Bening

Bening
Bab 58 - Kakak Adik Menggila


__ADS_3

"Mana janjimu, Mas! Kata kamu setelah berobat dari Singapura, kamu bakal bisa puasin aku di atas ranjang. Hasilnya sama saja begini. Buang-buang duit saja!" hardik Stella.


"Diam!" bentak Dave jengah mendengar ocehan sang istri.


"Duit juga duit aku! Bukan uang bapak kamu atau uang nenek moyang kamu, Ste!" pekik Dave tidak terima.


Stella mendengus kesal.


"Sialan! Tahu gini lebih baik aku sama Arjuna. Sudah tampan, pasti itunya gagah enggak letoy kayak punya dia. Huft!" batin Stella menggerutu.


"Kamu juga harus usaha dong, Ste. Jangan hanya menghamburkan uang dan hartaku saja. Kenapa tubuh kamu enggak bisa menarik h@sratku. Apa karena kamu sudah enggak p3rawan saat pertama kali menikah denganku dulu? Jadi adikku malas m3njamahmu yang mungkin dahulu kamu wanita murahan," elak Dave.


"Jangan coba mengalihkan pembicaraan kita, Mas! Hari gini kamu nyari wanita yang masih suci? Jangan mimpi! Di luar sana, banyak wanita yang menikah sudah dalam kondisi enggak suci, itu sudah biasa. Adikmu saja yang letoy. Jangan suka melimpahkan kesalahan pada orang lain. Apalagi ke aku," ejek Stella seraya bersedekap.


"Kamu pasti sebelum menikah denganku adalah wanita liar yang mudah membuka kakimu pada banyak pria. Jadi sekarang kamu maniak. Lantas kamu merasa aku enggak bisa muasin kamu. Jadi kamu nyalahkan semuanya padaku. Dasar ja-lang!" bentak Dave seraya pergi keluar kamar setelah memungut kemejanya yang sebelumnya teronggok dilantai kamar.


BRAK...


Pintu kamar keduanya dibanting keras oleh Dave, suami Stella.


"Brengsek!" maki Stella dengan suara tertahan dan tatapan nyalang menatap pintu yang sudah tertutup.


Kondisi kamar Dave dan Stella sudah seperti kapal pecah. Bantal, guling, selimut, baju hingga beberapa benda hiasan pecah berkeping-keping di lantai karena dibanting oleh keduanya.


Sudah hampir setahun keduanya menikah, hingga kini belum memiliki anak. Sepasang suami istri tersebut memang belum berkeinginan memiliki momongan. Stella yang masih muda, malas bentuk tubuhnya berubah jika harus punya anak.


Sehingga ia selalu meminum pil KB secara diam-diam dari suaminya untuk mencegah kehamilan. Dave sendiri tidak terlalu memaksakan Stella untuk cepat hamil dan punya anak darinya.

__ADS_1


Selama hampir setahun mereka menikah, Stella sangat jarang mendapatkan kepuasan di atas ranjang sejak awal pernikahan.


Bahkan Stella pernah memberikan obat kuat dosis ringan pada sang suami agar tidak cepat mengalami ej@kulasi dini. Namun ternyata tidak begitu ampuh. Sehingga Stella tetap merasa tidak terpuaskan.


Hanya bermesraan singkat beberapa menit, senjata suaminya terbangun dan langsung masuk ke intinya. Dalam hitungan kurang dari satu menit, sang suami sudah mengalami pelepasan.


Sontak hal itu membuat Stella naik pitam. Karena dirinya belum mendapatkan pelepasan. Boro-boro pelepasan, bahkan perasan disayang saat dimesrai dan dicumbui, tidak ia dapatkan dari sang suami. Dan kejadian seperti ini sering terjadi sejak awal pernikahan mereka hingga sekarang.


Hari ini Stella yang begitu berhasrat setelah melihat blue f!lm dari ponselnya, lantas mengajak Dave untuk memadu kasih. Stella sangat berharap mendapatkan kepuasan yang dia mau. Terlebih beberapa hari yang lalu suaminya baru saja pulang dari Singapura.


Dave berpamitan pada Stella pergi ke Singapura untuk berobat. Namun ternyata hasil pengobatan senjata milik Dave tidak berhasil membuat Stella puas. Seperti tidak ada perubahan apapun yang terjadi.


Sehingga hari ini Stella naik pitam dan menghina sang suami secara membab! buta. Dave tentu tak terima. Sehingga ia pun memaki Stella dan keluarganya yang hanya bisa menghabiskan uang dan hartanya saja.


Dahulu saat memasuki usia satu bulan pernikahan, Stella sempat mengatakan akan menggugat cerai Dave. Hal ini dikarenakan Stella tidak mendapatkan kepuasan di atas ranjang dari suaminya.


Dan dia bukan lelaki pertama yang menyentuh Stella. Tentu saja Stella sudah tidak suci karena kegadisannya sudah diserahkan secara sukarela saat masih duduk di bangku SMA pada mantan kekasihnya terdahulu sebelum dirinya mengenal Arjuna.


Dave pun tak terima. Sebab dirinya sudah banyak menggelontorkan dana yang cukup fantastis nilainya pada perusahaan milik Ayah Stella yang terancam bangkrut.


Berkat bantuan Dave juga akhirnya keluarga Stella tidak jatuh miskin. Karena perusahaan milik Ayahnya Stella bisa bangkit kembali.


Sontak Stella pun tak jadi menggugat cerai. Bahkan Dave pun mengancam Stella bahwa bisa membuat keluarga Stella jatuh miskin dan terhina sedalam-dalamnya jika sampai memilih jalur perceraian hingga mengumbar aib Dave yang tidak bisa memuaskan kebutuhan batin istrinya itu.


Dave tak mau nama baiknya sebagai pengusaha selama ini yang sudah ia jaga harus hancur karena ulah Stella. Mau tak mau akhirnya Stella tutup mulut dan tidak bercerai dari sang suami.


Terlebih Stella terbiasa hidup berfoya-foya dengan geng sosialitanya. Ia tak mau hidup miskin. Saat ini Dave sangat royal padanya jika soal uang. Akan tetapi sangat lemah bila sudah di atas ranjang.

__ADS_1


Bahkan untuk meraih kepuasan itu, Stella terpaksa harus memakai alat. Ia tak mau menggunakan jasa pria panggilan untuk memuaskannya karena Stella hanya mau melakukan hal itu dengan orang yang ia suka dan kenal. Bukan orang yang baru dikenalnya.


Alat-alat itu ia simpan rapi dalam sebuah kotak berukuran sedang yang selalu ia tulis make up. Padahal berisi alat-alat kepuasan batin bagi seorang wanita. Yang tentu saja berbentuk seperti mirip dengan milik para pria pada umumnya.


Tentu saja Dave tidak tahu akan hal itu. Karena Stella menggunakan benda-benda itu secara diam-diam.


Stella yang saat ini masih memakai lingerie tengah duduk di sofa kamarnya. Lantas ia berseluncur di dunia maya. Tanpa sengaja ia melihat akun sosial media milik Arjuna yang lama tidak memposting sesuatu.


Tiba-tiba mantan kekasihnya itu memperlihatkan acara lamarannya dengan seorang gadis yang boleh dibilang sangat cantik dan masih muda. Dan acara tersebut terbilang sangat mewah.


Stella memandang wajah Arjuna yang semakin tampan dan gagah. Bahkan sekarang level jabatan Arjuna yang terpampang di sosial media tersebut sangat jelas meningkat tajam. Berbeda dengan saat bersamanya dahulu.


"Aku harus merebut Arjuna. Aku tak rela Arjuna jadi milik orang lain. Gadis muda ini dari tampangnya masih lugu. Pasti tak bisa memuaskan hasrat seorang pria. Arjuna sangat gagah dan tampan pasti miliknya sangat perkasa. Aku rasanya tidak sabar memilikimu, Mas Arjunaku."


Stella tersenyum menyeringai menatap foto Arjuna dan Bening di akun sosial media milik Arjuna.


Sedangkan di tempat lain kedua sejoli yang sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun yakni Della tengah berpacu memimpin peleburan maha dahsyat bersama Doni di apartemen milik lelaki itu.


"Faster baby..." titah Doni dengan suara seraknya menyuruh Della yang tengah berada di atas tubuhnya untuk berpacu lebih cepat dan liar.


"Begini ho_ney..." cicit Della seraya melakukan gerakan yang diminta sang kekasih.


Nafas keduanya terengah-engah dan berkeringat deras.


"Yeahh! Hurry up yank... oh..." desis Doni hingga kepalanya mendongak ke atas dan mulutnya menganga lebar karena sesuatu di bawah sana yang berada di dalam miliknya akan mengeluarkan l@har panas pada sesi puncaknya.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2