Bening

Bening
Bab 45 - Nada-Nada Cinta


__ADS_3

"Yang pertama, harus jaga mata dan hati. Pastinya cintamu hanya untukku seorang. Wajib. Tidak bisa diganggu gugat. Titik enggak pakai koma."


"Yang kedua, dilarang kontak fisik dengan teman lelaki manapun. Kalau bisa jauhi sejauh mungkin. Berteman dengan wanita saja."


"Yang ketiga, paling lambat enam bulan lagi harus sudah resmi jadi istriku. Jika kurang dari enam bulan juga semakin dianjurkan. Aku terima dengan tangan terbuka dan senang hati pastinya."


"Jika kamu melanggarnya, langsung aku lapor ke Papa dan culik kamu ke penghulu buat nikahin kita," ucap Arjuna dengan nada tegas.


Bening pun hanya cengo dan melongo mendengar penuturan Arjuna. Lalu tanpa sadar sudut bibirnya melengkung tanda dirinya tersenyum mendengarnya.


"Kenapa aku harus berteman sesama wanita saja? Gak asyik ah. Monoton dan gak berwarna," cicit Bening sengaja menolak secara halus permintaan Arjuna. Walaupun dia tak serius dengan ucapannya. Tetapi ditanggapi serius oleh Arjuna.


"Gak boleh, titik! Bahkan jika perlu temanmu pria-pria itu tak boleh memandangmu lebih dari 2 detik," ucap Arjuna tegas.


"Kenapa?" tanya Bening heran.


"Aku bisa mati cemburu."


"Dan yang pasti mereka akan semakin terperosok dalam jurang pesonamu saat melihatmu di detik yang ketiga, keempat dan seterusnya sampai unlimited," cicit Arjuna dengan nada ketus.


"Bhuahahaha... Arjuna... Arjuna... ada-ada saja kamu. Siapa juga lelaki di luar sana yang mau dengan wanita yang sudah tak gadis lagi seperti aku ini," ucap Bening seraya tertawa namun di ujung kalimatnya terdengar sendu.


Tanpa sadar sudut mata Bening meneteskan air mata lalu Arjuna pun yang melihatnya langsung mengusapnya terlebih dahulu. Lebih cepat dari tangan Bening yang akan menghapusnya agar Arjuna tak tahu.


Tetapi Arjuna yang lebih sigap maka kini tangan gagahnya itu sudah berhasil menghapus tetesan air mata wanitanya.


"Bagiku kamu tetap sempurna. Bahkan jauh lebih sempurna dari wanita manapun di luar sana. Karena kamu sangat mencintai putra kita. Jika seorang wanita mencintai anaknya sesungguhnya hati wanita itu juga pasti mencintai Ayah anaknya. Walaupun takdir berkata lain bahwa anak kita harus dipanggil Sang Pencipta lebih dahulu. Jangan merasa insecure, Bening. Maaf."

__ADS_1


"Jika dunia ini seribu kali menolak kehadiranmu maka aku akan berjuta-juta kali juga tetap akan mencintaimu, menerimamu segenap jiwa ragaku dan memelukmu seumur hidupku. Camkan itu," tutur Arjuna dengan tegas dan penuh keyakinan.


Bening yang terkesima dengan penuturan Arjuna ditambah wajah tampan itu menatapnya dengan sangat dalam sehingga saat tersadar, Bening justru yang terlihat salah tingkah.


"Ehem..."


Deheman Arjuna menyadarkan Bening yang tengah melamun.


"Eh, maaf."


Arjuna pun tersenyum menatap wanitanya ini yang begitu mempesona di matanya. Menjatuhkan Arjuna ke jurang cinta terdalamnya. Hanya untuk Bening seorang.


"Apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Bening lirih.


"Boleh. Silahkan saja. Kamu kan calon istriku. Jadi berhak menanyakan apapun itu," jawab Arjuna tegas.


"Saat itu, samar-samar aku dengar kamu menyebut nama seorang wanita. Sepertinya kamu sangat mencintainya. Namun terdengar marah. Apa dia kekasihmu?" tanya Bening lirih dan menunduk.


Bening yang masih takut-takut sebab gangguan kecemasan masih terkadang timbul tenggelam di dalam dirinya, ia pun hanya meremas jari-jemarinya dan tetap menunduk.


"Tatap mataku, Bening. Ini perintah calon suamimu," ucap Arjuna kembali dengan nada tegas.


Akhirnya Bening berusaha menetralkan nafasnya terlebih dahulu. Kemudian mengangkat wajahnya yang semula menunduk kini ia menatap Arjuna secara langsung.


Dua pasang mata itu saling menatap di satu garis lurus yang sama dengan debaran yang sama tanpa sadar. Akhirnya Arjuna menceritakan sedikit tentang Stella, mantan kekasihnya.


Bening pun yang setia mendengarkan penjelasan Arjuna berusaha menjadi pendengar yang baik dan tidak memotong serta bertanya lebih jauh lagi tentang Stella. Dirinya sudah cukup paham itu adalah masa lalu Arjuna.

__ADS_1


Walaupun di sudut hatinya sebagai wanita sedikit tercubit merasa dahulu Arjuna begitu mencintai Stella sampai bertahan cukup lama berpacaran walaupun terhalang restu dari sang ibu. Tanpa sadar hati Bening telah tersemat cinta atas nama Arjuna.


Sehingga membuatnya cemburu tak kasat mata dengan nama Stella maupun pastinya nanti jika ada wanita-wanita lain yang mendekati Arjuna. Maklum ini pertama kalinya Bening merasakan jatuh cinta dan dibalas dicintai oleh seorang lelaki.


Selama ini hidupnya hanya belajar, sekolah dan selalu menuruti apa kemauan sang Papa hingga siksa batin maupun fisik yang selalu menghinggapi hidupnya yang terkesan monoton dan tak berwarna.


Kini, kedatangan seorang Arjuna yang membawa sebongkah cinta untuknya dan harapan yang indah tentang sebuah masa depan, membuat hidup Bening lebih berwarna dan bersemangat.


Setelah berbicara cukup ringan kembali, akhirnya Arjuna mengantarkan Bening ke tempat kerjanya. Lalu ia pun bergegas pergi menuju suatu tempat yakni pemakaman.


Di pemakaman, Arjuna meminta penjaga makam yang sudah sangat dikenalnya untuk membantu menjaga dan membersihkan makam sang putra selain makam sang Ayah yang sudah rutin dijaganya.


Tentu saja penjaga tersebut terkejut setengah mati. Dikarenakan ia sudah sangat mengenal keluarga Arjuna terutama mendiang Ayah Arjuna. Yang ia tahu Arjuna belum menikah. Namun kini fakta baru ternyata Arjuna sudah memiliki anak.


Arjuna pun terpaksa berbohong sebab ia berusaha menjaga nama baik Bening dan keluarga Bening. Ia mengatakan bahwa ia sudah menikah secara siri dan tak lama lagi akan meresmikan pernikahannya.


Penjaga itu pun mengangguk tanda mengerti. Tak lupa Arjuna memberikan sejumlah uang. Bahkan Arjuna menunjukkan foto Bening pada penjaga tersebut dan mengatakan bahwa Bening adalah istrinya.


Arjuna berpesan bahwa jika Bening mengunjungi makam putranya dan memberikan sejumlah uang untuk keperluan makam anaknya, tidak perlu menerima. Dan rahasia tentang Arjuna yang menyuruhnya juga harus tersimpan rapi. Tidak boleh ada pihak manapun yang tahu termasuk Bening.


Arjuna ingin berbuat banyak dalam hidup Bening. Dia ingin menebus semua kesalahannya di waktu silam.


Keesokan harinya, saat Bening tengah sibuk menghitung jumlah kue yang ready di etalase, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dari arah sampingnya. Orang itu pun cukup terkejut menatap Bening. Sebab yang ia tahu Bening sudah meninggal dunia.


"Be_ning," panggilnya dengan nada terbata-bata.


Sontak Bening pun menoleh dan juga ikut terkejut menatap orang yang memanggilnya.

__ADS_1


Deg...


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2