
Mendadak kakinya lemas seketika saat membuka lemari dan memeriksa kotak khusus yang tersembunyi di dalamnya, masih bertumpuk pil KB. Semua dalam kondisi utuh yang ternyata sudah dua bulan ini dirinya terlupa mengkonsumsinya.
Dan saat ini dia sudah terlambat datang bulan sekitar tiga minggu lebih dari jadwal biasanya.
"Tidak !! Tidak mungkin aku hamil. Aku enggak mau hamil dulu dalam kondisi seperti ini. Apalagi anak Dave sialan itu. Aku harus memeriksanya. Semoga ini hanya asam lambungku saja yang kambuh," cicit Stella yang dalam kondisi terduduk lemas di lantai kamarnya masih berusaha berpikiran positif bahwa dirinya tidak hamil.
Bergegas ia mengambil stok test pack yang ia miliki dalam laci. Masuk ke dalam kamar mandi guna mengecek hasilnya apakah positif atau negatif.
Ada sekitar lima test pack berbeda merek yang ia coba di dalam kamar mandi. Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menitan, ia membuka matanya guna melihat hasilnya.
Deg...
"Tidak. Ini tidak mungkin."
"TIDAK !!" teriak Stella saat melihat kelima test pack tersebut menunjukkan dua garis warna merah dengan jelas dan terang benderang bahwa dirinya positif hamil.
Tubuhnya langsung merosot ke lantai kamar mandinya yang dingin. Seperti kondisi hatinya yang tengah hampa dan sepi. Tak ada cinta dari dirinya pada sang suami.
Dirinya semakin membenci Dave. Semenjak ia dijadikan tawanan di apartemen pribadi mereka yang dijaga ketat. Tidak bisa keluar, tidak bisa bersosialisasi, dan tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun baik keluarga maupun teman-temannya.
Dave benar-benar mengurungnya selama dua bulan terakhir ini. Tubuhnya tampak lebih kurus dan pucat. Bukan karena sang suami tidak memberi dia makan. Tetapi lebih pada tekanan batin yang ia terima.
Akibat menjadi tawanan suaminya sendiri sekaligus siksa fisik yang sering dilakukan Dave padanya. Hampir setiap melakukan hubungan suami istri jika dirinya tak menikmati atau terlupa memanggil nama suaminya, Dave akan berlaku semakin kasar hingga tak segan menampar bahkan memukulnya.
Pernah bibirnya sampai berdarah hanya karena Dave tak merasa puas atas pelayanannya sebagai seorang istri di atas ranjang. Alhasil Dave memba-bi buta melukainya.
Dan kini kesialan kembali terjadi pada hidupnya. Benih sang suami bertumbuh dalam rahimnya. Kehamilan yang tak terduga baginya.
Benih yang tidak ia inginkan kehadirannya. Sebab tak ada cinta di hatinya untuk Dave. Hatinya masih mencintai Arjuna. Ia hanya menginginkan harta Dave saja tidak untuk hal lainnya. Sungguh ironi.
__ADS_1
☘️☘️
Sedangkan Della yang sudah tiba di rumah, mendadak melihat Mamanya mondar-mandir cemas dengan ponsel berada di telinganya.
"Kenapa Mah kok mondar-mandir gak jelas begitu?" tanya Della dan berjalan ke arah Mamanya. Padahal semula ia ingin segera pergi ke kamarnya guna melihat video Bening dan Arjuna di laptopnya. Tentu saja dirinya penasaran kejadian Arjuna merudapaksa Bening. Namun tertunda lantaran terkejut melihat Mamanya yang sedang kebingungan.
"Ini loh, Mama mendadak cemas dengan kakakmu Stella yang sudah dua bulan enggak ada kabar. Bahkan ponselnya dimatikan. Mama mendadak rindu sama dia. Terus Papamu juga Mama telepon dari tadi enggak diangkat. Ke mana sih Papamu! Masak ninjau proyek sudah hampir dua minggu lebih enggak kelar juga, huft?!" keluh Camila Wijaya, ibu kandung Stella dan Della.
"Sabar, Mah. Kalau soal Papa, namanya juga di lapangan pasti lagi banyak kendala. Nanti dua jam lagi coba Mama telepon ulang ke Papa semoga Papa udah senggang jadi bisa angkat telepon Mama. Soal Kak Ste, bukannnya dia lagi ke Eropa?"
"Iya, kakakmu memang lagi liburan sekaligus program kehamilan di Eropa. Cuma Dave kadang masih sesekali ke Indonesia untuk urusan bisnis. Tapi perasaan Mama sedikit khawatir sama kakakmu. Enggak biasanya dia susah dihubungi. Sudah dua bulan lebih Mama enggak komunikasi sama kakakmu. Dave juga susah dihubungi. Paling sekretarisnya di sini yang sering Mama tanyai. Tapi ya jawabannya juga sama-sama gak jelas kapan Dave dan Stella pulang," keluh Camila.
Keluarga Stella tak ada yang mengetahui bahwa Stella tengah menjadi tawanan Dave di apartemennya. Mereka percaya begitu saja saat Dave meminta ijin sekaligus mengabarkan bahwa Stella tengah berada di Eropa untuk program kehamilan sekaligus liburan honeymoon mereka yang ke sekian kalinya agar cepat dapat momongan. Padahal faktanya, tidak seperti itu. Sungguh malang.
"Ya sudah, sekarang Mama istirahat dulu saja. Nanti aku coba bantu hubungi Kak Ste siapa tahu bisa aku kontak," ucap Della menenangkan sang Mama.
☘️☘️
Alhasil dokter kandungan secara khusus dipanggil oleh bodyguard Dave untuk memeriksa Stella di apartemen. Stella berusaha menghubungi Dave tetapi tak diangkat. Sudah satu minggu ini Dave tak pulang ke rumahnya.
Pergi entah ke mana, Stella pun tak tahu dan tak mau tahu urusan sang suami di luaran sana. Dirinya tengah memikirkan bagaimana caranya agar keluar dari cengkeraman tangan Dave.
Selang satu jam kemudian, dokter spesialis kandungan telah tiba di apartemen Dave. Stella tak bisa berbuat banyak. Sebab Dave memanggil rekan dekatnya yang menjadi dokter kandungan.
"Selamat, Nyonya. Anda positif hamil. Saya perkirakan usia kandungan Anda saat ini sekitar lima minggu. Untuk detailnya, Anda bisa berkunjung ke rumah sakit guna memeriksakan diri lewat USG langsung agar lebih jelasnya. Saya resepkan obat penguat kandungan dan vitamin. Jangan terlalu lelah dan juga pikiran dijaga agar tidak stres. Nanti dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. Bahkan bisa terancam keguguran. Karena usia janin masih muda sehingga masih rentan," tutur sang dokter usai melakukan pemeriksaan pada Stella.
"Baik, Dok." Stella pun menjawab dengan lirih.
"Ini resepnya. Saya pamit dulu dan semoga sehat selalu, Nyonya Stella." Dokter pun bergegas pergi setelah memberikan resep pada Stella.
__ADS_1
Selepas kepergian sang dokter, Stella menyuruh bodyguard Dave untuk menebus resep obat di apotik terdekat.
Kini dirinya tengah menyesal kenapa sampai terlupa meminum pil pencegah kehamilannya. Kehamilan dirinya tentu merusak segala rencananya yang ingin merebut Arjuna dari tangan Bening.
"Argghh... sial !! Dasar Dave brengsek !" maki Stella sambil memukul-mukul perutnya. Berharap janin yang ada di dalam rahimnya keguguran. Sehingga ia tak perlu mengandung benih suami yang tak ia cintai tersebut.
☘️☘️
"Kak Ste ke mana sih! Susah banget di telepon. Kak Dave juga sama saja. Huft !!" keluh Della saat gagal menghubungi Dave dan juga Stella.
Saat dirinya akan mencoba menghubungi kembali kakaknya, mendadak Stevi mengirim pesan singkat melalui WA.
Stevi : Del, kamu sudah tahu kabar Rendra dan Luna jadian enggak?
Deg...
Hati dan jantungnya mendadak terkejut bukan main membaca pesan singkat Stevi. Alhasil dirinya langsung menekan kontak Stevi guna meminta penjelasan tentang kabar tersebut. Khawatir hanya hoax semata.
Setelah menghubungi Stevi dan menggali informasi tentang Luna dan Rendra, ternyata keduanya telah jadian sebagai sepasang kekasih sudah hampir empat bulan lamanya. Tanpa sepengetahuan dirinya dan juga Stevi, sebagai sahabat.
Awalnya, Stevi mengetahui kabar tersebut dari teman yang lain, yang pernah memergoki Luna dan Rendra pergi berdua di sebuah pusat perbelanjaan. Lalu teman tersebut yang satu kampus dengan Luna tampak curiga melihat Rendra sering mengantar jemput Luna kuliah padahal mereka berbeda universitas.
Hingga pada akhirnya di kampus Luna telah beredar info bahwa Rendra dan Luna sudah jadian.
"Sialan, Luna ! Dasar teman makan teman !!" geram Della.
Alhasil Della pun tak jadi melihat video Bening dan Arjuna. Ia bergegas ganti baju dan pergi ke sebuah restoran yang didapatkan informasi dari Stevi bahwa saat ini Rendra dan Luna tengah berkencan. Dirinya ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri.
🍁🍁🍁
__ADS_1