
Sarah memasuki tempat akad, di mana sudah banyak tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan jalannya prosesi sakral, yang akan mengikat Sarah dan Miko menkadi sepasang suami istri kembali.
Di ujung sana, terlihat kedua pria tua yang telah berjasa membesarkan anak-anaknya, tengah duduk di samping kanan dan kiri Pak penghulu. Sedangkan di depan mereka, nampak seorang pria yang tengah duduk seorang diri, dengan sebuah kursi kosong di sampingnya. Juga dua orang teman, sekaligus yang akan menjadi saksi dari pihak Miko dan juga Sarah
Pengantin wanita dituntun untuk duduk di kursi yang kosong itu, bersama dengan pria yang tak lain adalah Miko, sang calon suami.
"Apa semua sudah siap?" tanya Pak penghulu.
Wali dan saksi menjawab siap, begitu pun dengan pengantin prianya.
"Pengantin pria memang harus selalu siap. Apa lagi malam pengantin. Bukan begitu, Mas Miko?" goda Pak penghulu.
Miko hanya tersenyum tipis, namun Sarah seketika tersipu malu.
Kali ini, Pak Riswan yang akan bertindak sebagai wali, sekaligus orang yang akan menikahkan putrinya, dipandu oleh penghulu.
Terlihat, pria tua itu mengulurkan tangannya dan segera disambut oleh Miko, yang sebentar lagi akan kembali menjadi menantunya.
"Bismillah hirrohman nirrohim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Miko Santanu Aji bin Mulyadi, dengan putri saya yang bernama Sarah amalia binti Riswan, dengan mas kawin satu set perhiasan dua puluh empat karat seberat lima puluh gram, dan uang lima juta rupiah, dibayar tunai," ijab dari Pak Riswan.
Nampak tangan Miko sedikit ditarik dan itu adalah tanda untuknya menjawab ijab dari calon mertuanya tadi.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Sarah Amalia binti Riswan, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," qobul yang diucapkan Miko dalam sekali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya Pak penghulu.
Seluruh yang ada di sana pun, serempak mengucap kata 'sah'. Dengan demikian, resmi sudah Sarah menjadi istri miko untuk yang kedua kalinya. Namun kali ini, dia adalah istri satu-satunya.
Pak penghulu membacakan doa untuk kedua mempelai, dan diamini oleh seluruh tamu undangan yang hadir.
Setelah itu, Sarah dan Miko saling berhadapan dalam posisi yang masih duduk. Wanita itu meraih tangan Miko, dan mencium pinggung tangan suaminya. Miko pun secara naluriah mengecup puncak kepala wanita, yang kini telah sah menjadi istrinya.
Terimakasih, Ya Allah. Insya Allah, Aku janji akan menjaga kelaurga ku dengan baik, dan tak akan membiarkan mereka menangis sedih lagi, batin Miko.
Alhamdulillah, terimakasih atas semua nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Bimbinglah kami agar selalu menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Amiin, doa Sarah dalam hati.
Di sela kehidmatan itu, tiba-tiba Bagas muncul dari keramaian dan membuat keduanya memisahkan diri.
"Ayah, Ibu, Bagas juga mau jadi penganti," rengek Bagas.
Semua yang mendengar, hanya terkekeh dengan perkataan anak kecil itu. Miko kemudian mengangkat putra kecilnya dan mendudukkannya di pangkuan.
"Bagas mau duduk di sana?" tunjuk Miko ke arah pelaminan.
__ADS_1
Anak kecil itu pun mengangguk dengan cepat.
"Ayo," ajak Miko.
Kedua pengantin itu pun kemudian berjalan menuju ke pelamainan, dibantu oleh beberapa orang. Terutama Sarah yang harus mengangkat beban berat, karena kebayanya yang penuh dengan manik-manik.
Sarah dan Miko, duduk di satu kursi panjang, dengan Bagas yang berada di tengahnya. Sedangkan Pak Riswan, Pak Mulyadi dan istri mereka, duduk mengapit kedua mempelai, di kursi single yang berada di kanan dan kirinya
Para tamu undangan satu persatu naik dan menyalami semua yang ada di atas pelamian, sambil mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
Nampak Fadil yang tadi ditunjuk menjadi saksi dari pihak Sarah, yang datang beserta Nisa dan juga Bela, naik ke atas untuk memberi selamat kepada Miko dan Sarah.
Sahabat baik Miko, Dodi pun turut naik dan menyalami keduanya, setelah tadi sempat menjadi saksi dari pihal Miko.
Ada juga Murni, Tari dan Susan yang ikut eksis dengan berfoto bersama pengantin di pelaminan, dan membuat semua orang geleng-geleng kepala melihat kelakuan ketiga ibu yang lupa umur itu.
ketiganya terus saja menggoda Sarah, hingga pengantin wanita itu kembali tersipu.
Semua keluarga nampak naik dan menyalami kedua pengantin itu hingga selesai seluruhnya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Pukul dua siang, resepsi pagi telah selesai dilangsungkan. Bagas nampak tertidur karena kelelahan ikut menyalami semua tamu undangan yang meminta bersalaman.
“Kasihan dia. Jadi kecapean gini gara-gara ikut-ikutan naik pelaminan,” ucap Sarah sambil mengusap lembut puncak kepala sang putra.
Tempat acara dan kediaman keluarga Sarah, hanya berjarak beberapa meter saja. Sehingga tidak perlu menyewa vila atau pin hotel untuk menginap.
Sedangkan untuk kamar ganti, Miko telah menyewa tenda khusus yang biasa dipakai untuk event-event out door, dan terletak di samping tempat acara, untuk memudahkan pengantin menuju ke pelaminan.
Kedua pengantin lama rasa baru itu pun, terlihat kelelahan karena harus melayani seluruh tamu undangan yang ingin mengucapkann selamat kepada keduanya.
Terutama Sarah, yang seharian ini harus mengenakan kebaya yang cukup berat, ditambah sanggul dan sepatu ber hak tinggi yang dipakainya.
“kamu sebaiknya juga istirahat, Sar. Nanti malam masih akan ada acara resepsi lagi. Pasti akan sampai larut,” seru Miko.
“Ehm... Iya, Mas. Kamu juga yah,” sahut Sarah.
Wanita itu pun memejamkan matanya, meski dalam hati, dia sangat gugup karena harus berbaring dalam satu ranjang, bersama dengan pria yang sudah hampir enam tahun ia tinggalkan itu.
Untung ada Bagas di tengah. Kalau nggak, aduh, nggak tau deh, batin Sarah.
Dia semakin mengeratkan pelukannya pada sang putra.
__ADS_1
Miko pun ikut berbaring dan tidur di samping putranya, sambil memeluk keduanya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Malam harinya, Sarah kembali tampil memukau dengan balutan gaun pengantin modern, setelah pagi harinya memakai pakaian adat Jawa.
Sebuah gaun pengantin biru muda, dengan hiasan bunga-bunga di bagian dada, dan beberapa bagian lainnya, serga lengan yang berbahan brokat sehingga memampangkan kulit mulus Sarah.
Gaun ini tidak berlengan, namun ekornya cukup panjang dan berat, sehingga membuat Sarah kembali harus dibantu oleh beberapa orang.
Untuk rambut, stylish menatanya dengan membiarkan bagian belakang terurai dan bagian depan samping di pilin kasar lalu menyatukannya di tengah dengan hair pin cantik.
Sarah terlihat begitu anggun malam ini, hingga Miko yang duduk di sampingnya terus mencuri pandang ke arah di mana Sarah berada.
Lidia nampak datang ke pernikahan mereka. Mantan istri Miko itu, datang bersama seorang pria yang pernah dikenalkan kepada Sarah sebagai calon suaminya.
“Selamat yah. Akhirnya kalian bisa bersatu lagi. Aku minta maaf atas apa yang sudah terjadi dulu,” Ucap Lidia.
“Tolong lupakan semua masa lalu kita yang pahit itu, Mbak. Kita mulai semuanya dari awal lagi. Mau kan Mbak Lidia jadi temanku mulai sekarang?” Sahut Sarah.
Lidia mengangguk dengan senyum yang begitu tulus. Miko sangat senang melihat pemandangan itu.
Lidia lalu memperkenalkan pria disampingnya yang tak lain adalah suami barunya. Miko dan Sarah pun bersalaman dengan pria yang Sarah tahu bernama Jefri itu.
Selain itu, nampak juga para karyawan kantor cabang Surabaya, tempat di mana Sarah pernah mencari nafkah dulu.
Hadir pula Minati, si biang gosip sekaligus menejer personalia, yang datang-datang langsung menangis melihat mantan rekan kerjanya itu, akhirnya mengenakan baju pengantin.
Pesta terus berlangsung hingga larut malam, dan semuanya nampak ikut berbahagia dengan akhir perjalanan cinta Miko dan Sarah yang kembali bersatu.
...TAMAT...
.
.
.
.
__ADS_1
Eit, biar pun cerita utamanya udah end, finish, alias selesai, tapi besok masih up lho ya, tapi siang atau sorenya😁 Insya Allah aku akan kasih bonchap buat kalian semua😊 So, jangan dulu di unfavoritkan oke😘
Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏