriknya lalu ia pun membiarkan sang suami yang sibuk memikirkan sesuatu yang masih tanda tanya baginya. Bening tak ingin menjadi istri yang terlalu mengekang suaminya.
Jika Arjuna butuh tempat untuk berkeluh kesah, dia akan siap menjadi pendengar yang baik dan setia tanpa menghakimi.
Bening tentu peka jika saat ini suaminya itu sedang memikirkan sesuatu hal yang mengganjal atau pelik. Dikarenakan sejak pulang dari belanja di pusat oleh-oleh, Arjuna lebih banyak diam.
Sedangkan Arjuna sendiri sebenarnya bukan memikirkan sesuatu yang penting. Namun cukup menggelitik hatinya. Tanpa sengaja saat menunggu Bening sibuk di meja kasir tadi selepas belanja oleh-oleh, Arjuna melihat Dave menggandeng mesra seorang wanita muda berambut pendek dengan pakaian yang cukup minim.
Padahal malam sebelumnya tanpa sengaja pula, saat dirinya tengah dinner dengan Bening di Pantai Jimbaran, Arjuna melihat Dave bersama wanita yang berbeda dengan yang digandeng di pusat oleh-oleh hari ini.
Yang pasti kedua wanita itu, salah satunya bukan Stella. Sebab yang ia tahu sejauh ini Stella masih istri sah Dave. Sehingga ia berpikiran suami Stella itu tengah berselingkuh.
"Fiuhh... lupakan. Kenapa wanita itu dan orang-orang yang berhubungan dengannya selalu menghantuiku ke manapun aku berada. Huft!" batin Arjuna mengeluh.
Sudah satu minggu pengantin baru yang satu ini berkeliling Pulau Bali untuk menikmati honeymoon mereka. Dan esok pagi mereka akan kembali ke Jogjakarta. Dikarenakan lusa, Bening akan berkuliah kembali.
Bening memutuskan untuk tinggal di rumah mertuanya selama masih berkuliah di UGM hingga lulus. Arjuna dan Bening sudah berkomitmen melakukan LDR an ( hubungan jarak jauh ).
Ketika libur, Arjuna yang akan bertandang ke Jogjakarta. Dan terkadang sebaliknya, Bening yang akan berkunjung ke Jakarta sekalian rindu dengan sang Papa.
Namun begitu, Arjuna telah mengajukan diri untuk pindah dinas dari Jakarta ke Jogjakarta jika suatu ketika di kota gudeg tersebut ada bagian yang memang bisa ia isi sesuai bidang dan jabatannya. Sebab ia ingin lebih dekat bersama sang istri. Dan hal itu juga atas permintaan dari Ibunda Arjuna.
Ny. Lina memiliki firasat kurang baik jika sang putra berada satu kota dengan mantan kekasihnya, Stella. Terlebih setelah tahu bahwa Della, teman sekolah Bening itu adalah adik kandung Stella.
Lebih baik anak dan menantunya bersama di Jogjakarta saja yang menurutnya lebih aman untuk ditinggali. Namun ia hanya pasrah sebab pindah tugas juga semuanya keputusan dari institusi di pusat.
__ADS_1
Malam hari menjelang kepulangan pasangan pengantin ini ke Jogjakarta, tak ada ritual penyatuan seperti biasa yang hampir setiap malam dan setiap saat keduanya lalukan. Hanya sebuah pelukan hangat dan ucapan mesra sebelum tidur selalu Arjuna gaungkan pada sang istri saat pillow talk.
Bahkan ada hal lucu ketika pengantin baru ini berada di Bali. Keduanya pernah melakukan hal enak yang cukup beresiko tinggi ketika mereka berada di area parkir tepi pantai yang cukup sepi.
Mendadak si megalodon sedang ingin bermain keringat dengan si lapis legit. Alhasil gempa lokal di dalam mobil pun terjadi di jok penumpang bagian belakang pada mobil sedan yang Arjuna sewa. Bening hanya bisa mengerucutkan bibirnya kala Arjuna lega membuatnya basah-basahan di dalam mobil.
Padahal mereka berdua saat itu baru saja kondisi kering setelah usai bermain air di pantai dan membersihkan diri. Maka pada akhirnya keduanya pun membersihkan diri ulang alias remidi.
Tentu saja Arjuna hanya bisa nyengir kuda tanpa dosa. Karena mendadak dirinya melihat para bule berpolos-polosan sambil berjemur di pantai akhirnya mencuatkan keinginan menyatu di siang bolong di tempat yang tak lazim.
Beruntung tidak dipergoki oleh petugas maupun orang lain. Sungguh pengalaman baru untuk keduanya memacu adrenalin sambil didera rasa cemas antara kepergok atau tetap aman.
πππ
Keesokan harinya.
Arjuna dan Bening pun telah tiba di kediaman Ibunda Arjuna di Jogjakarta. Keduanya disambut meriah oleh seluruh pegawai usaha bakpia dan batik milik keluarga Arjuna.
Bahkan Ny. Lina sengaja melakukan acara syukuran kecil-kecilan dengan membagikan 2000 kotak bakpia secara gratis pada masyarakat umum yang melewati depan kediamannya sekaligus disebar oleh para pegawainya di kawasan Malioboro dan Alun-Alun Kidul juga.
Arjuna sengaja meminta Bening tinggal bersama sang Ibu di kediamannya daripada harus membeli rumah baru. Bukannya Arjuna tak sanggup membelikan Bening rumah baru milik sendiri di Jogja, hanya saja Ayu memutuskan untuk pulang ke Solo.
Rumah mendiang Nenek Minah beberapa waktu sebelumnya telah selesai dibangun kembali oleh Arjuna. Dan Ayu ingin pulang ke Solo. Dan menetap di sana. Karena rumah tersebut memiliki banyak kenangan untuk Ayu.
Alhasil Ny. Lina kesepian, sehingga meminta menantunya untuk tinggal bersamanya. Bening pun dengan senang hati menerima akan hal itu. Walaupun ia juga sedih sebab berpisah kota dengan Ayu. Tetapi itu semua sudah keputusan Ayu maka Bening hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk sepupu Arjuna tersebut.
Arjuna hanya satu hari di Jogjakarta, ia harus segera kembali ke Jakarta karena tugas negara sudah menanti. Saat di Bandara Adisutjipto, ada telepon masuk dari Bayu. Arjuna pun segera mengangkatnya.
"Halo, Bay. Ada apa? Ini aku di bandara sudah mau take off," ucap Arjuna to the point.
"Gawat, Jun. Rumahmu_" ucapan Bayu terpotong.
__ADS_1
"Rumahku kenapa Bay?" tanya Arjuna langsung memotong ucapan Bayu dengan nada tegas namun terlihat cemas.
"Rumahmu kebakaran, Jun."
"Apa! Bagaimana bisa? Terus Bik Siti sama Yono bagaimana kondisinya?" tanya Arjuna semakin gelisah.
"Mereka baik-baik saja. Tak ada yang terluka. Saat ini mereka berada rumah dinas lainnya yang masih kosong. Semua barangmu ludes terbakar," ucap Bayu.
"Alhamdulillah jika mereka baik-baik saja. Soal barang di rumah dinas tidak seberapa penting hanya perabotan biasa. Ijazahku dan beberapa sertifikat semua sudah aku simpan di kediaman ibuku. Dan juga semua sudah aku asuransikan. Kalau di rumah dinas paling yang berharga hanya beberapa uang tunai di dalam brankas tapi enggak begitu banyak. Hal itu tak jadi soal kok," ucap Arjuna.
"Syukurlah kalau begitu. Aku hanya khawatir saja kamu menyimpan sesuatu yang penting di rumah dinasmu," cicit Bayu.
Deg...
Mendadak pikiran Arjuna langsung tegang dan matanya membeliak sempurna kala Bayu mengatakan tentang sesuatu yang penting. Dirinya jadi teringat sesuatu hal yang penting, yang tanpa sengaja ia lupakan. Bahkan hal ini sangat krusial dalam hidupnya.
Benda kecil yang menyimpan aib dirinya dengan Bening setahun yang lalu. Cctv hotel baik asli beserta copyannya semua telah dipegang oleh Arjuna sejak setahun silam tatkala ia mengetahui telah merudapaksa Bening Putri Prasetyo di kamar 779.
Sebuah gambaran cctv di hotel bintang lima kawasan Bandung kota, saat dirinya menyergap Bening yang berjalan sedikit sempoyongan di lorong lantai 7 hotel tersebut. Lantas dirinya menciium secara bruuttal, menarik dan membekap Bening untuk masuk ke dalam kamar 779.
Terlihat jelas Bening saat itu awalnya memberontak. Walaupun pada akhirnya setelah dipaksa masuk oleh Arjuna di kamar 779 yang kedap suara itu, hanya jerit tangisan Bening yang terdengar diantara d3ssa-han janttan Arjuna yang menggema seantero kamar tersebut.
Cctv itu tersimpan dalam sebuah flashdisk yang Arjuna letakkan dalam brankas di rumah dinasnya.
"Flashdisk itu? Ya Tuhan, semoga benda terkutuk itu juga hangus terbakar. Dasar boo-dooh kau Arjuna! Kenapa benda lak-natt itu sejak dulu tak kau hanguskan saja," batin Arjuna menyesal bercampur cemas.
"Jun... Juna... kau kenapa diam? Apa masih di sana? Dengar aku tidak?" tanya Bayu. Sebab ia hanya mendengar keheningan di seberang sana.
"Iya, Bay. Aku masih di sini. Rumah yang terbakar punyaku atau ada banyak rumah?" tanya Arjuna.
"Hanya rumahmu saja. Cukup aneh sih tapi aku belum menemukan bukti apapun. Cctv dekat rumahmu dalam kondisi rusak. Setelah diselidiki ternyata terjadi kebocoran gas saat Bik Siti pergi ke pasar dan Yono sedang main futsal bersama anggota lainnya. Aku sudah tanya Bik Siti, dia sudah mencabut regulator dan selang gas penghubung ketika meninggalkan rumah. Hal itu biasa Bik Siti lakukan katanya ketika sedang pergi. Tapi kenapa sekarang justru terjadi kebocoran. Apa kamu mencurigai sesuatu Jun? Apa ada hubungan dengan kasus fenomenal yang sedang kamu tangani itu atau dari pihak lain yang tak kamu duga?" tanya Bayu yang melihat hal ini cukup aneh.
__ADS_1
Deg...
πππ