
Bening dan Arjuna dari kota Bandung langsung bertolak ke Denpasar, Bali. Arjuna sengaja mengajak sang istri untuk honeymoon di pulau Dewata selama satu minggu.
Ayu pun sudah kembali ke Jogja bersama keluarga besar Arjuna. Sebelum berpisah dengan Bayu di bandara Soekarno Hatta beberapa jam yang lalu, lelaki itu mengatakan sesuatu pada Ayu.
"Kamu kenapa ngajak aku mojok ke sini? Nanti dikira yang lain kita ada apa-apa," cicit Ayu dengan polosnya.
"Ada hal serius yang mau aku omongin ke kamu, Yu."
"Apa?" tanya Ayu.
"Ini, bacalah." Bayu pun menyodorkan sepucuk surat pada Ayu.
"Surat apa ini? Bukan surat cinta kan?" tanya Ayu dengan polosnya padahal di amplop tersebut tertera logo institusi kepolisian.
"Astaga. Sabar Bay," batin Bayu.
"Aku buka ya. Boleh?" tanya Ayu kembali seraya melirik Bayu yang cemberut.
"Hem," jawab Bayu singkat.
Akhirnya Ayu pun membuka amplop putih tersebut yang di dalamnya terdapat sepucuk surat resmi yang menyatakan bahwa Bayu akan dipindahtugaskan ke Batam tujuh bulan lagi.
Deg...
Ada hati yang mendadak gamang dan gelisah. Namun ia bingung mengartikan rasa apa ini. Mendadak dirinya terdiam. Bingung ingin merespon seperti apa setelah membaca surat tersebut.
Ada semacam perasaan akan kehilangan sesuatu. Tetapi dirinya sendiri pun bingung menafsirkan apa arti Bayu baginya.
Walaupun lelaki ini pernah mengatakan cinta padanya dan belum ia jawab sampai saat ini. Namun ia anggap itu hanya sebuah lelucon biasa dari si bujang lapuk karatan yang ia tuduh tak laku-laku sehingga asal naksir padanya yang hanya gadis desa ingusan nan polos.
"Kok diem?" tanya Bayu namun keduanya tak bertatapan langsung.
Bayu sengaja tak melihat wajah Ayu. Ia menatap jendela kaca besar yang ada di depannya. Menampilkan hiruk-pikuk pesawat tengah parkir dan lalu lalang. Keduanya kini tengah berada di area lounge bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
"Bingung mau bicara apa," cicit Ayu lirih.
"Ya bilang saja apapun yang ada di hati kecil kamu. Karena kata orang, hati kecil kita enggak pernah bohong," ucap Bayu.
"Kamu beneran mau pindah ke Batam?" tanya Ayu lirih.
"Bukan pindah atas kehendak sendiri, tetapi memang ditugaskan ke sana dari pusat. Jadi mau tak mau harus setuju berpindah tugas di sana selama lima tahun minimalnya," ucap Bayu.
__ADS_1
"Hah, lima tahun? Lamanya. Apa enggak bisa dipotong diskon?" cicit Ayu mendadak gamang dan sendu yang entah bagaimana ia mendeskripsikan perasaannya saat ini.
"Memangnya toko baju Matahore di mall-mall yang banyak diskonan. Aneh-aneh saja kamu Yu," ucap Bayu seraya terkekeh.
"Mungkin dapat potongan gak sampai lima tahun di sana. Kan lumayan kena korting," cicit Ayu tersenyum tipis.
"Aku sih maunya dipindah ke Jogja saja kalau boleh milih. Tapi namanya hidup kadang kita harus memilih disaat pilihan itu tak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tetapi bisa saja itu menjadi hal terbaik dari Allah untuk manusia tersebut," ucap Bayu dengan bijak.
"Fiuhh..."
Sebuah helaan nafas berat meluncur dari bibir Ayu.
Tiba-tiba Ny. Lina memanggil Ayu. Sebab sebentar lagi waktunya mereka boarding.
"Ayu, ayo buruan ke sini. Mau boarding," panggil Ny. Lina dari kejauhan.
"Iya, Bude. Sebentar lagi Ayu ke sana," jawab Ayu.
Lalu Ayu pun berdiri dari tempat duduknya. Hendak berpamitan pada Bayu.
"Aku mau pulang dulu ke Jogja. Semoga kamu selalu sehat, lancar-lancar tugasnya di manapun berada dan segera dapat jodoh yang terbaik dan cinta sama kamu," ucap Ayu tulus mendoakan Bayu.
Saat Ayu akan melangkah pergi, tiba-tiba lengan kirinya dipegang oleh Bayu. Otomatis langkah Ayu ikut terhenti.
Deg...
Ayu yang ditatap Bayu begitu dalam mendadak gugup dan bingung. Bibirnya terasa kelu untuk menjawabnya. Tangannya menjadi beku dan dingin bak es batu.
"Ayu, cepat! Nanti terlambat," panggil Ny. Lina setengah berteriak.
"Iya, Bude."
Lantas Ayu pun melepaskan tangan Bayu yang menggenggam lengannya.
"Maaf Bay, mungkin kita hanya bisa berteman saja, tidak lebih. Aku enggak pantas buat kamu. Terima kasih sudah menjadi teman baikku selama ini. Selamat tinggal," ucap Ayu lirih lalu bergegas berlari meninggalkan Bayu yang mematung.
Ayu pun berlari menuju gate tempatnya untuk melakukan boarding. Bayu menatap punggung wanita yang ia cintai tengah berdiri melakukan pengecekan tiket bersama Ibu Arjuna dan kerabat lainnya untuk pulang ke Jogja.
Ketika Ayu selesai boarding, sebelum melangkah masuk, dirinya menoleh ke belakang. Ia menatap Bayu yang masih setia berdiri mematung menatapnya di tempat yang sama seperti ia tinggalkan tadi.
"Maafkan aku," batin Ayu sendu.
__ADS_1
"Aku benci dengan kata selamat tinggal. Sampai jumpa lagi cintaku," batin Bayu seraya tersenyum menatap Ayu yang tengah melihatnya dari kejauhan.
Ayu kembali ke Jogjakarta membawa sejuta cinta dari Bayu yang tak bisa ia balas. Dirinya merasa insecure dengan kondisinya juga kondisi Bayu yang jauh di atasnya. Baik dari segi pendidikan maupun materi.
"Kamu berhak bahagia duhai bujang lapuk. Gapailah mimpi dan cita-citamu serta jodohmu. Yang pasti wanita itu bukan aku. Karena aku enggak pantas sama kamu," batin Ayu sendu dengan mata berkaca-kaca seraya menatap foto dirinya dan Bayu yang beberapa waktu lalu sempat memenangkan juara satu lomba makan es krim sebaskom di sebuah pusat perbelanjaan ternama di Jakarta, yang berhadiah liburan eksklusif ke Maldives untuk dua orang.
Foto kenang-kenangan yang ia letakkan di atas nakas dalam kamar tidurnya. Dan selalu ia lihat sebelum tidur.
"Selamat tidur bujang lapuk. Semoga mimpi indah," cicit Ayu pada foto Bayu tersebut seraya tersenyum tipis.
Sedangkan di Jakarta, Bayu juga tengah menatap foto yang sama. Namun ia simpan di galeri ponselnya dengan tulisan My Love❤️ pada foto Ayu.
"Ternyata patah hati begitu menyesakkan. Pantas Arjuna yang lalu juga menangis dan sedih saat kehilangan Bening. Ternyata sakitnya sampai di sini," cicit Bayu seraya tangannya menunjuk d@danya sendiri.
"Selamat tidur My Love. Semoga kamu mimpikan aku dan berubah pikiran secepatnya. Aku akan selalu setia menunggumu di sini. Walaupun harus menunggu jandamu sekalipun," ucap Bayu seraya tangannya mengeeluus-eelus foto Ayu di ponselnya yang sengaja ia jadikan wallpaper.
☘️☘️
Di saat Ayu dan Bayu berada dalam kondisi yang tengah terpisah oleh jarak Jakarta-Jogja sekaligus patah hati, karena cinta Bayu yang ditolak. Lain halnya dengan pengantin baru kita yang begitu menikmati suasana honeymoon yang sangat menyenangkan.
Pastinya Arjuna yang paling diuntungkan. Sebab bukannya pergi berwisata melihat pemandangan alam di luar sana, Arjuna justru mengurung istrinya terus di kamar hotel.
"Mas, kapan ke pantainya kalau begini terus! Kata kamu mau lihat matahari tenggelam di pantai Mesari, Seminyak. Aku mau lihat sunset di La Planca Beach Restaurants yang ada di Seminyak. Kata teman-temanku sunsetnya bagus banget di sana. Ayo Mas," rengek Bening seraya m3nggooyangkan tubuh Arjuna yang tengah tengkurap di sebelahnya dalam kondisi naked.
Keduanya baru saja menguusak sprei kamar hotel yang awalnya rapi menjadi kusut. Arjuna selalu beralasan menuntaskan misi mengolah adonan cu-cuu untuk Papa dan Ibu.
Dan Bening selalu tak bisa menolaknya. Terlebih jika ia diserang mendadak oleh Arjuna hingga terbang ke awang-awang.
"Satu rondee lagi ya yank baru ke pantai," gumam Arjuna yang membuat Bening memutar bola matanya jengah. Padahal mereka sudah melakukan dua kali putaran ternyata masih kurang bagi Arjuna.
🍁🍁🍁
Info :
Setelah ini kebersamaan Bayu dan Ayu akan muncul tipis-tipis, cenderung jarang. Hanya Bayu yang akan masih sering muncul membantu Arjuna mengurus sesuatu hal.
Dikarenakan nanti Bayu dan Ayu akan muncul pada lapak dengan judul tersendiri. Sudah lima puluh persen draftnya. Launchingnya kapan, othor masih belum tahu. Semoga masih tetap di platform ini. Tetap siapkan tisu setoko Abah dan kuacinya.^^
Sekarang kita kawal Bening dan Arjuna hingga Tamat kisahnya. Bersama segala sekutunya yang merecoki kehidupan mereka berdua.
Mohon dukungannya selalu.💋
__ADS_1
Saya tanpa dukungan kalian tak berarti apapun^^