
Keesokan harinya.
Hari ini tepat di hari Minggu dan Arjuna tengah libur dinas. Berharap tak ada panggilan darurat saat ini karena dirinya ingin mengajak Beningnya untuk pergi makan siang di sebuah restoran mewah yang menyuguhkan makanan khas Jepang kelas atas.
Sebab nanti malam, Beningnya sudah harus kembali ke Jogja. Dan kedua calon mempelai itu akan memasuki waktu pingitan. Sebuah tradisi pra-nikah dalam perkawinan adat Jawa.
Arjuna sebagai calon mempelai pria untuk sementara tidak boleh bertemu Bening hingga akad nikah berlangsung.
Konon katanya jika calon pengantin laki-laki tak bertemu, agar calon pengantin wanita tampak lebih cantik dan memancarkan “aura bersinar ” saat pernikahan berlangsung.
Selain itu, pingitan juga memiliki tujuan lain untuk menanam rasa rindu bagi kedua calon pengantin. Membangun rasa percaya satu sama lain. Sehingga keduanya saat bertemu akad nikah maka rindu itu semakin membuncah dan mengeratkan cinta mereka semakin dalam.
☘️☘️
Restoran mewah ala Jepang kelas atas yang akan mereka berdua datangi siang ini yakni milik suami dari seorang artis tersohor papan atas. Lokasinya berada di The Plaza Jl. MH Thamrin, Jakarta.
Keduanya kini sudah berada di lantai 46. Bening begitu terpukau saat duduk di meja yang telah direservasi sebelumnya oleh Arjuna pada pihak restoran.
Spot yang dipesan oleh Arjuna yakni salah satu spot terbaik di restoran mewah tersebut. Sebab bisa melihat langsung hiruk pikuk jalanan Jakarta yang dikenal dengan macetnya.
Bening dan Arjuna siang ini memakai outfit dengan warna senada yakni ungu. Warna favorit Bening. Arjuna memakai kemeja ungu dengan jas dan celana hitam. Sedangkan Bening memakai gaun berwarna dasar ungu dengan corak bunga mawar merah dan beberapa garis abstrak warna hitam.
Mereka berdua duduk dekat jendela kaca. Restoran yang mereka kunjungi saat ini berada di salah satu gedung pencakar langit di pusat Ibukota Jakarta tersebut.
Siang ini langit Jakarta tengah mendung. Namun tak tampak akan hujan. Jadi terlihat cukup sejuk.
__ADS_1
"Gimana, suka?" tanya Arjuna tersenyum seraya menggenggam tangan Bening di atas meja.
"Banget, Mas. Pemandangannya indah. Makasih," cicit Bening seraya menatap Arjuna dengan senyuman renjananya dan membalas genggaman erat tangan Arjuna.
"Terima kasihnya simpan dulu. Nanti berterima kasihlah yang benar saat malam pengantin kita," bisik Arjuna mesra membuat pipi Bening merona dan tersipu malu.
"Modus," ledek Bening seraya terkekeh.
"MODUS itu singkatan Makin Omes Dapat sUusuu Sayang," cicit Arjuna lirih seraya tersenyum tipis.
"Masshh!!" geram Bening seraya menekan suaranya agar tidak terdengar pelayan restoran maupun pengunjung lainnya yang tengah bersantap siang.
Kondisi restoran terbilang tidak ramai dan hanya terlihat beberapa pengunjung saja. Akan tetapi Bening tentu malu dengan obrolan encum dari Arjuna barusan. Dan Bening pun menatap tajam Arjuna seraya mencubit perut calon suaminya itu.
"Aduh! KDRT ini namanya," ledek Arjuna seraya terkekeh.
"Haha..."
"Biar enggak tegang yank sebelum nikah," ujar Arjuna sambil tertawa kecil.
"Tegang atas apa tegang bawah?"
"Bhuahaa... calon Bu Kombes sudah berani nakal ya," ledek Arjuna seraya tertawa.
"Semua pokoknya gara-gara Mas dan othor yang tidak berperikesolehotan. Jadi aku terkontaminasi virus malam pengantin berbahaya," kelakar Bening.
__ADS_1
Keduanya begitu asyik mengobrol santai sambil menikmati hidangan makan siang yang disajikan pihak restoran.
Dan sesekali keduanya membahas persiapan pernikahan mereka yang hampir rampung dikerjakan oleh pihak Wedding Organizer ternama di Jakarta yang mereka tugaskan untuk menghandle segala urusan pernikahan mereka dari awal hingga akhir.
Seusai santap siang, keduanya pun asyik berfoto yang dibantu oleh staf restoran untuk mengambil gambar yang terapik dan instagramable.
"Yank aku ke toilet sebentar ya. Kamu jangan ke mana-mana. Duduk di sini saja," ucap Arjuna yang dijawab anggukan oleh Bening.
Arjuna pun lantas segera bergegas menuju ke toilet restoran.
Sambil menunggu Arjuna yang berada di toilet, Bening melihat aplikasi chattingnya ada beberapa pesan masuk. Baik pesan yang dari personal maupun grup.
Bening menscroll perlahan pesan-pesan tersebut dengan kelincahan jari jemari lentiknya. Ada yang dari Ayu dan ada pula yang dari calon ibu mertuanya. Ia pun segera membalas pesan dari dua wanita terpenting dalam hidupnya sekarang ini.
Namun usai menjawab pesan dari Ayu dan calon ibu mertuanya, tiba-tiba tangan Bening berhenti pada WAG Alumni SMA Cita Bangsa, sekolahnya dahulu bersama Rendra, Della, Luna dan Stevi.
Total pesan belum terbaca olehnya hampir seribu chat. Padahal tadi pagi WAG tersebut masih sepi dan hanya berisi beberapa chat yang sudah ia baca.
Setelah acara lamaran lalu, Rendra sengaja memasukkan nomor ponsel Bening terbaru ke dalam WAG Alumni SMA Cita Bangsa setelah mendapat izin dari Bening.
Akhirnya, Bening pun didera rasa penasaran melihat ribuan chat tersebut. Walaupun di grup yang berisi alumni satu angkatan dengannya dahulu saat sekolah di Cita Bangsa, dirinya termasuk jarang aktif nimbrung maupun berbalas pesan di sana, setahunya tak pernah mendapati WAG sekolahnya tersebut ramai chat seperti siang ini.
Klik...
Jarinya mulai membaca dari pesan paling atas perlahan-lahan. Dan seketika...
__ADS_1
Deg...
🍁🍁🍁