
Lepas jam makan siang, Sarah baru selesai mengurus permintaan pimpinan dari PT Tunas Persada.
"Hah … kayaknya udah telat deh. Udah lewat banget dari jam makan siang. Lagian, aku juga tadi udah makan ini," gumam Sarah saat baru saja masuk ke dalam mobilnya.
Dia pun melajukan kembali kendaraan roda empat miliknya menuju ke kantor. Seperti biasa, seusai menemui klien dan mendengarkan keluhan serta masukan mereka, bagian humas harus merangkum dan mengelompokkan feedback-feeddback dari konsumen tersebut untuk selanjutnya dirapatkan dan ditindak lanjuti bersama semua tim.
Setibanya di kantor, Sarah langsung menuju ke lantai dua, di mana divisi humas berada dan bersebelahan dengan divisi pemasaran serta personalia.
"Sar, kenapa baru balik sih? Jadi nggak bisa lihat bos baru kita kan," cerosos Minati saat melihat rekannya itu sampai dan duduk anteng di balik meja kerjanya.
"Hah … emang secakep apa sih? Lagian kalo emang kamu mau, ambil aja gih. Ngapain harus seheboh itu pengin aku ikut lihat dia sih," sahut Sarah malas.
"Ish! Kamu nih, mau dikemanain suamiku. Kalo kamu kan janda, dia duda, pas dong," sindir Minati.
"Mbak Minati, aku juga ada kenalan duda ya, tapi aku nggak minat buat nikah lagi," jawab Sarah.
"Eh … bukan nggak minat, tapi belum minat. Nggak boleh lho ngeduluin kuasa Allah. Dosa," ujar Minati.
"Iya, belum minat. Udah kan, Min. Aku mau lanjut buat laporan dulu," ucap Sarah yang meminta Minati untuk menyingkir dari hadapannya.
"Iya deh, iya. Oh iya, tadi kata si bos, kamu bisa nyusul nyapa dia lusa, soalnya hari ini dia harus pulang dulu ke Semarang, besok baru balik, jadi berangkat lagi lusa," tutur Minati.
"Dia orang Semaramg toh," gumam Sarah.
"Iya, dia sama-sama dari semarang kaya kamu. Kan pas tuh," goda Minati.
"Beda lah. Aku bukan dari semarang," elak Sarah.
"Yah, judulnya masih satu kabupaten kan," ujar Minati.
Sarah mengangkat setumpuk berkas ke depan wajahnya, dan melempar pandangan ke arah Minati yang masih saja berada di hadapannya.
"Oke! Oke. Aku balik ke meja ku dulu," ucap Minati yang berlalu pergi, seolah tahu jika rekannya itu mengusirnya tanpa kata-kata.
...🥀🥀🥀🥀🥀...
Sore hari setelah pulang kerja, Sarah seperti biasa menjemput putranya di playgroup. Kali ini, nampak Rianti, nenek Bela, ada bersama dengan Bagas dan juga gadis kecil temannya itu.
"Assalamualaikum," sapa Sarah.
"Waalaikumsalam, eh … ibunya Bagas udah dateng," sahut Rianti.
__ADS_1
"Ibu!" panggil Bagas sambil berlari menyongsong sang bunda.
"Ehm … anak Ibu. Lama yah nunggunya," tanya Sarah.
"Nggak juga. Nenek Rianti datengnya sebelum jam pulang, jadi Bagas langsung diajakin main sama Kak Bela dan Nenek deh," tutur Bagas.
"Terimakasih ya, Bu. Maaf sudah merepotkan," ucap Sarah pada mertua Fadil itu.
"Nggak papa, Nak Sarah. Bela juga kan sering ngerepotin Nak Sarah," Sahut Rianti.
"Nek, ajakin Ibu Sarah main ke rumah yuk," pinta Bela kepada sang nenek.
"Coba Bela tanyain sama Ibu Sarahnya, mau apa nggak ikut ke rumah," seru Rianti pada cucu perempuannya.
"Ehm … Ibu Sarah, Ibu mau kan ikut ke rumah bareng kita?" tanya Bela.
Sarah tak langsung menjawab. Dia malah melihat kearah putranya dan mereka pun saling balas menatap seolah tengah berbicara lewat ikatan batin.
Seolah tahu arti tataapn sang bunda, Bagas pun mengangguk ke arah Sarah. Wanita itu pun tersenyum lalu kembali menoleh ke arah gadis kecil di hadapannya.
"Ya udah. Kita main bentar ke runah Nenek Bela ya," ucap Sarah.
"Asik!" sorak Bela.
"Bagas biar ikut mobil saya saja, atau kamu mau sekalian bareng. Biar nanti mobilmu dititipkan dulu di sini," tawar Rianti.
"Nggak perlu, Bu. Saya pakai mobil sendiri saja, biar nanti pulangnya bisa langsung," tolak Sarah.
Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing dan melajukannya ke arah rumah mertua Fadil itu.
Sesampainya di rumah Ruanti, Bagas dan Bela tak henti-hentinya bermain. Sedangkan Sarah memilih untuk duduk di ruang tamu sambil mengawasi putranya yang bermain tak jauh dari sana.
Mereka baru pulang saat senja mulai berubah malam. Lepas sholat maghrib berjamaah di rumah Nenek Bela, sarah pamit pulang agar tidak kemalaman sampai di rumah.
Awalnya, Rianti ingin meminta janda beranak satu itu untuk makan malam bersama dulu, baru kemudian pulang. Namun, Sarah menolaknya dengan sopan.
"Maaf, Bu. Lain kali saja, insya Allah kami ikut makan malamnya," ucap Sarah.
"Ya sudah. Ibu tidak memaksa. Tapi lain kali, beneran mau ya," ujar Rianti.
"Insya Allah … Bagas, ayo salim sama Nenek," sahut Sarah dan serunya kepada sang putra.
__ADS_1
"Bagas pulang dukl ya, Nek," pamit Bagas sambil menyalami wanita tua itu.
"Iya, Sayang. Hati-hati ya," sahut Rianti.
"Kami pamit ya, Bu," ucap Sarah.
"Hati-hati di jalan ya," sahut Rianti kepada wanita di depannya itu.
Setelah berpamitan, mereka pun keluar rumah diantar oleh Rianti dan cucunya, Bela. Saat hendak masuk ke dalam mobil, sebuah mobil lain datang dan membuat Bela memekik senang.
"Yey, papah pulang … Papah pulang …," ucap Bela sambil jingkrak-jingkark.
Sarah melihat sekilas, dan menangkap sosok Fadil di balik setang kemudi. Nampak pria itu tersenyum dari balik kaca, dan Sarah pun membalas senyum pria tersebut.
Wanita itu mengurungkan sejenak niatnya untuk masuk ke dalam mobil, dan hendak menyapa Fadil yang baru saja sampai.
"Sar, udah lama?" tanya Fadil saat sudah berdiri di hadapan Sarah.
"Ehm, lumayan. Ini juga udah mau pulang," jawab Sarah.
"Nggak makan dulu?" tanya Fadil lagi.
"Lain kali aja, Mas. Ya udah kita pulang yah," pamit Sarah.
Fadil pun hanya mengangguk. Pria itu berjalan menghampiri mertunya dan juga sang putri yang langsung melompat ke gendongan ayahnya.
Dari dalam mobil, Bagas melihat hal tersebut dan merasa iri.
"Bagas pengen deh kayak Kak Bela, yang bisa digendong tinggi-tinggi sama papahnya," keluh Bagas lirih.
Namun, sarah masih bisa untuk mendengarkan gumaman putranya itu. Dia pun tersenyum tipis kemudian mengulurkan tangannya dan mengusap puncak kepala pria kecil yang masih memandangi interaksi antara Fadil dan juga Bela.
Ya Allah, Bagas mau Ayah pulang. Suruh Ayah pulang, Ya Allah, batin Bagas.
Apa seingin itu kamu bertemu ayahmu, Nak? Maafkan Ibu yang sudah tega memisahkanmu dari dia, batin Sarah.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏