Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor
Pamitan


__ADS_3

Setelah selesai berpamitan dengan semua karyawan kantor, serta membagikan undangan pernikahannya, kini Sarah harus mengurus kepindahan Bagas dari playgroup.


Terlihat Miko yang sudah lebih dulu berada di sana, dan tengah bermain dengan putra kecilnya.


“Mas, udah lama?” sapa Sarah


Miko menoleh dan berdiri menghadap ke arah wanita pujaan hatinya.


“Lumayan. Gimana pamitnya tadi?” tanya Miko.


“Benerkan tebakan ku. Minati yang paling heboh nangisnya,” sahut Sarah.


“Ya kan emang dia yang paling deket sama kamu kan,” ucap Miko.


“Salah. Karena dia kehilangan sumber gosip potensialnya,” jawab Sarah.


Mereka berdua pun terkekeh.


Setelah berbincang sebentar, keduanya berjalan ke arah gedung, tempat di mana sang putra biasa belajar dan bermain selama kurang lebih hampir empat tahun ini.


Di tempat itu, Bagas berada di bawah tanggung jawab Nisa, istri Fadil yang sekarang. Sehingga, kini Miko dan Sarah pun harus menemui wanita itu, untuk menyelesaikan urusan kepindahan Bagas.


“Saya sudah mengurus semua dokumen yang diperlukan. Kebetulan, Bagas tahun ajaran depan sudah bisa masuk TK, jadi tidak ada masalah yang telalu serius dengan kepindahannya,” ucap Nisa.


“Jadi, Bagas bisa langsung masuk TK kan, Bu," tanya Sarah.


"Bisa, Bu. hanya saja, kami tidak bisa mengeluarkan sertifikatnya pertahun ini. Karena Bagas keluar di pertengahan semester, dan tahun ajaran baru masih tiga bulan lagi. Tapi itu tidak masalah, karena ini masih jenjang pre-school, sehingga sertifikat tahun lalu pun bisa digunakan untuk mendaftar TK. Bu Sarah tinggal jelaskan saja kepada pihak taman kanak-kanaknya," jelas Nisa.


"Maaf ya, Bu. Kalau kesannya kami jadi terburu-buru pindah," ucap Sarah.


"Tidak apa-apa, Bu. Saya bisa paham," sahut Nisa.


Bagas nampak tertunduk di pangkuan ibunya, karena merasa sedih dengan kepindahannya ke sekolah baru.


"Bagas, selamat yah. Kamu akan punya tempat belajar baru dan teman-teman baru. Jangan nakal ya di sana," pesan Nisa.

__ADS_1


Wanita itu tahu dengan jelas perasaan yang saat ini tengah dirasakan oleh Bagas. Tidak dipungkiri, sejak anak itu berusia dua tahun, hingga kini hampir menginjak usia enam tahun, dia lah yang setiap harinya menemani anak kecil itu bermain dan belajar di playgroup.


Bagas turun dari pangkuan sang bunda, dan berjalan menghampiri Nisa yang berada di balik mejanya.


Nisa pun mengubah posisinya menjadi menyamping dan menyambut kedatangan Bagas. Anak kecil itu seketika memeluk perut Nisa dan menangis di sana.


"Bagas mau Bu Nisa. Bu Nisa ikut Bagas pindah ya," rengek Bagas.


Nisa mendekap tubuh kecil yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri itu, dengan linangan air mata.


Dia pun merasa sedih ketika harus berpisah dengan anak kecil, yang selalu membuat ulah karena rasa iri terhadap teman-temannya yang selalu memamerkan ayah mereka.


Sarah pun ikut menitikkan air mata melihat kedekatan anak dan juga pengajarnya itu. Miko merangkul pundak calon istrinya, dan menenangkannya.


"Bagas, nanti di sana juga akan ada Bu Nisa yang lain. Yang akan sayang sama Bagas pastinya. Bu Nisa kan di sini mau temenin Kak Bela. Kalau Bu Nisa juga ikut pindah, Kak Bela gimana? Bagas nggak mau Kak Bela kesepian kan," bujuk Nisa sambil menyeka air matanya.


"Tapi, Bagas maunya Bu Nisa yang ini. Kak Bela biar cari Bu Nisa yang lain aja," rengek Bagas yang terus bersikeras dengan keinginannya.


"Bagas! Bagas kan sekarang sudah ada ayah. Pastinya Bagas sudah berani dong sekarang. Coba buktikan sama ibu kalau Bagas juga bisa jadi super hero yang pemberani kayak ayahnya Bagas," seru Nisa.


Dia mengusap lembut pipi gembul Bagas, sembari menghapus air mata yang sudah membajir di sana.


"Bagas mau kan jadi kayak ayah? Jadi superhero yang bisa lindungin ibu Bagas?" tanya Nisa.


Anak kecil itu mengangguk sambil menyedot ingusnya yang meleleh keluar.


"Kalau Bagas mau jadi hebat seperti ayah, Bagas harus berani pergi ke tempat yang baru. Bagas pernah bilangkan, kalau ayah juga dulu pernah pergi ke tempat yang asing, buat kalahin orang jahat?" seru Nisa.


Bagas mulai terlihat berhenti menangsi dan mendengarkan dengan antusias perkataan Nisa, meski isaknya masih sesekali terdengar.


"Jadi, Bagas juga harus seperti itu. Nanti, di sana Bagas akan dapat banyak teman lagi, guru-guru yang sayang sama Bagas juga. Bagas harus jadi super hero di sana, biar ibu dan ayah bangga sama Bagas. Mau yah," bujuk Nisa.


Akhirnya, dengan bujukan sang pengajar yang sangat lembut itu, Bagas melepaskan pelukannya dan mau pindah ke sekolah yang baru, meninggalkan semua kenangannya di tempat tersebut bersama dengan semua yang ada di sana.


Setelah pamit dengan semua teman dan dewan guru, Sarah dan Miko mengajak anaknya untuk berkunjung ke rumah Rianti, mertua Fadil dari almarhumah istrinya terdahulu, yang selama ini mengurus Bela sejak bayi.

__ADS_1


"Selamat ya. Akhirnya kalian bisa bersatu lagi " ucap Rianti.


"Terimakasih, Bu. Saya harap, Ibu dan semua bisa hadir di acara kami," sahut Sarah.


"Insya Allah, dengan senang hati kami semua usahakan untuk datang," ucap Rianti.


Tak terlalu lama mereka berbincang, ketiganya pun kini pergi ke rumah Sarah yang ada di Surabaya. Miko membantu calon istri dan juga putranya untuk mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke rumah orang tua Sarah.


"Beneran nggak usah dijual aja rumahnya?" tanya Miko.


"Nggak usah, Mas. Lagian kita juga belum ada rumah kan. Kamu juga selama ini tinggal di rumah orang tuamu. Anggap aja ini investasi untuk masa depan," jawab Sarah.


"Tapi, aku berencana membangun rumah sendiri nanti. Jadi, rumah ini mending di jual aja deh," seru Miko.


"Kalau gitu, aku jualnya nanti aja kalau kita udah bisa bangun rumah sendiri. Gimana?" ujar Sarah.


"Ehm … begitu juga boleh," sahut Miko.


Cukup lama mereka berkemas, tak terasa sampai sore hari. Setelah itu, ketiganya melanjutkan perjalanan pulang ke Semarang, dan mulai mempersiapkan semua keperluan pernikahan mereka yang sebentar lagi akan di gelar.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏


Sambil nunggu next ep, bisa dong mampir ke novel teman ku. ceritanya bagus lho🤩



jangan lupa favoritkan juga ya

__ADS_1


__ADS_2