Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor
Pengaduan Lisa


__ADS_3

Hari ini, Sarah menugaskan Jeni bergabung dengan tim yang akan mengumpulkan angket di lapangan. Dia melakukannya karena merasa kinerja karyawan pindahan itu di kantor tidak maksimal.


"Siapa tahu kalau ku suruh dia ke lapangan malah jadi bagus. Di kantor cuma ngegosip mulu," keluh Sarah sembari mijat pangkal hidungnya.


Saat itu, Lisa terlihat tengah berjalan ke arah meja menejernya. Dia hendak menyerahkan laporan hasil survei yang dilakukan tim lain pada minggu lalu.


"Maaf, Bu. Ini laporan dari tim saya minggu lalu atas survei masyarakat mengenai produk jasa kita," ucap Lisa.


"Makasih ya, Lis. Taruh saja di sini dulu," sahut Sarah.


Namun, Lisa tak nampak langsung pergi. Dia masih berdiri di sana dan membuat Sarah kembali menoleh ke arah karyawannya itu.


"Kenapa, Lis? Ada yang mau disampaikan lagi?" tanya Sarah.


"Ehm … sebelumnya saya mohon maaf, Bu. Ini tentang Jeni. Banyak keluhan dari karyawan lain tentang dia," tutur Lisa.


Sarah nampak mengernyitkan kedua alisnya.


"Keluhan? Keluhan seperti apa?" tanya Minati yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Lisa.


"Eh … Bu Minati. Selamat pagi, Bu. Kalau begitu, saya permisi dulu," ucap Lisa.


"Eh … jangan pergi dulu. Ngga papa. Lanjutkan aja! Meskipun ini urusan internal divisi humas, tapi divisi personalia wajib tahu kinerja dari setiap karyawan yang bekerja di kantor ini," seru Minati.


Lisa melempar pandangannya ke arah Sarah seolah meminta persetujuan, dan menejer humas itu pun menganggukkan kepalanya pelan seraya memberikan ijin.


"Banyak keluhan dari karyawan lain tentang Jeni. Mereka merasa terganggu dengan sikap dia yang selalu saja mengajak mereka ngobrol dan bergosip di saat jam kerja. Banyak juga yang merasa keteteran saat harus menyelesaikan tugas karena terlalu lama diajak bicara dengan Jeni," ungkap Lisa.


"Awalnya, mereka senang karena mendapatkan berita besar tentang sosok Bu Sarah yang terkenal baik dan berwibawa sebagai pemimpin. Namun, lama-lama karena terlalu sering dibahas, mereka pun akhirnya bosan, apa lagi respon dari Bu Sarah sendiri yang terlihat acuh dan tak peduli sama sekali dengan gunjingan itu," lanjut Lisa.


Sarah diam. Dia hanya mampu mendengarkan penuturan dari salah satu karyawan kepercayaannya itu. Dalam hati, ada rasa senang karena ternyata mereka sudah sedikit demi sedikit tak mempeduliakn gosip tentangnya lagi.


"Siapa saja yang merasa terganggu? Apa hanya di divisi ini saja?" tanya Minati yang mulai mengambil alih pembicaraan.

__ADS_1


"Tidak, Bu. Hampir semua divisi merasakan hal yang sama. Semenjak Jeni pindah ke kantor cabang ini, setiap harinya dia selalu saja mengajak rekan-rekan lainnya mengobrol. Pernah saya tegur, dan jawaban dia …," tutur Lisa.


"Tugasnya hanya sedikit jadi bisa dikerjakan nanti. Benar begitu kan?" sela Sarah.


"Iya benar, Bu. Dia malah menjawab seperti itu," sahut Lisa.


"Apa kamu ngasih dia kerjaan yang memang sedikit, Sar?" tanya Minati.


"Dia karyawan baru yang seharusnya bisa beradaptasi dengan pekerjaannya di minggu-minggu awal. Yah, meskipun dia seorang karyawan pindahan yang sudah pasti hapal dengan pekerjaan di divisi humas, tapi setiap tempat kan punya aturan yang berbeda. Makanya aku kasih dia sedikit tugas dengan tujuan agar dia bisa terbiasa dulu dengan lingkungan kerjanya," jelas Sarah.


"Tapi, dia malah memanfaatkan itu untuk menyebar gosip tentang kamu gitu ya?" sindir Minati.


"Ya gitu deh," sahut Sarah sembari mengedikkan kedua bahunya.


"Makasih atas infonya ya, Lis," ucap Minati.


"Sama-sama, Bu," sahut Lisa.


"Sepertinya, ini saatnya kita mulai bertindak, Sar. Ini bukan hanya menyangkut soal dia nyebarin gosip tentang kamu aja. Tapi juga ini sudah pasti merugikan perusahaan kalau terus-terusan dibiarkan," seru Minati.


"Sebaiknya, kamu coba tanya alasan cabang Blora memindahkan dia kemari. Pasti ada sesuatu kan. Mereka nggak akan mungkin membiarkan karyawan yang baik dan berkontribusi besar untuk pindah begitu saja," ucap Sarah.


"Benar juga. Oke lah. Sekarang juga aku akan coba telepon cabang Blora," ucap Minati.


Dia pun berbalik pergi meninggalkan Sarah. Saat itulah, terlihat Fajar yang berjalan masuk ke dalam wilayah divisinya.


Pria itu nampak mencari seseorang karena memeriksa satu persatu bilik yang ada di sana.


Sarah bangkit berdiri dan memanggil sekretaris mantan suaminya itu.


"Pak Fajar," panggil Sarah.


Pria itu pun menoleh dan memilih berjalan mendekat ke arah Sarah.

__ADS_1


"Ada yang bisa dibantu, Pak?" tanya Sarah.


"Saya mencari karyawan pindahan yang bernama Jeni. Di mana dia sekarang?" tutur Fajar.


Sarah dan Minati saling tatap. Pasalnya, ini hal aneh karena sekretaris bosnya mencari karyawan biasa seperti Jeni.


"Ehm … maaf, saat ini Jeni sedang ditugaskan di lapangan. Kalau boleh tau ada apa ya, Pak? Mungkin Bapak bisa sampaikan ke saya, biar nanti saya beritahukan ke orangnya langsung," tutur Sarah.


Fajar nampak diam. Dia menatap Minati yang masih berdiri di sana.


Seolah mengerti maksud tatapan dari sekretaris bosnya itu, Minati pun pamit pergi dari sana, namun dia masih tak begitu saja pergi karena dia hanya bersembunyi di bilik yang berada di ujung, agar bisa mencuri dengar pembicaraan antara Fajar dan juga Sarah.


Setelah memastikan tidak ada orang, Fajar pun mengatakan maksud kedatangnnya mencari Jeni yang atas perintah Miko. Pria itu pun mengatakan, jika hal ini dikarenakan oleh rekaman vidio tentang dirinya yang sudah tersebar di seluruh kantor itu.


"Pak Miko hanya ingin meminta penjelasan kenapa dia yang adalah karyawan baru, melakukan hal tersebut kepada Anda, Bu Sarah," tutur Fajar.


"Biarkan saya bertemu dengan beliau di atas," seru Sarah.


Fajar tak langsung mengiyakan. Dia berusaha menimbang apakah ini hal yang benar atau tidak.


"Anda bilang, Pak Miko ingin tau alasan dia kan? Biarkan saya yang bicara berdua dengan beliau," seru Sarah lagi.


"Baiklah, Mari ikut saya," ucap Fajar yang akhirnya mau menuruti permintaan menejer humas itu.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏

__ADS_1


__ADS_2