Bening

Bening
Bab 61 - Janji


__ADS_3

Akhir pekan telah usai, Arjuna dan Bayu pun sudah kembali ke Jakarta. Sebelum pergi ke Jakarta, Arjuna sempat berpesan beberapa hal pada Bening terutama mengenai menjaga kesehatan.


"Yank, jangan terlalu capek kuliahnya. Nanti pas malam pengantin malah loyo gimana?" cicit Arjuna membuat Bening memutar bola matanya jengah.


"Siap, Ndan. Komandan tak perlu khawatir. Kalau loyo artinya butuh tidur. Kan masih banyak hari setelah malam pengantin," balas Bening seraya terkekeh.


"Ah... gak asyik kamu, yank. Bisa-bisa aku ketularan karatan kayak si Bayu kelamaan jadi bujang lapuk," keluh Arjuna.


"Bayu lagi yang dibawa-bawa. Kasihan tuh dia sudah nunggu Mas di mobil dari tadi," tutur Bening seraya menunjuk Bayu yang tengah mengotak-atik ponsel di dalam mobil bersama Pak Tikno.


"Biarin! Aku masih kangen sama kamu," cicit Arjuna seraya memeluk Bening.


"Ya sudah, malam pengantin semoga kondisi aman terkendali dan kuat. Enggak loyo seperti Superman terkena kryptonite," ucap Bening seraya terkekeh.


"Ya enggak dong, yank! Masak aku disamakan seperti Superman yang lemes-lemes setelah kena kryptonite sih!" tolak Arjuna dengan nada yang sudah naik satu oktaf.


"Maybe," jawab Bening seraya tersenyum kecil.


"Mau bukti?" desak Arjuna sengaja menggoda Bening.


"Eitss... mau aku cincang itunya!" ancam Bening seraya bersedekap.


"Jangan dong, yank. Kayak daging qurban saja dicincang. Berabe dong," cicit Arjuna bergidik ngeri.


"Sudah masuk sana. Enggak enak Mas, sama Bayu. Aku kasihan lihat dia berantem terus sama Ayu. Pas kalian mau balik ke Jakarta, eh Ayu juga enggak nongol anterin Bayu. Gimana sih itu, sepupu kamu!" omel Bening.


"Bayu juga sih kelamaan gak jelas. Gantungin anak orang. Enggak to the point kalau dia tuh cinta sama Ayu. Terus si Ayu sendiri gak peka juga sama kode Morse yang Bayu kirim untuknya," ucap Arjuna mendengus sebal membahas dua sejoli yang hobi bertengkar di mana pun berada.


"Perempuan itu butuh kepastian, Mas. Dan kita sebagai kaum hawa, enggak semua bisa baca sinyal cinta yang berupa sandi-sandi dari kalian wahai para pria. Mau itu Sandi Morse, Sandi Angka, Sandi Abjad, Sandi Rumput, Sandi Kurung, apalagi Semaphore."


"Haha... calon Bu Kombes dulu siswi Pramuka yang teladan dan siaga banget pasti ya. Sampai hafal sandi-sandi Pramuka di luar kepala nih," goda Arjuna seraya terkekeh.


"Haishh..."

__ADS_1


"Bantuin dong, Mas. Buat deketin mereka berdua biar enggak kayak kucing sama tikus. Berantem terus," pinta Bening.


"Iya, nanti aku bantuin mereka. Setelah kita menikah pastinya," ucap Arjuna.


Bening pun tersenyum mendengar Arjuna mengiyakan permintaan dirinya untuk menjadi mak comblang antara Bayu dan Ayu.


"Jaga hati dan cintaku ya, Mas. Awas kalau di Jakarta macam-macam. Aku suruh Papa buat nembak kamu di tempat saja!" ancam Bening.


"Aku terima dengan ikhlas kalau kamu yang menembakku."


Bening pun terkejut, "Hah?"


"Menembakku dengan cintamu yang menghujam jantungku hingga aku terkapar-kapar karena serangan cintamu yang bertubi-tubi maha dahsyat melebihi dahsyatnya gelombang Tsunami," cicit Arjuna sengaja menggoda Bening.


Blussh....


Pipi Bening langsung merah padam mendapat rayuan cinta dari sang pangeran hatinya, Arjuna Sabda Mahendra.


"Beneran. Kok dibilang gombal sih, yank. Cubit nih," goda Arjuna.


"Ingat janji Mas ya waktu lamaran. Janji Mas depan Papa sama Ibu. Bakal setia, cinta dan jagain aku seumur hidup," ucap Bening dengan nada serius.


"Siap calon Bu Kombesku. Kalau aku enggak setia atau ketahuan selingkuh, terserah kamu mau diapakan. Aku akan pasrah menerima hukumannya," ucap Arjuna dengan lantang dan tegas.


"Pisah!" tegas Bening.


"Kok pisah sih, yank. Jangan nakut-nakutin deh," ucap Arjuna seraya cemberut.


"Aku serius. Kalau Mas sampai macam-macam. Ada cewek lain. Lebih baik pisah. Aku enggak mau diduakan apalagi ditigakan!" jawab Bening tegas.


"Punya satu saja belum dicicip lagi. Malah dua atau tiga. Enggak mungkin sayangku. Hatiku sudah kepentok sama kamu. Mentok beneran. Satu saja enggak akan ada habis-habisnya. Ngapain tambah yang lain," ucap Arjuna.


"Janji ya Mas," cicit Bening seraya memberikan jari kelingkingnya pada Arjuna.

__ADS_1


"Pegang janji dan omonganku tadi, hem."


Arjuna pun menautkan jari kelingkingnya pada jari Bening.


Akhirnya drama keduanya sebelum kembali ke Jakarta pun usai. Bahkan sampai-sampai Bayu tertidur di dalam mobil karena menunggu Arjuna terlalu lama hanya untuk sekedar berpamitan pada Bening.


Arjuna juga tak lupa berkali-kali menasehati Bening agar tidak terlalu capek kuliah sambil bekerja.


Bening tetap kekeh untuk bekerja di bakery shop dekat kampusnya. Sebab ia ingin punya uang sendiri dan berusaha mandiri. Walaupun gajinya tidak seberapa. Tetapi lumayan jika ditabung.


Komjen Pol Prasetyo Pambudi pun tak bisa melarang putrinya. Kini ia sedikit memberi kebebasan pada Bening untuk menentukan apa saja yang putrinya itu inginkan. Selama dalam hal kebaikan.


Bening ingin tetap berkuliah di UGM hingga selesai. Dan sekarang Bening juga sudah tidak tinggal di rumah Dokter Heni. Akan tetapi ia masih melakukan terapi rutin dengan Dokter Heni di klinik.


Kini Bening tinggal di sebuah rumah kos yang cukup mewah tak jauh dari kampusnya. Awalnya Bening ingin kos yang sederhana saja. Tetapi sang Papa menolaknya. Arjuna pun setuju dengan pendapat calon mertuanya itu.


Akhirnya Bening mengalah. Dan kedua pria yang ia cintai itu yang mencarikan kosan untuk dirinya. Yang sesuai dengan standar mereka. Terlebih keamanan dan kenyamanan untuk Bening.


Mengenai biaya kuliah dan kehidupan Bening selama di Yogyakarta juga tetap disokong oleh sang Papa. Selama putrinya itu masih belum menikah dengan Arjuna.


Bening pun menerimanya dengan senang hati sebagai bentuk kasih sayang sang Papa untuknya.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Minggu depan tepatnya saat hari Sabtu, Bening berencana ke Jakarta memberikan kejutan untuk sang Papa. Dikarenakan dua hari setelahnya, sang Papa akan dilantik menjadi Wakapolri. Acara sertijab tersebut akan dilakukan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta.


Komjen Pol Prasetyo Pambudi dan Arjuna tak mengetahui atas kehadiran Bening tersebut. Dikarenakan Bening membeli tiket pesawat secara diam-diam dari uang pribadinya.


Papa Bening dan Arjuna sempat bersedih hati karena Bening tak bisa hadir di pelantikan tersebut. Bening beralasan bahwa dirinya sedang ada acara di kampus yang tidak bisa diganggu gugat atau digantikan oleh orang lain.


Padahal Bening sengaja berbohong untuk memberi kejutan bagi keduanya saat diam-diam pergi ke Jakarta minggu depan. Bahkan Bening sudah menyiapkan kado khusus untuk sang Papa.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2