
Bayu pun melangkah menuju ruang tamu. Dirinya tengah bimbang. Sejujurnya ia tak enak hati jika harus jujur pada Bening. Khawatir terjadi salah paham dugaan Bening pada Arjuna yang belum jelas bersama siapa dan ke mana.
Tetapi untuk berbohong pun rasanya tidak baik. Sebab sebuah hubungan terlebih cinta harus dilandasi dengan kejujuran. Walaupun hal itu menyakitkan.
Bening pun mendahului Bayu untuk berbicara.
"Mas Bayu, anterin aku sama Ayu kembali ke hotel. Terus kita langsung ke rumah Papa. Aku lelah. Mau istirahat di rumah saja. Mungkin Mas Arjuna masih lembur jadi malam ini tidak pulang," ucap Bening to the point namun terdengar tidak bersemangat.
"Apa kamu yakin, Ning? Apa enggak nunggu Arjuna sebentar lagi?" tanya Bayu lirih.
"Enggak Mas. Gak baik kalau lama-lama di sini. Aku juga harus menjaga nama baik Papa. Kita berdua belum resmi menjadi suami istri. Ini sudah larut malam juga," ucap Bening memohon.
"Baiklah kalau itu permintaanmu. Kamu coba bangunkan Ayu. Aku tunggu di mobil," ucap Bayu seraya melangkah pergi ke halaman rumah dinas Arjuna.
Bening pun mencoba membangunkan Ayu tetapi gagal. Ayu tertidur cukup pulas. Akhirnya Bening dan Bayu berpamitan pada Bik Siti dan Yono di teras rumah. Bik Siti dan Yono pun tak tega melihat wajah Bening, calon istri majikan mereka.
Sudah menunggu berjam-jam, namun ternyata orang yang ditunggu belum juga pulang.
"Yon, Den Arjuna pergi ke mana ya? Tumben enggak pulang malam ini. Biasanya kan setiap hari pasti pulang walaupun larut malam karena lembur banyak kasus," cicit Bik Siti seraya melihat mobil Bayu yang baru saja keluar dari pagar halaman rumah dinas Arjuna.
"Iya, Bik. Tumben banget. Kasihan aku lihat Non Bening. Padahal sudah nyiapin kejutan ulang tahun buat Mas Arjuna tapi gagal total. Terus itu kue ulang tahun, makanan, minuman sama cemilan yang seabrek nasibnya gimana, Bik?" tanya Yono sendu.
"Biarin saja seperti ini. Biar Den Arjuna melihat sendiri kejutan calon istrinya yang sudah bersusah payah untuknya namun gagal karena dirinya enggak pulang. Pasti Non Bening kecewa berat. Walaupun Non Bening berusaha tersenyum depan kita, bibik tahu dia sedih."
"Hem. Gimana sih Mas Arjuna ini. Di telepon juga ponselnya enggak aktif terus. Apa malam ini Mas Arjuna enggak pulang, Bik?" tanya Yono kembali.
__ADS_1
"Enggak tahu, Yon. Sudah, kamu kunci semua pintu dan jendela. Aku mau tidur," ucap Bik Siti seraya kembali ke kamarnya.
โ๏ธโ๏ธ
Di sepanjang perjalanan terjadi keheningan antara Bayu dan Bening. Bayu yang mengendarai sendiri mobil sedan hitam miliknya. Bening duduk di kursi penumpang bagian depan. Sedangkan Ayu yang masih dalam kondisi tidur berada di jok belakang.
Bahkan saat di rumah Arjuna, Ayu susah untuk dibangunkan. Alhasil Bayu menggendong Ayu ke dalam mobilnya. Dan hingga saat ini Ayu masih tertidur pulas.
Setibanya di hotel, Bening pun berusaha membangunkan Ayu. Dan beruntung Ayu tampak mulai bangun dari tidurnya.
"Hoam..."
"Loh, ini kita di mana? Acara tiup lilinnya kapan? Apa sudah kelewat ya karena aku ketiduran?" cicit Ayu seraya mengucek matanya.
"Bangun, Yu. Kita sudah sampai," ucap Bening lirih.
"Kue tartnya kan sudah kamu makan sampai habis setokonya di alam mimpi. Tuh sampai ileran," cicit Bayu sengaja mencairkan suasana.
"Ah... tega kalian ninggalin aku. Jadi enggak bisa ikutan acara potong kuenya. Huft!"
"Dasar ngebo. Molor terus sih!" ledek Bayu sengaja menggoda Ayu.
"Enak saja, kamu tuh bapaknya kebo! Aku enggak ileran tahu!" jawab Ayu ketus seraya membersihkan bibirnya hanya untuk mengecek kebenaran.
"Haha..." tawa Bayu.
__ADS_1
Bening pun tersenyum tipis melihat kekonyolan antara Ayu dan Bayu.
Akhirnya Bening dan Ayu segera pergi ke kamar mereka untuk membereskan barang-barang. Sedangkan Bayu menunggu di mobil dan masih berusaha menghubungi ponsel Arjuna. Namun tetap masih dalam kondisi tidak aktif.
"Percuma ponselnya pinter, canggih dan mahal berlogo buah apel kena gigit tapi yang punya stupid. Lebih baik ponselku yang sejuta umat ini. Ponsel sama orangnya yang pakai, pinternya number one punya pokoknya. Yayanknya Ndoro Ayu gitu loh," puji Bayu pada dirinya sendiri dan juga ponselnya.
Akhirnya Bayu pun mengantarkan Bening dan Ayu ke kediaman Komjen Pol Prasetyo Pambudi. Bik Ningsih yang membuka pintu, begitu terkejut melihat Bening datang.
Dikarenakan sebelumnya ia tahu bahwa Bening tak bisa datang sebelum Papanya dilantik menjadi Wakapolri hari Senin akibat kesibukan urusan kampus. Ternyata putri majikannya itu ingin memberi kejutan pada Papanya sebelum dilantik.
Bik Ningsih pun sumringah menyambut kepulangan Bening tersebut.
Bayu langsung berpamitan pada Bening, Ayu dan Bik Ningsih. Sebab Papa Bening sudah tidur. Dirinya tidak mau mengganggu waktu istirahat Papa Bening.
Selepas kepergian Bayu, kini Ayu yang terpelongo saat memasuki rumah Bening yang begitu mewah. Bahkan lebih mewah dari rumah Bude Lina, Ibunda Arjuna di Yogyakarta.
Malam ini Ayu pun tidur di kamar Bening. Kamar yang tak pernah berubah sejak ditinggalkan oleh Bening satu tahun yang lalu.
Ada sebuah perasaan bahagia dirinya bisa kembali lagi ke rumah yang penuh dengan kenangan dan cinta. Namun, malam ini ada perasaan sedih hinggap di hatinya kala mendengar Arjuna pergi bersama teman wanitanya yang ia belum tahu identitasnya.
Cemburu. Itu sudah pasti. Dirinya sudah jatuh cinta pada Arjuna Sabda Mahendra. Terlebih keduanya sudah bertunangan dan serius akan menikah sebentar lagi. Membuka lembaran baru dalam hidup mereka. Untuk selamanya.
Benar-benar malam Minggu kelabu untuk seorang Bening. Bahkan malam ini ia berencana bukan hanya memberikan kejutan ulang tahun pada Arjuna, tetapi ingin mengungkapkan sesuatu yang telah lama dinanti oleh Arjuna darinya.
Namun sepertinya alam berkehendak lain. Dirinya perlu lebih bersabar dan berusaha untuk lebih dewasa lagi dalam menghadapi semua problematika kehidupan yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
๐๐๐