Bening

Bening
Bab 69 - Dufan


__ADS_3

Hari ini Komjen Pol Prasetyo Pambudi tengah menikmati keseruan bersama sang putri tercinta secara khusus. Setelah tadi Bening memberikan kado spesial untuknya yakni berupa jaket kulit warna hitam dan sebuah bingkai foto namun masih kosong.


Bening ingin mengabadikan keseruan momen hari ini dan akan memasang foto berdua dengan sang Papa dalam bingkai kosong tersebut. Komjen Pol Prasetyo Pambudi begitu terharu melihat kado dari Bening.


Dikarenakan kado tersebut berhasil dibeli oleh Bening dari menyisihkan gaji bekerjanya di bakery shop. Jaket kulit asli yang terbilang harganya cukup banyak merogoh isi kantong. Bening persembahkan jaket itu untuk sang Papa tercinta.


Papa Bening kembali meneteskan air mata kala Bening meminta satu permintaan dari dirinya yakni untuk menemani bermain ke Dunia Fantasi alias Dufan, Jakarta. Sejak lama Bening memimpikan bisa bermain di seluruh wahana di sana bersama sang Papa yang sejak kecil belum pernah ia rasakan.


Melihat keseruan teman-teman sekolahnya dahulu kala bercerita maupun melihat postingan orang lain saat seorang Ayah bermain bersama anaknya di Dufan, membuat Bening mendambakan hal itu. Kini impian itu terwujud.


Bening meminta Bayu menemani Ayu untuk keliling kota Jakarta sekalian jalan-jalan atau sekedar berbelanja. Bayu pun dengan senang hati menemani sang pujaan hatinya.


Ayu sesungguhnya ingin bermain bersama Bening di Dufan, tetapi ia mengurungkan niatnya karena melihat keceriaan Bening dengan Papanya saat berpamitan. Sehingga Ayu tak tega mengganggu acara Ayah dan anak tersebut.


Bening meminta Bayu agar tidak perlu menghubungi Arjuna dahulu. Hari ini ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan sang Papa tanpa gangguan apapun. Ponselnya akan dimatikan. Jika ada hal mendesak bisa menghubungi ke ponsel Ajudan Riko.


Bayu pun paham atas keinginan Bening tersebut.

__ADS_1


"Dasar Arjuna! Awas kalau sampai dia nyakitin Bening. Aku gantung beneran di Monas!" batin Bayu geram.


Hingga pagi ini pun Bayu masih belum bisa menghubungi ponsel Aruna. Bayu berdecak sebal pada sahabatnya. Seperti artis papan atas yang sangat susah untuk dihubungi dan mendadak hilang entah ke mana.


☘️☘️


Selepas Bening memberikan kado pada sang Papa, ia segera kembali ke kamarnya guna bersiap-siap pergi ke Dufan. Awalnya tak ingin membuka ponselnya, namun ia penasaran apa Arjuna menghubunginya.


Namun bukan telepon dari Arjuna yang didapatkan melainkan sebuah pesan dari nomor tak dikenalnya dini hari tadi dan baru ia baca sekarang. Tidak ada tulisan dalam pesan tersebut.


Hanya tiga buah foto yakni saat Arjuna masuk ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) sebuah rumah sakit tengah menggendong Stella yang masih dalam kondisi pingsan. Foto kedua, Arjuna mendorong ranjang Stella dibantu oleh suster ke ruang pemeriksaan. Dan foto ketiga, saat Arjuna tertidur di sofa kamar inap Stella dengan kondisi Stella masih belum sadar juga.


Kala itu Arjuna masih memajang foto Stella di akun medsos pribadinya. Tertera caption yang romantis terlihat Arjuna begitu mencintai Stella dengan foto keduanya yang tampak mesra di sebuah taman yang indah tertera di kota Bandung, sesuai tulisan Arjuna.


Walaupun saat ini foto Arjuna dan Stella sudah dihapus semua oleh Arjuna. Bahkan akun Stella dan kontaknya sudah diblokir oleh Arjuna di laman medsosnya.


Kecewa. Tentu saja dirasakan Bening kala melihat foto-foto yang dikirimkan oleh seseorang tak dikenalnya itu. Yang menandakan semalam Arjuna menghabiskan waktu bersama Stella. Hingga ponsel pribadi Arjuna mulai dari semalam hingga pagi ini masih belum bisa dihubungi juga.

__ADS_1


Della sengaja mengirimkan tiga buah foto tersebut pada Bening. Della tersenyum licik kala melihat tanda centang biru tertera. Yang artinya Bening sudah melihat ketiga foto yang ia kirimkan tersebut dengan nomor baru yang tidak Bening kenal.


"Selamat sakit hati, Bening. Dasar bo-doh!" batin Della seraya menampilkan senyum devilnya.


Akhirnya Bening memilih untuk pergi bersenang-senang dengan sang Papa di Dufan. Mewujudkan impiannya selama ini dan sekaligus melupakan rasa kecewa pada Arjuna untuk sejenak.


Bening pun meminta sang Papa mematikan ponsel pribadinya. Dirinya beralasan tak ingin kebersamaannya diganggu oleh siapa pun. Komjen Pol Prasetyo Pambudi cukup heran melihat gelagat Bening, namun ia berusaha membuang pikiran negatifnya dengan menuruti semua kemauan Bening.


Hari ini Bening adalah Komandannya. Maka titah Bening seharian ini akan ia turuti dengan setulus hati.


Papa Bening memakai outfit kaos polos warna putih dengan tulisan " I Love My Daughter " .


Dengan perpaduan celana jeans warna biru dongker dan jaket kulit hitam pemberian Bening serta kaca mata dengan warna senada pula bertengger di hidung mancungnya, membuat Papa Bening tampak gagah maksimal seperti anak muda usia tiga puluh tahunan.


Bening pun hari ini memakai celana jeans di bawah lutut sedikit dengan warna senada yang digunakan sang Papa. Kaos putih motif love berwarna merah. Tertulis " I Love Papa ".


"Ayo kita bermain sampai puas, Papa!" teriak Bening saat keduanya sudah menginjakkan kakinya di pintu masuk Dufan, Jakarta.

__ADS_1


"Let's Go, Ndan!" jawab Papa Bening penuh semangat dan senyum ceria selalu terpancar di wajahnya.


__ADS_2