Bening

Bening
Bab 47 - Papa


__ADS_3

Hari masuk kuliah pun telah tiba. Pagi-pagi sekali Bening sudah rapi dan menyiapkan beberapa bahan untuk OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus).


Selama tiga hari ke depan, Bening akan menjalankan OSPEK di kampusnya. Dan ia sudah meminta ijin pada bosnya. Selama Ospek, dirinya mulai masuk kerja sore hari hingga tutup toko jam sembilan malam.


Gajinya dipotong pun Bening tak masalah, karena jam kerjanya memang berkurang. Bos tempatnya bekerja adalah teman baik dokter Heni. Tentu saja hal itu tak jadi soal. Terlebih selama ini Bening memiliki loyalitas tinggi dan kerja yang cukup baik di tempat usahanya itu.


Bening bersemangat sekali selama mengikuti Ospek dua hari ini. Tak ada halangan yang berarti. Dia juga sudah berteman dengan beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang satu jurusan dengannya.


Komunikasi dengan Arjuna juga terbilang lancar dan cukup intens. Terlebih Pak Kasat Reskrim satu itu selalu menghubunginya saat jam makan siang tiba dan sebelum tidur.


Walaupun hanya menghabiskan waktu beberapa menit saja saat keduanya melakukan interaksi via telepon dan terkadang Arjuna sengaja meminta merubahnya menjadi panggilan video. Bening pun mengiyakan tanpa banyak membantah.


Karena jika terlalu banyak membantah, Arjuna akan langsung menjadikan sang Papa sebagai alasan. Bening pun memutar bola matanya jengah dan tertawa melihat keposesifan Arjuna serta tingkah konyol lelaki itu.


Tak banyak kata yang terucap saat keduanya berkomunikasi di udara. Arjuna hanya selalu rutin mengucap kata maaf, terima kasih, cinta dan rindu. Tak ayal membuat Bening merona dan tersipu malu.


Bening tak munafik bahwa hatinya selalu bergetar setiap Arjuna meminta maaf padanya. Dari getaran haru berubah menjadi berbunga-bunga kala mendengar Arjuna mengucap kata cinta dan menyampaikan cita-cita serta angannya di kehidupan mereka berdua setelah menikah nanti.

__ADS_1


Sosok Arjuna yang dewasa dan Bening di fase remaja yang tengah beranjak dewasa, membuat kedua insan ini berusaha saling mengerti dan memahami. Walaupun terkadang ada cekcok kecil saat Bening terlambat membalas pesan Arjuna atau pun tidak mengangkat teleponnya.


Bukan menuduh Bening berselingkuh. Sebab Arjuna sangat mengetahui karakter wanita yang ia cintai ini bukan tipe wanita yang mudah menduakan. Tetapi Arjuna tetap saja kesal jika Bening terlalu dekat dengan teman lelaki di kampusnya. Bahkan pelanggan pria di tempatnya bekerja.


Terlebih saat mata-matanya yakni Pak Tikno menyampaikan berita jika ada lelaki mendekati Bening walaupun hanya sebatas teman. Arjuna menatap tajam foto-foto yang dikirim Pak Tikno di ponselnya.


Walaupun sebenarnya ia menugaskan Pak Tikno mengawasi Bening dari jauh tanpa sepengetahuan Bening. Sebab khawatir wanita yang ia cintai itu kabur lagi. Namun justru ia mendapati informasi tambahan jika ada beberapa pria yang mendekati Bening.


Bening hanya tersenyum kecil melihat tingkah Arjuna yang begitu posesif sekaligus bucin padanya. Ia merasa begitu dicintai oleh Arjuna. Namun ia tetap belum bisa menyatakan kalimat cinta pada Arjuna.


Dirinya pun tak tahu mengapa. Entah masih ada benteng yang membatasi hatinya atau belum ada keberanian mengutarakan. Hatinya masih gamang. Tetapi ia sangat bahagia dengan kehadiran dan perhatian Arjuna untuknya.


Nama Bening menjadi peringkat nomor dua dengan nilai terbaik tersebut. Penyerahan hadiah secara simbolis akan dilakukan di hari ketiga Ospek saat acara penutupan yang bertajuk talkshow "Meraih Impian dan Cita-cita".


Bening terharu karena dirinya berhasil mendapatkan beasiswa selama dua semester ke depan dan otomatis uang dari hasil gajinya bekerja bisa ia tabung. Dirinya sempat berpikir untuk kos. Sebab ia tak mau terus menerus tinggal di rumah Dokter Heni.


Ia tak mau jadi beban orang lain. Walaupun Dokter Heni tidak merasa begitu. Dokter Heni sangat senang akan kehadiran Bening di rumahnya. Ia tak kesepian lagi sebab ada Bening yang menemaninya.

__ADS_1


Aula utama Fakultas Hukum, UGM.


Dan kini acara penutupan OSPEK pun tiba, Bening duduk di deretan kedua paling depan.


Tap... tap... tap...


Derap langkah sol sepatu menggema dari pintu arah barat sisi panggung yang masih tertutup rapat.


Ceklek...


Pintu pun terbuka menyambut tamu kehormatan yang datang pada acara penutupan OSPEK di Fakultas Hukum, UGM. Serentak semua mahasiswa dan mahasiswi yang bersiap menyambut tamu tersebut langsung berdiri dan akan memberi tepuk tangan yang meriah.


"Tepuk tangan yang meriah, kita sambut tamu kehormatan kita Komjen Pol Prasetyo Pambudi, S.H., M.H.," ucap pembawa acara.


Senyum mengembang dari Bening dan tepuk tangan yang tengah ia lakukan surut seketika. Kala menatap wajah sang tamu kehormatan yang melangkah memasuki aula kampusnya menuju panggung acara.


Deg...

__ADS_1


"Papa. Bagaimana bisa?" batin Bening tengah gusar menatap wajah cinta pertamanya yang tersenyum dan melangkah dengan gagah naik ke atas panggung bersama Riko, ajudan pribadinya.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2