Bening

Bening
Bab 76 - Terlambat


__ADS_3

Senin


Hari pelantikan Wakapolri pun tiba. Bening sudah berada di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan. Hari ini ia memakai kebaya dengan motif khas Yogyakarta.


Dihadiri oleh Kapolri dan seluruh Pejabat utama Polri dan para Kapolda telah berada di sana. Bening terlihat begitu anggun nan cantik. Cerita Bening yang masih hidup pun sempat menggemparkan di kalangan seluruh Pejabat utama Polri terutama.


Sungguh fenomena yang langka namun nyata. Terlebih cctv bandara yang tak terendus pihak mana pun sehingga membuat Bening yang pergi dari bandara Soekarno Hatta kala itu luput dari perhatian semua pihak.


Dan sekarang banyak para pejabat utama Polri yang melirik putri Komjen Pol Prasetyo Pambudi. Seakan tertarik untuk dipinang menjadi menantu.


Namun beberapa pejabat tersebut harus rela gigit jari kala Papa Bening dengan lugas mengatakan telah memiliki calon menantu yakni AKBP Arjuna Sabda Mahendra.


Tentu saja beberapa kalangan pejabat Polri terutama di wilayah Ibukota Jakarta dan Propinsi Jawa Barat sudah cukup mengenal nama polisi muda bertalenta dan pintar yakni Arjuna Sabda Mahendra.


Acara pelantikan pun berjalan lancar tanpa hambatan apapun. Acara resmi telah usai dan saat ini hanya acara ramah tamah yang bersifat lebih santai dan keakraban antar sesama keluarga Bhayangkari.


Hingga acara usai pun Bening berusaha tersenyum dengan baik di hadapan semua mata yang memandangnya. Bahkan pada sang Papa sekalipun. Walaupun hatinya tengah sedih dan kecewa karena Arjuna tak datang juga di acara pelantikan Sang Papa.


Komjen Pol Prasetyo Pambudi sudah mengatakan tak masalah Arjuna tidak jadi datang. Sebab ia tahu Arjuna tengah sibuk, ada panggilan tugas di kota Bandung.


Bening pun sudah mengetahui jelas alasan Arjuna tidak datang dari sang Papa. Akan tetapi yang membuatnya kecewa kenapa sampai sekarang pun tidak ada telepon dari Arjuna padanya maupun pada sang Papa padahal ponsel mereka telah menyala sejak semalam.


Apa Arjunanya sesibuk itu hingga ia tak sempat untuk menghubunginya?


Apa Arjunanya benar di Bandung atau tengah bersama Stella?


Pikiran-pikiran negatif tengah menghantui benak Bening.


Ayu dan Bayu memang tidak menghadiri acara pelantikan Papa Bening. Ayu berada di kediaman Bening. Ia tengah sibuk melakukan packing baju karena beberapa jam lagi dirinya akan kembali bersama Bening ke Yogyakarta.


Ayu tengah tersenyum sumringah menatap selembar kertas seperti cek yang menyatakan bahwa dirinya memenangkan dua buah tiket wisata ekslusif bersama pasangan ke Maldives. Untuk waktu keberangkatan bebas kapan pun sesuai pengajuan dari pemenang itu sendiri untuk pergi ke Maldives.


Bayu pun saat ini tengah sibuk dengan kedinasannya. Senyum terus terpancar dari wajahnya sejak semalam. Dikarenakan saat kemarin, mereka memenangkan perlombaan tersebut yang berhadiah ke Maldives, Ayu saking gembiranya mencium pipinya.

__ADS_1


Bahkan tadi pagi dirinya hanya mandi tanpa mencuci muka dengan sabun wajah seperti biasanya. Dirinya cukup berwudhu saja. Rasanya ia tak ingin bekas ciuman Ayu di pipinya cepat menghilang.


Bayu tengah di mabuk cinta. Namun naas sahabatnya yakni Arjuna tengah bermasalah cinta.


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.


Panggilan untuk melakukan boarding pada penerbangan GA 696 jurusan Jakarta-Yogyakarta yang akan lepas landas lima belas menit lagi, telah berbunyi beberapa kali.


Memanggil para penumpang penerbangan tersebut termasuk Bening dan Ayu. Keduanya juga akan menaiki penerbangan itu.


Bayu menyempatkan diri untuk mengantarkan Ayu pulang ke Yogyakarta. Dirinya datang terburu-buru ke bandara sambil membawakan kentang goreng dari sebuah restoran cepat saji yang ternama, favorit wanitanya itu.


Ayu pun sumringah dan menerimanya dengan senang hati. Ia pikir Bayu tak mengantarkan kepergiannya. Walaupun hanya sekedar melihat sebentar saja.


Pada akhirnya Bayu menepati janjinya untuk datang ke bandara melambaikan tangan padanya ketika dirinya akan menaiki pesawat bahkan membelikan cemilan favoritnya. Ayu pun begitu terharu dengan perhatian Bayu padanya.


Bening memeluk Papanya yang masih berseragam dinas lengkap yang sama seperti saat pelantikan menjadi Wakapolri yang baru saja usai dilakukan beberapa jam lalu. Bahkan beberapa ajudan pribadinya baik Riko maupun yang lain bersiaga ketat di dekat Komjen Pol Prasetyo Pambudi dan keluarganya.


Bening mencium tangan sang Papa dengan takzim. Lalu kedua pipi Papanya juga tak luput ia cium penuh sayang.


Komjen Pol Prasetyo Pambudi pun membalas pelukan putri semata wayangnya itu dengan erat. Dan ia juga mencium kening Bening.


"Maafkanlah Arjuna yang tak bisa datang. Kamu harus tangguh dan terlatih sebelum menjadi seorang Ibu Bhayangkari. Bahkan Mama kamu dahulu, pernah tidak Papa telepon dalam waktu satu bulan penuh. Hanya dalam doa kita saling menguatkan. Dan berharap hadir dalam mimpi di setiap malam saat kondisi kita berdua tengah berjauhan."


"Bahkan kasus dan masalah apapun dalam pekerjaan Papa, Mama kamu pun tak pernah tahu. Karena prinsip Papa, Mama cukup tahu bahwa Papa sedang baik-baik saja dan dalam kondisi bahagia. Walaupun sebenarnya sedang tidak baik-baik saja entah karena peliknya suatu kasus atau masalah pekerjaan yang menyita emosi dan pikiran," tutur Papa Bening dengan bijak.


"Fiuhh..."


Sebuah helaan nafas berat meluncur dari bibir Bening.


"Sabarlah. Katanya mau jadi Ibu Bhayangkari. Baru ditinggal sebentar saja sudah cemberut begini. Gimana nanti kalau ditinggal sebulan atau berbulan-bulan?" ledek Papa Bening seraya terkekeh.

__ADS_1


"Papah," rengek Bening.


"Haha..." tawa Papa Bening.


"Sudahlah, sayang. Anggap ini ujian pertamamu menjadi calon Ibu Bhayangkari. Semoga kamu bisa seperti Mamamu yang tangguh dan tak pernah mengeluh. Semoga putri Papa ini mampu menjadi seorang istri perwira polisi yang hebat dan mampu berdikari," ucap Komjen Pol Prasetyo Pambudi berusaha menguatkan dan mendoakan putrinya.


"Amin..." jawab Bening.


Akhirnya Bening dan Ayu pun pergi meninggalkan Jakarta dengan rasa yang berbeda.


"Semoga kamu selalu menepati janjimu, Mas. I Love you..." batin Bening yang sudah berada di udara tengah menatap daratan dari kaca jendela pesawat.


Mobil Papa Bening dan juga mobil Bayu baru saja keluar pintu gerbang Bandara Soekarno Hatta, tak lama mobil Arjuna tiba di bandara. Keduanya tidak sempat bertemu karena saling tidak tahu dan tak melihat.


Derap langkah Arjuna tergopoh-gopoh berlari menuju gate penerbangan Bening. Namun sesampainya di gate tersebut, Arjuna harus menelan rasa kecewa karena dirinya terlambat datang. Sang pujaan hatinya telah kembali ke Jogja.


"Maafkan aku, Bening."


Sungguh ia merasa sedih.


Ketika usai urusan di Bandung beberapa jam lalu, ia langsung pergi melesat mengejar waktu ke Jakarta dengan mengendarai mobil pribadinya.


Bahkan dirinya meminta patwal agar perjalanannya dari Bandung ke Jakarta berjalan lancar dan cepat tanpa hambatan.


Saat di perjalanan, Arjuna bermaksud menghubungi Bening, tetapi berujung tidak bisa. Hal ini dikarenakan ponselnya tertinggal di kantor dinasnya terdahulu di Bandung.


Alhasil dirinya langsung mengebut kencang membelah jalan tol Bandung-Jakarta dalam tempo sesegera mungkin tiba di Bandara Soekarno Hatta.


Akan tetapi usahanya tak berhasil. Beningnya telah kembali ke Jogja dengan segudang kecewa padanya.


Namun tak lama sebuah senyuman terbit di wajah Arjuna.


^^,

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2