
Sejak awal saya mempublish karya "Bening" ini, sudah saya sampaikan bahwa karya ini saya ambil dari kisah hidup seorang teman. Kisah perjalanan takdir hidup Bening yang menguras emosi dan air mata. Sisanya hanya suatu gimmick saja. Karya ini saya tulis dengan tujuan agar kita memahami tentang takdir (jodoh, maut dan rezeki) dan hakikat cinta sejati itu bermuara sesuai pada jalan takdir dari Sang Pencipta. Kita hanya manusia yang kerdil di hadapan Tuhan yang penuh dengan kuasaNya. Setiap cobaan dalam hidup kita, pasti ada hikmah yang bisa kita ambil. Semoga dipahami. Nanti pada ending kisah, Insha Allah saya kupas tuntas pada epilog. Semoga tetap suka hingga tamat kisah ini. Jika tak suka, boleh diskip saja. Haturnuhun๐
Selamat Membaca๐
๐๐๐
"Halo, Nay? Ini aku Della. Kamu hari ini senggang apa sibuk?" tanya Della pada seorang teman kampusnya bernama Nayla yang memiliki pekerjaan sampingan menjadi admin di salah satu akun gosip ternama di sosial media. Akun Lambe Muruuu.
"Eh, kamu Del. Aku pikir siapa. Tumben telepon aku. Ada apa nih?" tanya Nayla cukup aneh.
"Aku ada kerjaan buat kamu. Nanti aku kasih bayarannya. Ketemu yuk. Nanti aku jelasin. Kamu sekarang lagi di kos atau di luar?" tanya Della to the point.
"Wah boleh-boleh. Kebetulan lagi sepi job nih gosipin orang. Lumayan buat naikin rating dan endorsan kalau berita yang kamu bawa sampai viral. Aku lagi di kos. Kamu ke sini saja deh biar aku hemat ongkos," cicit Nayla seraya tersenyum sumringah.
"Oke. Tunggu aku. Sebentar lagi aku meluncur ke kosanmu," jawab Della.
Setengah jam kemudian, Della telah tiba di kosan Nayla. Della menyampaikan inti yang dia inginkan seraya menyerahkan flashdisk pada Nayla. Awalnya Nayla tak mau karena ia takut berhubungan dengan pihak berwajib.
Tapi Della memaksa dan akan menjamin hidupnya tak akan apa-apa. Karena isi flashdisk tersebut ia yakinkan pada Nayla bahwa semua fakta alias video asli bukan hasil editan.
Mau tak mau akhirnya Nayla menyerah setelah Della mentransfer uang senilai sepuluh juta padanya. Sebab ia juga sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya kuliah serta tunggakan kosannya yang sudah dua bulan belum ia lunasi.
"Aku pamit dulu. Setelah sampai rumah, berita itu harus viral dan menjadi trending topik. Kalau sukses, nanti aku kasih bonus tambahan buat kamu. Secepatnya kamu kerjakan ya Nay. Aku tunggu kabar baiknya. Jika perlu kabari kenalanmu di stasiun televisi. Biar semakin heboh," ucap Della meyakinkan Nayla.
"Ada sih tapi stasiun swasta biasa Del. Enggak terkenal," jawab Nayla lirih.
"Gak masalah. Kan nanti pasti stasiun televisi kenalanmu itu jadi naik ratingnya karena berita yang kalian siarkan viral. Aku jamin deh. Aku pamit Nay dan jangan kecewakan aku," ucap Della seraya berpamitan dan pergi dari kosan Nayla.
Di dalam kos, Nayla sempat ragu namun karena Della pernah menolongnya waktu dirinya tak bisa membayar SPP semester lalu, akhirnya ia pun menuruti kemauan Della.
Dahulu Della pernah meminjaminya uang guna membayar SPP kuliahnya. Ia pun mencicil santai pada Della dan baru bulan lalu lunas. Alhasil sekarang Della minta tolong padanya, dia jadi tak enak hati.
"Ya sudahlah. Toh Della janji bakal jamin hidupku baik-baik saja," gumam Nayla.
Ia pun menghubungi rekanannya di salah satu stasiun televisi swasta. Walaupun stasiun televisi swasta tersebut tidak terkenal, tetapi akun gosip Lambe Muruuu cukup ternama di mata publik pecinta jagad maya.
Setelah rekannya sepakat menyiarkan langsung berita di akun Lambe Muruu Nayla ke stasiun televisi tersebut, akhirnya mulailah berita tersebut berhembus bagai angin topan yang berujung membuat gelayut mendung datang di tengah kebahagiaan Bening.
โ๏ธโ๏ธ
__ADS_1
"Hai, guys. Jumpa lagi dengan Nay di Lambe Muruuu. Hari ini aku bela-belain live lho. Ada berita viral yang akan menggemparkan seantero dunia perlambean. Konon katanya anak dan menantu Wakapolri melakukan hubungan asusila di sebuah hotel kawasan kota Bandung sebelum mereka menikah. Wow... seperti apa? Yuk kita simak videonya. Tetap stay tune and cekidot guys," ucap Nayla yang tengah siaran langsung dari kosannya.
Nayla pun sangat bahagia melihat berita yang akan disajikan sudah langsung menjadi trending topik nomor satu sejagad maya dan pertelevisian. Ia pun membuka laptopnya di mana flashdisk dari Della sudah berada di tempatnya.
Namun bahagia Nayla dan Della berbanding terbalik dengan pria paruh baya yang hari ini tepat berulang tahun yang ke-53 tahun. Dirinya baru saja selesai mandi untuk persiapan salat Jumat. Baju koko berwarna putih dengan sarung bercorak garis-garis putih dengan dasaran berwarna hitam telah terpasang di tubuhnya. Membuat Komjen Pol Prasetyo Pambudi terlihat sangat bersih, gagah dan tampan.
Senyum ceria terpancar di raut wajah tuanya. Terlebih putri dan menantunya akan datang ke Jakarta hari ini. Ia sudah mengagendakan di sebuah masjid besar yang letaknya tak jauh dari kediamannya, selepas salat Jumat akan membagikan sedekah pada ratusan anak yatim piatu yang telah diundang secara khusus dari yayasan yang rutin ia sumbang setiap bulan.
Acara syukuran tersebut sebagai bentuk sederhana dirinya berbagi bersama dengan anak-anak yatim piatu di hari ulang tahunnya. Saat akan keluar dari kamarnya berniat menuju ke masjid guna melihat kesiapan salat Jumat sekaligus acara ulang tahunnya, televisi di kamarnya dalam kondisi masih menyala dan ingin ia matikan.
Tangannya mengambil remote dan belum sempat ia tekan tombol off, seketika ia terkejut melihat judul berita yang tengah viral sekaligus bunyi kedua ponselnya yang berdering kencang bersahut-sahutan dalam waktu yang bersamaan.
Begitu banyak pesan yang masuk dan telepon pada kedua ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Ia tak menghiraukan bunyi ponselnya. Dirinya sedang terfokus dengan siaran berita tersebut.
Saat ia mendengarkan dengan seksama, seorang wanita muda tengah live membawakan berita tentang putri dan menantunya yang melakukan hubungan asusila di hotel kawasan Bandung jauh sebelum pernikahan terjadi dan terdapat bukti videonya yang akan diunggah oleh pembawa acara tersebut, sontak dirinya terkejut bukan main.
"Bening, Juna. Tidak. Tidak mungkin ya Tuhan aib itu terbongkar saat ini," batin Papa Bening yang terkejut bukan main. Aib yang berusaha ia simpan rapat-rapat. Namun saat bahagia datang dalam hidupnya seakan nama baik keluarganya tercoreng dihempas ke dasar jurang terdalam.
Ia merasa gagal melindungi putri dan menantunya. Ia merasa gagal menjaga nama baik keluarganya dan juga nama mendiang sahabatnya, Kombes Pol Gatot Subekti Mahendra, Ayah Arjuna. Ia merasa gagal menjaga nama baik korpsnya sekaligus nama baik mendiang istrinya, Embun Mentari Hadnan.
Belum sempat video tersebut diunggah secara sempurna, seketika...
"Acchhh..." jerit Papa Bening seraya tangannya memegang da-danya yang mendadak sangat nyeri dan sesak nafas tiba-tiba datang menyergapnya seiring pandangan yang menggelap dan tubuhnya roboh di lantai kamar.
Bunyi mouse laptopnya pun terdengar. Nayla tengah mencari file yang dimaksud Della dalam flashdisk tersebut.
"Haisshh... gara-gara ibu kos nagih uang kosan buru-buru jadi tadi enggak sempat ngecek video dari Della dulu. Semoga orang-orang gak terkesan aku enggak becus nyiapin data. Jadi nunggu lama," batin Nayla menscroll dan di sana hanya menemukan satu file tertera judul video dan satu file dengan judul foto.
"Nah ini dia pasti file yang dimaksud Della tertulis video. Fotonya nanti up belakangan saja."
Kecepatan tangan Nayla dan tanpa aba-aba langsung ia membuka file video tersebut. Secara otomatis video itu langsung dapat dilihat oleh seluruh masyarakat luas yang menonton acaranya.
Deg...
"Kok bukan video asusila? Kenapa jadi video anak kecil menerima piala sih? Ah apa mungkin aku salah buka file?" batin Nayla sedikit gugup.
"Maaf ya guys, Nay salah buka video. Wait the minute," cicit Nayla pada siaran langsungnya.
Nayla pun mulai gemetaran saat membuka semua isi flashdisk yang diberikan Della padanya ternyata tak ada video asusila yang dimaksud. Hanya ada dua dokumen. Video dan foto seorang anak kecil di sebuah sekolah di mana berisi proses penyerahan piala juara satu pada anak tersebut yang disaksikan oleh kepala sekolah, guru dan murid lainnya.
__ADS_1
"Apa-apaan Della! Apa dia ngasih flashdisk yang salah? Haishhh... gawat!" batin Nayla yang sudah mulai gugup dan gemetaran.
Akhirnya Nayla pun menghubungi Della dan sengaja masuk ke dalam kamar mandi kosannya agar tidak terdengar jelas oleh para penonton acaranya.
"Halo, Del! Kamu nonton enggak acaraku sekarang?" tanya Nayla sedikit membentak.
"Iya aku nonton kok. Kenapa kamu up video anak kecil sih? Buruan up video Arjuna sama Bening yang lagi encum. Gimana sih kamu! Enggak profesional. Padahal sudah aku bayar mahal!" ketus Della.
"Kamu enggak salah kasih aku flashdisk, Del?" tanya Nayla sedikit berteriak.
"Hah, maksud kamu apa?" tanya Della yang bingung.
"Aku barusan buka flashdisk yang kamu kasih ke aku. Ternyata enggak ada video encum itu. Malah isinya video dan foto anak kecil terima piala kejuaraan di sekolah. Kamu lihat siaranku kan? Sekarang banyak yang bully aku karena salah up video. Sebelum kasih flashdisk itu ke aku, apa kamu sudah ngecek isinya?" tanya Nayla.
Deg...
Dirinya memang belum sempat membuka isi flashdisk tersebut. Ia pikir sesuai informasi dari Doni bahwa flashdisk tersebut berisi video Arjuna yang merudapaksa Bening. Dan ia percaya begitu saja tanpa mengeceknya.
"Be_lum sih Nay. Karena informasi dari pacarku begitu adanya. Aku pikir isinya sudah sesuai dengan apa yang disampaikan padaku," cicit Della dengan nada terbata-bata yang mendadak gelisah.
"Aduh Della !! Kamu ceroboh sekali. Aku tadi enggak bisa ngecek karena keburu ibu kosanku ngomel-ngomel tunggakan kos yang akhirnya aku transfer dari uang yang kamu kasih. Aku pikir kamu sudah pastikan oke isi flashdisk itu dan langsung kusiarkan. Kalau sudah begini, gimana Del? Pasti sekarang aku dituduh nyebarin berita hoax dan mencermarkan nama baik keluarga pejabat. Della!!" pekik Nayla.
Bip...
Sambungan telepon pun diputus Della secara sepihak. Umpatan dan teriakan Nayla membuat dirinya semakin gelisah dan telinganya cukup panas mendengarnya.
Mendadak tangannya tremor seketika. Ia pun bingung harus bagaimana. Lalu ia terpikirkan dengan Doni.
"Ya, aku harus segera bertemu Mas Doni. Untuk meminta penjelasan dan jalan keluarnya," cicit Della.
Namun beberapa kali ia mencoba menghubungi ponsel Doni, berbunyi aktif namun tak diangkat.
"Sial !! Disaat genting begini Mas Doni malah enggak jawab telepon aku. Awas saja kalau dia bohongin aku soal video Arjuna dan Bening!" umpat Della.
Akhirnya Della pun menghubungi kantor dinas Doni dan mendapatkan informasi bahwa Doni sedang libur hari ini.
Della pun meluncur ke apartemen, ia berpikir Doni berada di sana. Namun ternyata nihil. Informasi dari pihak apartemen bahwa kekasihnya itu sudah cukup lama tak terlihat di apartemen kembali.
Terakhir terlihat hanya saat dirinya mengunjungi Doni beberapa pekan silam ketika ia mengambil flashdisk tersebut secara diam-diam. Della pun menghembuskan nafas kasarnya. Akhirnya ia terpikir dengan rumah dinas Doni.
__ADS_1
"Ya, rumah dinas Mas Doni. Mungkin dia ada di sana," batin Della dan segera ia mengendarai mobilnya menuju rumah dinas Doni yang masih berada di Jakarta juga.
๐๐๐