
"Dasar jam karet!" ketus Ayu.
"Maaf, Ndoro Ayu. Jangan ngambek. Nanti aku belikan es krim favoritmu biar lumer lagi terus adem seperti minuman pelega tenggorokan itu " Adem Lari ". Jangan marah lagi biar makin Ayu," ucap Bayu sengaja menggoda.
"Emang es krim favoritku rasa apa?" tanya Ayu sengaja meledek Bayu.
"Rasa stroberi. Karena stroberi identik dengan warna pink alias merah jambu. Seperti jika hati berbunga-bunga tengah jatuh cinta pasti jadi terkena virus merah jambu," ucap Bayu tersenyum penuh makna.
"Virus merah jambu itu virus apaan? Yang aku tahu virus covid-19 yang fenomenal itu," ucap Ayu polos.
"Astaga! Sabar Bay. Sabar..." batin Bayu bersedih hati karena sinyal cintanya belum juga bisa terkoneksi ke jaringan hati sang pujaan hatinya.
Kata othor, Bayu perlu membangun tower cinta dulu yang tinggi untuk membidik hati Ayu agar tepat sasaran. Dan sinyal cintanya harus kuat supaya tidak oleng masuk ke jurang patah hati tingkat sekabupaten.
Bening yang berada di sebelah mereka, hanya bisa terkikik geli.
Ya, Bayu yang menjemput keduanya di bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Bayu juga mengetahui misi rahasia Bening untuk memberi kejutan pada Arjuna dan Komjen Pol Prasetyo Pambudi, Papa Bening.
Bayu menyimpan rapat informasi ini terlebih pada Arjuna. Bening berencana memberikan kejutan karena besok adalah hari ulang tahun Arjuna yang ke tiga puluh satu tahun.
Nanti malam mereka akan menghias kediaman rumah dinas Arjuna. Bayu mengetahui bahwa Arjuna tidak akan ada di rumah seharian ini hingga nanti sekitar jam sembilan malam diperkirakan pulang.
Dikarenakan ada kasus yang cukup penting mengenai peredaran obat-obatan terlarang di Jakarta yang di mana sang pengedar incaran kesatuan yang dipimpin oleh Arjuna, belum berhasil ditangkap.
Bayu pun mengantarkan dua wanita spesial itu ke sebuah hotel berbintang di kawasan Jakarta Selatan. Bening sengaja memesan hotel tersebut karena posisinya tak jauh dari sebuah mall ternama di Jakarta Selatan dan juga berada di tengah-tengah. Tak jauh dari rumah Papanya dan juga rumah dinas Arjuna.
Setelah mengantar Bening dan Ayu di depan kamar mereka, maka Bayu langsung mohon pamit untuk kembali bertugas. Bening pun mempersilahkan dan mengucapkan banyak terima kasih.
Sedangkan Ayu sedang kesal tak menanggapi Bayu. Karena sejak di mobil, Ayu bertanya berkali-kali tentang virus merah jambu artinya apa. Terus siapa yang jatuh cinta, tetapi Bayu diam seribu bahasa dan hanya memasang wajah datar.
Alhasil Ayu pun membalasnya dengan mendiamkan Bayu di hotel dan sengaja tak menatap wajah lelaki itu seolah-olah Bayu seperti hantu. Sesuatu yang tak berwujud berada di sebelahnya.
Di kamar hotel, Bening dan Ayu sedang menata beberapa pernak-pernik yang mereka bawa dari Yogyakarta. Bahkan ada dua buah kotak kado yang sudah terbungkus rapi dan cantik berada di atas meja.
Satu milik Papa Bening dan satunya milik Arjuna. Karena kelelahan mempersiapkan segala perintilan dan juga masih jet lag, keduanya pun akhirnya tertidur pulas.
__ADS_1
Bening dan Ayu sudah dijemput oleh Bayu di hotel sekitar jam tujuh malam. Mereka langsung menuju rumah dinas Arjuna. Di sana ada Bik Siti dan Yono, art Arjuna.
Bening pun berkenalan untuk pertama kalinya pada Bik Siti dan Yono. Bahkan kedua art Arjuna tersebut dengan senang hati membantu Bening menyiapkan segala keperluan dan menghias ruang tamu di rumah dinas Arjuna.
Ayu dan Bayu masih saja bersikap dingin. Keduanya akan berbicara seperlunya saja. Bening melihat keduanya seperti itu rasanya cukup aneh. Akhirnya ia berinisiatif untuk mendamaikan keduanya.
"Ayo saling maaf-maafan. Masak nunggu lebaran ikan teri sih baru enggak marahan lagi," tutur Bening seraya berusaha mendamaikan keduanya.
Bening mengambil tangan kanan Bayu dan tangan kanan Ayu. Lalu Bening menyatukan kedua tangan tersebut.
"Ayo senyum dan saling meminta maaf. Kalau enggak, nanti aku hukum kalian berdua," cicit Bening sengaja menggoda.
Ayu dan Bayu pun yang awalnya menunduk, langsung mengangkat pandangan dan bergantian menatap Bening. Lalu tatapan Bayu langsung tertuju pada mata Ayu. Begitu pun Ayu terlihat salah tingkah saat ditatap oleh Bayu secara mendalam.
"Maafin aku," ucap Bayu tegas.
"Iya. Aku juga minta maaf kalau suka kekanak-kanakan," cicit Ayu lirih.
"Iya, memang masih anak-anak. Virus merah jambu saja tidak tahu," ledek Bayu seraya tersenyum tipis.
"Sini-sini aku kasih tahu bukan tempe," ucap Bayu lirih.
"Ishh..." dengus Ayu sebal seraya mencubit lengan Bayu.
"Eitss... berani cubit-cubit. Berarti sudah terkontaminasi virus merah jambu nih. Asyikk..." kelakar Bayu seraya tertawa.
Ayu hanya bisa mengerucutkan bibirnya mirip iteuk tengah galau kena php kekasihnya saja di malam mingguan.
Ayu dan Bayu pun menepi sejenak di depan teras. Bayu membisikkan sesuatu di telinga Ayu yang sontak membuat wanita berusia dua puluh tahun ini mendadak merona. Pipinya langsung merah padam.
Tiba-tiba tersengat aliran listrik sekian juta voltase. Membuatnya melayang-layang di udara. Dan tak menyangka kalimat keramat itu akan keluar dari bibir si bujang lapuk padanya.
πππ
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Lampu teras rumah dinas milik Arjuna tetap menyala terang, sedangkan lampu ruang tamu dibiarkan gelap.
__ADS_1
Hanya ada beberapa cahaya temaram dari lilin yang mereka nyalakan serta lampu dari ruang makan yang cahayanya masih bisa tertangkap dari ruang tamu. Bening dan yang lainnya menunggu dengan gelisah kedatangan Arjuna yang belum juga tampak batang hidungnya.
Padahal menurut perkiraan, jam sembilan malam, Arjuna sudah tiba di rumah. Namun hingga sekarang belum juga datang.
"Tumben, Mas Arjuna belum juga pulang. Biasanya jam segini sudah sampai rumah Non," ucap Bik Siti dengan nada cemas.
"Hem, bener kata Bik Siti."
Yono pun ikut menimpali kalimat Bik Siti pada Bening.
"Kita tunggu satu jam lagi. Mungkin Mas Arjuna kejebak macet. Ini kan hari Sabtu," cicit Bening berusaha berpikiran positif.
Jakarta, kota yang terkenal dengan segudang kemacetan di mana-mana serta hari ini bertepatan dengan akhir pekan terlebih malam mingguan. Banyak warga Jakarta terutama muda-mudinya pasti menghabiskan waktu di luar rumah untuk sekedar hangout atau berkencan bersama kekasihnya.
Mereka semua masih setia menunggu. Bahkan Ayu sedikit terkantuk-kantuk. Bayu menyuruhnya tidur di sofa. Nanti jika Arjuna datang ia akan membangunkannya. Namun Ayu bergeming, ia masih berusaha menahan kantuknya.
βοΈβοΈ
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Bik Siti dan Ayu sudah tertidur di sofa ruang tamu. Bayu dan Yono masih setia menunggu sembari minum kopi di ruang makan.
Bening terus menatap jalanan di luar rumah Arjuna dari kaca jendela ruang tamu. Ia terus sibuk menyibak gorden. Berharap Arjunanya segera pulang. Namun sepertinya malam ini, hal itu hanya menjadi angan saja. Berlalu seperti angin tanpa jejak.
Bayu yang kasihan melihat Bening terus menunggu Arjuna pulang, akhirnya ia mencoba menghubungi ponsel Arjuna namun ternyata tidak aktif.
"Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan hubungi sesaat lagi."
Begitulah bunyi mesin penjawab saat Bayu mencoba mendial nomor ponsel Arjuna. Bening pun sejak tadi juga berusaha menghubungi Arjuna. Namun selalu mendapatkan jawaban yang sama seperti Bayu.
"Mas Arjuna ke mana ya? Kok tumben ponselnya enggak aktif," batin Bening tengah resah menatap pekatnya malam dari balik kaca jendela.
Bayu pun berinisiatif menghubungi anak buah Arjuna. Dirinya sengaja menjauh dari Bening agar tidak mendengar pembicaraannya.
"Apa? Arjuna pergi sama cewek. Ke mana?" tanya Bayu dengan nada yang sudah naik tiga oktaf.
πππ
__ADS_1