
Setibanya Mia di depan unit apartemen Doni, ia langsung menekan passwordnya. Sebab hanya dua orang yang mengetahui password tersebut yakni Doni selaku pemilik dan Mia, kekasih gelapnya.
Bipp...
Ceklek...
Derit pintu utama apartemen Doni dibuka Mia secara perlahan. Ia yakin jam segini Doni masih tidur. Sebab jika libur dinas, kekasihnya itu akan bangun lebih siang.
Mia pun berjalan perlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara. Sebab ingin memberi kejutan pada Doni. Namun justru dirinya yang terkejut lebih dahulu.
"Astaga Mas Doni apa-apaan ini. Kenapa berantakan semua? Pasti semalam nonton bola di ruang tamu sampai kaleng minuman, camilan, puntung rokok semuanya berserakan gini. Dasar!" gerutu Mia melihat ruang tamu yang berantakan.
Akhirnya Mia pun mengurungkan niatnya masuk ke kamar tidur. Lalu dia beralih pergi ke dapur meletakkan kotak makanannya. Kemudian mengambil sapu dan cikrak guna membersihkan sisa-sisa pesta terselubung Doni.
"Ya ampun taplak meja ruang tamu sampai terlempar jauh sekali ke dapur. Kan di dapur ada kain pembersih dapur. Masak taplak meja sampai terbang ke sini sih! Sudah tahu aku paling benci berantakan eh tuh laki masih demen berantakin semuanya!" omel Mia sambil sibuk menyapu.
Saat lantai sudah cukup bersih. Kini Mia membawa kain kecil untuk membersihkan debu di televisi dan meja.
Deg...
"Ku-taang siapa ini?" batin Mia terkejut seraya penglihatannya mendadak membeliak sempurna kala melihat pemandangan yang tak biasa di antena televisi milik Doni di ruang tamu apartemen.
Sebuah kacamata kembar yang biasa digunakan untuk penutup dan penyangga tempat nutrisi bayi yang disukai para lelaki. Benda krusial itu entah bagaimana caranya bisa berada di tempat tak lazim. Bertengger, lebih tepatnya tersangkut di antena televisi.
"Brengsek! Apa Mas Doni semalam sama si Della sok cantik itu!" batin Mia geram seraya tangannya merree-mas kacamata kembar berwarna hitam tersebut.
Lalu ia pun melempar benda menjijikkan itu ke sembarang arah. Tangannya mengepal erat. Kemarahannya sudah berada di ubun-ubun. Ia merasa kecolongan karena Della mendahuluinya untuk membuat Doni merem melek.
Tiba-tiba pintu kamar Doni pun terbuka. Seseorang keluar dari kamar tersebut sambil mengucek matanya khas orang bangun tidur.
Ceklek...
"Kamu siapa?" tanya Della terkejut kala menatap seorang wanita muda yang memakai kaos ketat warna pink dan rok pendek biru dongker di atas lutut berdiri di ruang tamu apartemen Doni.
Mia pun masih terdiam melihat penampilan Della dari atas ke bawah yang baginya sungguh menjijikkan dan membuat darahnya semakin naik. Terlebih Della keluar dari kamar Doni memakai lingerie baru yang ia beli dua hari lalu. Dan sengaja ia tinggalkan di lemari kamar Doni agar bisa dirinya pakai sewaktu-waktu bila ke sini untuk bercinta.
Ceklek...
__ADS_1
Tak lama Doni pun keluar dari kamarnya kala mendengar Della berbicara dengan seseorang.
Deg...
Jantung Doni mendadak berdegup kencang karena dua wanita yang selalu ia buat menjerit di bawah kuunngkungannya, kini saling bertatap muka tanpa sengaja.
"Mia," cicit Doni.
"Kamu kenal dia, Mas? Siapa dia kok seenaknya masuk apartemen kamu? Apalagi sampai tahu password kamu segala. Aku saja enggak tahu," tanya Della bergantian menatap Doni dan Mia.
"Ya ampun Del, Mia ini adik aku. Bahaya kalau dia sampai bicara yang enggak-enggak ke orang tuaku di kampung," bisik Doni memberi alasan.
"Hah! Adik kamu?" tanya Della balik yang diangguki oleh Doni.
Mia pun mendengar obrolan kedua orang di depannya dengan jelas walaupun dalam suara pelan. Doni mengatakan bahwa dirinya adalah adik kandung bukan kekasihnya.
"Adik? Sialan Mas Doni!" batin Mia geram.
Akhirnya Della yang justru salah tingkah. Sebab jika Mia adik kandung Doni, sungguh dia malu bertemu dalam kondisi seperti sekarang ini. Hanya memakai lingerie dan dalam kondisi kusut. Layaknya orang yang baru saja bangun tidur habis bertempur semalam suntuk.
Della merutuki kebo-dohannya. Jangan sampai hubungannya dengan Doni yang sudah sampai taraf layaknya suami istri ini diketahui oleh orang lain terlebih keluarga Doni. Walaupun Della tak tahu status Doni yang sudah menikah. Tetap saja ia tak enak hati dengan Mia, selaku adik kandung Doni.
"Maaf ya Mia. Aku dan Mas Doni sumpah, beneran kami tidak berbuat yang enggak-enggak. Aku hanya numpang tidur saja karena semalam hujan lalu bajuku basah kuyup," ucap Della yang memasang senyum cantik palsunya seraya menggenggam tangan Mia.
Berharap Mia tidak berpikiran yang bukan-bukan dan tidak membocorkan hal ini pada siapapun.
"Hujan dari Hongkong! Dasar jall lang! Kamu kira aku bo-doh apa!" batin Mia menggerutu sebal.
Akhirnya Doni menyuruh Della untuk mandi dan segera berganti pakaian. Mia pun lantas pergi ke dapur mengeluarkan makanan yang ia bawa tadi. Sembari komat kamit di dapur, tiba-tiba kedua lengan kekar mengapit tubuh Mia dari belakang sambil mengeenduus leherrnya.
Doni yang bertellannjaang d@-da dan hanya memakai boxer terus melancarkan serangan pada tubuh mungil nan padat milik Mia. Lelaki ini sengaja merayu Mia dengan seentuuhan di titik-titik lemah kekasih gelapnya itu.
Ia sudah sangat hafal di mana spot terbaik untuk membuat Mia tak berkutik. Terlebih memanfaatkan momen singkat saat Della sedang mandi seperti sekarang. Agar Mia tak merajuk lama-lama padanya.
"Akkh... yank," dees aah Mia dengan kakinya yang berdiri gemetaran.
Sebab Doni mengobrak-abrik pertahanannya atas bawah dengan bibir dan jarinya.
__ADS_1
"Maafkan aku, honey. Terpaksa aku bilang kamu adik kandungku. Nanti aku akan kasih kamu uang banyak buat beli lingerie lagi yang baru dan barang lainnya yang kamu mau," bisik mesra Doni di telinga Mia.
"Jan_ji akkhh... yank. Aku eng_gak kuat," cicit Mia sembari mendongak bersandar pada d@-da bidang Doni dengan mulutnya yang menganga menahan gempuuran jari nakkal Doni di bawah sana.
"Janji. Setelah Della pulang, aku akan puuassin kamu. Nanti honey bebas minta gaya apapun yang honey suka," bisik Doni.
Lantas Doni mengecuup sekilas bibir Mia dan membantunya membenahi kaos dan roknya yang sedikit kusut akibat ulah Doni barusan. Dikarenakan Doni mendengar Della sepertinya sudah selesai mandi dan tengah ganti baju.
Mia pun terpaksa menahan amarah sekaligus kekecewaan saat melihat Doni dan Della memakan apa yang ia bawa tadi. Niat hati makan siang berdua dengan Doni. Justru makanannya dimakan oleh musuh bebuyutannya.
Karena Mia tak beranggapan istri sah Doni di kampung sebagai musuhnya. Karena Doni juga jarang pulang dan enggak cinta sama istri yang dinikahi dari hasil perjodohan orang tuanya itu.
Sehingga di benak Mia, Della adalah musuh bebuyutannya. Namun ia berusaha menahan diri. Sebab ia juga butuh uang Della.
Selesai makan, Mia tengah membersihkan piring di dapur. Sedangkan Doni dan Della ada di dalam kamar. Doni sengaja menarik Della untuk masuk ke kamarnya karena sesuatu hal.
"Del, aku boleh minta uang untuk menutup mulut Mia. Supaya dia enggak bicara macam-macam ke orang tuaku di kampung. Apalagi Mia di sini kuliah. Biasanya dia ke sini minta uang jajan atau tambahan buat beli buku kuliah," ucap Doni sengaja berbohong.
"Berapa yang dibutuhkan adikmu?" tanya Della tanpa rasa curiga.
"Lima juta saja," ucap Doni.
"Oke," jawab Della seraya mengeluarkan ponsel dan tak lama muncul notif di ponsel milik Doni.
Tring...
"Sudah aku transfer, Mas. Aku pamit pulang dulu takutnya terlalu lama nanti dicari Kak Ste atau adik kamu bisa curiga," cicit Della seraya memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas kecil miliknya.
"Makasih sayangku. Mmuuacch..."
Sebuah kecuupan mendarat sekilas di bibir Della. Akhirnya Della pun pamit pulang pada Mia.
Setelah Della pulang, Mia pun tersenyum sumringah. Sebab Doni memenuhi janjinya memberikan uang ke rekeningnya dan memuasskan dahaga cintanya.
Keduanya berpacu di siang hari dalam kondisi cuaca Jakarta yang cukup panaass di luar sana. Dan di dalam, keduanya pun membuat suasana yang juga tak kalah pannassnya versi mereka.
๐๐๐
__ADS_1
Sepintar-pintarnya bang_kai ditutupi, baunya tetap tercium juga.
Semua ada waktunya. Tunggu tanggal mainnya dan akan seperti apa jadinya ketika bang_kai tersebut muncul ke permukaan dan terbongkar.