
Pesta pedang pora dan beberapa acara adat telah selesai dilakukan. Setelah akad nikah, acara resepsi pun dilakukan di tempat yang sama berlangsung tanpa jeda.
Kini tema resepsi Bening menggunakan perpaduan gaun berwarna merah dan gold. Sedangkan Arjuna tetap dengan seragam dinasnya namun ada beberapa tambahan hiasan yang membuat calon Pak Kombes Pol satu ini terlihat semakin gagah dan tampan hari ini.
Aiptu Doni juga menghadiri pesta pernikahan Arjuna dengan Bening bersama rekan-rekan anggota lainnya. Bahkan tanpa sengaja ia sempat berpapasan dengan Della. Namun keduanya berpura-pura tak saling mengenal sehingga tak bertegur sapa sama sekali.
Setelah usai rekan-rekan anggota memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai dan keluarga di atas panggung, kini giliran teman-teman sekolah Bening.
"Selamat ya Bening. Samawa ya," ucap Luna tulus dengan senyum renjananya.
"Aku idem juga ya Ning, kayak Luna. Semoga aku bisa segera nyusul cepat nikah juga sama ayank. Hehe..." ucap Rendra seraya terkekeh.
"Apaan sih! Suka copy paste punya orang. Dasar teman enggak kreatif. Dilarang plagiat!" sewot Luna.
"Yeei, Rendra ketahuan nyontek. Nanti dimarahin Bu Ida loh," cicit Stevi.
"Biarin!" balas Rendra cuek.
Bu Ida adalah guru matematika mereka saat SMA dan sangat killer.
"Wah Kak Arjuna dan Bening, ternyata dilihat dari dekat cocok ya guys. Satunya tampan, gagah dan yang satunya cantik bak bidadari. Pesta kalian mewah banget, Ning. Stevi jadi pengin nikah juga tapi calonnya siapa?" cicit Stevi.
"Tumben enggak lola kamu, Stev."
"Idih, Luna! Stevi tuh enggak lola cuma kadang lambat mikir saja," ucap Stevi.
"Hahaa..." tawa semuanya kompak kecuali Della yang sejak tadi hanya diam mendengus sebal mendengar obrolan teman-teman di depannya yang menurutnya unfaedah.
Della yang ada di barisan belakang Luna, Rendra dan Stevi, hanya bisa mendengus sebal mendengar celotehan teman-temannya itu pada Bening.
"Dasar sok kecantikan! Padahal pernikahannya juga biasa saja. Masih mewah pesta pernikahan Kak Ste sama Kak Dave," batin Della sebal.
Kini giliran Della yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Selamat ya Kak Juna dan Bening. Semoga langgeng pernikahan kalian. Dapat salam dari Kak Ste buat Kak Juna. Terima kasih waktu itu sudah menolong Kak Ste dan membawa ke rumah sakit sampai begadang semalaman tidur di kamar inap Kak Ste sampai nunggu siuman. Kak Juna memang terbaik. Maaf Kak Ste enggak bisa datang ke sini, soalnya lagi honeymoon ke Bali sama Kak Dave," cerocos Della sengaja untuk membuat hati Bening panass.
"Makasih Del, atas doanya. Aku baru tahu kalau kamu teman sekolah istriku," ucap Arjuna seraya merangkul erat pinggang Bening seakan menunjukkan kemesraan pasangan pengantin ini di depan Della.
"Iya, Kak Juna. Kami satu sekolah. Bukan begitu, Bening?" tanya Della menatap Bening.
__ADS_1
"Iya, Mas. Kami semua satu sekolah. Makasih banyak, Del. Semoga doa baik kembali ke kamu juga. Segera menikah seperti kami dan berbahagia selalu. Terima kasih telah berkenan hadir hari ini," ucap Bening seraya tersenyum.
"Sama-sama. Aku ke sana dulu ya Kak, sama teman-teman yang lain."
"Iya, Del. Silahkan," ucap Arjuna mempersilahkan dengan sopan.
Seketika raut wajah Della pun berubah ketika sudah menjauh dari panggung pengantin. Dari atas panggung pun, Ibunda Arjuna yang mendengar samar-samar percakapan putra dan menantunya pada seorang gadis muda yakni Della, ia baru mengetahui juga bahwa gadis muda tadi ternyata teman Bening di sekolah sekaligus adik kandung Stella, mantan kekasih Arjuna dahulu yang tak pernah ia restui.
Sebab selama Arjuna berpacaran dengan Stella, ia tidak mengetahui wajah adik kandung Stella. Hanya sekedar nama kedua orang tua Stella yang ia tahu.
"Kakak adik sama saja. Setali tiga uang," batin Ny. Lina geram seraya geleng-geleng kepala menatap Della yang sudah turun dari panggung pengantin.
Arjuna sedikit merasa tidak enak atas ucapan Della ketika di panggung. Walaupun tak ada yang salah. Hanya saja bagi Arjuna, Stella sudah membuka lembaran baru bersama Dave dan dirinya juga sudah menikah dengan Bening, bijaknya tak perlu membahas mantan atau masa lalu saat kita bersama wanita masa depan kita.
Arjuna selalu menghargai Bening sehingga di hadapan wanita cantik yang sudah sah menjadi istrinya kini, Arjuna tak pernah menyinggung soal Stella sama sekali. Dirinya ingin fokus menata masa depan bersama Beningnya. Dan sudah mengubur dalam masa lalunya. Di hatinya hanya Bening dan tak ada yang lain.
โ๏ธโ๏ธ
Pesta pernikahan Arjuna dan Bening pun telah usai. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul enam petang. Keluarga dan kedua mempelai masih berada di hotel The Ritz-Carlton, Jakarta.
Arjuna sudah menyewa dua lantai di hotel tersebut. Satu lantai untuk para tamu kolega bisnis Ayah mertuanya dan juga rekan bisnis ibunya. Satu lantai dikhususkan untuk keluarga mereka berdua.
"Kalian berdua ngapain ikut naik ke lantai 19? Bukankah kamar kalian ada di lantai 16 sama keluarga yang lain?" tanya Arjuna heran melihat keduanya setia mengekori dirinya dan Bening.
"Itu si Ayu pengin lihat kamar pengantin itu kayak gimana. Jadi aku cuma nemenin dia ke kamar kalian," cicit Bayu beralasan klasik.
"Aku kan juga pengin lihat kamar pengantin. Siapa tahu setelah dari sana ikut ketularan cepat kawin," batin Bayu cekikikan.
"Halah, alesan saja kamu Bay. Ngeles terus kayak bajaj. Dasar kang modus," ledek Arjuna.
"Hush... enggak boleh gitu, Mas. Kasihan mereka. Mungkin Mas Bayu ikutan ngidam kayak Ayu yang pengin masuk ke kamar pengantin," cicit Bening seraya terkekeh.
"Dua-duanya 11-12! Kalau mau ngerasain kamar pengantin, sana bikin sendiri setelah dari KUA," ketus Arjuna.
"Dasar Junet pelit!" pekik Ayu.
"EGP!" balas Arjuna ketus.
"Emang EGP apaan sih?" tanya Ayu dengan polosnya seraya berbisik pada Bayu.
__ADS_1
"Emang Gue Pengin," jawab Bayu balas berbisik pada Ayu.
"Hah! Pengin apa?" tanya Ayu masih berbisik.
"Pengin kawin," jawab Bayu lirih.
"Kawin sama siapa? Kok enggak undang aku sih. Tega kamu!" teriak Ayu sehingga Arjuna dan Bening yang ada di depannya langsung mendengar pembicaraan antara Ayu dan Bayu tersebut.
"Siapa yang kawin, Yu?" tanya Bening heran.
"Si bujang lapuk karatan!" pekik Ayu seraya menunjuk Bayu dengan jarinya.
Sontak Arjuna dan Bening terkejut sekaligus terkekeh melihat tingkah keduanya.
"Haha... Bay... Bay... nikah dulu baru kawin," ledek Arjuna seraya tertawa.
"Setuju sama si Junet. Tumben otak kamu lurus. Biasanya enggak," ledek Ayu menanggapi.
"Dasar sepupu enggak punya akhlak. Gak belain saudaranya sendiri, huft!" ucap Arjuna mendengus sebal.
Tring...
Akhirnya mereka berempat tiba di lantai 19. Saat pintu lift terbuka, Arjuna menggandeng tangan Bening dengan mesra untuk keluar. Lalu memberi tatapan tajam pada Bayu alias memberi kode.
Bayu yang sudah paham sandi-sandi morse, sandi terselubung, dan sejenisnya itu langsung menggenggam erat tangan Ayu yang akan ikut keluar dari lift.
"Loh, kenapa tarik aku? Kan kita mau ikut ke kamar si Junet dan Bening."
"Ada yang ketinggalan di kamar. Jadi wajib diambil dulu," ucap Bayu sengaja mencari alasan.
"Apaan yang ketinggalan?" tanya Ayu bingung dan polosnya.
"Bye, kita balik dulu. Ganbatte kudasai, Bro!" ucap Bayu seraya memberi kepalan tangan pada Arjuna yang bermakna semangat 45 untuk menjalankan malam panjaanng yang akan dimulai oleh sepasang pengantin baru tersebut.
Tring...
Pintu lift pun tertutup. Arjuna dan Bening berjalan menuju kamar pengantin mereka. Sedangkan di dalam lift, sepasang anak manusia berbeda gender tengah berdebat sengit yang entah selesai sampai kapan perdebatannya. Mungkin hingga lebaran tahun depan baru selesai.
๐๐๐
__ADS_1