
"Cewek itu siapa? Terus kenapa pergi sama Arjuna?" tanya Bayu sengit pada anak buah Arjuna di telepon.
"Enggak tahu, Pak. Pak Kasat cuma bilang suruh balik markas. Katanya itu cewek teman Pak Kasat," ucap salah satu anak buah Arjuna di telepon.
Sang anak buah pun menceritakan bahwa sebenarnya Arjuna sudah keluar dari Mabes jam delapan malam. Tetapi saat di tengah perjalanan, tim menghubungi untuk segera meluncur ke sebuah kelab malam di kawasan Jakarta Pusat.
Arjuna dan anak buahnya pun langsung menuju ke salah satu diskotek atau bar yang cukup ternama di kawasan tersebut. Ternyata pengedar yang diincar oleh Arjuna beserta kesatuannya sedang berada di sana.
Mobil Arjuna yang tengah menuju rumah dinasnya langsung putar balik menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Setibanya di sana, Arjuna berserta tim bergerak cepat secara terstruktur dan rapi. Mereka tidak ingin membuat kegaduhan pengunjung lainnya sehingga Arjuna langsung berganti baju biasa bukan seragam dinasnya saat belum tiba di lokasi.
Suasana bar yang saat malam mingguan cukup ramai, membuat Arjuna harus meneliti satu persatu orang di dalamnya dengan seksama. Mata elangnya menelisik ke segala sudut bar tersebut.
Saat sasaran sudah berada di depan mata, ia berserta timnya segera meringkusnya. Awalnya tersangka yang sudah tertangkap berjalan baik-baik saat akan digelandang keluar oleh petugas.
Namun ternyata di tengah-tengah, salah satu tersangka berusaha kabur dari kejaran polisi. Namun Arjuna dan tim yang begitu lihai akhirnya berhasil membekuk kembali pengedar obat-obatan terlarang tersebut yang memang malam ini mereka akan melakukan transaksi yang cukup besar di bar tersebut.
Total tersangka berjumlah tiga orang yakni dua laki-laki dan satu orang wanita. Suasana bar sempat gaduh saat mengetahui ada penggrebekan dari pihak kepolisian.
Banyak pengunjung yang pergi meninggalkan bar tersebut untuk menyelamatkan diri karena takut disangkutpautkan atau terciduk.
Usai penggrebekan, kondisi bar mendadak cukup sepi dan hanya menyisakan beberapa pengunjung serta pegawai bar saja. Saat Arjuna melangkah menuju pintu keluar, tiba-tiba ia mendengar teriakan minta tolong dari salah seorang pegawai bar wanita.
Ia menyuruh anak buahnya segera membawa para tersangka ke Mabes. Dan menyisakan dua orang anak buah Arjuna yang masih bersamanya di bar tersebut.
__ADS_1
Arjuna pun menghampiri pegawai bar wanita yang berteriak minta tolong tersebut.
"Ada apa, Mbak?" tanya Arjuna to the point yang melihat pegawai wanita itu terlihat gelisah.
"Itu Pak. Ada wanita yang mabuk berat terus sejak tadi muntah-muntah. Sekarang malah pingsan. Saya pegawai baru di sini. Bingung harus minta bantuan siapa. Soalnya teman yang lain juga enggak mau tahu. Saya kasihan melihatnya. Wajahnya pucat sekali. Sepertinya dia harus segera dibawa ke rumah sakit. Tapi saya takut disuruh bayar, Pak. Maklum saya cuma pegawai kecil. Saya takut Nona itu nanti terlambat ditolong bisa meninggal di sini," cicit pegawai wanita itu terlihat begitu cemas.
"Di mana orangnya?" tanya Arjuna tak tega melihat kegelisahan sang pegawai wanita.
"Mari Pak saya antar. Wanita itu duduk di meja pojok sebelah sana," ucap sang pegawai seraya menunjuk arah yang dituju.
Akhirnya langkah Arjuna mengikuti pegawai wanita itu. Dan mendadak langkah kakinya berhenti dan tertegun menatap sosok wanita muda yang tengah pingsan di hadapannya sekarang.
"Stella," batin Arjuna saat mendapati mantan kekasihnya dalam kondisi pingsan tak berdaya.
☘️☘️
Terlebih Stella pernah menjadi wanita penghuni di hatinya, walaupun hubungan mereka berakhir dengan kepahitan yang diterima oleh Arjuna di masa lalu. Dirinya tak ingin memelihara dendam di hatinya pada Stella.
Terlebih sejak kehadiran dan cintanya untuk Bening, kemarahan dirinya pada Stella dan cintanya di masa lalu sudah hilang tak berbekas.
Kemudian Arjuna membawa Stella ke sebuah rumah sakit yang tak jauh dari diskotek tersebut. Ia menggendong Stella keluar dari bar tersebut dan memasukkan tubuh sang mantan kekasih ke kursi belakang mobil sedan miliknya. Dan menyuruh anggotanya untuk segera kembali ke markas.
Sang pegawai wanita bar tersebut membantu Arjuna membuka pintu mobil dan memasukkan tas kecil yang dibawa Stella saat berkunjung ke bar.
Setibanya di rumah sakit, dokter pun langsung memeriksa Stella yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri.
__ADS_1
Diagnosis sang dokter menyatakan bahwa Stella terlalu banyak minum alkohol dan perutnya belum terisi makanan. Asam lambungnya meningkat cukup tajam dan berujung kambuh.
Beruntung Stella segera dibawa ke rumah sakit. Karena jika terlambat bisa berakibat fatal. Bahkan bisa berdampak kehilangan nyawa.
Diputuskan harus rawat inap guna memantau terus perkembangan kondisi pasien. Terlebih hingga dua jam lebih, Stella juga masih tak sadarkan diri.
Arjuna pun mengiyakan saran dari dokter demi kebaikan Stella. Malam itu, fisik Arjuna pun cukup letih setelah hampir dua hari menguras banyak tenaga dan pikiran untuk mengatur siasat jitu mencari dan menangkap buronan sehingga dirinya kurang tidur. Awalnya ingin meninggalkan Stella di rumah sakit, namun ia merasa kasihan.
Terlebih belum ada anggota keluarga Stella atau suaminya yang datang. Walaupun Arjuna juga bingung untuk menghubungi mereka karena ponsel Arjuna sedang mati kehabisan baterai.
Lantas Arjuna pun melakukan pengisian daya baterai ponselnya dan tanpa sadar terlelap di sofa kamar inap Stella, karena faktor mengantuk berat dan kelelahan. Menyisakan kesedihan bagi seorang wanita yang tengah menunggu kepulangannya di rumah dinasnya malam ini.
Janji Arjuna yang akan menghubungi Bening jam sepuluh malam pun terlupakan begitu saja tanpa sengaja. Dan saat ini jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Misi pertama Bening pun gagal total untuk memberi kejutan ulang tahun sang pujaan hati sekaligus calon suaminya itu.
☘️☘️
Bayu tengah gelisah setelah selesai mengakhiri panggilan telepon dengan anak buah Arjuna. Ia masih berpikir dengan keras tentang wanita yang ditolong sahabatnya itu sesuai dengan pengakuan anak buah Arjuna.
Sebab ia sangat mengenal Arjuna. Sejak putus dengan Stella dan jatuh cinta pada Bening, tak ada wanita lain yang Arjuna respon. Sahabatnya itu selalu bersikap dingin pada wanita mana pun yang berusaha mendekatinya.
"Teman cewek. Siapa wanita itu? Enggak mungkin si Stella musang berbulu ayam itu kan," batin Bayu bertanya-tanya dengan cemas.
Tanpa disadari Bayu, Bening mendengar pembicaraan antara Bayu dengan anak buah Arjuna di telepon. Yang Bening dengar yakni saat Bayu setengah berteriak terkejut Arjuna pergi dengan seorang wanita.
"Mas Arjuna pergi sama perempuan. Tapi siapa ya wanita itu? Teman sekolah atau?" batin Bening yang juga bertanya-tanya dilanda penasaran dan perasaan sedih mencubit hatinya kala mendengar Arjuna pergi bersama seorang teman wanita.
__ADS_1
🍁🍁🍁