Bening

Bening
Bab 90 - Menuju Puncak


__ADS_3

Arjuna dan Bening sudah tiba di depan kamar pengantin mereka yang berada di lantai 19 The Ritz-Carlton, Jakarta.


Rasa dag... dig... dug.. semakin mendera kencang di jantung Bening.


Grogi, khawatir, dan gelisah tengah mendera hebat sang pengantin wanita ini hingga tangannya yang digenggam oleh sang suami, berkeringat dingin dan sedikit gemetar.


Grogi. Apa nanti dirinya sebagai istri mampu melakukan hal tersebut dengan baik karena tentu dirinya tak punya pengalaman yang berarti di bidang tersebut ?


Sebab yang pertama kalinya, mereka berdua lakukan dengan keterpaksaan. Dikarenakan Arjuna yang terkena pengaruh obat. Sehingga Bening menjadi sasaran empuuknya. Bening sudah menebak hal itu sejak pertama kali terjadi.


Dan ketika yang lalu bertemu Arjuna kembali di Jogja untuk pertama kalinya setelah sekian lama dirinya pergi meninggalkan rumah sang Papa, Arjuna telah mengatakan semuanya pada Bening secara jujur. Bahwa dia dijebak seseorang dengan obat peraanngsang dengan dosis yang cukup tinggi. Dan masih menyelidiki siapa pelakunya.


Khawatir. Apa nanti Arjuna puuass akan persembahan cintanya dalam mengolah bibit teri masa depan mereka malam ini? Dan hal itu membuatnya khawatir.


Gelisah. Gangguan kecemasan yang sudah lama tak ia rasakan, mendadak sekarang mulai datang kembali. Gelisah dan cemas menjadi satu. Bening berusaha menarik nafas dalam-dalam dan berpikiran positif agar semua berjalan lancar sesuai yang diharapkannya bersama Arjuna.


Walaupun nantinya mereka akan melakukan hal tersebut bukan untuk yang pertama kalinya. Tetapi bagi seorang Bening, malam ini terasa seperti malaam perrtamanya.


Arjuna pun sebenarnya sedikit tegang namun ia masih bisa menutupinya dengan apik. Sebagai suami, ia tahu bahwa Bening yang sudah menjadi istrinya, kini tengah tegang dan gelisah.


Ceklek...


Derit pintu kamar pengantin mereka dibuka oleh Arjuna.


Dan walah...


Sontak Bening terkejut dalam hatinya. Namun berusaha ia tak tampakkan secara kentara di raut wajahnya.


"Ayo sayang, masuk. Kita bersih-bersih dulu lalu salat," ucap Arjuna seraya tersenyum menggandeng Bening masuk.


"Eh, i_ya Mas."


Bening pun terbata-bata menjawab Arjuna. Sebab dirinya antara bingung dan terkejut melihat kamar pengantinnya yang seperti kamar biasa.


"Apa Mas Arjuna tidak salah kamar? Kok enggak ada hiasan pengantin sama sekali sih! Bunga satu pun juga enggak ada," gerutu Bening dalam hati.


Arjuna pun yang sudah tahu reaksi Bening saat melihat kamar pengantin mereka yang jauh dari ekspektasi pada umumnya, hanya bisa tersenyum tipis penuh makna.


Memang ini bagian rencana othor bersama Arjuna. Haha...


Akhirnya Bening pun segera menuruti perintah suaminya itu untuk segera bersih-bersih di kamar mandi. Bening yang tampak kesulitan membuka gaun pengantinnya, terpaksa memanggil Arjuna guna meminta tolong.

__ADS_1


"Mas," panggil Bening dari dalam kamar mandi.


"Iya, sayang."


Ceklek...


Brakk...


Pintu kamar mandi pun dibuka Arjuna secara kasar khawatir Bening memanggilnya karena jatuh atau terpleset di kamar mandi.


"Astaga, Mas. Bikin jantung mau copot saja," omel Bening seraya mengelus d@da karena kaget.


"Kenapa sayang?" tanya Arjuna dengan nada cemas.


"Ini, tolong bukakan gaunku. Susah, tanganku enggak nyampe."


"Oh, oke."


Akhirnya Arjuna membuka resleting gaun pengantin Bening yang ada di belakang. Perlahan tangan kekar tersebut menurunkan resleting gaun tersebut hingga hampir luruh ke lantai namun ternyata telah ditahan oleh kedua tangan Bening.


Pungguung putih muluss Bening terpampang nyata di depan matanya membuat si ular megalodon mulai menggeliat di bawah sana.


"Aku mandi dulu ya Mas, baru kamu."


Ucapan Bening sontak membuyarkan lamunan encum Arjuna.


"Eh, i_ya sayang. Mas, keluar dulu. Kalau ada apa-apa panggil Mas. Aku tunggu di luar. Jangan lama-lama," cicit Arjuna sedikit terbata-bata.


Akhirnya selepas Arjuna pergi, Bening pun langsung bergegas mandi dan berwudhu. Kegiatan mandi spesial tersebut digunakan Bening sebaik mungkin. Walaupun sehari sebelum menikah, ia sudah melakukan treatment spa khusus pra nikah dari salah satu body spa ternama di Jakarta yang dilakukan secara eksklusif di kediaman Komjen Pol Prasetyo Pambudi.


Sebab Bening masih dalam masa pingit kala itu, sehingga ia tidak dianjurkan keluar rumah jika bukan hal penting. Alhasil Bening memanggil body spa tersebut ke rumahnya. Bahkan Bening juga mencoba pertama kalinya spa ratus miss Vay.


Konon katanya spa tersebut membuat org@n kewanitaan terjaga kebersihannya hingga ke bagian terdalaam, makin keset dan terawat kekencangannya. Bahkan bagi seorang istri, efek ratus miss Vay itu bisa bikin suami merem melek dan betah di ranjang lama-lama.


Oleh karena itu banyak calon pengantin yang sering melakukan spa ratus yang berkhasiat maha dahsyat tersebut. Selain menyenangkan suami sekaligus sang istri mendapat nikmat dan pahala yang berlimpah.


Dikarenakan dalam hidup berumah tangga bukan hanya untuk pemenuhan nafkah lahir saja, akan tetapi nafkah batin itu menjadi aspek krusial. Jika suami sudah terpuasskan di rumah sendiri, maka hal itu mampu mencegahnya guna mencari rumah yang lain di luar sana alias rumput tetangga.


Sejatinya seorang lelaki normal akan mengeluarkan isi tess tisnya sebanyak 21 kali dalam sebulan. Sehingga sebagai istri yang baik, setelah dikenyangkan isi perut suami maka wajib dikosongkan isi as3t krusial di bawah perutnya.


Terlebih jika seorang istri yang meminta terlebih dahulu pada sang suami untuk pemenuhan nafkah batin. Bermanfaat pahala yang begitu besar sekaligus makin disayang suami.

__ADS_1


Keutuhan rumah tangga pun tetap terjaga dengan baik, selama suami istri saling bekerja sama dalam pemenuhan hak dan melakukan kewajiban masing-masing untuk membina masa depan sesuai harapan dan cita-cita bersama.


Kegiatan yang hampir seharian penuh menguras tenaganya dan berkeringat, membuat Bening membersihkan dengan detail setiap inci tubuhnya. Ia memeriksa seluruh daksanya. Tak ingin ada secuil kotoran maupun bau tak sedap yang menempel.


Dirinya ingin tampil cantik, wangi, dan sedap dipandang maupun dihirup nantinya oleh sang suami yang telah menunggunya di luar sana. Setelah sang istri selesai mandi spesial, kini giliran Arjuna.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Arjuna dan Bening telah selesai salat berjamaah. Tak lupa Bening mencium punggung tangan suaminya itu penuh takzim. Yang dibalas kecupan singkat pada kening Bening.


Mata Bening berkaca-kaca. Ia tak menyangka garis takdirnya berlabuh menjadi istri Arjuna Sabda Mahendra, pria yang merenggut kesuciannya tempo lalu. Tak ada dalam benaknya bahwa ia akan berjodoh dengan Arjuna.


Begitupun Arjuna tak menyangka takdir cintanya berlabuh pada seorang Bening. Bahkan kini Beningnya sudah halal baginya untuk ia sentuuh, ia peluk dan ia mesrai.


Keduanya pun bersantap malam di dalam kamar, setelah itu Arjuna membawa Bening keluar kamar dengan hanya berbekal sebuah tas kecil milik mereka masing-masing yang berisi ponsel dan dompet saja.


Arjuna dan Bening malam ini memakai celana jeans warna navy dengan kaos polos warna kuning. Keduanya kompak memakai outfit couple tersebut dan melangkah memasuki lift menuju ke lantai paling atas di hotel tersebut.


"Kok ke atas Mas? Memang kita mau ke mana?" tanya Bening yang bingung.


"Ada pokoknya. Kalau bilang sekarang nanti enggak jadi kejutan dong, yank."


"Ishhhh..." gemas Bening.


"Jangan lupa pakai jaketnya biar enggak kedinginan," ucap Arjuna seraya memakaikan sang istri jaket yang telah mereka bawa sejak tadi.


"Kalau dingin kan ada kamu hangatin," bisik Bening.


"Nakal," ucap Arjuna yang tersenyum seraya mencubit hidung Bening.


"Kan kamu sama othor yang bikin aku jadi nakal," balas Bening seraya terkekeh sambil membalas pelukan suaminya.


"Haha..." tawa Arjuna.


"Enak aje othor dibawa-bawa menuju puncak gemilang cahaya. Haiisshhh!" gerutu othor tidak solehot menjerit dalam hati.


Kini sampailah keduanya di atap hotel atau lantai paling atas. Sontak Bening pun tercengang.


"Hah,"


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2