Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor
Nikahan 1


__ADS_3

Hamparan rumput hijau, dengan hiasan bunga-bunga yang menggantung di atas, seolah tengah mejadi atap tenda. Pilar-pilar rendah setinggi orang dewasa dengan tanaman sulur hias yang bertengger di atasnya, tersebar di sepanjang sisi jalan setapak.


Di ujung sana, terdapat sebuah panggung dengan sebuah kursi besar, serta total empat kursi single di kanan dan kirinya. Tempat yang begitu indah dengan berbagai macam bunga berwarna putih dan kuninh yang menghiasi tempat itu.


Di bawahnya, terdapat sebuah meja besar dengan enam kursi yang mengelilinginya. Itu adalah tempat yang akan menjadi saksi, di mana seorang pria mengikat kembali wanita yang ia cintai, setelah mereka sempat berpisah sekian lamanya.


Hari ini, adalah hari pernikahan Miko dan Sarah. Di tempat ini, sebuah kebun milik keluarga Sarah, telah disulap menjadi tempar berlangsungnya ijab qobul dan juga resepsi.


Acara yang diminta Tino agar digelar secara besar-besaran, sengaja bertempat di ruang terbuka yang luas, agar mampu menampung banyaknya tamu undangan.


Semua kerabat, teman, kenalan, rekan kerja, baik dari Sarah maupun Miko, semua diundang ke acara tersebut.


Undangan yang disebar, hampir mencapai angka lima ribu buah. Pernikahan ini bahkan disiarkan secara live streaming melalui salah satu channel media siaran online milik perusahaan rekanan Miko.


Semua dilakukannya agar tidak ada lagi rasa sanksi dari keluarga Sarah akan kesungguhannya, dan benar kata Tino, semua demi menghindari kejadian di masa lalu, di mana hanya sedikit yang tahu tentang pernikahan keduanya.


Acara di gelar dalam dua sesi. Sesi pertama adalah akad nikah dan resepsi pagi yang diperuntukan untuk keluarga besar dan kerabat dekat masing-masing mempelai serta para tetangga sekitar.


Sedangkan sesi kedua yaitu malam hari, akan di hadiri oleh rekan kerja, kolega, teman serta kenalan dari kedua mempelai.


Saat ini, Sarah tengah berada di ruang ganti pengantin. Dia nampak duduk di depan cermin, dengan balutan kebaya putih, dengan ekor panjang menjuntai ke lantai. Bagian depan yang terbuka dari pinggang ke bawah, menampilkan kain batik berwarna dasar putih yang menjadi bawahannya.


Rambutnya di sanggul dengan untaian bunga melati yang menghiasi surai hitam Sarah, hingga memancarkan aura ayu khas putri Jawa.




Riasan dari make up artist, membuat paras cantik itu terlihat kian bersinar.


Miko nampak masuk ke dalam, dan melihat pengantinnya yang tampak begitu cantik. Dia pun berdiri tepat di belakang pintu, sambil terus memandangi Sarah.


Wanita itu terlihat gugup, dengan jemarinya yang saling bertaut, dan wajanya yang terus saja tertunduk.


"Ehem!" dehem Miko.


Sarah pun langsung menoleh ke arah sumber suara. Senyumnya mengambang indah saat melihat pangeranya tengah berdiri di hadapannya.


Miko tampil gagah dengan beskap dengan warna senada dengan kebaya Sarah, serta kain batik sebagai bawahannya, yang sama persis dengan yang dipakai Sarah.


Ditambah dengan blangkon yang bertengger di kepalany, dan keris dengan hiasan unfaian bunga melati yang tersemat di pinggangnya, menambah tampan Miko hari ini.


(Beskap adalah pakaian khas jawa untuk pria, yang hampir menyerupai jas, namun lebih pendek dan biasanya terbuat dari bahan berlapis yang mengkilap atau beludru.)


"Mas," panggi Sarah.

__ADS_1


Miko berjalan menghampiri pengantinnya. Tangannya terulur dan membelai pipi mulus Sarah.


"Istriku benar-benar cantik sekali. Rasanya sayang kalau harus memamerkan kecantikanmu kepada semua orang," ucap Miko.


Sarah memukul kecil lengan pria itu.


"Iiisshh … gombal. Ngapain kamu masuk ke sini? Udah mau mulai?" tanya Sarah.


"Belum. Bapak mu dan Bapak ku masih ngobrol sama Pak penghulunya. Dari pada bete nunggu, mending aku ke sini buat lihat kamu," sahut Miko.


"Oh … oh iya, Bagas mana?" tanya Sarah lagi.


"Lagi main sama Bela, sama anaknya Mas Tino, sama anak-anak tetangga juga …," sahut Miko sambil meraih pinggang Sarah dan membuat wanita itu menempel ketat pada dirinya.


"… makanya aku ke sini, biar bisa berdua sama kamu," lanjut Miko.


Sarah nampak tersipu. Wajahnya memerah karena posisi mereka yang sangat intim itu. Dia mencoba melepaskan diri dengan mendorong lengan pria itu agar terlepas.


"Mas, sabar dulu. Tunggu sampai kita sah," ucap Sarah dengan wajah yang sudah sangat merah.


"Icip sedikit masa nggak boleh sih?" keluh Miko sembari mengerucutkan bibirnya.


Sarah gemas dan akhirnya dia pun menarik bibir pria itu, hingga Miko mengaduh kesakitan, dan melepaskan rangkulannya di pinggang Sarah.


"Habisnya kamu nakal. Udah sana keluar. Bentar lagi paling ada yang datang," seru Sarah.


"Iya deh, iya. Tapi nanti kalau pas malem pengantin, jangan nolak lagi yah … yah … yah," goda Miko sambil menaik turunkan alisnya.


"Iiihhhh … apaan sih. Mesum! Udah sana keluar dulu," seru Sarah.


Wanita itu kembali dibuat tersipu malu, dan mendorong calon suaminya agar segera keluar dari sana.


Miko pun terpaksa keluar dengan terkekeh, karena berhasil menggoda pengantinnya.


Beberapa saat kemudian, Maya, diikuti Murni, Tari dan juga Susan, masuk ke dalam ruang ganti pengantin, di mana Sarah berada. Ketiga bestie itu saling berpelukan melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu.


Semuanya sangat senang dengan kabar bahagia ini. Mereka bertiga pun berdoa agar sahabatnya itu selalu mendapat kebahagiaan dalam rumah tangganya kali ini, meski dengan pria yang sama.


"Selamat ya, Sar. Kita seneng banget pas denger kamu mau rujuk sama Miko," ucap Susan.


"Akhirnua setelah badai, kamu bisa kembali bahagia sama pangeran berkuda besi mu itu," timpal Tari.


"Makasih ya semua atas doanya. Makasih juga kalian udah mau dateng ke acara ini dan jadi saksi ku sama Miko sekali lagi," sahut Sarah yang terlihat berkaca-kaca dengan kehadiran dan ucapan yang tulus dari kawan-kawannya.


"Sar, maafin aku yah," ucap Murni, si mesum yang selalu rame, namun kali ini nampak sedikit murung

__ADS_1


Sarah pun menoleh dan melihat ekspresi sahabatnya yang satu itu.


"Kamu kenapa, Mur? Nggak biasanya murung gitu," tanya Sarah.


"Maafin aku yah!" ucap Murni sambil menghambur memeluk si pengantin, dan membuat kedua bestie nya yang lain geleng-geleng kepala.


Sarah bertanya kepada Tari dan juga Susan, dengan mengangkat dagu serta tangannya, namun keduanya hanya mengedikkan bahu.


"Maaf kenapa, Mur. Kamu nggak ada salah sama aku kok," seru Sarah sambil menepuk-nepuk punggung Murni dengan keheranan.


"Maaf, karena dulu aku udah kasih kamu saran ngawur, sampe kamu beneran cerai sama Miko. Aku nyesel banget pas tahu kamu pisah sama dia dan ngilang gitu aja. Maafin aku ya," ungkap Murni dengan tangisnya yang cukup keras.


"Udah, Mur. Yang dulu, biarin aja terlewat. Lupain yang jelek-jelek, sekarang kan yang penting aku udah bahagia. Lihat kan," ujar Sarah sambil mengurai pelukannya dan tersenyum ke arah Murni.


"Selamat ya, Sar. Ini aku ada kado buat kamu," ucap Murni yang masih terlihat sesenggukan.


Sarah mengernyitkan keningnya melihat kado yang diberikan oleh temannya itu.


"Apaan ini, Mur?" tanya Sarah curiga.


"Ada lah. Bukanya nanti aja kalo udah selesai acara resepsinya," sahut Murni.


"Ini bukan yang aneh-aneh kaya waktu itu kan?" tanya Sarah.


"Udah, nanti juga tau. Yang jelas, ini peralatan tempur," bisik Murni.


Tari dan Susan hanya bisa cekikikan mendengar perkataan Murni barusan.


"Firasatku nggak enak," gumam Sarah.


"Enak kok. Pasti enak. Tenang aja," ucap Murni meyakinkan.


"Ehm, maaf nih. Acara akad nikahnya akan segera di mulai. Pengantinnya mau tampil dulu ya," sela Maya yang sedari tadi hendak membawa keluar Sarah, namun tertahan dengan kedatangan ketiga sahabat adik iparnya itu.


Sarah nampak semakin gugup. Dia merangkul lengan Maya, diikuti oleh Tari, Murni dan Susan yang bertugas memegangi ekor kebayanya yang menjuntai hingga membuat Sarah merasa keberatan.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏

__ADS_1


__ADS_2