Bening

Bening
Bab 88 - SAH


__ADS_3

Arjuna pun menepikan mobilnya sejenak di area yang cukup sepi setelah pergi dari kediaman Papa Bening. Ia membuka laci dashboard mobilnya dan mengeluarkan mini laptop khusus miliknya.


Lalu ia mencoba membuka sambungan khusus yang bisa mengecek isi ponsel Bening.


Jari jemari kekar Arjuna berusaha melihat satu persatu bagian pesan baik personal dan grup dari ponsel Bening. Tak lama, jarinya berhenti ketika jam siang tadi Bening membuka grup sekolahnya.


Lantas Arjuna membaca semua isi percakapan di sana yang sebelumnya sudah dihapus oleh Bening. Namun jejak itu masih terekam jelas di mini laptop Arjuna.


Deg...


"Della, Stella?" batin Arjuna bertanya-tanya.


Lalu ia menscroll lagi ke bawah guna melanjutkan membaca dengan seksama. Karena pada grup tersebut ia cukup terkejut ada teman Bening menyebut nama Stella, mantan kekasihnya dahulu dan juga Della, adik kandung Stella.


Deg...


Jantung Arjuna berasa ditikam dengan sebuah belati tajam. Dirinya sudah merusak masa depan Bening hingga tak bisa menjaga wanita itu dengan baik. Sampai-sampai calon putra mereka harus meninggal dunia.


Dan saat dirinya ingin membahagiakan dan merajut masa depan penuh cinta bersama Bening, pihak lain dengan tega memfitnah dan menyudutkan calon istrinya itu.


Air mata yang dahulu Bening teteskan akibat keb0dohan dirinya yang terlambat datang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Bening setahun yang lalu belum juga kering, kini Beningnya itu harus menangis lagi karena dirinya.


"Jadi Della, teman sekolah Bening?" cicit Arjuna.


"Siapa yang berani menghembuskan isu murahan seperti ini? Berani-beraninya mengatakan ibu dari putraku itu p3lakor. Aku harus menyelidiki teman-teman sekolah Bening dan mencari tahu. Pasti aku hukum semua pelaku yang sudah menyebabkan Beningku bersedih. Brengsek!" maki Arjuna dengan nada kesal.


Arjuna masih belum mengetahui bahwa Stella dan Della ada hubungannya dengan ini semua. Dirinya masih berpikiran positif karena di grup tersebut Della tidak melakukan hal yang menyudutkan Bening. Sikap Della masih dalam kondisi wajar di grup sekolah.


Arjuna pun menghubungi orang kepercayaannya dan memberi beberapa informasi tentang beberapa teman Bening.


"Segera selidiki dan laporkan padaku secepatnya," ucap Arjuna di sambungan telepon.


"Siap, Ndan."


Bip...


Sambungan telepon pun terputus. Arjuna bergegas pulang ke rumah dinas untuk berganti baju karena sebentar lagi mengantar Bening ke bandara untuk kembali ke Jogja.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Satu minggu kemudian.

__ADS_1


Bening sudah berada di Jakarta. Ia kembali sejak tiga hari yang lalu dari Jogja ke Jakarta. Bening sudah meminta izin pada pihak fakultas untuk libur selama dua minggu guna mempersiapkan acara pernikahannya dengan Arjuna. Sekaligus setelah menikah, Arjuna akan pergi berlibur bersamanya. Entah ke mana Bening juga tak tahu. Kata Arjuna, suprise.


Pihak fakultas tak mempermasalahkan permintaan Bening. Sebab alasan yang dikemukakan oleh Bening sangat jelas dan rektor kampusnya adalah sahabat dekat sang Papa.


Bening sudah satu minggu ini tak bertatap muka dengan Arjuna karena dipingit. Bahkan untuk melakukan video call pun tak boleh. Hanya bisa berkirim pesan singkat dan telepon suara saja.


Dua hari yang lalu telah selesai diadakan pengajian sebelum pernikahan di kediaman Papa Bening. Hari ini acara siraman dan malam Midodareni pun telah selesai dengan sangat baik.


Dan tibalah hari yang dinantikan yakni hari H pernikahan AKBP Arjuna Sabda Mahendra dan Bening Putri Prasetyo.


Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta tepatnya di lantai IV memiliki luas total 7.400 meter persegi dan mampu menampung 12.000 tamu sekaligus. Ini adalah venue yang akan menjadi saksi bisu perhelatan akbar pernikahan putri tunggal Komjen Pol Prasetyo Pambudi dengan putra dari mendiang Kombes Pol Gatot Subekti Mahendra hari ini.


Pihak Wedding Organizer yang dipilih Arjuna dan Bening telah berhasil menyulap ballroom tersebut yang megah dan luas menjadi tampak elegan dengan perpaduan nuansa adat Jawa Timur dan Jogja. Namun tetap ada sentuhan modern bergaya internasional.


Ayu dan Bayu juga tampak serasi pagi ini. Keduanya telah berada di tempat diselenggarakan acara pernikahan Arjuna dan Bening. Ayu memakai pakaian khas adat Jogja sedangkan Bayu tampak gagah dengan seragam dinasnya.


Bayu akan menjadi salah satu anggota tim pedang pora untuk meramaikan acara Arjuna dan Bening yang menjadi raja dan ratu sehari.


Arjuna yang sudah tampan dan gagah memakai seragam dinas kepolisian tampak sedikit gugup saat acara ijab qobul akan dimulai. Komjen Pol Prasetyo Pambudi sendiri yang nantinya akan menikahkan langsung putrinya itu pada Arjuna tanpa diwakilkan pihak lain dalam ijab qobul.


Bayu sempat mendekati Arjuna yang sedang duduk dan terlihat gugup. Lalu Bayu membisikkan sesuatu ke telinga Arjuna.


"Jangan gugup dan tegang sekarang. Simpan tegangnya nanti malam. Semoga berhasil tanpa gangguan nanti malam, Bro."


Sahabat Arjuna itu pun melangkah pergi dengan tersenyum ke arah lain yakni tempat Ayu berada. Ayu yang melihat Bayu mendekat padanya, maka ia pun melihat dandanannya kembali.


"Ehem..." dehem Bayu.


"Eh, kamu. Gimana dandananku? Cantik enggak?" tanya Ayu seraya menampilkan senyum sumringahnya di depan Bayu.


"Ehm, masih ada yang kurang nih."


"Hah, kurang bagian apa? Apa make upnya terlalu menor?" tanya Ayu yang gelisah tak karuan.


"Kurang pendampingnya buat ke KUA," bisik Bayu di telinga Ayu.


Blushh...


Pipi Ayu langsung merah padam. Wajahnya bak kepiting rebus. Terpesona dengan ungkapan Bayu yang seakan menjadi kode-kode untuk segera mengikuti jejak Bening dan Arjuna yang menikah mendahului mereka berdua.


"Emang siapa yang mau ngajak nikah cewek kayak aku begini? Gadis desa yang cuma tamatan SMA. Enggak cantik pula, kalau bawel iya."

__ADS_1


Ayu merasa insecure di hadapan Bayu. Dan lelaki di depannya ini hanya mengulas senyum mendengar untaian kata yang keluar dari bibir tipis Ayu yang hari ini tampak segar menggiurkan di matanya. Ingin dilahapnya tetapi belum halal. Kalau nyo-sor takut dikira temannya soang.


Bayu mendekat pada Ayu lalu membisikkan sesuatu kembali yang membuat Ayu semakin mengharu biru dan tak percaya hingga mulutnya terbuka lebar karena terkejut.


"Aku mau," bisik Bayu mesra.


Deg...


Jantung Ayu bertalu-talu dengan kencang karena bahagia mendengar itu semua. Alhasil dirinya jadi tersipu malu. Dan sepasang anak manusia yang tengah kasmaran di pojokan itu tanpa sadar melewatkan momentum sakral yakni ijab qobul Arjuna dan Bening yang baru saja usai.


"Sah..."


Satu kata terucap dari bibir para saksi menandakan kini AKBP Arjuna Sabda Mahendra telah resmi menjadi suami dari Bening Putri Prasetyo.


Arjuna tak kuasa menahan haru hingga matanya berkaca-kaca dan menangis lirih hingga kedua tangannya menutupi wajahnya.


"Alhamdulillah..." ucap Papa Bening yang juga menitikkan air matanya karena telah menikahkan putrinya dengan Arjuna sesuai harapan dirinya dengan mendiang sahabatnya, Gatot.


Di seberang sana tak jauh dari meja ijab qobul, Ibunda Arjuna juga terharu melihat kebahagiaan sang putra yang sudah resmi menikahi Bening.


Dan pembawa acara segera memanggil mempelai wanita yakni Bening Putri Prasetyo untuk keluar dan duduk di meja akad nikah. Dikarenakan segera melakukan penandatanganan buku nikah serta sesi foto bersama.


Tap...tap...tap...


Bening yang hari ini tampil cantik memakai kebaya khas adat Jawa Timur berwarna putih melangkah perlahan mendekati tempat Arjuna dan Papanya berada.


Arjuna melihat Bening dari jauh begitu terpukau akan kecantikan wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Arjuna yang sudah satu minggu ini tidak bertatap muka, begitu pangling melihat Bening yang sekarang.


"Subhanallah. Cantiknya bidadari surgaku," batin Arjuna memuja kecantikan Bening.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Perjalanan membawamu


Bertemu denganku


Ku bertemu kamu


Sepertimu yang kucari


Konon aku juga seperti yang kau cari

__ADS_1


Hati-hati di Jalan by Tulus.


__ADS_2