Bening

Bening
Bab 94 - Berbanding Terbalik


__ADS_3

Kebahagiaan yang dirasakan Bening dan Arjuna berbanding terbalik dengan yang tengah dirasakan oleh Stella. Sebab sang suami yang masih berada di Bali, susah sekali untuk dihubungi.


"Dave ke mana sih! Sialan! Harusnya aku nikah sama Arjuna saja dahulu daripada laki lo_yo begitu. Cuma grengg uangnya saja. Barangnya geede tapi lemes. Bikin darting terus!" hardik Stella.


Tap...tap...tap...


Derap langkah bergema menuju ruang keluarga di kediaman orang tua Stella. Ya, sejak Dave pergi ke Bali, Stella memilih tinggal di kediaman orang tuanya.


"Loh Ste, kamu di sini?" tanya Camila Wijaya, ibu kandung Stella dan Della.


"Iya, Mah. Ehm, Mama baru pulang?" tanya Stella seraya memainkan ponselnya.


"Iya, sayang. Kamu sudah lama di sini?" tanya Mama Camila.


Camila melangkah dan duduk membawa beberapa tas yang berisi oleh-oleh untuk keluarganya. Dirinya baru saja mendarat di Jakarta selepas dua minggu lebih berlibur di Bali bersama teman-teman sosialitanya.


"Iya, lumayan Mah. Kebetulan Dave juga ada urusan bisnis di Bali, jadi aku ke sini saja. Daripada di apartemen cuma sama ba_bu," ujar Stella dengan nada ketus.


"Kamu kenapa kok uring-uringan begitu? Apa karena Dave atau yang lain?" tanya Mama Camila seraya memeluk Stella.


"Tau ah Mah! Pusing," gerutu Stella.


"Pusing? Apa jangan-jangan kamu hamil, sayang?" cicit Mama Camila seraya tersenyum.


"Enggak, Mah. Aku belum mau hamil dulu. Nanti bentuk tubuhku yang langsing ini berubah jadi gendut. Aku enggak mau. Aku masih ada beberapa kontrak jadi model walaupun gak sebanyak dulu dan mereka melarangku buat hamil dulu," ucap Stella.


"Padahal Mama sudah berharap dapat cucu. Oh ya, ada satu hal lagi yang Mama mau tanya sama kamu. Ini penting sayang," ucap Mama Camila dengan nada serius.


"Apa, Mah?" tanya Stella membalas tatapan serius dari sang Mama.

__ADS_1


"Sekretaris Dave itu sekarang laki-laki atau perempuan?" tanya Mama Camila.


"Laki-laki, Mah. Namanya Joni. Kenapa Mah?" tanya Stella penasaran.


"Kalau Joni mama kenal. Mama pikir Dave punya sekretaris wanita," ujar Mama Camila.


"Sejak nikah, aku enggak izinkan dia pakai sekretaris perempuan. Emang kenapa sih, Mah? Kok tiba-tiba Mama bahas si Dave?" tanya Stella.


"Apa mungkin Mama salah lihat ya, Ste? Tapi kayaknya enggak mungkin Mama salah lihat. Karena saat itu Tante Monic yang awalnya panggil Mama kalau lihat Dave jalan sama wanita muda di Bali," cicit Mama Camila lirih sambil berpikir.


"Hah! Apa? Mama lihat Dave sama perempuan lain di Bali. Maksud Mama, Dave selingkuh begitu?" tanya Stella dengan nada yang sudah naik hingga ke ubun-ubun.


"Mama enggak tahu pasti, Ste. Apa wanita itu selingkuhan Dave atau hanya teman biasa. Tante Monic waktu itu panggil Mama karena lihat Dave gandeng wanita muda. Ya sudah Mama lihat dari jauh dan beneran itu Dave. Mama coba kejar, tapi gagal. Mobil Dave keburu menghilang dari pandangan Mama," cicit Mama Camila lirih.


"Brengsek! Sialan! Awas kalau dia berani selingkuh di belakangku. Aku buat mammpus sekalian angry birdnya!" pekik Stella.


"Tetap saja Mah, aku enggak terima! Aku nyesel Mah sudah mutusin Arjuna tempo lalu. Dia juga anak orang kaya di Jogja. Bahkan sekarang dia semakin gagah dan tampan. Malahan yang aku dengar dia akan naik pangkat jadi Kombes Pol. Karir dan pundi-pundi uangnya pasti semakin cemerlang melimpah ruah. Apalagi dia cinta banget sama aku. Tapi sekarang dia diambil sama wanita lain dan sudah menikah pula. Huft!"


"Lihat saja jika Dave macam-macam, aku akan minta cerai. Akan aku rebut kembali Arjuna dari istrinya yang gadis ingusan sok kecantikan itu. Tenang saja Mama tak perlu khawatir, uang dan harta Arjuna juga cukup banyak kok. Apalagi dia anak tunggal. Otomatis seluruh warisan keluarganya akan jatuh ke tangannya," ucap Stella dengan nada berapi-api.


"Ya sudah itu urusan rumah tangga kalian. Mama enggak mau ikut campur. Mama cuma ingin memberi informasi tadi saja soal Dave waktu di Bali," ucap Mama Camila.


"Makasih, Mah."


"Iya, sayang. Sama-sama. Oh ya Della hari minggu begini ngomong-ngomong di mana? Apa masih tidur di kamarnya?" tanya Mama Camila.


"Semalam Della enggak pulang, Mah. Setelah dari pesta pernikahan Arjuna, katanya dia ada pesta sama temannya di tempat lain. Kebetulan temannya itu lagi buka bisnis baru katanya. Masih di Jakarta juga cuma aku enggak tahu tepatnya di mana soalnya Della gak bilang. Sekalian inep bersama teman-temannya dan hari ini janji pulang kok," jawab Stella.


"Loh Della diundang ke pesta pernikahan Arjuna, mantan kamu itu? Kok bisa? Kenapa bukan kamu yang diundang?" tanya Mama Camila cukup heran.

__ADS_1


"Kebetulan pihak wanitanya itu teman satu sekolah sama Della, Mah. Jadinya Della yang diundang. Paling acara pestanya biasa saja, Mah. Masih mewah pesta pernikahanku sama Dave tempo lalu," ujar Stella dengan pongahnya tak mau kalah.


"Oh begitu. Ya sudah, Mama istirahat dulu di kamar. Soalnya masih jet lag," ucap Mama Camila seraya berpamitan pada Stella.


"Hem..."


Sedangkan di tempat lain tepatnya apartemen Doni. Sepasang sejoli tengah tertidur pulas dan berpelukan dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


Setelah pulang dari pesta pernikahan Arjuna dan Bening, keduanya memakai mobil sendiri-sendiri agar tidak diketahui oleh siapapun bahwa mereka saling mengenal. Lalu keduanya bertemu di apartemen Doni untuk membuat pesta sendiri.


Della tengah stres karena usahanya selalu gagal untuk menjatuhkan Bening. Alhasil dirinya butuh pelampiasan sehingga dengan senang hati Doni pun meladeni Della hingga keduanya tanpa henti bermain begitu banyak gaya mulai dari semalam hingga pagi.


Kucing diberi ikan salmon secara cuma-cuma, tentu saja tak akan menolaknya.


Seolah ingin mengikuti jejak Bening dan Arjuna yang menikmati malam penuh bintang, Della dan Doni pun melakukan hal serupa.


Perbedaannya, Arjuna dan Bening melakukan hal tersebut dalam kondisi yang sudah halal. Sedangkan Duo "D" yakni Doni dan Della tidak patut melakukan hal itu karena statusnya bukan suami istri.


Sedangkan di lobby apartemen Doni, Mia, si kupu-kupu malam yang juga sekaligus kekasih gelap Doni, tengah tersenyum sumringah sambil menenteng sekotak makanan yang sengaja ia beli di restoran favorit Doni.


Mia berniat memberi kejutan siang ini untuk makan siang bersama kekasihnya itu. Ia tahu Doni hari ini tengah libur dinas.


Sebab beberapa jam sebelumnya, Mia mencoba menghubungi kantor dinas Doni bekerja, yang mengatakan bahwa Doni sedang libur.


Mia sangat tahu kebiasaan Doni jika dalam kondisi libur dinas, akan berada di apartemen daripada rumah dinas.


"Semoga kamu suka kejutanku, Mas. Biar makin sayang sama aku daripada si Della bo-doh itu. Lebih cantik aku pastinya. Bahkan gooyanganku paling mantap bikin kamu terus merem melek daripada dia," batin Mia seraya menaiki lift menuju unit Doni di lantai 10.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2