Bening

Bening
Bab 93 - Pengantin Baru Menghilang


__ADS_3

Fajar telah menyingsing. Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi dan semua keluarga besar Komjen Pol Prasetyo Pambudi dan juga Ny. Lina selaku ibunda Arjuna sudah berkumpul di meja khusus restoran The Ritz-Carlton, Jakarta, guna sarapan pagi.


Tampak duduk satu meja ada Papa Bening, Dokter Heni, Ny. Lina serta beberapa kerabat mereka yang dituakan. Sedangkan Ayu dan Bayu duduk di bagian kaum muda-mudi berada di area pojok.


Ayu masih sebal pada Bayu. Sebab semalam Bayu sengaja membohonginya. Jadinya dirinya gagal melihat kamar pengantin Bening dan Arjuna.


"Ayo makan, jangan cemberut terus. Nanti makin kurus jadi enggak enak kalau mau di puk-puk." Bayu bersuara seraya memberikan piring berisi nasi, sayur dan lauk pada Ayu.


"Jangan bicara sama aku! Sebell !!" ketus Ayu seraya mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Setelah makan, nanti coba kita lihat pengantin baru di kamarnya. Mungkin mereka masih tidur," ucap Bayu mencoba mencairkan suasana.


"Jam delapan pagi masak si Junet sama Bening belum bangun sih! Enggak mungkin deh. Kan mereka harus salat Subuh," jawab Ayu.


"Iya Subuh, pastinya mereka bangun lah. Terus kalau setelah Subuh mendadak ada serangan meriam memborbardir, masak ditolak. Pastinya selesai serangan fajar palingan mereka tidur lagi," cicit Bayu tanpa tedheng aling-aling.


"Hah! Hotel ini tadi pagi dibom," cicit Ayu yang langsung dibekap mulutnya oleh Bayu.


Beruntung keduanya duduk di pojok dan suara Ayu tak begitu keras sehingga belum terdengar orang lain.


"Lepas! Haishh... kenapa mulutku, kamu bekap? Bikin orang susah nafas saja. Kalau aku pingsan kehabisan nafas gimana coba, huft!" ketus Ayu.


"Ya tinggal aku kirim nafas buatan ke kamu. Cepat sampai kok. Enggak perlu pakai jalur ekspedisi apalagi perantara makelar. Langsung pakai jalur JTBH pasti kamu batal pingsan," kelakar Bayu.


"JTBH apaan itu?" tanya Ayu bingung.


"Jalan Tol Bebas Hambatan," jawab Bayu santai sambil tersenyum kecil.


"Huh, dasar!" ujar Ayu seraya memukul pundak Bayu yang duduk di sampingnya.


"Kamu ingat ini hotel bintang lima, jangan bahas bom. Nanti kamu ditangkap, dikira ter rooris. Mau?" bisik Bayu di telinga Ayu.


"Jangan, dong!"

__ADS_1


"Habis kamu tadi bilang bom dan serangan meriam. Aku kan jadi takut dan berpikir yang bukan-bukan. Tapi kalau ada serangan kok aku enggak kena ya?" cicit Ayu lirih.


"Astaga bocah ini! Belum paham juga serangan fajar itu bagaimana rasanya. Sepertinya besok perlu aku bawa langsung ke KUA saja. Gak tahan pengin giigit bibirnya yang luwes lemmes itu," batin Bayu seraya melirik Ayu yang masih komat-kamit.


☘️☘️


Selepas sarapan, Ayu dan Bayu pun menuju lantai 19. Saat keduanya berjalan menuju kamar pengantin, Ayu melihat beberapa orang WO sedang lalu lalang membereskan baju pengantin dan beberapa perlengkapan lainnya dari dalam kamar Arjuna dan Bening.


Ayu pun mempercepat langkahnya dan sebelum pintu ditutup, ia langsung nyelonong masuk. Bayu pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Ayu yang ingin sekali melihat seperti apa rupa kamar pengantin itu.


"Loh kok sepi? Si Junet sama Bening ke mana, Mbak?" tanya Ayu pada salah satu karyawati WO.


"Oh, maaf Mbak. Saya kurang tahu. Karena pagi ini kami diminta sama Mas Arjuna untuk mengambil baju pengantin dan beberapa perlengkapan dari pihak Wedding Organizer untuk dibereskan," ucap karyawati WO dengan sopan.


"Oh, begitu."


"Kami permisi dulu ya Mbak, Mas."


Karyawati tersebut pun berpamitan dengan sopan pada Bayu dan Ayu.


Setelah pihak Wedding Organizer pergi, Ayu langsung mencoba duduk di ranjang pengantin. Sedangkan Bayu duduk di sofa sambil menyalakan televisi.


"Arjuna dan Bening ke mana ya? Kata kamu mereka masih tidur. Buktinya sudah enggak ada di kamar," omel Ayu.


"Mana ku tahu," jawab Bayu cuek.


"Haishh! Masak hal begini kamu gak tahu sih! Terus ini juga kamar pengantin kok sepi kayak kuburan sih. Masak gak ada bunga atau hiasan atau tulisan apapun yang romantis gitu," cicit Ayu seraya pandangannya menyisir seluruh kamar Arjuna dan Bening di lantai 19 tersebut.


"Mungkin Arjuna dan Bening menghemat. Buat apa juga diberi bunga dan lain-lain kalau ujungnya dibuang. Kan mereka mengolah adonan bayi bukan adonan bunga nantinya," jawab Bayu asal.


"Sekali bujang lapuk tetap kamu itu cocoknya jadi bujang lapuk! Cewek itu kan suka hal berbau romantis. Masak kamu enggak paham begituan. Kasihan banget istrimu nanti pasti garing hidupnya," gerutu Ayu.


Bayu pun hanya diam saja tak membalas omelan Ayu. Ia sengaja membiarkan wanita yang ia cintai itu terus komat-kamit seperti Mbah dukun baca mantra. Bayu hanya bisa tersenyum tipis mendengarnya.

__ADS_1


Karena suara Ayu bagaikan mirip suara beo di rumah kontrakannya. Membuat hidupnya yang sunyi sepi menjadi lebih ramai dan berwarna-warni.


☘️☘️


Kota Bandung


Sedangkan pasutri yang sedang dicari oleh Ayu, saat ini tengah asyik berendam di bathtub.


Arjuna tengah meniikmati rasa yang tak bisa dijabarkan ketika Bening memanjakan ular megalodonnya yang saat ini berada di dalam bibir merah delima itu.


Bening pun sangat meniikmatinya seperti makan perrmen cap cip cuup. Arjuna duduk di marmer bathtub berwarna putih di sebelah shower. Sedangkan Bening berada di dalam bathtub dan berjoongkok di depan megalodon Arjuna.


"Yankk... aku enggak tahaan. Su_dah ya, aku mau buang es krim vanilanya di tempat yang seharusnya," ucap Arjuna terbata-bata menahhan gejjolak seemburan laahharnya yang sudah di ujung tandduk.


Bening hanya nyengir menanggapi cuitan Arjuna yang sudah ingin berkeddut-keddut.


Arjuna yang tahu bahwa sang istri sengaja mengerjainya, tanpa basa basi dirinya langsung masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air hangat dan serangan siang terjadi di kamar mandi hotel.


Hingga Bening menjeerrit minta ampun dengan memanggil terus nama suaminya itu dengan suara yang merdu di telinga Arjuna.


Entah berapa ronnde yang dilakukan keduanya sejak semalam, berlanjut serangan pagi setelah salah Subuh. Dan sekarang, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi menjelang siang. Keduanya masih asyik bermain di dalam sana.


Sejak semalam, berbagai gaya pun telah dicoba oleh pasutri muda ini. Mulai gaya joki pacuan kuda, cicak berpelukan main gunting, cicak nempplok di dinding, gaya kupu-kupu nempplok kumbang, kepiting kepedesan, saling makan permen cap cip cup bersama lapis legit, gaya jadul, hingga kamar mandi horor pun dijelaajahi.



Foto : By google.


Kamar mandi yang awalnya sunyi sepi kini mendadak menjadi horor karena terdengar suara-suara yang disukai pasangan suami istri namun bagi para jomblo di luar sana, hal itu adalah suara goib yang membuat bulu kuduk merinding jika sampai mendengarnya.


Alunan merdu dessa han femi nin saling bersahut-sahutan dan erra nngan janntan bersama kecippak kecippuk bunyi air yang terombang-ambing oleh gellombang cinta pasutri yang tengah di mabuuk asmara.


Akhirnya megalodon yang berbisa itu pun menyembuurkan es krrim vanilanya kembali siang ini pada tempat yang semestinya. Berharap setelah ini ternak bennih ularnya membuahkan hasil cantik dan tampan seperti orang tuanya yang sudah mengolah adonan penuh cinta dan semaksimal mungkin.

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2