
Satu minggu kemudian.
"Kamu sudah pikirkan masak-masak langkah apa saja yang kamu ambil?" tanya Bayu pada Arjuna.
"Iya, Bay. Untuk Della kita bisa tekan kasusnya. Terlebih dia terlibat beberapa kasus. Doni sudah mengaku. Dia yang memberi obat padaku atas suruhan Della. Walaupun sebenarnya Della ingin Bening tidur dengan pria bayaran lainnya bukan aku. Hanya celah itu dimanfaatkan oleh Doni juga supaya nama baikku tercemar," ujar Arjuna.
"Terus flashdisk itu?" tanya Bayu.
"Flashdisk itu remuk terkena ban mobil Della saat dibawa oleh putra Doni. Kasihan anak itu harus meninggal. Doni juga sudah mengaku terlibat pembakaran rumah dinasku dan otak pembunuhan para preman itu. Della yang menyuruhnya mencari bukti celah aibku dengan Bening. Rommy masih kabur tanpa jejak. Doni dipaksa mengaku persembunyian Rommy sampai mati dia gak akan buka suara. Huft..." ucap Arjuna seraya menarik nafas kasar.
"Aku rasa Doni ingin menanggung semuanya sendiri di penjara. Ia tak mungkin membuat Rommy tertangkap dan ikut masuk bui. Apalagi Rommy terkenal cukup pandai bersiasat dan bersembunyi," ucap Bayu.
"Iya, Bay. Jajaran sudah dikerahkan namun Rommy juga belum tertangkap," ucap Arjuna.
"Apa kamu sudah melihat istri Doni di rumah sakit? Kabar yang aku dengar istrinya keguguran," lanjut Bayu.
"Belum, Bay. Kemarin-kemarin aku sibuk mengurus kepindahan kuliah Bening dari Jogja ke Jakarta. Bulan depan aku pasti sudah sibuk dengan banyak tugas di Polres. Jadi semuanya harus aku kerjakan dengan cepat sekaligus kasus yang melibatkan Doni dan Della," ucap Arjuna.
"Bening jadi pindah kuliah ke Jakarta jadinya?" tanya Bayu.
"Mau gimana lagi, Bay. Enggak mungkin Bening aku tinggal sama ibu di Jogja dalam kondisi hamil dan berduka seperti ini. Jadi lebih baik kuliahnya pindah ke Jakarta. Aku sudah mengurus semuanya dan Bening tetap melanjutkan kuliahnya sesuai semester yang dijalaninya tanpa mengulang dari awal. Bening pun sudah setuju. Ia masih berat jika harus meninggalkan rumah Papa di Jakarta," tutur Arjuna panjang lebar.
"Semangat Pak Kombes. Aku juga beberapa bulan lagi pergi tugas di Batam. Semoga sebelum aku ke Batam, semua hal ini sudah selesai," ucap Bayu.
"Amin..." jawab Arjuna.
"Keep contact terus, Jun. Kalau perlu second honeymoon kalian nanti ke Batam saja. Bikin adonan berikutnya di Batam. Nanti aku jamu sampai puuas di sana," ledek Bayu.
"Yang ini saja belum keluar. Boro-boro buat yang baru. Kamu tuh segera halalin Ayu. Siapa tahu nanti anak kita bisa berjodoh," ucap Arjuna sumringah.
__ADS_1
"Entahlah, Jun. Doi sudah jelas-jelas mengindariku. Kamu lihat sendiri seminggu ini aku melayat terus ke rumah mertuamu, dia tak menampakkan batang hidungnya di depanku. Kalau pun tanpa sengaja bertemu, ia langsung melenggang pergi tanpa menatapku. Mungkin memang aku ditakdirkan jadi bujang lapuk. Sekali jatuh cinta ujungnya patah hati karena cinta bertepuk sebelah tangan. Miris sekali," cicit Bayu seakan menertawakan dirinya sendiri.
"Semangat, Bro. Selama janur kuning belum melengkung. Doi masih milik bersama," ucap Arjuna memberi semangat sahabatnya itu.
โ๏ธโ๏ธ
Beberapa potongan judul baik di media cetak maupun media elektronik selama satu minggu terakhir ini membuat heboh terutama pada kasus berita kematian mendadak Wakapolri. Terlebih bagi orang-orang di sekitarnya yang mengenal dengan sosok-sosok terlibat yang diberitakan. Berikut ini beberapa headline news yang dirangkum oleh sebuah televisi swasta :
Della Wijaya tersangka utama penyebaran berita hoax, fitnah sekaligus pencemaran nama baik putri kandung dan menantu almarhum Jenderal Polisi Prasetyo Pambudi telah berhasil ditangkap dan mendekam dalam sel tahanan di Mabes Polri. Persidangan perdana akan dijadwalkan bulan depan.
Della Wijaya terancam hukuman dua puluh tahun penjara dengan denda xxx miliar. Dikarenakan terkena pasal berlapis dan terlibat beberapa kasus.
Pengusaha Wijaya Lelono, Ayah kandung Della Wijaya dan Stella Wijaya meninggal dunia akibat overdosis obat kuat di sebuah hotel xxx bersama kupu-kupu malam. Konon kabarnya Wijaya Corp. telah dinyatakan bangkrut akibat terkena kasus korupsi mega proyek wisma olahraga xxx. Hampir sembilan puluh persen aset keluarga Wijaya disita dan beberapa rekening telah dibekukan.
Kakak kandung Della Wijaya yakni mantan model Stella Wijaya kabarnya tengah mengalami depresi berat dalam kondisi hamil muda. Dan sebelumnya telah ditinggal mati suaminya yang bernama Dave. Perusahaan milik mendiang suaminya juga di ambang kebangkrutan akibat dugaan pencucian uang serta bisnis tambang ilegal.
Ibu kandung Della Wijaya, Camila Wijaya, menghembuskan nafas terakhirnya pagi tadi setelah satu minggu dirawat di ICU rumah sakit xxx, Jakarta Selatan, akibat serangan jantung.
Pemakaman dari istri mantan pengusaha yang tersohor tersebut hanya beberapa orang saja yang ada di sana. Padahal sejatinya pemakaman orang kaya biasanya sarat banyak tamu serta kerabat yang hadir.
Namun sejak kasus Della Wijaya mencuat hingga kematian kedua orang tuanya serta berbagai kasus yang menimpa keluarga tersebut membuat banyak pihak menjauhi keluarga Wijaya.
Mereka lebih memiliki mengambil langkah seribu pada zona aman daripada harus ikut tersangkut paut dengan kasus keluarga Wijaya yang sudah viral seantero negeri.
"Mama... huhu... jangan tinggalin Della. Nanti kalau Della butuh apa-apa sama siapa? Papa udah enggak ada. Mama sekarang nyusulin Papa. Kak Ste masih sakit. Della harus jadi tahanan. Huhu... Mama !!" teriak histeris Della melupakan segala rasa pekat kesedihan dalam jiwanya.
Tampak Luna, Rendra dan Stevi hadir di pemakaman Camila Wijaya. Walaupun mereka sudah dianggap bukan teman oleh Della, tetapi ketiganya tidak tega melihat kehidupan teman SMAnya itu kian terpuruk dalam kesendirian.
Akhirnya Luna berinisiatif mengajak Rendra dan Stevi untuk datang ke pemakaman Ibunda Della. Walau awalnya Rendra menolak. Namun Luna berhasil meyakinkan kekasihnya itu dan juga Stevi untuk hadir.
__ADS_1
"Sabar, Del. Ikhlaskan Tante Camila. Aku yakin Mama kamu sekarang sudang tenang dan bahagia di sana," ucap Luna tulus seraya berjongkok dan menepuk pundak Della sebagai bentuk perwujudan kasih sayang seorang sahabat pada sahabatnya yang lain disaat berduka.
Bugh...
Della langsung mendorong Luna. Alhasil Luna yang tak siap dan masih dalam kondisi berjongkok tersebut akhirnya terjerembab ke tanah. Rok dan tangannya terkena tanah dan otomatis menjadi kotor.
"Apa-apaan sih kamu, Del. Lagi berduka begini kenapa harus berantem !" teriak Rendra tak terima sang kekasih didorong oleh Della hingga terjatuh ke tanah.
"Bela terus pacar kamu ini yang sok kecantikan. Kalian semua datang ke sini pasti cuma mau menertawakan dan mengasihaniku kan?"
"Astaga, Della. Kami semua tulus sama kamu," ucap Stevi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Aku masih percaya sama kamu, Stev. Tapi enggak sama mereka berdua. Dasar teman makan teman!" hardik Della pada Luna.
"Maaf, Del. Jika kehadiran kami dianggap kurang sopan di sini. Kami hanya ingin menguatkanmu dalam menjalani ini semua. Tapi jika kamu enggak mau, ya sudah. Kami mohon pamit. Semoga kamu bisa lekas tersadar bahwa ambisimu itu sama sekali tidak benar. Dan harus kamu buang jauh-jauh hal itu dari dirimu, jika kamu ingin hidup bahagia." Luna menyampaikan segala uneg-uneg di hatinya untuk Della.
"Apa yang dikatakan Luna itu benar, Del. Satu hal lagi jangan sampai kamu nyesel ketika nantinya enggak ada satupun teman yang perhatian dan tulus sama kamu. Jika kamu tetap bersikap seperti ini," ucap Rendra.
Deg...
"Waktu telah habis. Kita harus segera kembali ke Mabes," ucap petugas pada Della.
"Tunggu sebentar, Mbak. Saya masih ingin bersama mama saya. Tolong..." pinta Della memohon.
"Maaf, kami hanya menjalankan tugas. Mohon kooperatifnya. Jika melanggar, nantinya Anda sendiri yang repot." Akhirnya petugas pun membawa Della kembali ke dalam selnya.
"Tidak!! Aku masih ingin sama mama. Please..." pinta Della memohon dengan berderai air mata.
Luna, Rendra dan Stevi berusaha membantu Della untuk stay beberapa saat lagi di area pemakaman ibunya. Dengan cara bernegosiasi pada petugas. Namun harapan tinggal harapan kosong. Della tetapi digelandang kembali ke Mabes.
__ADS_1
"Mama !!" teriak histeris Della saat dipaksa kembali masuk ke dalam mobil meninggalkan area pemakaman ibunya yang telah selesai.
๐๐๐