Bening

Bening
Bab 86 - Dunia Gembira (Dugem)


__ADS_3

Keluar dari toilet, Arjuna bergegas melangkah dengan cepat ke tempat duduknya. Namun saat mulai melihat Bening yang posisinya tak jauh lagi, dirinya memandang aneh pada calon istrinya itu.


Sejak berangkat dari rumah hingga sebelum dirinya masuk toilet, Beningnya itu selalu tersenyum ceria dan terlihat sangat bahagia.


Bukan bahagia yang penuh kepura-puraan alias palsu. Tetapi benar-benar bahagia.


Dan Arjuna sangat yakin itu. Dikarenakan sejak di rumah, di dalam mobil selama perjalanan hingga mereka berdua bersantap siang dan saling mengobrol santai, ia yang seorang Kasat Reskrim bisa membaca gelagat Bening memang murni bahagia menghabiskan waktu bersamanya tanpa dibuat-buat atau kepalsuan belaka.


Akan tetapi saat ini dari jarak yang tak begitu jauh, ia memandang Beningnya tengah menunduk menatap ponselnya. Lalu jari jemari calon istrinya itu tengah mengelus layar handphone dengan sedikit gemetaran. Sebuah tatapan sendu tampak jelas terlihat baginya.


Arjuna bisa membacanya karena ia melihat dengan tajam dan seksama dari jauh dengan sorot mata elangnya bisa memandang jari tangan Bening bergetar yang artinya calon istrinya itu tengah bersedih atau sedang tidak baik-baik saja.


Namun penyebabnya apa, dirinya belum dapat menyimpulkan. Arjuna menghela nafas berat. Akhirnya Arjuna sengaja sedikit berteriak memanggil staf restoran untuk meminta bill atau tagihan.


Bening yang akhirnya tersadar bahwa Arjuna sudah selesai dari toilet dan sedang menuju tempat duduknya, langsung ia menghapus air matanya. Dan tak lupa seluruh pesan di grup sekolahnya langsung ia hapus tak berjejak.


"Maaf yank lama nunggu. Toiletnya keren jadi keasyikan di dalam sambil memikirkan sesuatu," ucap Arjuna seraya tersenyum dan duduk kembali.


"Haha... memangnya di toilet mikirin apa sih, Mas?" tanya Bening seraya tertawa.


"Memikirkan nanti kita mau pakai gaya apa yang enak," cicit Arjuna.


"Maksudnya? Gaya untuk apa, Mas?" tanya Bening dengan polosnya.


"Gaya membuat adonan cucu untuk Papa dan Ibu. Biar cepat jadi di malam penuh bintang nanti," bisik Arjuna.


"Haha... bintang kejora. Ada-ada saja kamu, Mas. Gaya ikan dalam kolam apa gaya cicak nemplok di dinding?"


"Coba semua saja deh. Heheee..."


"Yang ada, malah encok nanti Mas!" ketus Bening seraya geleng-geleng kepala.


"Aku enggak encok. Kan sebelumnya sudah pemanasan," kelakar Arjuna.


"Pemanasan di oven," jawab Bening.


"Pemanasan di dalam tungku. Puas Nyonya Arjuna!" ucap Arjuna yang berpura-pura ketus seraya mengerucutkan bibirnya mirip iteuk lagi gondok alias dongkol bukan pepes ikan tongkol.


"Hem, Puas banget."

__ADS_1


"Masih happy kan?" tanya Arjuna seraya menggenggam erat tangan Bening di atas meja.


"I'm always happy with you, forever."


Senyum tulus terpancar dari bibir Bening. Arjuna pun membalas dengan tersenyum sumringah. Walaupun ia tahu dari sorot mata Bening menyimpan sebuah kesedihan dan kegundahan.


Dirinya sengaja tadi berteriak memanggil pelayan saat keluar dari toilet, agar Bening mendengar suaranya. Dan akhirnya ia tahu dari reaksi Bening yang terkejut mendengar suaranya dan langsung menghapus sudut matanya yang Arjuna tahu pasti Beningnya baru saja menangis hingga mengeluarkan air mata.


Gerakan tangan Bening saat menghapus isi ponsel pun tak luput dari mata elang Pak Kasat Reskrim satu ini.


Lalu Arjuna memutuskan untuk menahan dirinya yang ingin mengetahui penyebab kesedihan Beningnya itu. Ia lebih memilih diam dan berusaha menghibur Bening agar bisa tersenyum kembali dan melupakan kesedihan yang belum ia ketahui itu.


Akhirnya obrolan unfaedah kembali terjadi hingga membuat Bening gemas bukan kepalang pada dirinya sendiri karena membahas sesuatu keencuman hakiki dari calon suaminya itu menjelang pernikahan mereka.


"Yank mau ikut aku enggak? Sebentar saja, please."


"Ke mana, Mas?" tanya Bening penasaran.


"Ada deh, surprise pokoknya."


"Hem..." dehem Bening menatap Arjuna sejenak lalu tersenyum.


"Yesss..." cicit Arjuna bersemangat.


Akhirnya setelah satu jam perjalanan, mereka berdua pun tiba di sebuah pusat perbelanjaan cukup ternama yakni Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan.


"Kamu mau belanja, Mas?" tanya Bening heran saat tiba di parkiran mall tersebut.


"Enggak," jawab Arjuna singkat.


"Terus?"


"Mari kita bermain sebentar di sini," cicit Arjuna seraya keluar dari mobil lalu berjalan ke arah pintu mobil, tempat duduk Bening.


Bak seperti pangeran berkuda putih, Arjuna pun romantis membuka pintu mobil untuk mempersilahkan calon istrinya itu keluar dan menggandeng tangannya. Bening pun hanya bisa tersenyum tipis dan melakukan sesuai arahan Arjunanya.


Bening sangat bahagia, bisa merasakan perhatian tulus dari calon suaminya itu.


Keduanya memasuki counter permainan yang cukup ternama di pusat perbelanjaan tersebut. Dan Bening pun cukup terkejut melihat Arjuna yang ternyata mengajaknya bermain ke Timunzone.

__ADS_1


"Mas ngajak aku main di sini," cicit Bening.


"Yess, sayangku. Cintaku, calon istri sekaligus calon ibu dari anak-anakku. Ayo kita main dan wajib bergembira di sini," ucap Arjuna yang bersemangat dan tersenyum.


"Oke, Mas. Siap," cicit Bening bersemangat.


"Grakkk !!" jawab Arjuna seraya terkekeh.


Dan permainan pertama yang diminta Arjuna untuk Bening mainkan yakni memukul hewan yang keluar dari lubang dengan sebuah alat pukul.



Arjuna sengaja mengajak Bening bermain pada spot tersebut. Supaya Beningnya itu meluapkan kesedihan dan kekesalannya yang bercokol di hatinya pada benda mati tersebut. Berharap hati calon istrinya itu lebih lega alias plong.


Dirinya tak memaksa Bening untuk mengatakan semua kesedihannya yang terjadi hari ini. Ia akan menunggu dengan sabar dari Bening sendiri untuk terbuka dan bercerita padanya.


Namun Arjuna juga tidak akan tinggal diam begitu saja. Dia sudah berencana menyelidiki sendiri. Sejak dirinya menemukan Bening di Jogja tempo lalu, ia sudah membelikan ponsel couple gambar buah apel kena gigitan dengan warna yang sama.


Satu digunakan Arjuna dan satunya untuk Bening. Dan Bening pun sudah memakai ponsel pemberian Arjuna tersebut tanpa rasa curiga.


Tanpa sepengetahuan Bening, Arjuna sudah memasang mini chip khusus seperti penyadap multifungsi yang berbentuk sebuah titik kecil dalam ponsel Bening tersebut.


Arjuna bisa mengetahui lokasi di mana Bening berada sekaligus mendeteksi isi ponsel Bening.


Bukan ia tak mempercayai Bening. Akan tetapi ia sengaja memasang hal itu hanya untuk berjaga-jaga saja. Jika sewaktu-waktu karena kondisi yang darurat, maka ia bisa mengetahui isi ponsel Bening tanpa membuka ponsel langsung. Cukup ia membuka laptop khususnya maka bisa ia tahu.


Selepas satu jam bermain di Timunzone, keduanya membeli minuman segar dan es krim di gerai Mik Cu yang viral alias sedang menjadi tren kekinian.


"Gimana, puas yank?" tanya Arjuna yang tersenyum lebar.


"Puas banget, Mas."


"Love you..." cicit Bening seraya tersenyum sumringah.


"Love you too..." balas Arjuna dengan tersenyum lebar.


Akhirnya setelah menghabiskan minumannya, Arjuna mengantar Bening pulang ke rumah. Lantas ia segera berpamitan pada Papa Bening dan calon istrinya itu untuk menyelidiki sesuatu yang disembunyikan Bening darinya.


Tiga jam lagi, Arjuna akan kembali ke rumah Komjen Pol Prasetyo Pambudi guna mengantar Bening ke Bandara Soekarno Hatta, kembali ke Jogja.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2