Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor
Malam kelam


__ADS_3

Sarah menangis sesenggukan setelah melepas semua bebas yang selama ini dia pendam. Sebuah rahasia tentang sang anak yang ia tutup rapat dari Miko, mantan suaminya.


Sedangkan Miko, pria itu nampak begitu kacau saat mengetahui sebuah kenyataan di mana anak yang selama lima tahun ini dikiranya telah tiada, justru tumbuh dengan baik dan sehat, dan disembunyikan oleh Sarah, ibu dari putranya sendiri.


"Kenapa kamu tega, Sar? Apa kamu tau betapa frustasinya aku saat itu sampai hampir gila? Apa kamu tahu sehancur apa hatiku melihat bayi yang ku kira anak ku sendiri, terbujur kaku di ruang mayat?" Miko maju dan kembali meraih pundak Sarah dan mengguncangnya kuat.


"Apa dokter si*lan itu yang menyuruhmu berbohong? Apa dia yang menghasut mu? Aku akan beri perhitungan pada …," ucap Miko.


"Bukan!" potong Sarah.


Dia mengangkat wajahnya yang telah penuh basah dengan air mata. Sarah menatap nanar ke arah Miko yang sudah terlihat begitu kacau.


"Bukan Mas Fadil yang memintaku untuk berbohong. Aku! Aku yang memintanya untuk merahasiakan tentang kondisi kelahiran Bagas saat itu. Aku nggak mau kamu mengambilnya dari ku, Mas. Aku nggak mau pisah dari anakku sendiri!" lanjut Sarah dengan deraian air mata.


"Lalu aku? Apa kamu nggak mikirin perasaan ku selama ini, Sarah? Aku juga nggak mau jauh dari anakku. Kenapa harus pake berbohong segala, Sar? Kenapa?" tanya Miko yang belum bisa mengerti alasan Sarah melakukan itu semua.


"Karena aku meminta pisah darimu, Mas. Itu lah kenapa aku menyembunyikan Bagas selama ini," tutur Sarah.


"Apa? Jadi … jadi hanya karena perpisahan kita, kamu tega membohongiku tentang Bagas selama ini? Selama lima tahun, Sar?" Miko melepas pundak Sarah dan berkacak pinggang, sembari berjalan mondar mandir di hadapan wanita itu.


Dia kembali berhenti dan menghadap Sarah.


"Kita masih bisa mengurusnya bersama meski tidak lagi hidup bersama, Sar. Aku masih tak bisa menerima alasan mu itu. Semua hanya karena ketakutan mu saja yang tak berdasar," sanggah Miko.


"Tak berdasar? Tak berdasar kamu bilang? Kamu kira aku cuma berandai-andai? Ini semua karena Bapakmu yang saat itu mengancamku, kalau kalian akan mengambil Bagas dari ku jika aku masih tetap meminta pisah darimu. Sedangkan hidup dengan mu, bagai neraka dunia untukku. Kau tahu itu dengan jelas, Mas!" tepis Sarah geram.

__ADS_1


"Apa? Bapakku? Kamu bilang bapakku ngancem kamu? Ini … ini nggak masuk akal, Sar. Nggak mungkin Bapak melakukan itu semua ke kamu," elak Miko.


"Kalau kamu tak percaya, tanyakan saja pada Bapakmu itu. Aku yakin, beliau pasti tidak akan mengelak akan apa yang pernah beliau ucapkan," ujar Sarah.


Miko terdiam. Dia masih tak menyangka, jika semua keterpurukannya selama ini atas kehilangan anaknya, hanyalah sebuah kebohongan Sarah semata, yang tertekan oleh ancaman orang tua Miko sendiri.


Setelah mendengar semua hal itu, Miko berjalan gontai, dengan tatapan kosong. Dia tak mampu memikirkan apapun lagi selain semua penuturan Sarah. Miko pergi dari rumah mantan istrinya dengan hati yang terasa begitu hampa.


Sedangkan Sarah, wanita itu terduduk di kursi yang ada di dekatnya, dan menangis sejadinya, melepaskan semua kekalutan yang telah tersimpan di hatinya sejak lama.


Tanpa mereka tahu, Bagas mendengar semua pertengkaran kedua orang tuanya dari balkon lantai dua, yang berada tepat di atas keduanya.


Bu Riswan pun, mendekap erat tubuh cucunya, yang turut menangis melihat kedua orang tuanya saling berteriak seperti tadi.


"Nek, Bagas nggak mau Ayah pergi lagi. Bagas juga nggak mau jauh dari Ibu," ucapnya lirih di sela isaknya.


Kalian lihat sekarang? Selalu ada anak yang menjadi korban akibat perceraian kedua orang tuanya. Ya Allah, Kasihan cucuku. Berilah dia kebahagian bersama kedua orang tuanya, batin Bu Riswan.


...🥀🥀🥀🥀🥀...


Seperginya Miko dari rumah Sarah, dia melajukan mobilnya langsung ke Semarang, menuju ke kediamam kedua orang tuanya.


Pria itu ingin mendengar langsung dari sang ayah, yang dikatakan Sarah telah mengancam mantan istrinya lima tahun yang lalu.


Miko keluar dari rumah Sarah sekitar pukul sebelas malam. Jarak tempuh antara Surabaya ke Semarang via tol, kurang lebih memerlukan waktu tiga hingga empat jam.

__ADS_1


Dia akhirnya sampai di depan pagar rumah orang tuanya sekitar pikul tiga dini hari. Miko sudah begitu kacau dengan penampilan yang acak-acakan.


Matanya memerah dengan lingkarnya yang menghitam akibat tidak tidur semalaman. Rambutnya sudah tak tertata rapi, dan pakaiannya pun sudah sangat kusut dan tak lagi mencerminkan seorang Miko yang selalu terlihat rapi.


Dia masih duduk di kursi belakang kemudi mobilnya, sambil menumpukan kepalanya di setang bundar itu.


Emosinya masih naik turun, mengingat semua pengungkapan Sarah akan siapa Bagas sebenarnya.


Dia masih diam bergeming di dalam mobilnya, hingga kumandang adzan subuh terdengar sayup-sayup dari arah surau terdekat.


TOK! TOK! TOK!


Terdengar suara ketukan dari balik kaca mobilnya. Miko pun mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah samping.


Terlihat penjaga rumah itu menghampirinya. Miko pun membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana. Dia sengaja menunggu di dalam mobil, sampai penghuni rumah mulai terbangun satu persatu.


Miko tak mau membuat keributan, terlebih disaat dirinya sedang dilanda emosi yang memuncak karena penuturan Sarah sebelumnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏


__ADS_2