
Bening seketika terkejut melihat tiga buah foto yang sama. Di mana sebelumnya foto tersebut telah ia lihat. Karena masuk di ponselnya beberapa waktu lalu dari nomor tak dikenalnya.
Deg...
"Kenapa bisa? Apa maksudnya semua ini?" batin Bening bergemuruh.
Jari lentiknya menscroll ke bawah terus hingga dirinya membaca semua pesan maupun balasan pesan dari teman-teman sekolahnya di sana.
Ada yang menghujatnya. Ada pula yang menganggap itu hanya sebuah foto palsu. Hanya sedikit yang membela dirinya. Sisanya hanya diam sebagai silent readers.
Mengapa tiga foto itu bisa terkirim di WAG sekolahnya?
Siapa yang menyebarkannya?
Apakah orang yang sama yang mengirimkan foto Arjuna dan Stella saat di rumah sakit tempo lalu ke nomornya ?
Begitu banyak pertanyaan di benak Bening. Ia berusaha meneliti seluruh percakapan teman-teman sekolahnya di WAG tersebut.
A : Bening, kok kamu tega sih merebut kekasih kakaknya Della. Dasar pelakor! ๐คฎ
B : Kok kamu mau-maunya sih Ning, dapat ampasnya doang. ๐
Di Jakarta masih banyak cowok keren yang lebih cakep dan tajir. Kalau aku sih maunya yang orisinil. Bukan bekas orang. Kayak enggak bisa cari laki lain saja.๐
Stevi : Ini lagi bahas apaan sih?๐
Della : Miss Lola datang. ๐ค
Stevi : Emang teman angkatan kita ada yang namanya Lola, Del?๐ค
Perasaan Stevi kok enggak pernah denger.๐ต
Della : Lola itu ya kamu Steviii... ๐ข๐ข๐ข
Dasar loading lama. Selalu deh nyebelin!
Stevi : Oh, begitu. Maaf teman-teman.๐
C : Katanya calon suami Bening itu mantan pacar kakaknya si Della. Menurutku gak masalah juga calon suami kita dulunya mantan pacar orang lain. Mau mantan pacar teman, mantan pacar kakak sendiri pun enggak masalah. Wajar-wajar saja. Baru juga mantan pacar. Mantan suami orang lain juga gak dilarang kok. Kan udah jadi MANTAN.๐
A : Hei, kau si C. Bukan mantan pacar tapi masih pacar kakaknya si Della. Artinya Bening kan pelakor.๐คฎ
Kalau tuh cowok emang cinta mati sama Bening sampai ninggalin kakaknya Della dulunya, terus kenapa sekarang dia sudah mau nikah sama Bening kok masih ngejar kakaknya si Della sih? Berarti kan tuh cowok masih ada hati sama kakaknya Della.
B : Setuju pakai banget.๐ฏ๐
Apa jangan-jangan Bening pergi ke dukun biar pacar kakaknya si Della jatuh ke pelukannya. Hari gini kan semua bisa main tiup wuzzz.
Luna : Sudah-sudah. Bahas yang lain saja deh.
Rendra : Iya guys. Kenapa kalian kok pada yang berantem sih. Kasihan Bening mau nikah malah digangguin hal gak penting kayak begini. Stop guys. Bahas lainnya saja. Bener kata Luna.
__ADS_1
Stevi : Hem...๐
A : Eh, tapi kok aku kayaknya pernah lihat calon suami Bening ya.
B : Di mana itu bestie ??
A : Pernah sepintas lihat pas di hotel tempat kita buat pesta kelulusan sekolah dulu di Bandung.
B : Oh ya.๐ฑ Ngapain coba di hotel yang sama dengan sekolah kita? Jangan-jangan...
Della : Jangan-jangan apa?
B : Ya pergaulan anak jaman sekarang, Del. Pasti main wik wik wik alias mencari kehangatan di bawah selimut.๐
Stevi : Oh yang pas Bening enggak ada di kamar semalaman itu ya pas hari terakhir. Bening sekamar sama aku. Tapi ujungnya aku bobo sendirian.
Della : Tumben udah enggak lola, Stev.๐
Stevi : ๐ฅโน๏ธ
B : Omooo.๐ฑ
Berarti malam itu Bening sama doi beneran main uler tangga di bawah selimut.๐
A : Kita langsung klarifikasi sama Bening saja. Kan dia ada di grup ini, guys.
Hai @Bening, bener enggak sih kamu merebut kekasih kakaknya si Della?
Stevi : ๐
A : Menunggu klarifikasi.๐
B : No respon.
A : Padahal Bening sudah membaca pesan kita semua di sini. Kenapa enggak dijawab?๐ค๐ค
Luna : Kalian sudah pada datang ke PRJ (Pekan Raya Jakarta) belum sih?
Rendra : Belum. ๐ข๐ข
Stevi : Idem.
Della : ๐ค๐ค๐ค
Rendra : Ayo ke PRJ. Makin rame yang ikutan makin seru.
Stevi : Aku makmum saja.
Rendra : Aku jadi imam seseorang saja deh.
Della : ๐ค๐ค๐ค
__ADS_1
Rendra : Sudah jangan manyun terus, Del. Nanti cantiknya luntur kalau kebanyakan main pelumas.
Della : ๐ญ๐ญ
Note\= Anggap percakapan di atas sudah mencapai seribu chat lebih. ^^
โ๏ธโ๏ธ
Akhirnya obrolan grup sekolah Bening usai sudah. Awalnya banyak pihak memojokkan Bening karena dianggap merebut Arjuna dari Stella. Hingga foto Arjuna menolong Stella di rumah sakit beredar.
Bahkan kabar tentang malam paanas menggelora antara Bening dan Arjuna dahulu di Bandung juga mulai terendus. Walaupun masih samar-samar alias simpang siur seperti kabar angin tak jelas.
Namun pada akhirnya topik pembicaraan yang awalnya menyudutkannya, telah beralih membahas hal lain yakni acara ke PRJ. Semua berkat Luna dan Rendra. Walaupun keduanya tak tahu secara pasti apa yang terjadi antara Bening dan Arjuna di hotel saat itu.
Bening menghela nafas berat setelah membaca berbagai hujatan maupun sindiran dari banyak teman di sekolahnya dahulu. Jujur, ia malu dan tertekan.
Siapa gerangan yang mau dihujat terang-terangan seperti itu. Seakan mau dikuliti secara massal dalam grup chat teman-teman sekolahnya. Walaupun isi beritanya sebagian fakta dan sebagian lainnya hanyalah fitnah dan hiperbola (berlebihan) semata.
Dirinya masih belum mengetahui jelas siapa pelaku yang menyebarkan fitnah tersebut. Namun satu hal yang baru ia ketahui setelah membaca grup chat sekolah, ternyata Della adalah adik dari Stella, mantan kekasih Arjuna.
Memang fakta tersebut sejak dahulu belum diketahui oleh Bening. Arjuna juga tak menceritakan padanya bahwa Stella punya adik bernama Della yang satu sekolah dengan dirinya saat SMA.
Akhirnya Bening memutuskan untuk tak membuat klarifikasi apapun dalam grup chat sekolahnya tadi. Baginya, masa lalunya bersama Arjuna di Bandung adalah aib yang bukan untuk diumbar pada siapapun.
Dirinya sudah menutup buku pahitnya di masa lalu. Namun tak dapat dipungkiri setelah membaca obrolan teman-teman sekolahnya yang dominan menghujat dan menyudutkannya, membuat dirinya jadi teringat akan mendiang putranya dengan Arjuna yang telah meninggal dunia.
Kesedihan itu datang kembali menghampiri relung hatinya terdalam. Ia rindu bayinya yang berusaha ia jaga. Namun takdir harus membuatnya pergi untuk selama-lamanya dan terkubur di dalam tanah dingin pemakaman.
"Mama rindu kamu, Putra. Apa kamu juga rindu dengan Mama? Putra Arjunaku yang selalu di hati Mama," batin Bening sendu dengan mata berkaca-kaca menatap layar ponselnya yang berisi foto dirinya menggendong jasad bayinya saat baru dilahirkan kala itu.
Jari lentiknya mengelus foto tersebut. Dan tanpa sadar, Arjuna perlahan melangkah menuju tempat duduk mereka.
Bersambung...
๐๐๐
Bila lelah, menepilah
Hayati alur napasmu
Luka, luka, hilanglah luka
Biar tentram yang berkuasa
Kau terlalu berharga untuk luka
Katakan pada dirimu
Semua baik-baik saja
Diri by Tulus.
__ADS_1