Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor

Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor
Hadiah cantik


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu, Miko yang tengah berada dalam perjalanan pulang dari pertemuannya di Bandung, kebetulan melewati toko perhiasan langganan Sarah.


Dia pun kemudian berhenti dan bermaksud ingin membelikan sesuatu untuk sang istri sebagai oleh-oleh.


“Permisi, Pak. Ada yang bisa di bantu?” tanya salah satu pramuniaga yang ada di sana.


Miko nampak berdiri di depan etalase, yang diisi oleh berbagai macam perhiasan berupa gelang. Dia kemudian memilih beberapa diantaranya yang sesuai dengan selera sang istri.


“Tolong, coba lihat yang itu,” seru Miko.


Dia menunjuk sebuah gelang dengan bentuk seperti kepang dengan selang seling berlian di salah satu sisinya. Serta rantai di ujungnya yang memudahkan si pemakai mengatur kelonggaran gelang saat memakainya.



“Kayaknya ini bagus. Sarah suka yang simple tapi elegan,” gumam Miko.


Dia pun kemudian meminta pramuniaga itu untuk membungkuskan benda tersebut, dan membuatnya seperti sebuah kado.


“Silakan, Pak,” seru pramuniaga itu, sambil menyerahkan gelang pilihan Miko yang sudah di kemas.


Setelah selesai melakukan pembayaran, Miko pun berjalan keluar dari toko perhiasan tersebut.


Saat dirinya hendak masuk kembali ke dalam mobil, matanya melihat sebuah toko bunga yang terdapat di seberang jalan, tepat di depan toko perhiasan tadi.


Dia pun kemudian menyeberangi jalan itu dan sampailah dia di depan toko yang dipenuhi bunga berbagai jenis dan warna.


“Sedang mencari bunga untuk siapa, Pak?” tanya florist pemilik toko bunga itu.


“Ehm... Saya mencari bunga untuk istri saya. Kira-kira, apa ya yang bagus?” tanya Miko sambil melihat banyaknya bunga-bunya cantik di hadapannya.


Florist itu nampak melihat-lihat bunga yang ada di hadapannya, dan tangannya terulur mengambil setangkai bunga peoni merah muda.


“Bagaimana kalau bunga ini saja, Pak? Memang tidak kelihatan semewah dan seromantis bunga red rose, tapi bunga ini punya arti yang dalam, apa lagi untuk pasangan hidup seperti istri anda,” ucapnya.


“Memangnya, apa artinya?” tanya Miko.


“Arti bunga peoni adalah ketulusan cinta dan kesetiaan, apa lagi warnanya yang lembut terlihat begitu cantik, dan pasti menyejukkan hati,” jawab sang florist.


Miko nampak senang mendengar penjelasan pemilik toko bunga itu.


“Baiklah. Tolong buatkan satu buket bunga dari bunga itu,” seru Miko.


Florist itu pun kemudian mengambil beberapa tangkai lagi, dan juga beberapa bunga krisan merah yang memiliki arti yang hampir sama. Juga beberapa bunga daisy.


Dia kemudian membawanya masuk dan merangkai nya menjadi sebuah buket bunga yang cantik.



“Silakan, Pak.” Sang florist itu nampak menyerahkan maha karyanya kepada sang pelanggan.


Miko menyerahkan beberapa lembar uang tunai sebagi pembayarannya, dan meminta florist itu untuk mengambil kembaliannya, karena dia sangat suka dengan hasil karyanya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan sebuah hadiah dan juga bunga, Miko kembali ke dalam mobilnya dan meletakkan semua benda yang indah itu di kursi penumpang depan.


Miko pun segera melajukan mobilnya menuju ke kediaman sang mertua, untuk bertemu kembali dengan sang istri yang selama dua hari ini sangat dirindukannya.


Saat dia telah sampai di pekarangan rumah Pak Riswan, Miko yang sudah sangat rindu dengan istrinya pun, segera keluar dari mobil dan menuju ke pintu depan.


Dia mengetuk pintu beberapa kali, hingga akhirnya pintu pun terbuka.


Tangannya seketika terentang seakan meminta Sarah untuk memeluknya. Gayung bersambut, Sarah pun segera memeluk Miko dengan erat.


“Mas, aku punya kabar gembira buat kamu,” ucap Sarah.


Miko mengurai pelukannya dan menjauhkan sedikit sanh istri, agar dia bisa melihat wajah wanita itu.


“Apaan sih? Kayaknya seneng banget,” tanya Miko.


Sarah kemudian menunjukkan benda yang sedari tadi dia pegang.


“Taraaaaaa!” seru Sarah.


Di saat itulah, Miko teringat akan kejutannya untuk sang istri. Tanpa berkata-kata, Miko berbalik dan meninggalkan Sarah, kembali menuju mobilnya untuk mengambil kedua benda cantik yang telah dia siapkan sebelumnya.


Dia tak tau jika istrinya terlihat kecewa dengan sikapnya itu. Sarah teringat akan Miko enam tahun yang lalu, saat dirinya memberitahukan perihal kehamilan pertamanya.


“Mas Miko jahat!” pekik Sarah.


Wanita itu kemudian berbalik dan berjalan cepat menuju ke kamarnya. Di jalan, dia berpapasan dengan sang bunda. Bu Riswan kaget melihat putrinya nampak menangis.


Tanpa menjawab, Sarah seketika memeluk sang ibu dengan erat, sambil menangis tersedu-sedu.


“Mas Miko, Bu. Mas Miko begitu lagi...,” ucap Sarah di sela isaknya.


“Begitu lagi gimana maksdunya?” tanya Bu Riswan khawatir.


“Mas Miko kabur lagi waktu Sarah kasih tau kalau Sarah hamil,” tutur Sarah dengan tangisnya yang semakin keras.


“Apa?!” pekik Bu Riswna tak kalah keras.


Saat itulah, Miko datang menghampiri kedua wanita beda usia itu. Bu Riswan yamg melihat kedatangan menantunya, serta merta melepas pelukan Sarah, kemudian maju dan memarahi Miko.


“Apa bener itu, Nak Miko?” tanya Bu Riswan langsung.


Miko yang baru saja sampai pun dibuat bingung. Dia tak sadar jika tadi Sarah telah memberitahunya perihal kehamilan kedua itu. Dia hanya teringat akan kejutan yang harusnya diberikan kepada Sarah, hingga tak fokus dengan yang diucapkan sang istri.


“Bener apa ya, Bu?” tanya Miko bingung.


“Tadi Sarah ngadu, kalau kamu kabur lagi pas Sarah bilang kalau dia hamil. Iya?” cecar Bu Riswan.


Miko melongo mendengarnya.


“Sa... Sarah hamil?” tanya Miko.

__ADS_1


Sarah masih terlihat sesenggukan, sedangkan bu Riswan nampak mengerutkan keningnya.


Pasalnya, dari penuturan Sarah bisa disimpulkan jika Miko sudah tau akan hal itu.


Kok aneh? Dia malah nanya balik, batin Bu Riswan.


Miko segera menghampiri Sarah dan melewati begitu saja mertuanya.


“Beneran kamu hamil, Sar?” tanya Miko dengan begitu antusias.


“Ngapain nanya-nanya? Tadi aja kamu kabur pas aku kasih tau,” keluh Sarah sambil terisak.


“Aku nggak denger tadi. Aku cuma keinget sama kejutan yang aku udah ku siapin buat kamu, tapi ketinggalan di mobil. Tadi aku balik lagi soalnya mau ambil ini,” ungkap Miko sambil memperlihatkan kedua tangannya yang penuh dengan hadiah.


Sarah terdiam. Tangisnya terhenti namun isaknya masih terdnegar sesekali.


“Jadi, kamu nggak kabur lagi tadi?” tanya Sarah memastikan.


“Ya nggak lah. Aku malah seneng kalau kamu hamil,” ucap miko sambil memeluk sang istri.


Bu Riswan hanya bisa geleng-gekeng kepala melihat kelakuan anak dan menantunya itu.


Tiba-tiba, Pak Riswan datang karena mendengar ribut-ribut dari arah ruang tengah.


“Ada apa sih, Bu? Malem-malem kok teriak-teriak kayak di hutan,” tanya Pak Riswan yang baru saja sampai.


“Nggak ada apa-apa, Pak. Udah yuk, istirahat lagi aja,” ajak Bu Riswan.


Kedua orang tua itu pun meninggalkan Miko dan Sarah yang masih berpelukan. Nampak Sarah menerima bunga cantik itu, dan kado dari sang suami.


“Apa ini, Mas?” tanya Sarah.


“Nanti bukanya di kamar aja. Masuk yuk. Aku mau mandi. Lengket banget nih,” ajak Miko.


Keduanya pun masuk ke dalam kamar dan beristirahat.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen di bawah ya guys😊mohon dukungannya🙏


Othor mau promo lagi😁😁😁Sambil nunggu next eps, coba mampir ke novel temen ku yuk.



jangan lupa favoritkan ya😘

__ADS_1


__ADS_2