
Stella yang kesal memutuskan pulang ke rumah orang tuanya. Sang suami juga belum kembali dari Bali. Dirinya juga sedang malas pulang ke apartemennya.
Tap... tap... tap...
Derap langkah sepatu hak tinggi Stella menggema mulai dari pintu masuk utama di kediaman orang tuanya hingga ruang keluarga. Kebetulan kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah. Hanya ada Della, adiknya, dan pelayan rumah.
Ceklek...
Brakk !!
Pintu ruang keluarga dibuka lebar lalu ditutup dengan kencang seperti dibanting. Alhasil pintu tersebut tetap tidak tertutup sempurna.
Stella meluapkan kekesalannya pada Bening di media pintu ruang keluarga. Dan sedang ada Della di sana.
"Astaga Kak Ste! Bikin kaget saja. Untung aku enggak jantungan," cicit Della yang sedang asyik menonton televisi di sana sambil mengelus dada karena kaget gebrakan pintu dari Stella barusan.
Stella pun mendaratkan b0k0ngnya ke sofa.
"Fiuh..."
"Sialan! Brengsek!" umpat Stella.
"Ya ampun, kenapa lagi Kak Ste? Datang-datang kok marah sih!" ketus Della.
__ADS_1
Stella berusaha menarik nafas dalam-dalam. Meredam emosinya pada sosok Bening walaupun masih tetap panas membara rasa dongkol yang bercokol di hatinya.
"Kamu masih ingat dengan Arjuna, mantan kekasihku yang lalu menolongku ke rumah sakit?" tanya Stella.
"Tentu saja aku ingat, Kak. Kan waktu kakak belum sadar, aku yang bertemu dengannya. Dia makin tampan dan gagah Kak daripada yang dulu. Memangnya kenapa, Kak?"
"Dia mau menikah sama putri Wakapolri yang baru ini dilantik. Namanya Bening Putri Prasetyo. Aku tadi ketemu dia di butik Mbak Farah. Dia tahu kalau aku mantan pacar Arjuna. Gadis itu sok banget sama aku di sana. Gayanya udik tapi sombong. Dasar belagu!" maki Stella.
"Hah! Belagu gimana maksud kakak?" tanya Della penasaran.
"Aku tadi kan cuma mancing dia kalau gaya pacaran aku sama Arjuna dulu sampai berhubungan badan. Padahal enggak. Aku pengin si Bening itu cemburu berat dan kalau bisa putus sama Arjuna. Enggak jadi nikah. Aku enggak rela Arjuna sama dia."
"Eh malah dia bilang ke kakak kalau enggak masalah akan hal itu karena dia sama Arjuna juga melakukan hubungan badan. Dia ngaku kalau sudah nikah siri sama Arjuna saat lamaran tempo lalu di Jogja. Dasar menyebalkan! Bahkan tadi di butik Mbak Farah dia dihandle sama Mbak Farah langsung sedangkan kakak dihandle stafnya Mbak Farah. Hanya karena kakak enggak buat janji dulu ke sana. Padahal kakak sudah lama jadi member VIP di butik Mbak Farah. Sebel, kesel banget tahu Del. Kakak merasa direndahkan sama calon istri Arjuna itu. Huft!" gerutu Stella.
"Dasar Bening kurang ajar! Dia sudah bikin kakakku malu di butik Mbak Farah. Awas saja aku buat dia lebih hina nanti!" batin Della geram.
Della pun berdehem setelah sang kakak usai bercerita panjang lebar alias curhat padanya.
"Tenang saja, Kak Ste. Della akan buat perhitungan dengan Bening. Dia sudah bikin Kak Ste malu di butik Mbak Farah. Maka dia akan menerima yang lebih hina dari itu. Della janji," ucap Della dengan tatapan tajam merencanakan sesuatu pada Bening.
"Yang bener, Del. Memang kamu kenal si Bening itu?" tanya Stella penasaran.
"Dia dulu teman sekolah Della waktu SMA. Di sekolah dulu, dia dikenal kutu buku alias cupu. Enggak pernah pacaran. Cuma gayanya emang belagu. Bahkan dia pernah mencoba dekat sama si Rendra, cowok yang aku taksir. Rendra itu anak orang kaya, tampan dan terpopuler di sekolahku dulu, Kak Ste."
__ADS_1
"Oh begitu. Hmm... Jangan-jangan dia OKB alias Orang Kaya Baru yang sok belagu dan sombong. Palingan juga harta bapaknya dari hasil korupsi. Haha..." ledek Stella.
"Haha..." tawa keduanya.
"Sepertinya begitu, Kak Ste. Pokoknya kakak tahu beres saja. Nanti aku buat dia lebih terhina atas apa yang sudah dia perbuat ke Kak Ste hari ini. Lihat saja," ucap Della dengan senyum devilnya meyakinkan Stella.
"Thanks, Del. Kamu emang adik paling the best pokoknya sedunia. Kakak jadi enggak sabar melihat muka dia yang malu dan terhina. Acara pernikahan mereka konon kabarnya satu minggu lagi," ucap Stella menampilkan senyum smirknya. Sebab sebentar lagi Bening akan merasakan pembalasan darinya melalui tangan sang adik yakni Della.
"Iya Kak Ste, aku sudah tahu mengenai hal itu. Dan aku sudah terima undangannya juga. Dia mengundang kepala sekolah, seluruh guru, pihak yayasan sekolah dan murid satu angkatan dengan kita di Cita Bangsa. Venue acaranya dilangsungkan di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Hotel."
"Brengsek! Pernikahan gadis sok OKB itu dengan Arjuna di hotel bintang lima yang sangat mahal!" umpat Stella dengan nada geram.
"Jangan-jangan uang buat bikin pernikahan mewah tersebut dari hasil berhutang Kak," ledek Della.
"Haha... iya kamu bener juga. Hutang ke bank mungkin. Bisa jadi Ibunda Arjuna ingin memamerkan ke aku bahwa pesta pernikahan Arjuna lebih mewah daripada pernikahanku dengan Dave," sindir Stella merasa tak terima.
"Bisa jadi Kak. Kan dari dulu Ibu Kak Juna enggak merestui hubungan kakak sama anaknya," ucap Della.
"Hem..." jawab Stella singkat.
Keheningan pun terjadi. Kedua kakak adik itu tengah sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Lihat saja nanti, Ibunya Arjuna bisa melihat bahwa dia telah salah pilih menantu. Seharusnya aku yang bersanding sama Arjuna bukan Bening," batin Stella tersenyum devil. Otaknya sudah merencanakan sesuatu.
__ADS_1
"Kamu harus terima pembalasan dari aku, Bening. Beraninya kamu hina kakakku. Belum tahu kamu berhadapan dengan siapa. Della bukan penakut sepertimu yang hanya bersembunyi dibalik ketiak jabatan bapakmu!" batin Della tersenyum licik.
๐๐๐