
Rumah Sakit
Stella mulai memberikan tanda-tanda akan siuman dan Della dengan setia menemaninya sembari bermain ponsel di dekat ranjang sang kakak. Della berkali-kali menghubungi kakak iparnya, Dave, namun tak juga di angkat.
Orang tua Della pun tengah sibuk sehingga tak bisa datang ke rumah sakit melihat kondisi Stella. Setelah berhasil menghubungi kedua orang tuanya, ternyata sang Mama tengah berada di Bali, entah urusan apa. Della pun tak begitu mengetahuinya.
Sedangkan Sang Papa mengatakan sedang ada proyek penting di Jepang. Sehingga dirinya tak bisa langsung pulang ke Indonesia untuk melihat putri sulungnya itu.
Della hanya bisa menghela nafas kasar. Sebab sejak dahulu sang kakak dan dirinya memang jarang bisa berkumpul bersama kedua orang tuanya. Sebab Mama dan Papanya sibuk dengan urusan masing-masing baik soal bisnis maupun sosialita.
Alhasil keduanya kurang kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Akan tetapi soal materi, kedua orang tuanya berusaha menuruti segala kebutuhan kedua putrinya itu baik Stella maupun Della.
"Eugh..."
"Kak Ste," cicit Della melihat Stella sudah beranjak mulai sadar.
"Aku di mana?" tanya Stella lirih yang masih berusaha mengerjapkan matanya.
"Kakak pingsan. Sekarang ada di rumah sakit. Asam lambung kakak kambuh. Kebanyakan minum alkohol sama lupa isi perut. Kakak kenapa mabuk-mabukan di bar? Untung kakak ditolong Kak Juna. Kalau ketemu pria hidung belang gimana coba nanti Kak Dave? Pasti marah besar," cicit Della.
"Tahu apa kamu! Anak kecil enggak perlu ikut campur urusan orang dewasa. Kamu cukup kuliah saja yang pinter terus cepat lulus. Setelah lulus, cari laki-laki yang kaya dan cinta sama kamu."
"Kak Ste, huft!"
__ADS_1
Della mendengus sebal pada sang kakak. Ia bermaksud memberikan perhatian dan mencoba mencari tahu kenapa sang kakak mabuk-mabukan agar bisa menolongnya mencarikan solusi.
Bukan ucapan terima kasih yang didapatkan Della, justru Stella memarahinya agar tidak perlu ikut campur.
"Kamu tadi bilang Juna menolongku? Maksud kamu Arjuna, mantan kekasihku?" tanya Stella mendesak.
"Iya kak. Siapa lagi kalau bukan dia," ujar Della datar.
Nama Arjuna muncul kembali di kehidupannya. Bahkan sosok pria yang dahulu begitu mencintai dan memuja dirinya, mendadak kini datang sebagai dewa penolongnya.
Stella melebarkan senyumnya. Mendadak hatinya berbunga-bunga karena Arjuna, sang mantan kekasihnya itu masih perhatian padanya.
"Apa Arjuna masih mencintaiku sehingga dia menolongku?" batin Stella bertanya-tanya seraya tersenyum.
Rumah tangganya dengan Dave yang akhir-akhir ini dilanda cekcok tanpa ada solusi. Lalu kebutuhan biologisnya yang selama ini tidak tersalurkan dengan baik bersama sang suami, membuat Stella yang kalut sehingga lari ke bar dan berakhir mabuk-mabukan.
Arjunanya yang sekarang sangat jauh berbeda dengan dahulu saat masih menjadi kekasihnya. Pria itu semakin matang, gagah dan jabatannya yang semakin mentereng. Tentu saja secara otomatis pundi-pundi uang Arjuna saat ini semakin tebal dan meningkat.
Rasa cinta lama mulai muncul kembali ke permukaan yang tanpa sadar berubah menjadi rasa obsesi untuk memiliki Arjuna kembali ke pelukannya. Senyum devil muncul di wajah Stella.
Ia tak peduli dengan penolakan Ibunda Arjuna. Sejak dahulu wanita tua itu tak pernah merestui hubungannya dengan Arjuna. Bahkan Stella pun tampak acuh dengan tunangan Arjuna saat ini yakni Bening.
Stella belum menelisik lebih jauh siapa Bening. Ia beranggapan Bening adalah wanita lugu dan polos yang berasal dari desa. Wanita yang dijodohkan dengan Arjuna oleh ibunya.
__ADS_1
"Aku harus bisa mendapatkan Arjuna kembali ke pelukanku. Jangan panggil aku Stella jika dia tak menyerahkan dirinya sendiri padaku dan membuang calon tunangannya yang tak penting itu!" batin Stella mulai terobsesi.
"Del, tolong ambilkan ponselku. Aku mau menghubungi Arjuna untuk mengucapkan terima kasih padanya karena sudah menolongku," cicit Stella lirih.
"Nah, itu dia yang aku mau tanya ke kakak. Sejak tadi aku ada di sini, kok aku enggak melihat ponsel atau tas kakak ya?" tanya Della yang juga bingung.
"Hah, kok bisa! Coba kamu cari lagi di sudut kamar ini, Del. Waktu aku ke bar, aku bawa tas kecilku berisi dompet dan ponselku. Apa mungkin tertinggal di bar?"
"Sudah Della cari tapi enggak ada, Kak. Apa mungkin Mas Arjuna yang menyimpannya?"
"Bisa juga. Coba kamu hubungi ponselku," perintah Stella.
"Oke, Kak."
Akhirnya Della pun mendial nomor kontak sang kakak. Dan beruntung ponsel Stella masih hidup dan nadanya tersambung.
"Gimana?" tanya Stella lirih.
"Tersambung kak," jawab Della.
Tut... tut... tut...
Setelah detik ketiga, akhirnya panggilan itu pun diangkat oleh seseorang di seberang sana.
__ADS_1
"Halo..." jawabnya.
๐๐๐