Bening

Bening
Bab 77 - Penculikan


__ADS_3

Setelah satu jam lebih mengudara, pesawat yang ditumpangi Bening dan Ayu pun mendarat dengan baik di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.


Kini, Ayu sudah tidak terlalu demam ketakutan untuk naik pesawat. Terkadang saja masih deg-deg an kala ada guncangan pesawat. Dan itu normal terjadi kala pesawat akan take off (lepas landas) maupun saat pesawat landing (mendarat).


Bening dan Ayu pun makan malam di kawasan bandara. Sebab Ayu merengek perutnya mendadak lapar lagi. Padahal di atas pesawat, kentang pemberian Bayu pun telah dilahap habis olehnya.


Ayu mengatakan di udara tenaganya seperti dikuras habis. Jadi saat mendarat, langsung lapar lagi. Bening pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkat lucu Ayu.


Setelah mereka selesai santap malam, Bening pun langsung memesan taksi online menuju kosannya. Rencananya besok pagi-pagi sekali, Ayu akan ia antarkan pulang ke rumah calon mertuanya yakni Ibunda Arjuna.


Setibanya di depan pintu kosan, Ayu yang masih dalam mode mengantuk pun keluar membantu Bening mengeluarkan koper dan barang bawaan mereka. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.


Ayu memasukkan sebagian barang-barang mereka menuju kamar Bening.


Tiba-tiba ada seseorang memakai jaket hitam, wajahnya ditutup masker, berperawakan tinggi, dari belakang membekap mulut Bening lantas memasukkannya ke sebuah mobil. Lalu mobil yang membawa Bening tersebut langsung tancap gas, pergi meninggalkan kosan.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


"Fiuh... capek juga angkat-angkat barang. Kebanyakan oleh-olehku kayaknya. Gara-gara bujang lapuk somplak itu ngapain beli bantal love sama boneka beruang segede gini! Katanya kado buat aku. Tapi kan ulang tahunku masih enam bulan lagi. Jawaban yang dia minta saja belum aku kasih jawaban juga. Eugh... PR kamu banyak amat Ayu!" gerutunya.


"Eh... Bening ke mana ya? Kok enggak masuk-masuk kamarnya. Tadi ngasih aku kunci buat masuk kamar duluan. Kok sekarang dia enggak balik-balik," cicit Ayu bingung bercampur cemas.


Setelah menunggu sepuluh menit Bening juga tak kembali ke kamar, akhirnya Ayu memutuskan ke depan untuk melihatnya. Mungkin Bening masih membayar ongkos taksi atau menutup pagar kosan, yang ada dibenaknya.

__ADS_1


Tap... tap... tap...


Langkah Ayu perlahan menuju ke area depan kos. Dirinya masih dalam mode sedikit mengantuk. Saat mengedarkan pandangannya mencari Bening, tiba-tiba ia membelalakkan matanya kala melihat seseorang yang sangat familiar baginya tengah berdiri di sebuah mobil yang juga ia kenali betul baik tipe maupun platnya.


Mobil tersebut terparkir rapi di depan pagar kosan Bening sekarang.


"Pak Tikno!" pekik Ayu terkejut.


"Iya, Mbak Ayu. Saya disuruh jemput Mbak Ayu ke sini buat diantar pulang ke rumah Nyonya besar," ucap Pak Tikno sopan.


"Hah!"


"Terus Bening ke mana, Pak?" tanya Ayu heran karena Bening tidak ada di depan.


"Kok aneh sih! Perasaan tadi di pesawat, Bening bilang pulang besok pagi diantar dia sendiri. Lah sekarang, kok jadi Pak Tikno yang jemput aku ke sini," gumam Ayu yang bingung.


"Ayo Mbak Ayu. Sudah malam. Habis antar Mbak Ayu pulang. Saya harus segera pulang juga karena ditunggu istri," ucap Pak Tikno sengaja mendesak Ayu.


"Kenapa buru-buru pulang? Baru juga jam delapan malam, Pak."


"Biasa Mbak. Kalau istri lagi pengin ya suami wajib segera pulang. Daripada ibu negara ngambek. Nanti yang ada tidur di luar sama nyamuk ganas. Cilaka 12 nanti, Mbak."


"Haha... pengin apaan sih, Pak? Lucu amat istri bapak. Kan Bu Tikno enggak lagi hamil anak keempat kan, Pak?" tanya Ayu seraya tertawa.

__ADS_1


"Ya, pengin dinina boboin, Mbak Ayu. Nanti kalau Mbak Ayu sudah nikah pasti paham."


"Anak saya tiga, itu sudah cukup, Mbak. Pabriknya sudah dikunci triple biar gak bisa dibobol," cicit Pak Tikno sambil tertawa kecil.


"Pakai kunci inggris atau kunci T, Pak?"


"Dikunci cinta sama Nyonya saya saja, Mbak."


"Haha..." tawa keduanya.


Akhirnya Pak Tikno dan Ayu pergi meninggalkan kosan Bening menuju rumah Ibunda Arjuna.


Sedangkan Bening tengah dibawa menuju ke sebuah daerah perbatasan antara Kabupaten Gunungkidul dengan Kabupaten Bantul, tepatnya di Dusun Plesetan.


Ya, Bukit Bintang Yogyakarta. Lokasi wisata yang satu ini sangat eksotik. Terlebih di waktu menjelang sunset (matahari tenggelam) hingga malam hari. Kawasan wisata yang buka 24 jam itu selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Khususnya anak-anak muda.


Lokasinya cukup strategis berada di pinggir jalan utama. Jaraknya dari pusat kota Yogyakarta tidak begitu jauh hanya sekitar 17 kilometer. Jika ditempuh dengan kendaraan pribadi bisa sekitar 40-50 menit saja.


Mata Bening ditutup dengan kain hitam. Dirinya duduk di bangku penumpang samping supir.


"Kamu mau culik aku ke mana, Mas Juna?" tanya Bening dengan nada sengit dan bibir yang mengerucut.


"Kejutan yank," cicit penculik Bening seraya tersenyum tanpa dosa, yang tak lain dan tak bukan yakni calon suaminya sendiri, Arjuna Sabda Mahendra.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2