Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor
Honeymoon


__ADS_3

“Mas! Ayo bangun! Mas, katanya mau honeymoon? Masa cuma di dalam kamar doang sih dari kemarin?” Keluh Sarah.


“Ehm... Masih ngantuk, Sar. Nanti, bentar lagi yah,” Sahut Miko malas.


“Siapa suruh semalaman minta terus. Aku aja nyampe pegel-pegel begini. Mana merah semua dadaku juga,” gerutu Sarah.


“Tapi suka kan?” goda Miko sambil mengangkat sedikit kepalanya dan menoleh ke arah sang istri berada.


Namun, bukannya bangun, Miko malah kembali merebahkan kepalanya dan terpejam.


Sarah geram dan kembali menggoyang-goyangkan tubuh Miko, yang masih polos hanya ditutup dengan selimut hingga ke atas pinggangnya.


“Mas! Bangun! Kalau mau tidur-tiduran aja sih mending nggak usah ke sini deh! Udah ninggalin Bagas, nggak jalan-jalan, be te!” keluh Sarah.


Wanita itu kemudian berbalik dan berjalan pergi ke arah balkon kamar hotelnya.


Saat ini, mereka tengah menginap di sebuah hotel berbintang di daerah Sleman dekat bandar udara Adisucipto Jogjakarta.


Hotel yang memiliki fasilitas out door swimming pool di atas atapnya, dengan view kota Jogja, dan dekat dengan objek wisata Candi Sewu, Prambanan, Taman Sari, Istana Jogjakarta, Jahid J-walk dan banyak lagi spot menarik lainnya, yang rencananya akan mereka kunjungi saat pergi ke mari.


Namun, Sarah harus merasa kecewa dengan Miko, pasalnya sejak tiba di sana, pria itu terus saja mengurung dirinya di kamar hotel nan mewah itu, dan terus mengungkungnya di bawah sang suami.


Percintaan mereka yang terakhir, Sarah memberikan syarat jika setelah ini mereka akan tidur, dan besok harinya Miko harus janji untuk mau keluar dan mengajak Sarah jalan-jalan berkeliling kota Jogja.


Tapi, Lagi-lagi Miko malah bermalas-malasan dan membuat Sarah kesal bukan main.


Dia merasa kasihan pada sang putra, yang harus rela di tinggal demi kesenangan kedua orang tuanya, yang ingin menikmati bulan madu. Tapi kelakuan Miko yang seperti ini membuat Sarah benar-benar kecewa.


Sarah terlihat berdiri di tepi pagar balkon kamar hotelnya, dengan mengenakan dress terusan selutut bercorak bunga yang begitu cerah.



Dia melipat kedua lengannya di depan dada sambil memandang indahnya kota seribu candi di bawahnya.


Miko yang menyadari jika sang istri tengah merajuk pun bangkit dari posisi nyamannya, dan mengenakan celana boxernya, lalu berjalan menghampiri sang istri yang masih berdiri di sana.


Pria itu memeluk pinggang Sarah dan meletakkan dagunya di pundak sang istri, dan membisikkan sesuatu.


“Maaf ya. Aku terlalu kangen sama kamu. Hampir enam tahun aku puasa. Jadinya ya rasanya kurang terus deh,” ucap miko mencoba menjelaskan kepada sang istri.


Sarah mengedikkan pundaknya untuk menyingkirkan dagu Miko dari dirinya.


Namun, pria itu semakin membenamkan wajahnya di sana dan mengecupi leher jenjang sang istri, hingga Sarah merasa kegelian.


“Mas! Jangan mulai lagi deh. Aku udah capek banget tau, ngeladenin kamu dua hari ini. Kan kamu udah janji semalem, kalau hari ini mau ajak aku jalan-jalan,” rengek Sarah cemberut.


Miko pun mengurai pelukannya dan memutar badan Sarah hingga menghadap ke arahnya.


Terlihat jelas wajah cemberut san istri yang menghiasi pagi hati itu. Miko menangkup kedua pipi Sarah, dan mengecup bibirnya singkat.


“Maaf ya. Jangan ngambek dong. Iya deh aku janji, hari ini kita pergi jalan-jalan. Kamu mau ke mana?” bujuk Miko.


“Terserah, yang penting jangan di kamar mulu. Bosen tau jauh-jauh ke sini malah ngamar terus,” keluh Sarah.

__ADS_1


“Ya udah, kamu tunggu ya. Aku mau mandi dulu, oke?” ucap Miko.


Sarah hanya mengangguk dengan bibir yang masih mengerucut.


Dengan gemas, Miko pun kembali mengecup bibir ranum itu sedikit lebih lama, hingga Sarah harus memukul-mukul pundak sang suami untuk menghentikannya.


“Mas!” pekik Sarah kesal, saat Miko melepaskan ciumannya.


Pria itu kemudian pergi berlalu ke kamar mandi sambil tertawa, karena berhasil membuat sang istri kesal dengan ulahnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


“Wah... Bagus ya candinya, Mas. Bener-bener bukti cinta yang hakiki,” gumam Sarah yang saat ini tengah berada di area Candi Sewu, Prambanan.


Miko nampak tersenyum memandangi sang istri yang terlihat begitu senang melihat maha karya dari sang pencinta, Bandung Bondowoso, untuk dipersembahkan kepada pujaan hatinya Roro Jonggrang yang telah berhianat.


Sarah nampak mengenakan sebuah topi pantai, untuk melindungi wajahnya dari teriknya sang surya.


Dia berjalan menghampiri sang istri yang berlarian ke sana kemari, melihat setiap lekuk bangunan yang megah itu.


“Kamu mau dibuatin kaya gini juga?” tanya Miko.


Sarah berbalik dan menghampiri sang suami yang saat itu terlihat begitu tampan, dengan hanya mengenakan sebuah kaus putih berlengan sesiku, dan celana jeans navi, serta kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


“Emang bisa, Mas?” tanya Sarah dengan sangat antusiasnya.


“Bisa, tapi kamu mau nggak jadi patung yang ke seribunya?” tanya Miko.


“Nyebelin!” seru Sarah.


Miko hanya terkekeh geli melihat sikap Sarah yang seperti anak kecil. Pria itu seakan tengah mengenang lagi masa lalunya bersama sang istri ketika masih remaja.


Akhirnya, aku menemukanmu lagi, Sar. Sarah yang periang, yang lucu, yang manja, dan selalu hangat dengan semua orang. Aku benar-benar bersyukur bisa bersama mu lagi, batin Miko.


“Mas! Ayo kita foto di sini!” seru Sarah memanggil sang suami yang terlihat masih berdiri di tempatnya.


Miko pun berjalan menghampiri sang istri yang sudah menunggunya untuk berswafoto.


Hari-hari bulan madu mereka, dilalui dengan penuh suka cita. Setiap hari, Sarah selalu meminta Miko untuk menemaninya mengunjungi tempat-tempat yang berbeda, hingga malam menjelang.


Dan pada malam harinya, giliran Miko yang meminta imbalan kepada Sarah, untuk menghangatkan ranjangnya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


“Ibuuuuu...,” teriak Bagas, saat melihat mobil yang membawa kedua orang tuanya telah sampai di halaman rumah keluarga Pak Riswan.


Nampak Sarah dan Miko keluar, untuk menyambut pelukan sang putra.


“Ehm ... Anak Ibu. Kamu nggak rewel sama Nenekdan Kakek kan?" tanya Sarah.


Bagas menggeleng cepat.


"Ehm ... Ibu kangen banget lho sama Bagas. Bagas kangen nggak sama Ibu dan Ayah?” seru Sarah.

__ADS_1


“Bagas kangen banget sama Ayah dan Ibu. Kenapa perginya lama banget sih?” keluh Bagas yang saat ini tengah berada di gendongan Sarah.


Nampak Miko mengusap lembut puncak kepala sang putra.


“Katanya Bagas mau adik bayi. Ya harus lama. Kan susah bikinnya,” sahut Miko.


“Kenapa bikin? Kenapa nggak beli aja kaya yang dibilang Pak dhe Tino?” Tanya Bagas dengan polosnya.


Sarah mencebik kesal dan menyikuti perut Miko dengan sedikit keras, serta mata yang melotot ke arah sang suami.


“Ya mana ku tau?” gumam Miko lirih.


Dari arah dalam, terlihat Pak Riswan dan istrinya keluar, untuk menyambut kedatangan kembali anak dan menantunya.


“Bagas, ngobrolnya di dalam aja yuk. Ayah dan Ibu pasti capek kan habis perjalanan jauh,” ujar Bu Riswan.


“Ayo masuk,” ajak Sarah.


“Aku ambil koper dulu di bagasi,” sahut Miko sambil berbalik dan berjalan hendak menuju ke bagian belakang mobil.


Sarah nampak berjalan menuju ke dalam rumah, sambil menggendong Bagas.


“Ibu, Bagas mau bobo sama Ibu dan Ayah lagi yah,” seru Bagas.


“Kenapa?” tanya Sarah.


“Kata Kakek Mulyadi, kalau ayah dan ibu bobo berdua, nanti ada tikus masuk lubang. Ibu kan takut sama tikus, jadi biar Bagas yang usir tikusnya nanti,” jawab Bagas dengan polosnya.


Miko yang mendengar ocehan sang putra pun hanya bisa menepuk keningnya.


“Gagal deh dapat jatah ntar malam,” gumamnya yang masih bisa di dengar oleh Sarah.


Wanita itu pun hanya bisa terkekeh mendengar perkataan Bagas yang begitu polosnya dan keluhan sang suami. Dia menciumi pipi anak kecil itu dengan gemas.


“Baiklah. Malam ini, Bagas boleh tidur sama ayah dan ibu. Kebetulan, ibu capek banget. Nanti, Bagas usir tikusnya yah, biar nggak bisa masuk lubang lagi,” sindir Sarah sambil melirik ke arah Miko yang terlihat kesal.


.


.


.


.


Geli nggak sih lihat tikus berbulu lebat masuk ke lubang?🤭🤭🤭🤭


Hei, othor lagi ngimongin tikus lho ya, jan pada ngeres😝😝😝


Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏


Sambil nunggu next eps, bisa dong mampir ke novel temen ku. seru lho ceritanya.


__ADS_1


__ADS_2